
Renipun masih menangis di dalam dapur, sesekali ia menyalahkan diri sendiri..
( Kenapa musti mamah yg pergi, kenapa bukan aku saja, aku butuh mamah dihari ulangtahunku, sama dengan teman teman yg selalu terlihat bahagia saat merekan mengakan acara, tapi aku tidak merasakan bahagia sama sekali ) Gumam reni
( Yaallah, kenapa nasibku seperti ini, kenapa kebahagiaan tidak sama sekali berpihak padaku, aku ingin sekali merasakan kasih sayang kedua orgtuaku, apa aku tidak berhak mendapatkan itu semua? ) **Guman reni sesampai airmata tidak bisa lagi menahannya, sehingga terus keluar dan benar benar menangis terisak..
Tak lama kemudian, ada suara langkah kaki dari atas yaitu adalah riski, riski melihat reni yg menangis langsung menghampirinya.
- Kamu kenapa ren? **Tanya riski
- Aku tidak masalah, Jawab reni lalu menghapus airmata
- Kamu menangis, masih bilang kamu tidak masalah?Tanya riski yg melihat reni menangis.
- Aku cuma ingin sendiri saja ki, tolong kamu pergi ya.. Nanti kekasihmu tau kamu masih peduli denganku, nanti jadi salah paham! Jawab reni
__ADS_1
**Riskipun pergi meninggalkan reni, sementara reni masih terdiam di dapur dan segera ke kamar mandi untuk basuk airmatanya agar tidak terlihat atasan reni kalau reni sedang menangis.
Sementara itu riski memang sudah mempunyai kekasih, perjalanan kisah riski dengan kekasihnya sudah hampir 2bulan, dan hubungan riski dengan reni sama seperti reni dengan dimas dan riski, tidak jauh dari Sahabat.. Dan perhatian serta kepedulian riski tidak bermaksud lain, memang riski sudah tidak lg mencintai reni, karna riski tau bagaimana caranya mundur dengan teratur! Dan riski pun tau kalau sebenarnya reni memang sangat mencintai ridwan, begitupun sebaliknya dengan ridwan .
Lain halnya riski segera keluar dari dapur atas suruhan reni, dan riski melihat febri yg sedang duduk sendirian didepan sambil melamun, riskipun menghampiri febri..
- Dorrrr, **Riski usil
- Kenapa lo? Tanya riski
- Iya, jadi ternyata lo yg buat reni nangis? Jawab tanya riski
- Bukan, tadi gua cuma becandain dia kalo sebentar lagi dia ultah, Jawab febri
- Ya ampun, kenapa aku bisa lupa sebentar lagi dia ultah.. Terus kenapa dia menangis? Kenapa dia tidak bahagia karna sebentar lagi hari kelahirannya? Tanya riski dengan bingung
__ADS_1
- Dia teringat keluarga kandungnya ki, dia pengen di hari ulangtahun dia, ada org spesial yg berada di dekatnya, dia mikir kalau dia gapernah merasakan bahagia saat hari kelahirannya sudah tiba. Ucap febri
- Bagaimana kalau kita kerjain dia, tetapi kerjainnya sebisa mungkin sampai benar-benar dia bahagia. Jawab riski
- Bagaimana caranya? Tanya febri
- Gini aja, kan reni punya sahabat perempuan tuh si putri yg memang sangat dekat dengan reni, tidak mungkin kalau putri lupa dengan ultahnya reni, merekakan sangat dekat. Jawab riski
- Lo punya nomer putri emg? kerjainnya gimana dlu gua mau tau. Tanya febri.
- Jadi gini, nanti gua bakal telfon putri buat memastikan dia inget tidak sebentar lg sahabatnya ultah, nah kalo inget gua bilang sama putri buat alasan tidak dateng untuk menemui reni, kan lo tau sendiri reni kalo ultah selalu merayakannya pada putri, nantikan pas putri tidak dateng, otomatis reni merasakan kesepian, dan merasa sendiri, nanti aku suruh putri untuk ke resto ini malam sekitar jam 11'an, karna acara yg di adakan reni biasanya pasti malam tepat jam12 malam tgl 16, setelah itu, aku telfon reni, aku tau kalau reni tidak tidur karna menunggu jam 12 malam tepat tanggal kelahiran reni, agar reni bisa lihat siapa pertama kalinya yg mengucapkan selamat dan doa pada reni, nanti aku purapura minta antar reni kesini, buat ambil Kompor di resto untuk dibawa sama aku, kita bilang sama kak ogi, untuk suruh reni datang. Habis itu, ketika reni masuk, didalam sudah ada banyak sahabatnya dan hari itu aku yakin, bakal buat reni bahagia dari sebelumnya. Jawab riski dengan panjang lebar.
- Ok aku setuju, nanti aku beli kue.. kamu atur saja. Jawab febri dan meninggalkan tempat duduk
Sedangkan riski kesal, karna sudah bicara panjang lebar, febri main tinggalkan riski.
__ADS_1
( Untung kamu sahabatku, kalau bukan, sudah kupukul ) Gumam riski yg kesal