
GAIRAH PANAS, PACAR POSESIF-!!
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Selang beberapa waktu kemudian.
Di dalam kamar.
Terlihat dua pasangan itu tengah bertengkar, kegaduhan di atas ranjang tapi bukan kegaduhan goyangan pinggang lagi.
Melainkan Adara yang kesal akan Samuel.
"Lepas! Aku harus balik kelas! Ini udah telat! " Kesal Adara karena Samuel terus menerus memeluk nya tanpa memberikan nya celah untuk berdiri.
Dan yeah, saat ini mereka telah memakai pakaian nya. Mereka telah bersih-bersih di kamar mandi yang ada di kamar itu. Namun saat Adara akan keluar dari kamar Samuel malah menariknya dan memeluk nya tidur di atas ranjang.
Dan saat ini, seolah tak mendengarkan ucapan Adara. Samuel menenggelamkan wajahnya di dada Adara, memeluk tubuh itu dan mendekap nya hangat.
" Samuel, lepasin!!! 💢 " Teriak Adara, kesabaran nya sudah habis. Ia harus buru-buru balik ke kelas sebelum ia di alpa kan.
Tapi, ups!
Adara lupa jika panggilan nya kepada Samuel sekarang sudah berubah, ia tidak boleh lagi memanggil Samuel dengan panggilan nama.
BRUKHH!!
Tiba-tiba Samuel bangun dan dalam sekejap mengungkung tubuh Adara. Matanya menatap tajam Adara, sementara Adara kaget. Ia tak tahu kenapa Samuel tiba-tiba langsung bangun dan menatap nya tajam. Seharusnya dirinya yang marah karena Samuel tak membiarkan dirinya pergi ke kelas.
Tapi, OMG! Tatapan Samuel benar-benar membuat Adara takut. " A, ada apa? " Tanya Adara, menatap takut-takut Samuel.
" Kamu gak sadar tadi bilang aku apa?! " Tanya Samuel dengan tatapan mata tajamnya yang benar-benar bikin merinding.
" T, tadi aku bilang kamu apa? " Beo Adara lagi.
Samuel mengangguk lalu mengulang kembali ucapan nya. " Tadi kamu bilang aku apa?! "
__ADS_1
" Aku bilang kamu Sam.. ? " Beo Adara tak mengerti.
" Iya itu!!. Kenapa panggil aku Sam, kan udah ada panggilan baru! " Ucap Samuel marah, tapi sangat imut.
" Panggil... " Fikir Adara. " Daddy? " Ucap nya lagi setelah ingat.
" Iya! Kamu harus panggil aku Daddy!! Pokoknya harus!! Dimana pun itu! Di larang manggil nama, harus panggil Daddy!! " Marah Samuel, tangannya mencengkram lembut kedua lengan Adara.
" O, oke! Maaf, tadi aku lupa. Tapi sekarang aku bener-bener buru-buru, aku harus ke kelas. Sebelum pak guru alpa-in aku. " Ucap Adara minta maaf, sembari memberikan penjelasan nya pada Samuel berharap Samuel melepaskan nya.
Sangat susah memang terlepas dari Samuel jika sudah bertemu, Samuel akan terus menempel dan tak akan pergi sebelum di usir.
" Mau ke kelas? " Tanya Samuel. Dan Adara mengangguk cepat.
" Boleh, sangat boleh~
tapi kamu harus di hukum babby. " Ucap Samuel, mulai dengan seringai wajahnya.
"Astagah! Bagaimana caraku untuk bisa pergi tanpa hukuman Samuel?! Arghh! "
Tangan Samuel mulai nakal, menyentuh paha Adara dan ingin mulai bergerak lebih dalam. Namun tangan Adara menahannya.
Adara menatap Samuel memelas, sangat memelas. " Daddy, aku mohon. Aku harus pergi ke kelas, jika tidak aku akan di alpa kan." Rengek manja Adara, beserta dengan mata yang berkaca-kaca.
Melihat Adara yang mulai merayu nya, Samuel tersenyum lebar. Iya sangat menyukai cara ini, cara Adara untuk meminta kepada Samuel.
Dan dengan nada seperti berbicara kepada anak kecil pun Samuel menjawab ucapan Adara.
"Benarkah? Jika begitu pelajaran apa sekarang heum? " Tanya Samuel. Sangat lembut dan penuh sayang.
"P, pak BH [ Bambang hidiyono, orang-orang menyingkat nya menjadi BH ] " Ucap Adara ragu-ragu, ia bingung kenapa Samuel tidak langsung melepaskan nya, tapi malah menanyakan siapa gurunya. Padahal itu adalah cara yang paling jitu supaya Samuel mengabulkan permintaan nya.
" Hem.. Pak Bh, Bh itu ya.. " Ucap Samuel dengan tangan berada di dagu seperti berfikir.
" Tenang saja ya, jika dia mempersulit mu nanti maka aku akan mengeluarkan nya dari sekolah ini." ucap Samuel, membuat Adara semakin kesal. Namun sebisa mungkin di tahan nya.
__ADS_1
" Daddy." Rengek Adara semakin kencang, matanya semakin menatap dengan penuh berkaca-kaca Samuel.
Muach...
Muach...
Muach...
Tak tahan dengan Adara yang sangat menggemaskan di mata Samuel, Samuel pun mengecupi wajah itu dengan penuh perasaan gemasnya.
" Yaudah deh, Babby nya Daddy boleh ke kelas. Tapi... " Dan akhirnya Samuel luluh, namun tetap harus ada syarat di balik permintaan Adara yang di kabulkan.
Adara menghelai nafas nya, terasa sesak lagi mendengar Samuel mengucapkan kata tapi di setiap ucapannya.
*****
CKLEEK~
Pintu kamar Samuel pun akhirnya terbuka, nampak Samuel keluar dengan menggendong Adara. Sementara Adara hanya bersembunyi di bahu belakang Samuel.
Samuel berjalan menuju sofa, lalu mendudukan bokongnya di sana bersamaan dengan mendudukkan Adara di pangkuannya.
" Aku mau ke kelas Sass... D, dady.. " Tahan Adara mengucapkan Samuel. Lalu memanggil Daddy dengan berbisik.
" Iya Babby, tapi harus makan dulu oke! Kamu kan belum makan siang. " Ucap Samuel. Tangan nya meraih sebuah roti isi dengan susu strawberry di atas meja itu.
Mau tak mau Adara pun menurut, jika tidak maka Samuel tak akan membiarkan nya pergi.
Haih~
Punya pacar kaya Samuel itu ribet ya.
*****
***Tolong Like dan Komentar...
__ADS_1
Dukungan lainnya juga***