Sample 001

Sample 001
Pemeriksaan kesehatan paman William


__ADS_3

Mendengar suara Ethan, pembicaraan antara Jhon dan lawan bicaranya itu menjadi senyap.Terlihat wajah bahagia sang ayah menyambut kedatangan Ethan. "Son, kau sudah datang!" Sambut Jhon seraya berdiri.


"Apakah aku mengganggu, Dad?." Tanya Ethan kemudian.


Jhon menampilkan senyum ramah nan lembut pada putranya, kemudian dia mengajak Ethan untuk bergabung dengan mereka berdua.


Ethan menilik pria dihadapannya yang telah berdiri seraya tersenyum ramah padanya.


"Oho, apakah dia si Genius yang dijuluki sebagai Ruka Gospoda itu?" tanya pria itu dengan mengulurkan tangannya pada Ethan.


"Ruka Gospoda? Julukan apa itu?" Tanya Ethan dengan memasang wajah bingung sembari menyambut uluran tangan dari pria tersebut.


"Jhon, putramu sungguh bermurah hati. Dia bahkan nampak bingung dengan julukan yang disematkan oleh semua pasiennya," serunya.


Namun Ethan masih menampakkan wajah bingungnya lalu hal aneh terjadi lagi dimana Ethan bisa membaca diagnosa pria tersebut melalui Hologram yang sering dia sapa dengan sebutan Blue.


Ada apa denganku? apakah sekarang Blue bisa muncul tanpa menginputkan nama serta umur orang yang ku sentuh?


Disela serangan pertanyaan dikepalanya serta pujian yang di lontarkan oleh orang asing itu, tatapan Ethan hanya terpaku pada sistem hologram dihadapannya yang telah berubah bentuk menjadi sebuah tampilan dengan hanya ruang kosong tak seperti biasanya yang selalu menampilkan struktur tubuh manusia tiruan si pemilik dengan beragam diagnosa didalamnya.


Tak berselang lama, ruang kosong itu menampilkan sepucuk pesan dengan efek ketikan, sehingga Ethan bisa membaca tulisan besar yang berisi 'Hai tuan, Blue sudah diperbaharui.'


Sapaan dari sistem itu membuat Ethan terperanjat, dan dia melepas salamannya secara tiba - tiba sampai Jhon dan pria itu menatap wajah Ethan dengan tatapan heran.


"Ada apa Son?" Tanya Jhon. "Kenapa kau nampak seperti ketakutan?" lanjut tanyanya.


Tidak hanya Jhon yang heran, pria yang mengenakan setelan jas dengan style klimis itupun nampak bingung. Pria itu bahkan menatap tangannya sendiri setelah dia melihat Ethan yang terpaku pada tangannya dengan menampilkan raut pucat nya.


"Son."


Panggilan serta goyangan tubuh yang dilakukan oleh Jhon membuat Ethan kembali pada kesadarannya. Dia menatap wajah kedua pria yang sebaya itu satu persatu yang mana mereka berdua sudah menampilkan tatapan bingungnya pada Ethan.


"Ada apa?" Tanya Jhon kembali.


"Aku tidak apa - apa, Dad." Jawabnya. Ethan berdehem guna menetralkan keterkejutannya tersebut. "Dad, beliau siapa?" Sambungnya bertanya dengan kalimat yang sopan.


"Oh, iya. Dia adalah sahabat Daddy. Kau bisa memanggilnya Paman William."

__ADS_1


Ethan menganggukkan kepalanya seraya tersenyum ramah pada William, kemudian mereka bertiga duduk di sofa ruangan itu. Namun Ethan masih sibuk dengan memikirkan perubahan pada Blue.


Pada saat pemikiran itu muncul. Tiba - tiba dihadapan Ethan muncul kembali tampilan Blue dengan ruang kosong. 'Tuan, anda memanggil saya.' itulah tulisan yang dibaca oleh Ethan yang membuat dirinya kembali terperanjat.


"Son, apakah kau sakit? Kenapa kau sangat pucat?"


Panggilan dari Jhon berhasil mengalihkan pandangan Ethan. Pria muda nan rupawan itu menatap nanar kearah sang ayah.


"Hah, apa Dad?" tanyanya dengan kembalinya pikiran sehat Ethan. "Maafkan aku Dad, aku sedang memikirkan sesuatu." Kilahnya.


