
GAIRAH PANAS, PACAR POSESIF-!!
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Rooftop [ Markas Samuel ]
Ckleek~
Adara pun memasuki markas itu, dan ya! Satu kata untuk markas yang baru ada masuki itu. Yaitu, berasap. Asap rokok di mana-mana mengepul. Dilihat lagi terdapat beberapa wanita juga di sana, tangan Adara mengepal.
Ia pikir Samuel ada di antara kerumunan para wanita dan laki-laki itu.
" Kenapa kau diam di sana? Samuel sudah menunggu mu, cepatlah! " Ucap Shin, menyadarkan Adara. Shin mendorong Adara menuju sebuah pintu.
" Ehh? Kenapa kita kesana? Bukankah kita harus menemui Samuel? " Tanya Adara tak mengerti, bukannya Samuel ada di kerumunan orang-orang itu?
"Apa maksudmu? Menurutmu Samuel berada di antara kerumunan orang-orang bodoh itu? ck! ck! ck! " ucap Shin, sifat datar nya tadi berubah menjadi sifat menjengkelkan.
" Eh.. " Adara menggaruk kepalanya bingung. " Terus? " Tanya Adara lagi.
" Samuel ada di ruangan khusus! Memang nya kau tidak tahu jika pacar mu itu orang yang spesial! " Ucap Shin dengan nada mengejek.
Bukannya tersinggung dengan ucapan Shin, Adara malah mengangguk. " Emang nya Samuel spesial kaya gimana, bukannya Samuel itu cuman berandal kaya yang lainnya ya?" tanya Adara memang tak tahu.
Selama ini Adara mengira Samuel itu seperti berandal pada umumnya/sama seperti yang lainnya. Yang membedakan Samuel dan yang lainnya menurut Adara hanyalah masalah kepintaran [ bakat ] dan kekuasaan [ harta ] , Adara pun tak tahu seberapa kaya Samuel itu.
Shin yang mendengar itupun terkejut, ternyata Adara tidak mengetahui siapa Samuel?
Menganggap Samuel sama seperti brandal bodoh lainnya?
Padahal ini Samuel! Big bos nya sekolah ini!
Tapi... Jika Adara tak mengetahui itu, bukannya Adara menjadi pacar Samuel tanpa melihat status dan materi?
Apakah Samuel menemukan orang yang tepat?
Fikir Shin, namun sedetik kemudian ia sadar. Ia tak boleh ikut campur akan hubungan mereka berdua. Terlebih ia percaya kepada Samuel jika Samuel memang benar-benar mencintai Adara.
Dan ke-playboyan Samuel di masa lalu Shin anggap sebagai khilaf-an Samuel.
Padahal sampe ngehamilin anak orang T__T..
***_____***
Adara membuka pintu itu dan setelahnya masuk. Dan di lihatnya disana...
Adara menatap tak berkedip tempat itu, tempat itu sangat mewah dan besar. Berbeda dengan tempat tadi yang di penuhi oleh asap rokok. Di ruangan itu terdapat AC, membuat ruangan menjadi dingin dan sejuk.
Benar-benar mewah, ruang tamu Adara aja kalah. Dan disana terlihat dua laki-laki tengah duduk di atas sofa.
GREBB!!
Tiba-tiba Samuel langsung memeluk Adara. Adara mundur beberapa langkah. Tak kuat menahan tubuh Samuel yang memeluk nya.
" Kangen.. Kangen Adara," Ucap Samuel sangat manja. Kepalanya mendusel-dusel di bahu Adara.
__ADS_1
Setelah pelukan manja Samuel, Samuel pun membawa Adara untuk duduk di sofa. Shin dan Alena masuk, Alena di kejutkan dengan Samuel yang tidak tahu malunya memeluk Adara dan bertingkah seperti anak kecil kepada Adara.
" Anjir! Kaya bayi cuy! T__T "
Shin menarik Alena untuk duduk di sofa yang lainnya. Alena dengan sangat terpaksa pun ikut duduk di dekat Shin.
" Sayang, kangen banget sama kamu."
Ucap Samuel sangat manja, memeluk lengan Adara dan bersandar di bahu pria itu.
" Anyink! Bucin parah cok! "
Tatap Alena rada-rada ngeri pada Samuel.
"Kenapa lo? Iri? Mau juga punya pacar? " Tanya Shin.
" Ng, nggak! Gak iri kok, cuman agak aneh aja.. " Ucap Alena lirih di akhir.
" Samuel emang bucin sama Adara, lo baru tau? " Tanya Shin.
" Nggak juga. " Jawab Alena, yang sebenarnya sangat malas menanggapi Shin bicara.
Mendengar ada suara wanita lain di ruangan nya, Samuel langsung melayangkan tatapan tajamnya pada arah Shin dan Alena.
Lalu di tatap nya Shin tajam. " Gua udah bila ya sama lo, jangan bawa cewek lain ke tempat ini! " Ucap Samuel pada Shin dengan dingin nya.
" Wesh! Santai bro! Dia bukan cewek gue kok, dia temen pacar lo! " Jawab Shin membela diri.
