SAMUEL ALI WIRANTARA

SAMUEL ALI WIRANTARA
SAMUEL ALI WIRANTARA 18


__ADS_3

GAIRAH PANAS, PACAR POSESIF-!!


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


Triing!


Bel sekolah berbunyi, menandakan sekolah telah usai dan kini para murid di bolehkan pulang. Namun, di markas Samyel/ Rooftop itu kini Adara tengah...


" Tuh kan Samm! Gara-gara kamu sih! Aku jadi telat kelas kan." tangis Adara menyalahkan Samuel.


" Sekarang udah pada pulang, aku gak bisa belajar kan. Udah itu pasti aku di alpa-in."


Samuel menatap Adara datar, sangat dingin. Kala ucapan Adara tak lagi memanggilnya Daddy.


"Apa?! Udah deh, jangan panggil Daddy, daddy lagi! geli tau gak! " Ucap Adara dengan mata berkilat kesal nya.


Samuel menghelai nafasnya pasrah, pacarnya ini memang sangat susah di atur.


Tapi bukankah nanti Adara masih harus memanggilnya Daddy di atas ranjang? 😏


Fikir Samuel yang gila itu.


"Udah, udah ya... cup... cup.. Jangan nangis ya, mending sekarang nih makan. Abisin makanannya.". Samuel dengan tenang nya memberikan makanan itu pada Adara.


" Tauk ah! Kamu nyebelin!" bibir Adara mengerucut sebal.


Sejak keluar dari kamar tadi, Samuel tidak mengijinkan Adara untuk kembali ke kelas kecuali jika Adara menghabiskan makanan+ snack dua kantong plastik besar.


Adara tak mau, tapi ia akhirnya mau karena tak ada cara lain. Yeah meskipun ia ini gembul makan, tapi memakan makanan yang banyak itu membutuhkan waktu lama untuk bisa masuk ke perutnya. Apalagi Adara menguyah sesuap makanan saja membutuhkan waktu bermenit-menit.

__ADS_1


"Huh! Lepas! Aku mau pergi ambil tas aku! " Ucap Adara garang, ia ingin berdiri karena Samuel sedari tadi terus mendudukkan Samuel di pangkuan nya. Dan tak membiarkan Adara pergi atau berdiri sekalipun. Tangannya masih dengan setia nya memeluk erat tubuh Adara.


" Tenang Beb, biarkan Shin yang mengambil nya. " Ucap Samuel dengan tangan memeluk posesif. Lalu melirik tajam Shin.


" O, oke bro, santai! "


Shin dengan cepat melangkah kan kakinya keluar, tatapan tajam Samuel memang bukan main.


"Sam! "


Adara di buat kesal, sangat kesal oleh Samuel yang terus mengurung nya itu. Ia tidak di biarkan pergi dari pangkuan Samuel. Hah, sangat merepotkan!


"Apa sayang. " Jawab Samuel mesra.


"Bisa gak sih jangan kurung aku terus! Aku mau pulang! " Marah Adara, meninggikan suaranya.


Samuel menggelengkan kepalanya, Adara nya ini makin hari makin kasar. Tapi ntah kenapa cintanya setiap harinya makin besar dan besar tak terbendung kan lagi.


"Gak! Aku di jemput!" Ucap Adara mengalihkan matanya dari mata Samuel yang memandang nya dengan tatapan hangat


"Hemm... Kan tadi pagi kamu udah janji mau ikut aku kerumah orang tua aku. Sekarang kok gak mau? " Ucap Samuel, ia masih terus bicara lembut. Tak bisa marah atau meninggikan suarnya di depan kesayangan yang di cintai nya ini.


Eh? Kerumah orang tua Samuel?


Tunggu tunggu, sepertinya Adara melupakan hal itu. Astagah! Adara benar-benar lupa. Saking kesalnya ia pada Samuel. Tapi dirinya saat ini ingin segera pulang dan tidur. Tubuhnya sangat lelah setelah Samuel menghajar nya berjam-jam lamanya.


Tapi bagaimana pun ia sudah berjanji. Haih!


"Oke.. Tadi aku gak inget... Lupa ". Ucap Adara dengan nada lelahnya.

__ADS_1


"Kenapa hemm? " Tanya Samuel lembut menatap wajah Adara yang terlihat lelah.


Adara kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas Samuel yang duduk menyandar. Memeluk tubuh Samuel dengan manja nya.


"Capek.. Badan aku lemes.. ". Ucap Adara dengan suara lirih.


Bibir Samuel terangkat, tersenyum kecil. Sepertinya kucing kecilnya ini mulai manja lagi setelah marah-marah tadi.


Samuel mendekap tubuh Adara, kemudian mengambil jaketnya dan menyelimuti nya di tubuh Adara. " Yaudah, sekarang tidur dulu aja ya cinta... Nanti aku bangunin kalo mau berangkat pulang. "


Ucap Samuel berbisik pelan, sembari tangannya mengelus-elus surai rambut Adara.


Ahhh~


Andai saja Samuel bisa memeluk tubuh Adara setiap hari. Maka ia akan sangat senang setiap harinya.


...________________...


Samuel menunduk melihat Adara, dilihatnya cintanya itu sudah tertidur pulas di dalam pelukannya. Samuel mengecup pelan kening Adara. Lalu beralih menatap Jay.


"Jay, apakah keluarga nya telah mengambil mayatnya? " Tanya Samuel dingin.


" Sudah, beberapa jam lalu setelah aku mengirimkan nya pesan dia langsung menyetujui nya. Dan datang ke sekolah mengambil putrinya untuk di kuburkan di tempat nya. " Jelas Jay.


Samuel mengangguk, setidaknya ia dapat memastikan jika Laura dan anaknya di kuburkan dengan benar dan ada yang mengurus nya.


Samuel tidak menyesal, karena ia mendapatkan Adara. Benar-benar egois bukan? Karena harta dia berbuat segalanya, karena kekuasaan dia melakukan apapun yang di inginkan nya. Dan karena ketampanan nya ia di sukai semua perempuan.


Sekarang mari kita do'a kan semoga Samuel mendapatkan karma nya ya guy's ya.

__ADS_1


...-_-_-_-_-_-_-...


*** Maaf guy's, Bab lainnya masih dalam tahap revisi. Author sudah mencoba yang terbaik dari kemarin malam. Tapi sampai sekarang terus saja di tolak 🙏🤧 **


__ADS_2