
GAIRAH PANAS, PACAR POSESIF-!!
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
BRUM!
CKIT!
Suara motor ninja milik Samuel berhenti di gerbang sekolah yang sudah di tutup. Adara dengan segera langsung turun, ia panik melihat gerbang sekolah yang sudah di tutup.
" Tuh kan udah tutup! Ini semua salah kamu Sam! " Kesal Adara, bercampur sedih karena tidak bisa masuk kelas. Padahal hari ini ia ada ulangan Matematika.
Padahal seharusnya jika mengemudi dengan jalan biasa akan lebih cepat sampai, namun Samuel malah mencari jalan lain. Dengan alasan supaya lebih cepat sampai, tapi sebenarnya itu hanya modus Samuel belaka.
Yang sebenarnya Samuel ingin lebih lama berduaan dengan Adara, apalagi saat itu Adara memeluknya. Rasanya Samuel tidak ingin berhenti berkendara dan ingin terus melajukan motornya dengan Adara memeluknya erat.
"Calm dear, aku akan mengurus nya~ " Ucap Samuel lembut mengusap surai Adara.
Kemudian Samuel menekan klakson motornya dengan cukup kencang. Dan beberapa saat kemudian, dua orang penjaga gerbang langsung membukakan gerbangnya.
Melihat gerbang terbuka kembali, Adara pun langsung berlari menghampiri gerbang. Ia tidak berfikir jika gerbang itu buka karena kekasihnya.
"Pak, apakah gerbang nya sudah di tutup? " Tanya Adara, meskipun sebenarnya ia tahu gerbang sudah di tutup karena jam sudah menunjukkan jam 8 lewat 29 menit. Dan gerbang sekolah di tutup jam 8 .
"Maaf dek, gerb-- Emm... Gerbang nya masih di buka ko dek, masih di buka.. Haha.. "
Ucap penjaga gerbang itu sembari di akhir tawa canggung. Tadinya ia akan berkata gerbangnya sudah di tutup. Tapi karena melihat tatapan tajam Samuel membuat penjaga gerbang itu meng-iyakan.
Lagian, kepala sekolah nya saja menuruti perintah Samuel. Lalu dirinya yang hanya penjaga gerbang, masa tidak menuruti?
Dengan senang Adara pun kembali menghampiri Samuel. " Kata penjaga gerbang, gerbang nya masih di buka. Kita bisa masuk sekarang. " Ucap senang Adara.
" Iya sayang, tapi jangan lari-lari heboh kaya gitu lagi. Liat nih, kamu jadi keringetan kan jadinya. " Ucap lembut Samuel, menghapus keringat di kening Adara dengan tangannya.
Bukannya merasa malu ataupun merasa Samuel sangat romantis. Adara malah menyiku Samuel dengan tangan kecilnya.
" Aku ada ulangan matematika hari ini, jadi harus buru-buru! " Ucap Adara mulai galak.
" Sayang.. Jangan galak-galak lagi dong, sakit tau ini kamu siku. " Ucap manja Samuel, ingin mendapatkan perhatian Adara. Ia sangat tidak mau dan tidak suka Adara mementingkan hal lain selain dirinya.
Adara kembali menghelai nafas frustasi, bisa panjang sih masalahnya jika Samuel kembali dengan sikap manja nya kepada Adara. Sangat membabi kan bagi Adara.
_________________
Butuh negosiasi sekitaran 5 menit untuk bisa membujuk Samuel untuk menjalankan motornya, bukan apa-apa. Tapi karena dari gerbang sekolah menuju gedung sekolah itu cukup jauh, dan mungkin ada jarak puluhan meter. Dan jika menggunakan motor Samuel pasti akan lebih cepat.
Tapi karena Samuel yang tak ingin jalan, di butuhkan negosiasi yang menguntungkan kedua belah pihak.
__ADS_1
Dan berakhir dengan Adara mengecup dua kali wajah Samuel dan berjanji jika dia akan makan siang bersama Samuel.
Ngeng~
Motor Samuel pun melaju dengan cepat setelah mendapatkan nutrisi tambahan dari Adara. Dan di halaman parkir itu, Samuel memarkirkan motornya. Tempat parkir itu hanya khusus untuk Samuel dan anggota anak buahnya Samuel. Karena di sekolah ini Samuel memang sangat di perlakuan khusus.
Sering bolos pelajaran, bolos sekolah, nongkrong, merokok dan berkelahi. Tapi tidak pernah sekalipun Samuel masuk ke ruang BK. Itu karena dialah yang menjadi penguasa di sana, bahkan kepala sekolah pun lewat.
Samuel adalah rajanya di sekolah itu, banyak siswi perempuan di sana yang rela menjadi mainan Samuel hanya demi bisa terkenal ataupun bisa berlaku semena-mena di sekolahan itu.
Dan jangan heran lagi, jika kebanyakan kakak kelas/kelas tiga di sana sudah tidak... Ehmm.. PW.
