
Ethan tetap memasang wajah tersenyum ramah pada Black. "Ada yang bisa saya bantu tuan," Ethan melepaskan jabatan tangannya, "silahkan duduk." Sambungnya mempersilahkan. Sedangkan Elle, perawat mungil itu telah berdiri disisi ranjang pemeriksaan pasien.
"Dok, sebenarnya saya tidak merasa begitu baik. Saya merasa sakit di perut bagian kanan saya." Jelas Black dengan menekan perut kanannya. Bahkan pria itu meringis seperti kesakitan.
"Saya sangat menyesal mendengarnya. Kapan keluhan ini pertama kali muncul?" Tanya Ethan.
"Ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir, Dok. Awalnya hanya rasa tidak nyaman, tapi sekarang rasa sakitnya semakin intens." Jawab Black.
Lagi, Ethan melihat wajah Black kembali meringis. "Saya mengerti. Bisakah Anda memberi tahu saya lebih lanjut tentang jenis nyeri yang Anda rasakan? Apakah itu tajam, tumpul, atau terasa seperti perih?" Tanya Ethan lagi. Dia harus mendengarkan keluhan Black secara spesifik karena sistem hologramnya tidak berfungsi pada pria itu sehingga Ethan harus bekerja lebih ekstra dari sebelumnya.
Siapa pria ini sebenarnya? Kenapa aku tak bisa melihat diagnosa medis miliknya. ucap Ethan dalam hati, dia bergelut dengan pikiran dan perasaan tak nyaman bersama Black. Namun juga tak asing ketika menatap matanya.
"Rasanya seperti perih dan kadang-kadang terasa tajam, terutama saat saya bergerak." Terang Black lagi.
"Aah begitu, apakah ada faktor lain yang mempengaruhi sakit perut Anda, seperti makanan atau aktivitas tertentu?" lanjut tanya Ethan lebih intens.
"Saya tidak yakin, Dokter. Saya merasa sakit ini bisa datang kapan saja." Jawab Black dengan wajah meragu. Sedangkan Ethan dia menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, saya akan melakukan beberapa pemeriksaan lebih lanjut. Saya akan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu penyebab sakit perut Anda. Jangan khawatir, saya akan mencari solusi yang tepat."
"Terima kasih, Dok. Saya harap kita bisa menemukan apa yang sedang terjadi."
"Tentu saja tuan. Kita akan bekerja sama untuk mencari tahu penyebabnya. Sekarang, mari kita mulai dengan pemeriksaan awal."
Mereka berdua melanjutkan percakapan mereka, Black dipersilahkan oleh Elle untuk berbaring di ranjang pemeriksaan. Kemudian Ethan dengan cermat melakukan pemeriksaan fisik pada perut Black, tetapi hasilnya tidak menunjukkan adanya masalah seperti yang dikatakan pria itu.
Dahi Ethan mengerut, dia mengecek sekali lagi untuk memastikan jika diagnosanya benar. Ethan kembali bergumam menyebutkan nama Black dan usianya kemudian dia menyentuh kulit perut Black, namun hasilnya tetap sama Ethan tak bisa menemukan penyakit Black serta sistem hologram yang biasanya terhubung dengannya tidak berfungsi pada Black dan tidak terhubung dengan Ethan sama sekali.
__ADS_1
Ethan menatap dalam kearah mata pria itu, hatinya kembali bertanya - tanya tentang jati diri Black. Ini kali pertama sistem itu tidak berfungsi. Apakah aku sudah normal? tanya Ethan seraya menelisik lebih dalam ke mata pria itu. Ini mencurigakan!
Ethan adalah dokter jenius dan berbakat. Tanpa Hologram pun dirinya mampu mendiagnosa pasiennya. Hologram hanya membantunya agar semua pekerjaannya jauh lebih mudah.
Jelas sekali jika pria ini tengah berbohong padaku. Apakah dia mengujiku? Atau pria ini tim intern dari pihak rumah sakit. Monolognya.
"Tuan, dari hasil pemeriksaan, saya tidak menemukan adanya masalah yang dapat menjelaskan keluhan Anda." Terang Ethan dengan nada suara yang lembut.
