SAMUEL ALI WIRANTARA

SAMUEL ALI WIRANTARA
SAMUEL ALI WIRANTARA 15


__ADS_3

Bab 18


GAIRAH PANAS, PACAR POSESIF-!!


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


CKleek~


Pintu ruangan itu terbuka, membuat dua pria tampan yang tengah duduk dingin itu menoleh ke asal pintu.


“ H, hai! Gue bawa makannya nih! “ Ucap Alena, menunjukkan dua kresek cukup besar berisikan makanan dan minuman.


“ Ohh “ Ucap Shin meng-iyakan, dan Jay kembali diam mengotak-atik laptop nya.


Alena kembali duduk, ia menuju sofa kosong yang tadi di tempati Samuel dan Adara.


“ E, ehhh!? “ Terkejut Alena kala tangannya di tarik oleh Shin.


“ Duduk di sini! Itu tempat Samuel sama Adara! “ Ucap Shin dengan nada galak nya, Adara pun menurut. Memang ia tidak bisa melawan, bukan karena ini adalah markas mereka. Tapi ini adalah Shin lho, Big bos kedua di sekolahan ini.


Akhirnya dengan cukup risih Adara duduk kembali di samping Shin, bukannya tidak mau. Tapi yang membuat nya risih adalah yang Shin selalu saja menggenggam tangan nya kuat.


“ Bisa tolong lepas genggaman tangan nya—“ ucap Alena yang terpotong.


“Nggak! “ Jawab Shin cepat, tanpa memberikan jeda untuk Alena melanjutkan ucapan nya.


“ Gue gak mau lo kabur atau pergi, nanti Adara nyariin lo! “ Ucap Shin dengan alasannya masih sibuk melihat HP nya.


"T, tenang aja kok, gue gak bakal kabur tapi lep—“ Ucap Alena, terpotong lagi akan ucapan Shin.


“ Gua bilang nggak ya nggak,nurut aja kenapa sih! “ Ucap Shin kesal, lagian kenapa perempuan di depannya ini sangat tidak suka tangannya ia genggam?


Biasanya juga perempuan lain selalu ingin dekat dengannya, bahkan sampai mengemis untuk bisa berada di sisinya.

__ADS_1


Mendapatkan nada bentakan dari Shin, Alena pun hanya diam menunduk. Dengan tangan satunya yang tidak ikut di genggam oleh Shin juga membuka sebungkus roti dengan cream dan memakannya.


Shin melirik gadis di samping nya yaitu Alena, ia ingin tidak peduli karena sudah membentak nya namun perasaan nya tiba-tiba membuatnya peduli pada Alena.


Tangan Shin terulur untuk menyentuh wajah Alena, tangan itu menyentuh ujung bibir Alena. Membuat Alena terkejut di buatnya.


“ Apa yang mau lo lakuin?! “ Terkejut Adara, kala jari besar itu mengusap ujung bibirnya.


“ Ck! Jangan salah paham! Gue cuman mau bersihin cream yang ada di ujung bibir lo! “ Ucap Shin alasan.


“Y, yaudah, gue juga bisa! “ Alena menaruh rotinya lalu satu tangannya itu meraba-raba bagian bibirnya itu untuk mencari noda cream yang di bicarakan Shin.


“Mana? Nggak ada.. “ Gumam Adara di akhir.


Bibir Shin terangkat, tersenyum kecil melihat Alena yang percaya saja dengan ucapannya.


“ Sini gue bantu! “ Shin melepaskan genggaman tangannya, lalu kedua tangannya itu memegang kedua sisi kepala Alena.


“ Ng, nggak usah! Gue lakuin sendiri aja! “ Tolak Alena merasa tak nyaman.


Shin tersenyum kecil melihat Alena mulai menurutinya. Dan kemudian...


Hmm..


-_-_-_-_-


Sementara itu, di dalam kamar itu.


“ Apakah masih kuat untuk bermain lagi hem? “ Bisik Samuel pelan di telinga Adara dan di iringi dengan senyum smirk nya.


“ Nggak.. Nggak kuat lagi >< "


“ Tapi milik aku masih berdiri lho sayang. “ ucap Samuel menggoda.

__ADS_1


“ Berdiri apa? “ Tanya Adara lugu.


Samuel menghentikan miliknya dalam , membuat Adara berteriak kaget. “ Gimana? Masih keras kan? “ Tanya Samuel dengan nada menggoda.


“ Sam, aku udah capek.“ rengek Adara hampir menangis.


“ Oke-oke, aku bakal berhenti. Tapi dengan satu syarat. “ Ucap Samuel, melihat air mata Adara membuatnya luluh tak ingin mengerjai Adara lagi.


“ Apa? “ tanya Adara dengan muka memelasnya.


“ Panggil me Dad•“ Bisik Samuel hangat di telinga Adara.


Adara diam, pikirannya masih belum konek. Apakah maksud dari Samuel Adalah Adara harus memanggil Samuel dengan panggilan Daddy?


Astagah! Menggelikan! Ia saja memanggik ayahnya sendiri dengan panggilan Papa. Bukan Daddy yang menurutnya panggilan lebay anak manja.


Tapi tunggu, apakah ia masih menjadi pacar Samuel jika ia memanggil Samuel dengan sebutan Daddy? Fikir Adara cukup rumit dengan pengetahuan delapan belas plus terbatasnya.


“ Nggak apa-apa sih kalo gak mau~


Enakan aku juga kok, “ Samuel menjilat bibirnya se xy. Menatap Adara dengan mata penuh has rat dan... Nakal.


“ I, iya!! Yaudah deh iya! “


“ D, dad•... “ Panggil Adara. Membuat Samuel menyeringai puas, akhirnya Samuel bisa mendengar Adara memanggilnya Dad• . Terdengar sangat imut untuk Adaranya yang juga imut. Fikir Samuel penuh cinta pada Adara.


“ Oke, seterusnya kamu harus panggil aku Dad•! Kalo nggak, aku bakal hukum kamu. Oke! “ Peraturan baru Samuel lagi. Membuat Adara gila tapi hanya bisa pasrah.


“ Coba aja kalo Samuel itu Jungkook BTS, aku sih dengan senang hati panggil dia Daddy.”


Adara si anak Army 😔👆.


*** Berikanlah Like dan komentar,

__ADS_1


Dan dukungan lainnya**


__ADS_2