
GAIRAH PANAS, PACAR POSESIF-!!
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Adara memakan roti itu dengan sangat cepat nya, bibirnya yang kecil itu Adara paksakan untuk memasukkan setengah roti isi itu ke dalam mulutnya.
" Pelan-pelan sayang. Nggak akan ada yang rebut kok. " ucap Samuel lembut sembari mengelus surai rambut Adara.
Adara melirik sinis Samuel, maksudnya apa? Adara kelaparan karena memakan roti itu dengan lahap? Begitu?
Jawabnya enggak ya! Adara ingin cepat-cepat menghabiskan roti itu. Karena ia ingin cepat-cepat kembali ke kelas.
Samuel dengan sangat posesif nya memeluk erat tubuh Adara. Ia tidak mendudukkan Adara di sofa, tapi mendudukkan Adara di pangkuan nya. Sedari tadi Samuel tak mengizinkan Adara untuk duduk sendiri, ia terus memeluk perut itu posesif dan wajah nya ia benamkan di leher Adara untuk menghirup aroma tubuh Adara yang membuat Samuel candu.
Sementara Adara sudah kesal bukan main, ia ingin marah tapi ia tak ingin keceplosan menyebutkan kata Dady di depan teman-teman Samuel. Ingin merengek manja kepada Samuel juga malu karena ada teman-teman nya itu.
" Eh? Dimana Alena? " Tanya Adara, setelah Adara lihat lagi ternyata hanya ada Shin, Jay, Samuel dan dirinya. Sementara Alena tidak ada di sana.
Adara menatap ke arah Jay dan Shin, Jay terlihat diam. Ia hanya fokus pada laptopnya itu, sementara Shin menggaruk kepalanya itu.
"Jangan menatap mereka sayang. " Bisik Samuel menutup mata Adara.
"E, eh! Eeh! "
" Mata ini hanya boleh menatap diriku juga tubuh dan wajahku! Tidak boleh menatap lainnya! " Bisik Samuel dengan nada ancaman, sangat posesif yang di luar akal.
Jika hanya boleh menatap Samuel saja, maka sudah saja buat Adara tak bisa melihat.
"I, iya maaf! " Ucap Adara mengalah, jika melawan maka akan jadi panjang kan masalahnya.
Samuel kemudian melepaskan tangannya dari mata Adara. Dan dengan posesif nya kembali memeluk erat Adara, mendekap nya hangat dalam pelukan tubuh nya yang besar dan hangat.
"Ah.. Itu, Alena pergi ke kelasnya duluan tadi karena sudah bel. " Ucap Shin, dengan nada sedikit canggung dan gugup nya.
Canggung dan gugup?
Flashback On :
CUP!
__ADS_1
Bukannya mengusap/ melap cream yang ada di bibir Alena dengan tangan nya. Tapi Shin malap mengecup bibir itu, membuat terkejut dan melotot.
Dan seketika Alena mendorong tubuh Shin dengan kasar. Dan berdiri.
"Maksud lo apa ya! " Emosi Alena.
"Alena maaf gue-- " Shin tidak menyangka jika Alena akan semarah itu setelah dirinya mencium bibirnya.
"Gue hormatin lo karena lo kakak kelas gue ya!, tapi lo dengan tiba-tiba nyium gue. Maksud lo apa?? Hah!! "
"Arghhh!! Dasar! Sekalinya brengsek emang tetep brengsek!! " Alena berteriak di depan wajah Shin, lalu setelah itu ia berjalan dengan langkah cepat nya keluar dengan menutup pintu sangat kencang. Kelihatan nya dia sangat marah.
BRAK!
Shin mengerjapkan matanya, ia baru tersadar akan bengong nya. Ia sungguh di buat bengong dengan kata-kata yang terlontar dari mulut Alena tadi.
Sementara Jay, ia hanya acuh tak memperdulikan.
"Apakah dia benar-benar marah? " Ucap Shin mengerjapkan matanya.
"Kau terlalu agresif dan terburu-buru, dia akan membencimu. " Ucap Jay, ntah itu nasihat atau kritikan.
" Sepertinya aku salah sasaran, Alena gadis yang baik. Hah! Aku harus meminta maaf padanya nanti! " Ucap Shin, padahal ia dapat dengan mudahnya mengejar Alena. Tapi kenapa harus nanti?
Sementara di luar, Alena terlihat berjalan menuju pintu keluar dengan emosi yang berapi-api.
" Bisa-bisanya dia nyium gue!! Gak minta maaf lagi! Dasar buaya!! "
Marah Alena sungguh emosi, ciuman pertama nya harus di ambil oleh laki-laki buaya seperti Shin yang terkenal selalu gonta-ganti pacar tiap weekend nya.
" Kenapa nih keluar, kok kaya emosi marah-marah gitu? Di buang ya sama Shin? "
Ucap Angel, yang tiba-tiba menghadang nya di pintu keluar sana bersamaan dengan satu orang perempuan menemani di samping kanan dan kiri nya.
Alena menatap datar dan dingin Angel. Pancaran matanya memancarkan aura membunuh yang kuat.
" Aduh? Kenapa menatap ku seperti itu? Aduhh.. Aku takut sekali tolong aku."
Ucap Angel mengejek.
__ADS_1
" Kalian berdua, seret dia ke toilet! " Perintah Angel pada kedua perempuan di samping nya.
Alena hanya ikut di seret oleh Angel cs ke toilet, toilet luar bagi para brandalan biasa.
" Mau di bawa kemana tuh cewek yang keluar dari ruangan bos? "
" Gak tau! Biarin aja lah! Itu masalah si Angel juga! "
Ucap brandalan yang sedang berkumpul itu.
...____________...
Di Toilet
Alena di dorong dan di hempaskan ke arah dinding. Sementara Angel cs hanya menatap Alena meremehkan.
" Sekarang gue bakal habisin lo! Lo gak akan bisa lawan gue lagi! Lo cuman sendiri!! " Ucap Angel sombong dan bersikap Arogan.
Cih!
Alena seperti ingin memampar wajah Angel yang bersikap sok berkuasa di depannya ini.
" Gak berani sama gue? Sampai ngajakin antek-antek lo segala? Mental patungan! " Ucap Alena, menatap datar Angel cs.
"LO! "
Angel maju ke hadapan Alena dan menggulung bajunya, bersiap untuk memukul Alena.
BUGH
Arghhh!
Satu gerakan dari Alena, membuat Angel terjatuh dan meraung-raung kesakitan. Kedua temannya itu terkejut, syok. " Aaa!! " Teriak kesakitan Angel.
Yeah, Alena dengan gerakan cepat nya melesat kan pukulan ke arah perut Angel. Dan dengan sekali pukulan itu Angel langsung tumbang.
Alena melangkah kan kakinya keluar, tidak lama setelah Alena pergi. Datang beberapa orang laki-laki memasuki toilet. Membawa Angel menuju rumah sakit atau / UKS.
***
__ADS_1
Bab ini sudah 7 kali di tolak.
*** Berikanlah dukungan dan Vote, author telah update banyak bab untuk menggantikan yang di hapus. Tidakah ingin memeberikan Hadiah dan Vote? ***