Akan tetapi, Jhon tahu betul jika didalam diri putranya ada sesuatu yang tidak beres. Namun dia tak mungkin membahas hal tersebut sebab ada William disana.


"Oh iya, tadi Daddy bilang ada satu hal yang ingin dibahas denganku, apa itu? Tanya Ethan yang melupakan kehadiran William disana bahkan dokter muda itu melupakan sejenak tentang Blue. Dia akan menguji Blue ketika dia sudah sendirian.


"Aa, iya hampir saja lupa, William ingin kau memeriksa dirinya." Jawab jhon.


Ethan menatap kearah William, oh sial! Kenapa aku bisa melupakan paman ini? Gerutunya dalam hati. "Kalau begitu, paman bisa ke ruanganku. Kita akan melanjutkan pemeriksaan disana," Ujarnya kemudian dengan menampilkan wajah ramahnya.


"Tidak bisa, Son. Pemeriksaan harus disini." Timpal Jhon Cepat, "Sebab William tak ingin hasil itu diketahui oleh orang lain. Ini sangat rahasia, kau bisa melakukan tes diagnosa ini disini?" tanya Jhon harap - harap cemas. Dia tahu putranya itu memiliki prinsip yang kuat dan tak bisa tergoyahkan. Jhon berharap Ethan bersikap lunak dan mau menerima usulannya agar semua bisa berjalan dengan cepat.


"Kita bisa pindah keruang VVIP kalau begitu, aku tidak bisa melakukan pengecekan disini. Lagi pula disini alatnya terbatas, Dad. Aku menolak melakukan pemeriksaan disini!" Tolaknya dengan nada tegas. Dia mengetahui maksud ayahnya namun Ethan tetaplah Ethan yang tak mau membagi perihal kemampuan dirinya kepada orang lain kecuali keluarganya sendiri.


Jhon tahu dengan jelas jika Ethan tak akan mungkin melakukan diagnosa secara langsung apalagi putranya itu sangat menghindari berbagai macam spekulasi serta menimbulkan opini - opini yang tidak - tidak tentang dirinya, karena Ethan memiliki trauma masa lalu, putranya itu sempat dikucilkan Bahkan mendapat julukan monster dari teman sekolahnya karena menunjukkan kemampuan dalam mendiagnosa penyakit yang tak sengaja dia temukan didalam diri salah satu sahabat karibnya.


"Tidak bisakah melakukan pengecekan disini saja?" Usul William tiba - tiba yang membuat Jhon melotot seketika.


"Maaf paman. Kita tak mungkin membawa beberapa alat untuk masuk keruangan ini. Aku hanya bisa mendiagnosa sedikit masalah kesehatan paman melalui pemeriksaan fisik atau memberi diagnosa kepada paman dari apa yang paman rasakan. Namun, pemeriksaan itu sangat tidak efektif jika kita tak menggunakan alat pemeriksaan lainnya sebagai pendukung." Terang Ethan, "paman tenang saja. Diagnosa paman tidak akan bocor ke publik jika itu yang paman takutkan. Aku bisa menjamin rahasia diagnosa paman akan aman dirumah sakit ini." sambungnya.


William sudah banyak mendengar kehebatan Ethan dalam memberi diagnosa yang 100% akurat. Namun cerita yang dia dapat tidak sesuai dengan apa yang di lihat sekarang. Sebab banyak rumor yang beredar jika Ethan bisa memberi diagnosa tanpa bantuan alat. Namun kali ini Ethan mengucapkan kata alat.


Sepertinya rumor itu sangat berlebihan. Dia tak jauh berbeda dengan dokter yang sering aku temui, seru William dalam hatinya.


William terlihat menimbang perkataan Ethan, kemudian dia menatap Jhon yang mana sahabatnya itu sudah menganggukkan kepalanya.


"Baiklah jika demikian. Tapi aku harap rahasia ini tetap aman." Pinta William.


Ethan dan Jhon dengan kompak menganggukkan kepala mereka berdua sebagai bentuk persetujuan atas usulan William.

__ADS_1


***


"Paman bisa berbaring diranjang itu terlebih dahulu, sebab ada beberapa hal yang ingin aku diskusikan dengan Daddy." Ujar Ethan ketika mereka bertiga sudah berada diruang VVIP, bahkan William sudah berganti pakaian dengan pakaian khas rumah sakit GCHospital.


