SAMUEL ALI WIRANTARA

SAMUEL ALI WIRANTARA
SAMUEL ALI WIRANTARA 07


__ADS_3

GAIRAH PANAS, PACAR POSESIF-!!


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


Malam harinya.


Di sana terlihat Adara yang duduk di sofa king size. Dan ada juga orang tuanya duduk di hadapan Adara. Terlihat juga Adara hanya menunduk sedalam-dalamnya.


"Adara, apa benar yang pacar kamu bilang? " Tanya ibu Adara, Arasa.


Adara diam menunduk, tak berani menjawab pertanyaan ibunya itu. Sementara ayahnya hanya diam memperhatikan. Ia masih mendengarkan pertanyaan istrinya itu.


"Adara, jawab Mama.. "


Ucap Arasa mulai melembut, melihat Adara yang terlihat takut dan tak berani. Anaknya satu ini memang tidak bisa di kasari.


Dan sebagai jawaban, Adara hanya mengangguk kecil.


"Astagah.. " Nyonya Arasa semakin frustasi. Ternyata hal itu benar adanya. Putrinya Adara telah di tidur Samuel.


"Sayang.. " Nyonya Arasa berpindah duduk di samping Adara.


"Apakah dia memaksamu? Katakan sejujurnya sayang, dia memaksamu? Mama tahu kamu tidak akan pernah berani berbuat seperti itu sayang. Jadi jawab jujur, dia memaksamu?


Jika benar katakan lah, Mama akan melaporkan nya pada polisi. " Ucap Nyonya Arasa. Ia tak mau anaknya ini menikah di umur nya yang masih 17 tahun.


Adara terdiam, jika ia mengatakan jika awalannya ia memang di paksa Samuel. Namun pada akhirnya ia tetap menerima dan menikmati. Dan lagi, polisi? Itu berarti Samuel akan di laporkan pada polisi?


Tidak.. Tidak.. Bagaimana jika dirinya hamil? Siapa yang akan bertanggung jawab? Ia juga lupa, kenapa saat siang tadi Ia tidak membeli obat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.


Jika Samuel di penjara maka bagaimana dengan dirinya jika hamil?


Adara menggeleng sebagai jawaban. Yang berarti jika Adara tidak di perko** ataupun di paksa oleh Samuel.


Dan hal membuat Nyonya Arasa semakin frustasi. "Astagah sayang, kenapa kamu bisa menjadi seperti ini.. " Tangis Nyonya Arasa.


"Ma.. Maafin Adara ma.. Hiks! Adara buat mama kecwa, maafin Adara ma. " Ikut tangis Adara. Berjongkok dan memeluk kaki Arasa.


Bram yang melihat anaknya Adara menangis sesenggukan sembari memeluk kaki Arasa pun tak tega. Ia menatap istrinya itu, lalu menghelai nafas pelan.


"Adara, kamu pergi ke kamar kamu. Tidurlah, besok sekolah.. " Ucap Bram, berucap dengan lembut kepada anaknya itu.


"Ta, tapi.. " Adara ragu. Ia masih terisak kecil menatap ibunya sendu.


"Sudah tidak apa-apa, ibumu biarkan papa yang urus. " Ucap Bram meyakinkan.


Akhirnya Adara pun menurut, Ia pergi menuju lantai atas kamarnya.


"Huhuhu.. Mama kecewa sama kamu Adara, mama kecewa.. " Ucap Arasa masih dengan mendramatisir. Ia tidak menyadari jika putrinya telah pergi karena tidak mendengar ucapan Bram yang menyuruh Adara untuk pergi ke kamarnya.

__ADS_1


" Sudah jangan nangis lagi, Adara udah pergi!" Ucap Bram.


"Hah?? "


Arasa membuka matanya, mukanya tadi Ia tutup dengan tangannya. ternyata benar Adara sudah tidak ada.


"Jangan drama lagi, sekarang ayo. " Ucap Bram menarik istrinya itu.


"A, ayo kemana.. " Mama Adara gugup dan bingung, kenapa lagi Papa Adara ini mengetahui jika ia hanya pura-pura.


"Ke kamar sayang, sekarang kan malam jum'at.. Udah waktunya jatah Daddy~ " Ucap Bram dengan suara deep nya. Ia memangku istrinya menuju kamarnya.


"Kyaaa!"


Mama Adara mendramatisir, Kenapa? Bukankah Ia sangat sedih dan kecewa? Karena sebenarnya, hal yang di alami Adara itu merupakan gambaran dirinya di masa lalu. Dan melihat Samuel mengingatkan nya saat mengenal Bram suaminya di masa lalu.