"Dokter, saya benar-benar merasa sakit di perut bagian kanan. Ini terasa sangat nyata." Black berucap dengan tenang tanpa ekspresi kegugupan, dan Ethan melihat itu.
"Aneh, saya tak menemukan kendala yang anda keluhkan. saya bisa merasakan jika organ anda berfungsi dengan baik. Bahkan ketika saya menekan perut anda wajah anda tak menunjukan tanda kesakitan."
penjelasan Ethan membuat dahi Black mengerut. "Anda menekan perut saya?" tanyanya.
"Tentu saja tuan. Apakah anda tak merasakannya?" tanya Ethan lagi.
"Dok, saya benar-benar merasa sakit. saya tidak berbohong, memang rasa sakit itu tidak menentu seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Jika anda tidak menemukan kendalanya bukan berarti anda meragukan alasan atas keluhan saya."
Ethan melihat wajah Black memerah, jelas sekali jika pria itu tengah marah padanya. Bahkan pria itu sedikit meninggikan suaranya sehingga Elle terperanjat dibuatnya.
"Saya tidak meragukan keluhan anda tuan atau begini saja. Saya akan menyarankan anda untuk cek lab terlebih dahulu agar kita sama - sama bisa mengetahui diagnosa penyakit yang anda derita apa." Saran Ethan. Dokter dengan garis rahang yang tegas itu menjelaskan dengan suara lembutnya.
"Baiklah kalau begitu,"
Ethan kembali ke tempatnya dan disusul oleh Black. Elle menyiapkan beberapa dokumen untuk diisi oleh Ethan. Setelah selesai Ethan menyerahkan dokumen itu yang sudah dibungkus didalam amplop kuning.
"Surat rekomendasi ini bisa anda bawa ke lab langsung tuan. Untuk biayanya anda bisa menanyakan langsung pada pihak administrasi yang ada disana." Jelasnya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, saya permisi." Ujarnya
"Maaf tuan, apakah sebelumnya kita pernah bertemu?" Tanya Ethan dengan tatapan penuh selidik.
"Ini kali pertama kita bertemu, dok" Sahutnya dengan berjalan meninggalkan ruangan Ethan.
Ethan menyandarkan tubuhnya dikursi kebesarannya. Kenapa aku merasa begitu akrab padanya? tapi dia mengatakan jika ini kali pertama kami bertemu. Apakah ini hanya perasaanku saja. hah!
"Elle, jika ada pasien yang seperti itu datang lagi. Kau bisa menyuruhnya langsung ke dokter ahli penyakit dalam. Apakah kau tak menanyakan keluhan pasien itu sebelumnya?" tanya Ethan. Wajahnya sangat tidak bersahabat sehingga Elle tak enak hati dibuatnya.
"Maafkan saya dok. Lain kali hal ini tak akan terjadi lagi," sahut Elle.
Bukan tanpa alasan Ethan merasa kesal. sebab pria itu membuat Ethan tak nyaman dan baru pertama kali dirinya tak nyaman dengan sorot mata pasiennya.
Elle, 25 tahun. "Saya pinjam sebentar tanganmu," Ethan tiba - tiba menggapai tangan Elle ketika kulit mereka bertemu sebuah sengatan muncul lalu sistem hologram milik Ethan aktif dan berfungsi dengan baik. Dia bisa melihat diagnosa medis milik Elle.
"Kenapa tadi tidak berfungsi." Lirihnya.
"Anda bicara apa dok?" Tanya Elle dengan wajah sudah bersemu. Dia terkesiap saat dokter tampan itu menggapai tangannya.
"Ah bukan apa - apa. Kau bisa istirahat sekarang," sahutnya seraya melepas tangan Elle.
Setelah Elle pergi, Ethan merasa perutnya mulai lapar lalu dia memutuskan untuk pergi ke kantin rumah sakit. Saat dia tiba di lorong untuk menuruni anak tangga, dia melihat Black, pasiennya sebelumnya.
Pria itu telihat tengah bercengkrama dengan Emile, teman sejawatnya. Mereka berdua terlihat sangat akrab sampai - sampai Ethan mengerutkan dahinya. Meskipun rasa penasarannya menggelitiknya, namun Ethan lebih memilih untuk tidak mengganggu mereka dan melanjutkan untuk mengisi perutnya.
—tbc—
__ADS_1