
GAIRAH PANAS, PACAR POSESIF-!!
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
BRUKH-!
Tubuh Samuel kini berada di atas tubuh Adara, dirinya memeluk erat Adara. Sembari merengek-rengek kepada Adara.
" Hikss! Adara kenapa suka sama dia... Kan udah ada aku! Kita juga udah buat debay, kamu mau cari cowok lain?! " Tangis Samuel, memasuki mode manja nya kepada Adara.
" Astagah Sam! " Frustasi Adara.
" Akan aku cari si Bara itu! Aku bakal bunuh dia! " Samuel melepaskan pelukan nya dan dan berdiri.
Adara menahan tangan Samuel, menarik kembali laki-laki yang menangis itu dengan lembut. " Dengerin aku ya.. Sayang~ "
Bujuk Adara, Samuel luluh mendengar kata sayang yang sangat jarang Samuel dengar dari mulut Adara.
Samuel akhirnya menuruti kata Adara, ia kembali duduk Sembari mengangkat Adara kepangkuan nya. Posisi mereka berhadapan, Samuel memeluk dan mendekap tubuh gadis yang lebih kecil darinya itu.
" Dengerin ya.. Aku emang dulu suka sama dia.. " Baru mendengar itu, darah Samuel mendidih kembali. Ia semakin erat mendekap tubuh Adara. Seolah-olah takut jika Adara pergi dengan laki-laki yang bernama Bara itu.
" Tapi itu dulu... Kan sekarang udah ada kamu~ " Lanjut Adara.
Senyum sumringah senang melengkung di bibir Samuel. Hatinya tiba-tiba berubah kembali menjadi berbunga-bunga mendengar penuturan Adara.
" Jadi sekarang kamu udah cinta sama aku? " Ucap Samuel dengan mata yang berbinar senang menatap sang pujaan hatinya, Adara.
Adara hanya tersenyum kecil. Sejujurnya ia masih sangat ragu dengan perasaan nya kepada Samuel. Desas-desus di sekolahnya membuat perasaan nya bimbang.
Namun keadaan sekarang apa boleh buat, ia mau tidak mau harus bisa mencintai Samuel. Dan lagi Ayahnya sudah merestui hubungan mereka kan? Selama ini Adara tidak pernah pacaran pun karena kebanyakan laki-laki yang mendekati Adara takut akan ayahnya.
Jadi jarang-jarang ada laki-laki yang berani seperti Samuel bahkan sampai meniduri Adara dan masih bisa Ayahnya Adara restui.
" Sayang~
udah cinta kan? " Tanya Samuel, matanya menatap penuh binar Adara.
" Ak-- "
Tok...
Tok...
Tok...
" Non, Den, Nyonya sama Tuan suruh makan. " Ucap keras bi Ntin dari luar, membuat ucapan Adara terpotong.
" Nah.. Mama sama Papa udah panggil tuh, mending sekarang kita turun. " Ucap Adara kemudian langsung melepaskan diri dari pelukan Samuel.
" Yang--! "
" Udah ayo, Mama sama Papa udah nunggu tuh! "
Samuel Mengehelai nafas pelan. Memang benar, tempat yang paling aman untuk berduaan dengan Adara adalah rumah dan kamar nya sendiri.
-_-_-_-_-
Di ruang makan.
" Jadi Adara udah pulang pah? " Tanya Arasa, ibu dari Adara dan istri satu-satunya yang Bram cintai.
" Udah sayang, mereka lagi di kamar dulu. " Jawab Bram.
__ADS_1
" Di kamar?! Kok main di kamar, ntar kal-- "
" Shuutt--
Gak apa-apa honey mereka anak muda, mereka juga tidak akan melakukan hal apapun. " Potong Bram yang melihat istrinya terkejut jika anak perempuan nya membawa anak laki-laki ke kamar nya.
" Tapi pah, itu laki-laki sama perempuan lho! " Khawatir Arasa.
" Mereka pacaran sayang~
Jadi sudah, biarkan saja. " Nyonya Arasa terkejut mendengar kata 'pacar ' itu berarti anaknya telah memiliki pacar?
" Adara punya pacar? Dan pacar nya di bawa ke kamarnya? Wah.. Aku gak bisa biarin ini. " Nyonya Arasa melangkah kan kakinya menuju atas tangga. Tuan Bram hanya menggeleng gemas, ia sangat mencintai istrinya itu. Sehingga apapun yang di lakukan istrinya itu selalu ia turuti. Dan semua yang Arasa lakukan selalu membuat Bram gemas.
Tak...
Tak...
Tak...
Belum sempat kaki Nyonya Arasa melangkah ke atas tangga, namun sepasang muda mudi itu sudah turun terlebih dahulu.
Nyonya Arasa pun kembali ke tempat semula, Tuan Bram hanya tersenyum kecil dan menarik istrinya untuk duduk di dekatnya.
"Udah Daddy bilang kan, mending kamu diem aja ~ " bisik Deep Tuan Bram.