So, Mama Adara tidak menghalangi. Tapi mendukung. Tapi bagaimana dengan orang tua Samuel?


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


Di kediaman Wirantara.


"APA? Kamu ingin menikah? "


Terkejut Nyonya Berryl, ibu Samuel. Anaknya ini baru saja pulang, tapi pulang dengan ada tujuan lain. Selain itu sangat to the poin sekali.


Samuel menghelai nafasnya, kenapa ibunya ini penuh dramatisir sekali.


"Intinya aku ingin melamar nya besok, kalian harus membantuku! " Ucap Samuel, ia tidak suka basa-basi ataupun bersikap baik pada orang lain. Termasuk orang tuanya sendiri.


"Tidak bisa Sam, kamu masih sekolah! Mommy gak mau kamu nikah muda! " Ucap Nyonya Berryl sangat dramatis.


"Mommy juga dulu nikah muda, bahkan sampe hamil di luar nikah. " Jawab Samuel menatap datar Mommy nya.


"Em... Oke Mommy nyerah.. "


Nyonya Berryl yang tadi berdiri sangat mendramatisir pun kembali duduk di samping suaminya itu.


"Huh! Padahal pulang ke rumah sebulan sekali aja nggak! Sekarang pulang tapi mau nikah! " Kesal Mommy Berryl.


Daddy Samuel, Derandra hanya tersenyum tipis mengelus surai rambut istrinya. Lalu menatap putranya itu.


" Berasal dari keluarga mana dia? " Tanya Daddy Daren dingin. Dingin memang sikap bawaan Samuel dari Daren.


"Cih! "


Decak malas Samuel, sudah ia duga Daddy nya akan menanyakan identitas Adara. Huh! Pria bangka ini selalu melihat status orang-orang!


" Jika dia tidak bera-- "

__ADS_1


" Jika kamu terus berbicara malam ini aku akan tidur dengan anakku. " Potong/ucap datar Nyonya Berryl. Menunjukkan gaya elegan sembari meminum teh nya.


" S, sayang.. " Terkejut Daddy Daren.


" Baiklah, sayang. Terserah kamu saja, aku akan menurut. " Dan sekarang Daddy Daren bersikap layaknya anak anjing yang menjilati majikannya pada Mommy Berryl.


Samuel mengacungkan bangga jempolnya pada Mommy Berryl. Menjadi anak kesayangan ibunya sedangkan Daddy nya menjadi suami yang takut kepada istri. Sangat menguntungkan Samuel.


"Jangan lupa bawa pacar mu besok, oke!"


ucap Nyonya Berryl dan di balas dendam acungan jempol oleh Samuel.


-_-_-_-_-


Keesokan Pagi nya.


Di rumah kediaman Maheswari.


Adara sudah siap dengan seragam sekolahnya. Ia turun menuju meja makan untuk sarapan pagi.


"Selamat pagi Pa ". Sapa Adara sembari mengecup pipi Papa nya.


"Pagi juga sayang ". Balas Bram, terlihat Ia tengah meminum kopi sembari membaca koran nya.


"Mama di mana Pa? " Tanya Adara, setelah Ia lihat sekeliling nya lagi ternyata hanya ada Papa nya dan bi Ntin yang tengah menyiapkan sarapan pagi.


"Mama kamu masih tidur sayang. "


"Mama masih tidur? Apa iya? "


Batin Adara, ia sedikit tidak percaya. Karena pikirannya berfikir mama nya kecewa kepadanya dan tidak ingin menemuinya.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak princess, Mama mu kelelahan itu sebabnya mama mu masih tidur. " Ucap Papa Adara menjelaskan. Melihat raut sedih putrinya membuatnya merasa tak tega.


"Jangan sedih-sedih ya! "


"Iya, Pa " senyum smail Adara.


Adara pun memulai sarapan nya, meskipun Papa nya telah menjelaskan mengapa Mama nya tidak sarapan bersama. Tapi ia masih kepikiran, bagaimana jika Mama nya masih tidak setuju dan menolak Samuel?


Hingga beberapa menit kemudian.


Pak Jono datang dengan sedikit berlari. "Lapor Tuan, Non, di luar ada cowok pake motor. Katanya mau jemput Adara ke sekolah."


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


**Mohon berikan Like dan komentar


Pavorit, Gif, Dan Vote ... **

__ADS_1


__ADS_2