" Iya Sam, dia temen aku Alena. Kamu gak bakal ngusir dia kan? Kalo kamu suruh dia pergi, aku juga perg-- "
" Jangan."
Potong Samuel langsung kembali manja memeluk Adara.
Alena melongo, sifat Samuel benar-benar gampang berubah. Padahal sedetik lalu ia melayangkan tatapan tajam kepadanya dan Shin. Tapi sedetik kemudian lagi ia langsung kembali manja.
" Yaudah terserah, asalkan kamu tetep di sini sama aku. " Ucap Samuel memeluk posesif Adara.
Adara mengangguk, saat ini Samuel seperti bayi yang selalu minta di ayomi. Sungguh menguras tenaga everybody!
Alena menatap sekitar, di lihatnya atas meja yang hanya ada minuman kaleng dan beberapa buku kecil. Bukannya mereka datang kesini untuk makan siang? Kenapa tidak ada makanan?
" Eh.. Anu, kita kan mau makan siang. Gak ada makanan? " Tanya Alena. Adara pun mengangguk meng-iyakan.
" Iya, mana makanannya Sam? "
" Kamu laper sayang? " Tanya Samuel dan di angguki oleh Adara.
" Shin! Perintah kan yang lain untuk membelikan makanan untuk Adara! Beli sebanyak-banyaknya! " Ucap Samuel dingin dengan nada perintah nya pada Shin.
"Asiap! "
"Tunggu! "
Baru Shin ingin berdiri dan memberikan perintah nya kepada anak buahnya, Alena mencegahnya dan berkata...
__ADS_1
" Biar aku saja, sekalian aku ingin membeli sesuatu yang pribadi. " Ucapnya Alena.
"Pribadi apa? "
"Pribadi, urusanku! "
Shin pun mau tak mau mengangguk, dan ia menyerahkan sebuah kartu hitam miliknya kepada Alena.
" Beli makanan yang banyak! Kita juga beliau makan! " Ucap Shin, dan Alena menerima kartu itu dengan anggukan.
" Padahal cuma beli jajanan kantin, tapi harus pake kartu black card segala."
Alena pun pergi, sebelum pergi matanya melirik seisi ruangan itu sebentar lalu ia benar-benar pergi. Tak ada yang menyadari akan hal itu.
Brak!
Begitu keluar dari ruangan itu, sekarang Adara harus melewati orang-orang brengsek dan para lon** nya. Huh! Sebenarnya sangat, malas. Tapi hanya itu jalan satu-satunya.
" Khem! Si anak rajin ngelon** juga nih! Gimana? Enak ngelon** sama Shin? " Tanya seorang perempuan yang Alena ketahui itu adalah Angel, si Ketua paduan suara sekolah. Anak kelas tiga. Ia nampak baru selsai dari kamar mandi yang ada di luar Rooftop itu.
Alena malas menanggapi, lalu mengabaikan nya dengan jalan melewati Angel.
Melihat sikap Alena yang menurut Angel sangat lancang kepadanya membuat Angel naik pitam. Ia menarik tangan Alena kasar.
" Mau kemana lo? Gak sopan banget lo jadi adik kelas! " Bentak Angel sembari menarik tangan Alena.
Alena dengan sangat kesal menghempaskan tangan Angel. Yang sangat lancang tiba-tiba menariknya.
Lalu di tatap nya Angel datar.
"Hah~ " Terdengar helaian nafas dari Alena. membuat Angel menatapnya tanda tanya.
" Sebenarnya gue kasian sih sama lo, bukannya lo tuh dulu ceweknya Samuel ya? Em.. Cewek pemuas ranjang nya~ " Ucap Alena dengan bibir yang tersenyum miring.
" LO!! " Marah Angel merasa Alena sedang menghina nya.
" Kasian banget ya, sekarang udah di buang. Dan jadi pemuas anak buahnya deh, puff-" Ucap Alena sangat mengejek.
Kesal Alena berkata begitu, tangan Angel pun terulur ingin menarik rambut Alena. Namun dengan gesit Alena menangkap tangan Angel dan merems nya kuat membuat Angel kesakitan.
" Gue saranin lo jangan banyak tingkah! Buangan aja belagu! " Ucap Alena begitu menusuk lalu menghempaskan tangan Angel.
" Btw gak gabung sama mereka? Atau.. Sama anak buahnya aja lo di buang? Maklum sih ya.. Udah kendor~ hahaha.. " Tawa jahat Alena.
" Dan btw, udah aborsi berapa kali mbak? "
Setelah mengucapkan kata-kata yang begitu menghina Angel pun Alena langsung pergi dan keluar.
Sementara Angel, tangan nya terkepal marah. Bisa-bisanya ia di permalukan begini oleh adik kelasnya. Padahal niatnya ingin mengintimidasi Alena supaya nurut padanya, tapi siapa sangka Alena begitu berani!!
" Awas lo, Alena!! " Geramnya.
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
** Author update episode hari ini termasuk Crazy update kan ya?
__ADS_1
Vote nya dong~
Biar semangat 🙂 **