" Ishh!! " Cemberut Nyonya Arasa, dan mendapatkan kecupan gemas dari Tuan Bram.
" Khem! Khem!! Misi nih, numpang makan. " Adara datang dan sudah di suguhkan dengan pemandangan uwuw kedua orang tuanya.
Meskipun sudah biasa tapi kali ini ia agak malu, karena ada Samuel di dekatnya.
" Duduklah, dan makan. Setelah itu kita bicara. " Ucap Tuan Bram, masih dengan memeluk istrinya.
Bram ni memang posesif lah, sama seperti Samuel.
Mau tahu Visual nya siapa??
-_-_-_-_-_-
Selsai makan
Kini Adara, Samuel, Tuan Bram dan Nyonya Adara ada di ruang tamu. Terlihat di sana Adara yang mulai gugup gelisah.
" Tidak apa-apa sayang, jangan gugup. " Bisik Samuel menenangkan Adara.
Huff~
Adara menarik nafasnya lalu menghembuskan, ya, dia sudah siap dengan semuanya. Padahal Samuel yang akan bicara dan ia hanya mendengarkan.
" Jadi? Apa yang akan kalian bicarakan? " Tanya Nyonya Arasa.
" Begini sebelum nya, perkenalkan nama saya Samuel Ali Wirantara, saya pacarnya Adara. " Ucap Samuel memperkenalkan diri.
"Owalah, ini pacar Adara marga Wirantara toh." Pikir Nyonya Arasa.
Nyonya Arasa mengangguk. " Lalu? "
" Saya kesini ingin melamar anak ibu, Adara. " Ucap tegas Samuel.
Nyonya Arasa terkejut, matanya melotot. Lalu melihat ke suaminya. "Pah?? "
Suara pertanyaan dari Nyonya Arasa kepada suaminya. Ia heran kenapa suaminya membiarkan Adara memiliki pacar. Biasanya suaminya selalu mengusir ataupun menunjukkan sikap tak suka kepada laki-laki yang mendekati Adara.
__ADS_1
Tapi sekarang suaminya ini hanya santai-santai saja mendengar laki-laki lain ingin melamar putri satu-satunya.
"Ini... Maksudnya apa? Pah? "
"Mereka ingin menikah sayang~ " Jawab tuan Bram lembut.
"Astagah.. " Nyonya Arasa mengusap wajahnya tak percaya.
" Khem! Begini ya... Adara ini masih kecil, dia masih sekolah kelas 2 SMA. Jadi sepertinya.. " Ucap Nyonya Arasa sedikit ragu.
" Tante jangan khawatir, saya juga masi sekolah. " Ucap Samuel.
"Apa?! "
Yah, mendengar penuturan Samuel. Semakin syok kembali Nyonya Arasa.
" Kalian masih sekolah! Tapi kamu sudah ingin menikah? " Tanya Nyonya Arasa tak habis fikir.
Adara diam, ia meremas kuat ujung bajunya. Ia cukup gugup dan takut akan reaksi ibunya yang terdengar sangat menolak Samuel.
" Iya Nyonya, saya ingin menikah dengan Adara putri Nyonya. " Ucap Samuel sangat yakin dengan ucapan nya.
Nyonya Arasa menatap putrinya yang hanya menunduk. " Adara, sudah berapa lama kamu dengan dia pacaran? " Tanya Nyonya Arasa.
Adara mendongak, lalu menatap ibunya. " Sat-- "
" Sudah satu minggu yang lalu Nyonya. " Jawab Samuel mewakili plus memotong ucapan Adara.
" S, satu minggu?? " Tanya Nyonya Arasa dan di angguki oleh Samuel.
" Kalian baru pacaran satu minggu dan kamu sudah ingin menikahi anak saya? "
" Iya Nyonya, karena saya telah meniduri Adara. " Jawab Samuel dengan sangat lancar tanpa ada rasa takutnya.
Nyonya Arasa semakin syok dan pingsan di pelukan suaminya.
"Astagah honey! "
"Mama! "
Panik Adara dan Bram.
Tuan Bram menggendong istrinya. Lalu di ikuti Adara dan Samuel.
"Samuel, sebaiknya kamu pulang. " Ucap Tuann Bram, berhenti sebentar saat menggendong istrinya.
"Tapi lamaran say-- "
"Datang lain waktu, dan ingat. Ajak orang tuan mu! Biar semua nya jelas! " Ucap Tuan Bram dingin lalu pergi.
Samuel menghelai nafas pelan. Fikir nya memang itu yang terbaik. Ia menatap kekasih nya yang menangis. Lalu Ia peluk tubuh kekasih nya, Adara.
"Maafkan aku.. "
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
** Tolong dukungan nya guy's...
Untuk kalian yang vote nya masih ada silahkan dukungan dengan Vote 🙂
LIKE, KOMENTAR, PAVORIT, GIF DAN VOTE
Tolong terus Like **
__ADS_1