
...🔥🔥🔥...
"Bukan anak kecil ini yang salah!" Suara bariton dari belakang tubuh Bella, membuat Bella bergidik ngeri.
"Lo apa apa sih, Lex! Bukannya belain gw!" Sungut Bella.
"Udah sana lo minta maaf! Kan lo yang salah!" Ujar Alex.
Beberapa pengunjung yang lain, ikut menyudutkan Bella, dengan mulutnya yang nyinyir.
"Hayo Nona, cepat minta maaf!"
"Dasar wanita sombong! Sudah jelas dia yang salah."
"Ihs! Nyeselin banget si lo!"
"Cantik tapi sayangnya gak punya otak."
Bella mengepalkan tangannya, geram dengan suara ocehan ibu ibu dan bapak bapak nyinyir, belum lagi tatapan sinis mereka seakan sedang mengulitiii Bella.
"Iya iya, gw minta maaf!" Gumam Bella.
Tatapan Bella menatap tajam, pada bocah kecil yang tengah memeluk erat kaki wanita yang di panggilnya mom.
"Heh bocah. Mau kan lo maafin gw?" Tanya Bella dengan ketus.
"Tidak bisa kah kau bicara layaknya manusia?" Sindir Alex dengan memasukkan, satu tangannya di saku celananya.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Pricil tengah menikmati pemandangan dari wahana biyang lala.
"Ini bagus sekali, sayang Yoga takut ke tinggian, pasti akan sangat seru jika Yoga ada bersama dengan ku." Gumam Pricil.
Yoga berdiri di belakang pagar pembatas, menunggu Pricil selesai dengan wahana biang lala.
Grap.
Yoga tersentak kaget, saat tubuhnya di peluk dari belakang, dengan tangan yang melingkar di perutnya.
Dengan emosi, Yoga menoleh dengan suara yang tinggi, "Sia---"
Tissa berujar dengan suaranya yang manja, "Ini aku sayang!" Yang justru membuat, Yoga tidak melanjutkan perkataannya.
Yoga tampak panik, mendapati Tissa yang memeluknya, ia langsung menoleh ke arah benda berbentuk tabung, yang terdapat tubuh Pricil, tapi sayangnya Yoga tidak ingat di tabung mana yang terdapat Pricil.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini, Tissa?" Tanya Yoga dengan menyingkirkan tangan Tissa dari perutnya.
"Jangan kasarrr begitu dong, sayang. Tidak ingat kah semalam... kita sudah menghabiskan waktu bersama?" Ledek Tissa dengan memainkan alisnya naik turun.
"Jangan bahas itu di sini Tissa! Itu tidak baik untuk kita berdua, apa kau mau mempermalukan ku saat ini juga?" Tebak Yoga.
Dengan tidak tahu malunya, Tissa memeluk kembali tubuh Yoga yang kekar dari belakang, jemari Tissa menjalarrr manja di dada bidang Yoga.
"Apa kau tidak merindukan ku, sayang?" Tanya Tissa dengan berjinjit kecil, berseru di tengkuk leher Yoga.
Yoga menggenggammm jemari Tissa, membalikkan tubuhnya hingga ke duanya saling berhadapan, "Cukup Tissa! Ini di depan umum!"
__ADS_1
"Itu tidak masalah bagi ku, sayang!" Sungut Tissa.
Yoga menyeringai, menatap Tissa dengan tatapan menginginkan, aku tahu bagai mana cara ku lepasss dari mu, karena sesungguhnya aku juga sangat menginginkan mu untuk saat ini.
"Tunggu di sini!" Yoga meninggalkan Tissa sesaat.
Yoga bertanya pada penjaga tiket yang menangani wahana permainan biang lala, "Maaf pak, kapan permainan ini akan berakhir, untuk setiap satu tiketnya?" Tanya Yoga.
"Permainan akan berlangsung selama 5 menit pak, untuk satu tiketnya." Ucap penjaga tiket.
Yoga mengeluarkan hapenya dari dalam saku celananya, mengarahkan layar hape-nya pada si penjaga.
"Tolong lihat baik baik ya pak, turunkan wanita ini setelah saya kembali menemui bapak." Ujar Yoga.
Si bapak penjaga tiket tampak berfikir.
Yoga mengeluarkan dompetnya, dari dalam saku celana belakanganya. Mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu, dan di berikannya pada si penjaga tiket.
"Itu sebagai gantinya. Oke pak!" Ucap Yoga dengan menyeringai.
Bersambung...
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Bermula dari ke gabutan, menjadi tulisan.
Kalo suka, lanjut baca 😊. Kalo gak suka, tinggalkan 😊
__ADS_1
Jangan lupa 👍 bergerak