Sandaran Penuh Dusta

Sandaran Penuh Dusta
Api ke bencian


__ADS_3

...🔥🔥🔥...


"Boleh aku bergabung dengan kalian?" Suara bariton dengan berat, menatap lembut Pricil, dengan senyum tipisnya.


"Tentu saja boleh, ayo sini dukuk... biar sekalian aku kenalin dengan sahabat ku." Ucap Pricil dengan senyum yang selalu terukir di bibirnya.


Yoga menarik sedikit sudut bibir nya, meski tidak nampak di pandangan yang lain. Kenapa sih Pricil memperbolehkan Alex untuk bergabung, merusak suasana ajah.


Alex mendudukan dirinya di kursi yang ada di sebelah Bella, sedang kan Pricil duduk di samping Yoga, ke empatnya kini duduk saling berhadapan.


"Wah kau kenal di mana dengan pria tampan ini, Pricil?" Tanya Bella dengan menowel jemari Pricil yang ada di atas meja, sedangkan ke dua matanya menatap nakal, pada seseorang yang bahkan belum ia kenal namanya.


Pricil baru ingin menjawab pertanyaan Bella, namun di sela oleh Yoga, dengan tangan Yoga yang menggenggammm jemari Pricil.


"A--"


"Namanya Alex Ferguson, penerus dari perusahaan Crop Ferguson. Alex ini dulu satu sekolah dengan Pricil, bahkan ke duanya sangat dekat. Bukan begitu pak Alex?" Ucap Yoga dengan tatapan mata nya yang sinis pada Alex.


Alex bersikap acuh pada tatapan yang di berikan Yoga padanya, bahkan Alex menyunggingkan senyum pada Yoga. Kenapa aku merasa pria ini tidak menyukai ke hadiran ku?


"Waaah itu kan perusahaan yang lagi maju pesat. Yang aku baca dari salah satu media bisnis. Baru aja di pegang oleh pimpinan baru, perusahaan itu sudah melebarkan sayapnya di bidang lain, keren lo itu!" Puji Bella dengan mata yang berbinar, gw iklas banget ini mah kalo harus ngelepasss Yoga, gw uber deh ini Alex. Secara hartanya pasti lebih banyak Alex.


"Ah Nona terlalu melebihi lebih kan, aku hanya mengikuti saran dari para petinggi pemegang saham." Ucap Alex dengan mulai menyantap hidangan yang ia bawa.


"Wah selamat ya Alex, kau memang hebat." Pricil ikut memuji Alex.


"Sayang, kau terlalu berlebihan memberikan dia pujian. Bukan begitu, pak Alex?" Yoga mengulurkan tangannya mengelusss pucuk kepala Pricil.


Bella mengulurkan tangannya di depan Alex, "Hai Alex, kenalkan... nama ku Bella Sasmita, kau bisa panggil aku Bellabsaja." Ujar Bella dengan senyum yang mengembang.


"Aku Alex Ferguson, senang beremu dengan mu, Nona Bella!" Ucap Alex dengan ramah.


Sementara di meja lain, entah sejak kapan sudah ada Purnomo, Mawar dan Tini, ke tiganya sedang menikmatiii sarapannya, dengan tatapan matanya yang terus mengarah ke pada Pricil. Tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


"Coba lihat itu... putri ke sayangan mu, mas! Benar benar anak tidak tahu diri, ada kamu di sini aja, itu anak gak nyapa kamu, loh!" Ucap Tini dengan mulut pedasnya, berusaha menabur api ke bencian Prabowo untuk putrinya Pricil.


"Pricil itu juga putri mu, bu!" Ucap Prabowo, yang tidak membeda bedakan antar Mawar dan Pricil.


"Bagi mu mas, tapi tidak bagi ku!" Tini menatap malas Prabowo, lalu menyantap makanan nya dengan kasar.


Mawar menatap ayah dan ibunya secara bergantian, mau mencari tahu ke benaran sebesar apa pun. KE dua orangnya selalu mengata kan jika mereka itu saudara kandung. Entah apa menyebabkan ibunya begitu membenci Pricil.


Mawar memakan sarapannya dengan pikiran yang melayang, sebenarnya aku dan Pricil ini saudara kandung, apa Pricil yang hanya anak pungut? Ayah memang tidak membeda bedakan aku dengan Pricil, tapi tidak untuk ibu. Ibu jelas lebih sayang pada ku, ibu ingin yang terbaik untuk ku, tapi kenapa ibu malah tidak setuju jika Yoga menikahi ku?


