Sahabat Bertopeng

Sahabat Bertopeng
BAB 92


__ADS_3

**Lain halnya dengan reni yg masih di perjalanan jalan kaki untuk mencari hotel murah serta yg dekat untuk istirahat karena memang sudah larut malam. Sesampainya reni di hotel murah serta dekat, reni lgsg beristirahat agar besok pagi reni cepat dapat kontrakan yg bisa di buat usaha.


Sementara ridwan dan putri masih ngobrol sesekali bercanda, tidak lama kemudian ada pelayan resto datang membawa pesanan yg di pesan ridwan. Mereka berduapun makan dengan diam, tanpa suara sedikit pun, dan hanya terdengar dentingan sendok dan garpu mereka .


Waktu memang sudah sangatlah larut, selesai ridwan dan putri makan, mereka bergegas siap siap untuk pulang, dan ridwan mengantarkan putri pulang lebih dulu. Tidak lupa ridwan membayar makan dlu di kasir.


Malam pun berganti pagi, kini reni yg sudah bangun dari tidurnya, tidak lupa reni melakukan aktivitas seperti biasanya, dan berdoa agar semua kebenarannya cepat terungkap. Selesai reni melakukan aktivitas, reni segera cek out dari hotel tersebut untuk mencari kontrakan.


Lain halnya dengan ridwan yg memang sudah berada di kantor lebih dlu, karena banyak tugas yg harus di selesaikan. Sementara putri yg sekarang makin menjadi jadi dengan ridwan, yg berusaha terus mendekati ridwan untuk mendapatkan hati ridwan serta mamah ridwan. Kini putri lagi dirumah ridwan, yg sebelumnya memang sudah kontekan untuk ketemuan dirumah ridwan, tetapi putri sudah berada dirumah ridwan, dan menunggu ridwan untuk pulang makan siang.


Namun beralih dengan reni yg sudah keluar dari hotel untuk cari kontrakan. Tetapi, reni ingat akan sahabatnya yg satu kerjaan bareng reni dlu di restoran. Reni memutuskan untuk ke restoran menemui sahabatnya, sekaligus meminta tolong cari kontrakan. Sampai di resto tempat kerja reni dlu, ada yg manggil reni, reni yg mendengar langsung menoleh ke sumber suara tersebut .


- Rennnn.. **Panggil sahabatnya febri


- Hei feb, apakabar? Tanya reni

__ADS_1


- Baik ren, kamu gimana? Tanya febri


- Duduk ajalah ceritanya. Ajak reni


- Duduk ren, mau minum gak? Tanya febri


- Boleh, esteh manis aja yaaa.. Jawab reni


- Tunggu ya. Jawab febri


**Reni yg lagi duduk menunggu febri, ada yg memanggilnya lagi, yaitu sahabat reni lainnya dimas dan riski. Sementara atasan reni kak ogi, memang tdk ada di restoran.


- Ren.. **Ucap dimas dan riski sekaligus duduk di kursi depan reni


- Iya mas, ki.. Jawab reni

__ADS_1


- Kesini naik apaan? Tanya dimas


- Jalan. Jawab reni sambil menunduk


- Tumben, ada apa ren? Bukannya udh mau risen? Tanya riski


**Reni yg mendengar perkataan riski soal risen kerja dr resto, reni ingat tentang ridwan yg menyuruh reni untuk keluar kerja, dan renipun dlu pernah bilang akan fokus sama rumah tangganya. Namun, disini reni berubah pikiran untuk risen, melainkan melanjutkan kerja. Untuk biaya hidup reni, dan bertahan demi anak reni yg di dalam kandungan . Karena ridwan sudah tdk mau tanggung jawab lagi soal reni .


- Ohiyaaaa, gajadi risen aku. **Ucap reni singkat


- Loh kenapa? Tanya riski dan dimas serentak


- Gapapa, ntar aku ceritain, aku lagi nunggu febri bikin es lama banget, biar kalian denger cerita aku. Ucap reni


Tak lama kemudian org yg di tunggu tunggu reni akhirnya dateng, febri membawa minuman, dan reni dengan cepat minum karena memang haus. Sementara febri duduk di bangku samping reni.

__ADS_1


__ADS_2