Sahabat Bertopeng

Sahabat Bertopeng
BAB 8


__ADS_3

**Lain halnya dengan ridwan yg merasa senang karna reni tidak menolak ajakannya .


Tidak terasa waktu sudah menunjukan jam pulang kerja ridwan, ridwan bergegas untuk bersiap pulang dengan motor kesayangannya .


Setelah sampai dirumah, ia bersiap untuk membersihkan dirinya untuk bertemu dengan reni .


Sementara ridwan yg melihat anak terakhirnya sedang menangis, ridwan menghampirinya dan berkata .


- Amar kenapa menangis? **Tanya ridwan sesekali mengelus kepalanya amar.


- Tidak pah, tadi kakak ais pelit padaku. Jawab amar yg sedang nangis terisak


- Yasudah jangan menangis, Bersiaplah, kita akan pergi ke pangkas rambut untuk potong rambutmu. Jawab ridwan


- **Amar pun meng-Iyakan .


Setelah semua selesai, ridwan membuka ponselnya untuk melihat lokasi reni tinggal, sesekali ridwan memikirkan kenapa reni tidak kasih tau yg lain rumah reni sebenarnya.


Tetapi ridwan menepis pikiran itu dan berlanjut jalan, di perjalanan kurang lebih 30menit, amarpun bertanya pada ridwan.


- Pah, kita mau kemana? kenapa jauh sekali. **Tanya amar yg memang belum sampai ditukang pangkas.


- Kita jemput seseorang dlu ya mar. Jawab ridwan


**Amar lanjut meng-Iyakan, karna amar ikut kemana saja papahnya bawa pergi, karna amar masih usia 5tahun, jadi msh polos untuk menanyakan hal lainnya .

__ADS_1


Lain halnya dengan reni yg masih bersiap, dan mengirim pesan pada ridwan untuk menunggu di pos scurity saja .


- Bang, jangan sampai titik lokasi. Tunggu di pos scurity saja. **Pesan reni .


**Ridwan pun tidak membalasnya, karna ia masih di perjalanan.


Setelah sampai di titik, ridwanpun melihat pesan reni, lalu ia putar balikan motor untuk menuju Pos Scurity .


Sesampainya di pos Scurity, ridwan menelfon reni kembali** .


***Tuttt


Tuttt***


- Hallo assalamuallaikum, Ucap ridwan


- Aku sudah sampai di pos yg kamu bilang, Lanjut ridwan


- **Ok tunggu bang, Jawab reni dan mematikan telfonnya .


Reni yang sudah mendapat kabar karna ridwan sudah sampai, lalu ia bergegas menuju ridwan tunggu, setelah sampai disana, ridwan pun melihat reni dengan terdiam karna kecantikan reni saat itu bisa membuat ridwan kagum.


Sementara reni tidak menghiraukannya, dan langsung naik motor tanpa berkenalan terlebih dahulu, dan ridwan pun bergegas menyalakan motornya untuk lanjut jalan mencari pangkas terdekat dari kost reni .


Selama perjalanan ia pun terdiam, karna bingung harus buka suara darimana .

__ADS_1


Dan akhirnya reni buka suara terlebih dahulu, menanyakan anaknya .


- Heiii namamu siapa? ganteng sekali. **Tanya reni


- Namaku amar tante, Jawab amar yg teelihat polos .


- Ohyaaaa, kamu sudah sekolah sayang? Tanya reni lagi


- Belum tante, tapi sebentar lagi aku akan sekolah . Jawab amar dengan polosnya.


**Renipun jawab oh saja, karna bingung mau menanyakan apalagi .


Tidak terasa akhirnya sudah sampai di tukang pangkas, amarpun segera turun dari motor, dan renipun sama . Amar anak yg pemalu, jadi ia tidak terlalu dekat dengan reni karna blm mengenalkan reni .


Dan ridwanpun masuk ke dalam pangkas untuk menemani potong rambut amar, ridwan duduk di sebelah reni dan berbicara .


- Kita blm kenalan. **Tanya ridwan


- Kamu sudah tau namaku reni, Jawab reni dengan dingin


**Ridwan pun terdiam karna dinginnya reni terhadap ridwan, dan akhirnya ridwan membuka suara kembali untuk menanyakan tempat tinggal reni yg masih di rahasiakan di aplikasi itu, karna ridwan memang tidak tau alasannya .


- Kenapa kamu menyembunyikan tempat tinggalmu di aplikasi itu? **Tanya ridwan


- Gpp, Jawab reni lg dengan singkat

__ADS_1


Ridwanpun lanjut diam, tapi sesekali ia menanyakan terus menerus di dalam pikirannya .


__ADS_2