"Cepat habiskan sarapan mu, nak! Kita harus segera meninggalkan hotel ini!" Ucap Tini dengan ketus, pada putri kesayangannya nya, Mawar.


"Apa? Kita kembali sekarang bu? Kenapa kita tidak tinggal untuk beberapa hari lagi?" Mawar menolak, untuk meninggalkan hotel tempat ia bermalam.


"Jangan begitu, bu!" Prabowo menatap lembut istrinya, lalu ia menoleh ke arah Mawar, "Besok kita akan kembali ke rumah, sekarang kau bisa menikmati fasilitas dari hotel ini, Mawar." Prabowo menarik sudut bibirnya, saat melihat putrinya mengangguk kan kepalanya.


Sementara seorang wanita, dengan mengenakan tengtop dan celana jins sebatas pangkal paha, serta kaca mata hitam yang menutupi mata indahnya melewati meja Yoga.


"Kau boleh saja bersenang senang, sayang. Tapi nanti malam, kau harus menghangatkan tubuh ku di atas ranjang." Gumam Stella.


Saat Yoga sudah selesai dengan sarapannya, ia beranjak dan ingin mengajak Pricil, untuk hang out bersamanya.


Yoga beranjak dari duduknya, "Kayanya kita harus pisah di sini!"


Pricil mengerutkan keningnya.


"Lo ko gitu? Terus gw di tinggalin gitu aja nih sama kalian?" Tanya Bella, dengan menatap Pricil dan Yoga secara bergantian.


"Pasti dong, untuk kali ini. Sorry Bel, gw gak bisa ajak lo, gw pengen jalan bareng Pricil, menghabiskan waktu bersamanya, cuma berdua." Ucap Yoga tegas, dengan memasuk kan satu tangannya ke dalam saku celananya.


Raut wajah Bella berubah jadi sedih, rasa kecewa pasti ada.


Pricil menatap sahabatnya, kasian Bella, dia pasti akan merasa bosan di hotel.

__ADS_1


Pricil beranjak dari duduknya, tangannya memeluk lengan kekar Yoga, "Boleh Bella ikut dengan kita, sayang?" Pinta Pricil dengan senyum yang merekah.


Bella menyeringai dengan menatap penuh ke menangan pada Yoga, gw bilang apa, sahabat gw yang satu ini emang bego, dia pasti bakal ajak gw, ke mana pun kalin pergi!


Yoga menatap Alex yang sedari tadi hanya diam menyimak, dengan secangkir kopi yang ada di hadapannya.


"Bella tidak sendirian sayang, di hotel ini!" Yoga menyeringai dengan menatap Alex.


"Apa maksud mu, Yoga?" Tanya Bella yang kini ikut melihat wajah Alex, pria yang duduk di samping nya.


Yoga memeluk erat pinggul Pricil dan berjalan beriringan, "Gw titip ya bro! Anggap aja lo jadi punya teman untuk ngobrol!" Ucap Yoga dengan melambaikan satu tangan nya ke atas, berbicara pada Alex.


Pricil menoleh ke belakang, melihat ke wajah Alex, "Maaf ya Alex, aku merepotkan mu!" Ucap Pricil dengan penuh penyesalan.


Alex hanya tersenyum tipis pada Pricil, kau sungguh membuat ku ingin mengejar cinta mu, Pricil, sahabat lama ku!


Bella menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Maaf ya pak Alex, aku bisa sendiri ko di hotel ini. Jika kau punya ke sibukan lain, kau bisa tinggalkan aku!" Ujar Bella dengan memelas, ke bangetan banget lo kalo sampe ninggalin gw di sini sendirian.


Alex beranjak dari duduknya, ke dua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya. Ia berjalan begitu saja, lalu berkata tanpa menghentikan langkah kakinya.


"Apa kau hanya akan berdiam diri saja di sini? Tanpa berniat untuk mengikuti mereka?" Tanya Alex dingin.


Dengan semangat, Bella beranjak dari duduknya, menyusul langkah kaki Alex yang sudah beberapa langkah di depannya.


"Aku ikut dengan mu, pak Alex." Ujar Bella.


Bersambung...


...🔥🔥🔥🔥...


Bermula dari ke gabutan menjadi tulisan.


Jangan lupa like dan komen 🤭

__ADS_1


__ADS_2