William mengikuti saran dari Ethan. Pria paruh baya dengan style klimis itu sudah berbaring diatas ranjang pasien.


"Dad, ada yang ingin aku katakan padamu?"


Sebenarnya Ethan sudah mengetahui dengan jelas penyakit yang diderita oleh William ketika mereka bersentuhan kulit sebelumnya. Pria berusia 60 tahun itu mengalami keracunan yang secara signifikan dia konsumsi setiap hari dengan kadar rendah. Akan tetapi efek dari racun tersebut sudah menumpuk sehingga menyebabkan kelainan pada jantung William.


Ethan menarik tangan Jhon agar mereka berdua sedikit menjauh dari William, "ada apa, Son? Apakah kau melihat gejala yang serius didalam diri William?" tanya Jhon yang sudah nampak cemas.


Jhon mengetahui kelebihan Ethan, Begitu pula dengan Anna dan Juga Brielle. Mereka menganggap Ethan adalah manusia spesial dan bukan manusia aneh yang sering disematkan oleh orang"7 ketika mereka tahu Kelebihan yang dimiliki oleh Ethan.


"Paman William terkena racun dalam jangka panjang, bahkan racun itu sudah menumpuk di bagian jantungnya. Apakah Daddy tak sadar? Jika Daddy melihat kuku paman William Daddy tentu tahu itu."Ethan berucap dengan nada serius.


Mata jhon terlihat nanar. Dia kembali mengulas pertemuannya dengan William pagi itu.


Kuku Clubbing, Lirihnya kemudian Ethan menganggukkan kepalanya. Apa yang dikatakan oleh sang ayah itu benar.


Kuku Clubbing adalah kondisi dimana kuku - kuku ujung jari tangan dan kaki membengkak. Hal tersebut terjadi di karenakan jaringan di bawah kuku menebal dan ujung jari membulat sehingga Ujung kuku tumbuh ke arah dalam mengikuti bentuk ujung jari.


Kuku Clubbing bisa juga terjadi karena hasil dari peningkatan aliran darah ke ujung jari yang mana kondisi bisa terjadi karena faktor turunan dan tidak berbahaya sebab ada faktor lain yang mempengaruhi seperti tubuh sedang kekurangan oksigen dalam aliran darah. Namun penyakit Kuku Clubbing juga tidak bisa dianggap remeh dan bisa menjadi sinyal awal sebagai penyakit mematikan seperti penyakit hati, jantung dan juga paru - paru.


"Aku bingung untuk menyampaikan perihal racun itu ayah. Sebab racun yang ada didalam tubuh paman itu tidak akan bisa terdeteksi hanya dengan Blue saja aku bisa mendeteksinya dengan akurat." Jelasnya. keraguan di mata Ethan terlihat dengan sangat jelas di mata Jhon dan keraguan itu jelas bukan karena diagnosanya melainkan cara penyampaiannya pada William.


"Apakah kau tahu racun itu jenisnya apa?" tanya Jhon penasaran.


"Raja segala racun,"


Tiga kata yang keluar dari mulut Ethan itu sudah dapat Jhon simpulkan jika racun Arsenik lah didalam tubuh sahabatnya itu.


"Biar ayah saja yang akan menyampaikannya pada William, kita hanya perlu melakukan prosedur pemeriksaan agar lebih menyakinkan dan tidak ada spekulasi lain untuk mencurigai akurasi diagnosa pemeriksan, perihal racun biarlah ayah yang menambahkannya nanti. Ayah yang akan turun tangan langsung untuk hal ini. Thanks, Son. Kau bisa pergi sekarang." ujar Jhon. Namun ketika Ethan hendak meninggalkan Jhon, pria paruh baya itu malah menghentikan langkah sang putra. "Apakah terjadi sesuatu padamu, ayah lihat sebelumnya kau sangat pucat?" lanjut tanyanya.


Ethan menatap wajah ayahnya dengan tatapan dalam. Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus jujur dengan Daddy atau aku harus menyembunyikan perubahan pada Blue? pikirnya.


Akan tetapi, disaat dia hendak menjawab. Tiba - tiba Ethan dikejutkan oleh sesuatu.

__ADS_1


—tbc—


__ADS_2