SAMUEL ALI WIRANTARA

SAMUEL ALI WIRANTARA
Samuel Ali Wirantara 22 [ Tunangan, Dewasa ] TAMAT


__ADS_3

GAIRAH PANAS, PACAR POSESIF-!!


-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


"Jadi, maksud kedatangan kami kesini ingin melamar putri Anda Adara untuk anak saya,, Samue". Ucap Daddy Samuel memulai percakapan.


Posisi saat ini ialah Adara duduk bersama Mama nya, Papa Adara duduk di sofa single dan Samuel beserta orang tua nya duduk sejajar berhadapan dengan Adara dan Mama Aca.


" Ingin menikahi putriku, yakin? " tanya Papa Adara, menatap mengintimidasi Samuel.


"Yakin, saya benar-benar ingin bersama dengan Adara". Samuel bersungguh-sungguh. Ia tak takut akan intimidasi itu, karena mental nya lebih kuat dari baja. Malahan Samuel menatap mata Papa Adara dengan berani nya. Tatapan intimidasi dari Papa Adara, dan tatapan datar dari Samuel.


" Kalian masih sekolah, tidak boleh menikah". Ucap dingin Papa Adara, setelah itu mengakhiri tatapan intimidasi nya.


"Ma". Lirih Adara menggenggam tangan Mama nya.


" Shutt- sabar sayang, dengerin dulu Papa ngomong ya". Mama Aca memeluk putri nya menenangkan, ia dapat merasakan putri nya takut Papa nya menolak hubungan mereka.


Untuk sesaat kedua orang tua Samuel terdiam, memang benar adanya jika anak nya dan Adara masih sekolah belum bisa menikah karena masih di bawah umur.


"Meskipun saya masih sekolah tapi saya bisa menjamin kehidupan Adara tidak akan susah. Saya akan melindungi Adara selalu dan mengabulkan semua keinginan nya".


"Sam". Lirih Adara.


Adara terharu mendengar ucapan sungguh-sungguh dari Samuel. Samuel begitu memperjuangkan hubungan mereka, dan ia juga harus melakukan hal yang sama.


Namun keadaan nya saat ini Adara hanya boleh diam, tak boleh angkat suara sebelum Papa nya memberikan nya peluang untuk bicara.


"Kamu yakin? " Tanya Papa Adara, dan Samuel mengangguk yakin.


"Baiklah, aku akan memberikan mu restu. Tapi dengan beberapa syarat. Pertama bereskan semua kesalahan masalalu mu sebelum pernikahan mu dengan Adara, jangan biarkan Adara terluka akan fisik maupun mental". Ucap Papa Adara yang sepertinya sudah mengetahui akan masalalu Samuel yang Play boy mempermainkan wanita.

__ADS_1


Samuel terdiam, otak nya merespon ucapan Papa Adara. Lalu beberapa detik setelah nya Samuel mengangguk yakin, di iringi dengan senyum senang nya.


"Baik, aku akan memenuhi semua syarat itu. Aku akan berusaha untuk tidak melukai Adara".


"Karena kalian belum bisa menikah, jadi untuk kali ini kalian bertunangan lah dulu. Setelah lulus kalian bisa memutuskan untuk menikah". Daddy Bara mengeluarkan sebuah kotak cincin lalu memberikan nya pada Samuel.


"Pakai kan lah," ucap Daddy Bara.


Samuel mengambil kotak cincin itu, lalu berdiri dan kemudian berlutut dengan satu kaki nya di hadapan Adara.


Samuel mengeluarkan isi kotak itu lalu memakai kan nya pada jari manis Adara. Setelah itu di susul Adara yang juga memasang kan cincin di jari Samuel.


GREB!


Samuel memeluk Adara erat kala Adara selsai memasang kan cincin di tangan nya. Ia begitu senang dan sangat bersyukur, meskipun tak menikah tapi sekarang mereka tunangan. Adara sudah terikat dengan dirinya meskipun bukan ikatan pernikahan, tapi ikatan pertunangan pun sudah cukup.


"Aku berjanji akan membereskan masalah, masalalu ku. Supaya kita dapat hidup tenang dan damai di hari nanti nya". Batin Samuel.


Sehangat perasaan dan suasana hati Samuel sekarang yang begitu senang. Mimpi nya untuk bisa hidup bersama Adara hanya tinggal beberapa langkah lagi dan hanya tinggal menunggu waktu.


Namun waktu itu juga lah yang paling di takuti, karena waktu bisa berubah kapan saja. Hal baik bisa berubah menjadi hal buruk dengan seiring nya waktu. Begitupun dengan kehidupan yang indah bisa berubah menjadi kehidupan yang buruk dengan berjalan nya seiring waktu.


...***...


Sekolah Nusa Cinta.


Seperti biasa, lapangan sekolah itu selalu sudah ramai akan siswa dan siswi yang bermain di bola di lapangan.


Hari ini Adara tak datang terlambat lagi, karena Samuel yang datang menjemput nya lebih awal.


Nampak kali ini Samuel berbeda dari biasanya, ntah apa yang terjadi namun Adara merasa Samuel sedikit berbeda.

__ADS_1


"Ayo turun, kenapa tidak turun heum? " ucap Samuel dengan lembut nya.


"Eh, iya". Adara turun dari motor Samuel.


Seperti biasa Samuel melepaskan helm Adara dengan penuh perhatian. Tatapan mata yang lembut dan perlakuan yang manis sangat membu para perempuan yang menyaksikan hal itu meleyot di atas sana.


Adara menatap mata Samuel, sepertinya ia mulai menemukan kejanggalan pada diri Samuel. Ia mulai yakin, jika kejanggalan Samuel yaitu Samuel terlihat dewasa. Ya dewasa, Adara bisa merasakan kedewasaan pada tingkah dan perhatian Samuel. Bahkan Samuel tak lagi bersikap manja dan kekanak-kanakan.


Haih~ ntah itu bagus atau buruk. Pikir Adara akan perubahan pada diri Samuel dalam waktu satu malam.


...____...


*Kita tak bisa mengubah seseorang, namun kita hanya bisa memberikan suport untuk orang itu berubah. Satu-satunya yang bisa mengubah orang itu ialah tekadnya sendiri.


Seiring dengan waktu dan penderitaan yang di rasakan nya. Maka sikap dewasa akan muncul, ntah itu pada usia dini sekalipun.


...______...


Kesakitan terbesar ku ialah saat kau pergi dari sisi ku*.


-- Samuel Ali Wirantara --


*Aku memang mencintai mu, tapi dengan masalalu mu dan masa depan yang telah kau hancurkan... Itu membuatku ragu.


Bukan karena kau kotor atas masalalu mu jadi aku memilih pergi, namun sifat mu yang menganggap nyawa dan perasaan seseorang itu sebagai mainan membuatku tak suka*.


-- Adara Maheswari --


..._____...


...~ TAMAT ~...

__ADS_1


__ADS_2