___________
Di koridor itu Samuel berjalan berdampingan dengan Adara menuju kelas 11 mipa 2, yaitu kelas Adara yang berada di lantai dua. Sementara Samuel berada di kelas 12 ips 3, berada di lantai teratas yaitu lantai enam.
"Sam, udah kamu balik ke kelas aja sana! Aku bisa sendiri jalan ke kelas aku! " Tolak Adara sangat tak nyaman dengan Samuel yang terus memeluk dan mendekap nya. Membuatnya sedikit kesusahan untuk berjalan.
"No! Aku akan mengantar mu sampai kelas mu cinta~ " Tolak Samuel lagi dengan permintaan Adara.
" Sam.. Aku mau jalan sendiri. " Ucap lembut Adara. Mencoba membujuk kekasihnya itu.
" No! Kamu harus jalan sama aku! Nanti kalo ada yang lirik kamu gimana? Atau ada cowok yang berani godain kamu? Aku gak mau ya! " Tolak Samuel lagi dengan berbagai macam prasangka buruk terjadi pada Adara.
" Astagah Sam! " Geram pelan Adara. Beruntung koridor sekarang sepi, jika tidak mungkin ia akan sangat malu. Ataupun selain itu akan ada banyak perempuan yang menatap nya tak suka karena berdekatan dengan pria incaran mereka.
" Sam, kamu janji hari ini masuk kelas ya! Jangan bolos! Kalo bolos aku gak jadi makan bareng kamu! " Ancam Adara supaya Samuel tidak bolos masuk kelasnya.
" Siap cinta ."
" Jangan siap, siap aja! Awas ya kalo gak masuk! " Kesal Adara, karena setiap Adara menasihati nya. Samuel selalu menjawab dengan jawaban yang sama. Yaitu, siap cinta.
Cup!
" Udah, sekarang mending masuk kelas. Katanya ada ulangan. " Gemas Samuel lalu mengecup singkat bibir Adara. Membuat Adara melotot seketika.
" Sam!! 💢 "
" Apa cinta. "
'Tidak tahu malu! Ini kan di sekolah! Bagaimana jika ada yang melihat? '
Ketar-ketir Adara. Menatap kanan dan kiri ternyata sepi. Alhamdulillah tidak ada yang melihat.
"Nggak ada siapa-siapa kok cinta, tenang saja. " Ucap Samuel masih dengan nada yang.. Terdengar sangat lebay di telinga Adara.
Malas menanggapi Samuel yang menyebalkan di mata Adara. Adara pun mulai berjalan akan masuk ke kelasnya yang pintunya sudah tertutup. Sepertinya sudah ada guru, habislah.
__ADS_1
GREB!
Belum juga gagang pintu itu Adara pegang, tetapi pelukan Samuel sudah terlebih dahulu membuatnya tak bisa bergerak.
" Huh~ cinta, aku tidak rela melepaskan mu untuk belajar. Walaupun hanya sebentar. "
Samuel si laki-laki posesif dan bucin itu memeluk erat tubuh Adara dari belakang. Sementara Adara hanya diam karena sudah sangat lelah dengan tingkah Samuel yang semakin posesif dan bucin.
" Sayang, bisakah tidak usah belajar dan ikut saja bersamaku? " Tidak rela Samuel.
" Tidak, aku ada ulangan. Cepat lepaskan. " Ucap datar Adara dengan nada jengah.
" Baiklah.. " Samuel melepaskan pelukan nya dengan tidak rela.
'Hah~ jika sudah menjadi istri, akan ku kurung seharian di kamar! '
Tanpa menunggu apa-apa lagi Adara langsung membuka pintu kelasnya. Terlihat di sana sudah ada guru Matematika yang terkenal cukup garang. Meskipun tidak segarang Samuel tapi membuat Adara cukup deg-deg-an berhadapan dengan nya.
CKLEKK~
" Maaf pak, saya terlambat.. Tadi... "
" Keluar!! " Marah guru matematika tak suka murid yang tak mematuhi aturan, kecuali..
" Ekhem! " Deheman pelan Samuel, Samuel berdiri di belakang tubuh Adara. Menatap sangat tajam guru matematika itu.
" E-eh.. Tuan muda! " Terkejut guru matematika.
" Kekasih saya terlambat, apakah anda tidak mengizinkan nya masuk? " Tanya Samuel dengan nada datar dan dingin.
"Ah? Haha.. Maaf tuan muda, ternyata Adara adalah kekasih mu.. A-adara.. K, kamu boleh masuk.. "
ucap guru matematika, terdengar takut. Ia menatap memohon pada Adara supaya cepat masuk supaya Samuel cepat pergi.
"A, aku pergi... " Lirih Adara merasa sangat canggung dengan seisi kelas yang menatapnya, saat ini ia menjadi sorotan. Ia sangat malu.
" Belajar yang giat cinta! Semangat! " Teriak Samuel memberikan Samuel.
'Sam, jangan teriak seperti itu. Aku malu.'
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
** Mohon berikanlah like guy's...
Author update nya pagi, haih~ kuota author abis dan harus pake kuota malam...
So, please like dan komentar.
__ADS_1
PAVORIT, GIF DAN VOTE**