
GAIRAH PANAS, PACAR POSESIF-!!
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Sementara itu, di kelas Adara.
Semua orang dalam kelas itu telah keluar, dan tersisa seorang perempuan yang tengah mencatat dengan mulut bersungut-sungut kesal.
" Nyesel gue ikut si Adara, udah ciuman pertama gue ilang. Dan sekarang ketinggalan pelajaran lagi, hih! " Alena mengoceh dengan tangan dan mata sibuk, matanya sibuk menatap ke papan tulis sementara tangannya mencatat pelajaran.
"Sekarang tu anak kemana lagi, masa belum balik-balik lagi sih? Tas nya aja masih di sini, gak mungkin gak di ambil kan? "
Alena melirik tas Adara tepat di sebelah nya.
"Apa mungkin dia masih dengan Samuel? "
Gumam Alena, kemudian terdiam.
Cukup lama Alena terdiam, sampai ia tak menyadari seseorang masuk. Kebetulan pintu itu terbuka jadi tak ada suara gesekan pintu terbuka yang membuat Alena tersadar.
" Khem! Sedang apa? "
Alena tersadar dari lamunan nya, di lihatnya ternyata orang yang bertanya itu ialah Shin. Shin sudah berada di hadapan nya tanpa sepengetahuan nya.
' Dia lagi?! 💢'
Batin Alena kesal melihat kehadiran makhluk yang tak di sukainya semenjak 3 jam lalu.
Daripada menganggapnya hanya membuat Alena kesal, Alena memilih mengabaikan nya. Ia melanjutkan pekerjaan nya mencatat materi di papan tulis.
Shin dengan sengaja duduk di bangku Adara atau lebih tepatnya di samping bangku Alena.
Ia menatap Alena dengan mengangga dagunya menatap Alena. Di fiki-fikir kenapa Shin menjadi seperti orang yang sedang mengejar seorang gadis saja.
Alena diam dengan wajah dingin nya. Ia tidak ingin menganggap keberadaan pria itu. Ia sangat membenci nya sekarang ini.
__ADS_1
Shin tersenyum melihat wajah dingin Alena. Di pikirnya hanya Alena yang seperti itu kepadanya. " Maaf kan aku atas kejadian tadi, aku... Ingin lebih dekat dengan mu. " Ucap Shin.
Seketika Alena berhenti mencatat, dia terdiam terkejut.
"Mulai sekarang aku akan mengejar mu sampai kau menjadi pacarku. Aku sungguh-sungguh! " Bisik Shin yang ntah itu benar atau hanya penasaran kepada Alena.
" Pulang sekolah aku akan mengantarmu, jadi tunggulah aku. " Bisik Shin lagi, ia mengambil tas Adara lalu mulai berjalan menuju pintu keluar.
" Aku hanya sebentar, tunggu aku! " Ucapnya lagi dengan nada ancaman, lalu setelah itu lari.
Alena terdiam. Ia masih terpukau dan terkejut dengan ucapan Shin barusan.
Tapi seperkian detik kemudian ia tersadar.
" Cih! Palingan juga hanya penasaran kepadaku."
...........
" Ni tas nya. " Shin menyerahkan tas itu kepada Samuel. Lalu dengan langkah semangat nya mengambil tas dan jaketnya.
" Gue mau cabut ya bro, bye.. " Ucap Shin langsung pergi.
" Jay, gue pinjem mobil lo. "
Jay mengangguk, lalu memberikan kunci mobilnya pada Samuel.
"Thanks! "
Samuel menerima kunci mobil itu, lalu setelah itu menggendong Adara ala bridal style menuju mobil. Ia tak ingin membangunkan Adara yang pasti sangat kelelahan itu.
Sekolah Adara pulang pada jam 4 sore, sementara di kamar mewah dan luas dengan segalanya berwarna hitam itu. Adara nampak masih tertidur dengan pulsanya.
Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, tapi Adara masih setia dengan selimut tebal dan bantal empuknya itu. Bahkan pakain nya saja masih memakai pakaian seragam SMA.
Beberapa waktu berlalu, hingga kini tuan putri yang tengah tertidur itu membuka matanya. Merentangkan tangannya dan memeriksa sekiranya dengan ling-lung.
__ADS_1
"Dimana ya.. Kok kaya bukan kamar aku? " Gumam Adara melihat seisi ruangan yang terlihat sangat gelap dan dark.
Ckleek~
" Good night cinta! " Ucap Samuel yang baru saja masuk. Terlihat ia dengan pakaian rapi nya memakai jas biru. Terlihat.... Formal.
" Sam? Ini... "
" Kamu ada di kamar aku sayang. Tadi kamu tidurnya nyenyak banget, jadi aku pindahin ke kamar aku. " Samuel mengelus surai rambut Adara yang baru bangun tidur.
"Aku tidur? Kenapa gak bangunin?! Terus sekarang udah jam berapa? " Tanya Adara begitu syok. Kenapa ia tidur bisa se kebo itu.
Samuel melihat arlojinya sekilas, lalu kembali menatap kekasihnya. " Baru jam 7 sayang. "
" Jam tujuh?" melotot Adara kesal.
" Ini udah malam, nanti kalo papa sama mama nyariin aku gimana?! "
" Tenang sayang, papa sama mama kamu gak akan marah. Sekarang mending kamu siap-siap dulu. "
Samuel memegang kedua bahu kekasihnya itu agar tenang.
"Siap-siap kemana? " Tanya Adara heran.
" Malam ini keluarga aku akan datang ke rumah kamu untuk melamar, jadi sekarang kamu siap-siap pake baju yang bagus. Oke? " Jelas Samuel.
" Melamar?? Melamar siapa? " Otak Adara berfikir lemot, sepertinya otak itu belum konek karena bangun tidur.
"Ya melamar kamu sayang! " Gemas SamuelHariando mencubit kedua pipi Adara. Pacar nya ini selalu membuat nya gemas dan membuat rasa cinta nya terus bertambah setiap detik nya.
"Hah? " Seketika muka Adara mengerjap dengan rona merah di pipinya.
...****...
** Like nya dan komentar
__ADS_1
Gairah Panas, Suamiku CEO AROGAN!
Mampir okey! 😘**