Sahabat Bertopeng

Sahabat Bertopeng
BAB 41


__ADS_3

**Reni menjawab pertanyaan ayahnya .


- Kedatangan reni kesini untuk menjenguk papah, dan ingin meminta restu papah, karena sebentar lagi reni akan segera menikah.. **Ucap reni dengan tertunduk


- Oh begitu, baguslah... Jawab papahnya dengan dingin


- Papah bisa hadir nanti di pernikahan reni menjadi wali reni? Reni mohon.. Jawab reni dengan sangat memohon


- Bisa, sehabis jadi wali, papah langsung pulang. Jawab papah reni dengan amat dingin


Tiba kakak perempuannya datang, dan menghampiri reni..


***Prakkk


Auuuuu***

__ADS_1


**Suara tamparan kakak reni yg melayang di pipi kanan reni, reni memegang pipi kanan yg habis di tampar..


- Mau apa kamu kesini? **Tanya kakak perempuan reni


- Mau menjenguk papah ingin tau kabar papah, dan ingin meminta restu dengan papah.. Jawab reni yg tertunduk menahan airmata


- Tidak perlu kamu kesini, karena kamu anak sial, gara gara kamu, mamah meninggal. Ucap kakak perempuan reni dengan marah


Reni mendengar hal itu hanya bisa menangis histeris, sementara ayahnya reni melihat kakak perempuan reni hanya terdiam dan membela kakak perempuan reni. Lain halnya dgn keempat sahabat reni yg mendengar perkataan itu langsung menatap reni, dan bergegas mendekati reni, putri memeluknya, sementara dimas membalas perkataan kakak perempuan reni .


**Terdengar suara tamparan dimas yg menuju pipi kakak perempuan reni, yg sebenarnya reflek karena perkataan kakak perempuan reni sangat berlebihan .


- Maksudmu apa bicara seperti itu? Asal kamu tau, ini semua takdir.. Kalaupun reni tau mamahnya meninggal, reni tidak akan memilih untuk hidup. Kamu masih bersyukur bisa lihat mamah, kamu lihat reni yg dari lahir kalian tinggalkan! dan sama sekali tidak melihat wujudnya. **Saut dimas yg emosi


- Sudah dimas! Jawab reni

__ADS_1


- Kakak, kalau waktu bisa di putar, aku lebih memilih mati di banding hidup dari kesendirian ini, aku besar tanpa kalian, kalian meninggalkanku sejak lahir, dimana pikiran kalian? dengan seenaknya kakak menamparku yg memang aku tidak tau masalahnya. Ini semua bukan mauku, ini semua sudah takdir, bisa saja kakak bicara seperti ini dan maut menghampiri, kakak bisa menyalahkan kita? TIDAK!!! Ucap reni dengan marah dan menangis.


- Kami pamit pah, maaf kalau memang disini kami mencari keributan, dan papah cepat sembuh.. Jangan lupa papah dtg di acara pernikahanku.. Ucap reni yg langsung pergi tanpa bersalaman karena sudah terlalu marah


**Reni dan keempat sahabatnya turun, dan menuju ke warung dekat rumah ayahnya reni, karena memang parkir disana, dan reni masih menangis. Sementara putri terus menenangkan reni .


- Ren, sabar yaaa... **Ucap putri yg memang tidak tau harus berkata apa lagi saat melihat kejadian barusan yg putri lihat


- Ren, maafkan aku yg tadi, aku hanya reflek.. Habis aku benci dengar perkataan kakakmu, Aku merasa sakit ketika aku di posisimu.. Saut dimas


- Iya put gapapa, iya dimas tidak masalah.. Semua bukan salahmu, tetapi salahku kenapa aku harus ada di dunia ini, sedangkan mamah pergi, sehingga semua menyalahkanku. Jawab reni yg masih menangis terisak


**Lain halnya dengan riski dan febri yg benar tidak bisa berkata apapun lagi saat reni menjawab itu.. Dan melihat reni marah seperti itu, yg sebelumnya memang reni tidak pernah marah seperti itu . Putri yg mendengar ucapan reni hanya ikut menangis dan memeluk erat reni .


- Ren, aku sayang kamu sebagai kakakku, aku rasa kamu kuat.. Kamu wanita hebat yg aku kenal, jangan menangis.. **Ucap putri menangis dan memeluk reni

__ADS_1


__ADS_2