
...🔥🔥🔥...
"Tidak perlu anda ikut campur, ini urusan pribadi saya dengan Pricil! Urus saja diri mu sendiri!" sungut Yoga, dengan sesekali menoleh kan wajahnya pada Alex.
"Apa yang sedang kau lakukan tadi di toilet, Tuan Prayoga?" ujar Alex dengan menatap tajam Yoga.
Yoga dan Pricil menghentikan langkah kakinya, dengan Yoga yang menatap Alex dengan tanda tanya besar di hatinya.
"Apa maksud anda, Tuan Alex?" tanya Yoga.
"Maaf Pricil, mungkin ini terlalu cepat untuk aku memberi tahu pada mu, tapi kau layak tahu. Apa alasan suami mu ini melakukan itu pada mu." terang Alex yang membuat Pricil bingung.
"Apa maksud mu, Alex?" tanya Pricil.
"Sedang apa kau tadi di toilet wanita, Tuan Yoga? Di mana kau saat malam pertama kalian berlangsung?" tanya Alex dengan menatap tajam Yoga, seakan dirinya sedang mengulitiii Yoga di depan Pricil.
Pricil dan Yoga mengerutkan keningnya, mendengar apa yang di pertanyakan Alex.
Pricil membuang nafasnya dengan kasar, "Apa yang di katakan Alex itu benar, Yoga? Untuk apa kau di toilet wanita? Sedangkan aku masih di wahana biang lala!" Pricil menatap Yoga dengan tatapan menyelidik.
Yoga menjawab pertanyaan Pricil dengan tergagap, tangannya berusaha memberikan ke tenangan pada Pricil. Lewat sentuhan tangannya, yang mengelusss punggung Pricil.
"Ka- kau sa- salah sa- sayang, aku mana mungkin dari toilet wanita. La- lagi pula, di saat malam pertama kan aku ada bersama dengan mu."
Alex menyudutkan Yoga lagi, "Owh begitu ya, lantas yang aku lihat ada seorang pria, yang masuk ke dalam kamar hotel lain, apa itu bukan diri mu, Tuan Yoga?"
Wajah Yoga semakin tegang, sialll... dari mana Alex tahu? Jika malam itu aku tidak bersama dengan Pricil, tapi menghabiskan malam ku bersama dengan Tissa?
Yoga kembali berkilah, dengan tergagap, "A- aku rasa kau salah mengenali orang, Tuan Alex!" Yoga menatap Pricil, "A- aku rasa kita harus segera kembali ke hotel sayang, ibu sudah menunggu kita di sana." Yoga menggenggammm pergelangan tangan Pricil, membawanya menjauh dari Alex.
"Tapi, Yoga! Aku ingin tahu, apa yang di katakan Alex itu benar atau tidak?" Pricil menepis tangan Yoga.
"Aku ini suami mu, Pricil! Selayaknya kau percaya pada ku! Bukan pada orang luar!" ucap Yoga dengan penuh penekanan, kembali ia menggenggammm pergelangan tangan Pricil, membawanya pergi dari keramaian.
Alex hanya bisa melihat wanita yang ia cintai meninggalkannya begitu saja, dasarrr bodohhh, harusnya gw lebih sabar buat ngadepin Yoga, gw harus bisa cari bukti penghianatan Yoga.
Yoga memasuki mobil dengan Pricil, suasana di dalam mobil tampak menegang, hening, dengan pemikiran masing masing, di antara dua insan yang tengah di landa kegalauan.
__ADS_1
Yoga melajukan mobilnya, menuju hotel tempat ke duanya menginap, hotel yang menjadi saksi ikrar pernikahan ke duanya.
Sesekali Yoga melirikkan matanya pada Pricil, aku harus bisa membuat Pricil percaya pada ku. Tidak akan aku biarkan Pricil, mengetahui penghianatan yang sudah aku lakukan padanya.
Satu tangan Yoga terulur, menggenggammm jemari Pricil, sedangkan tangan satunya fokus pada setir mobil.
Yoga memecah keheningan di antara ke duanya, "Maafkan aku Pricil, aku tidak bermaksud untuk membentak mu!" ucap Yoga dengan penuh kelembutan.
Pricil menatap Yoga dengan penuh harap, "Apa yang di katakan Alex itu benar atau tidak, Yoga? Apa yang kamu lakukan di toilet wanita? Apa di malam pertama pernikahan kita, kamu tidak bersama dengan ku?"
Yoga sangat kesal saat mendengar pertanyaan Pricil, sangat marah, namun ia harus menahan ke marahannya. Hanya untuk mendapatkan maaf dan ke percayaan Pricil kembali.
"Aku akan jelaskan pada mu, sayang. Tapi tolong jangan memotong perkataan ku, sampai aku selesai dengan cerita ku." terang Yoga.
"Jangan ada ke bohongan di antara kita, Yoga!" ujar Pricil.
"Aku tidak akan berbohong pada mu, sayang!" sebisa mungkin, aku akan membuat mu percaya kembali pada ku, Pricil!
"Baik lah, cerita kan pada ku." Pricil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi mobil. Mendengarkan apa yang akan di katakan Yoga.
Yoga mulai melanjutkan ceritanya kembali.
"Dan untuk malam pertama pernikahan kita, kau tau kan di saat kau bangun tidur, aku ada bersama dengan mu. Aku bahkan yang membangunkan mu dari tidur mu, sayang." terang Yoga.
Pricil tampak diam, memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil di sisi kirinya, apa yang di katakan Yoga, memang benar. Tapi apa mungkin Alex berbohong pada ku? Lalu untuk apa Alex berbohong pada ku? Untuk apa Alex bertanya seperti itu pada Yoga di depan ku?
Yoga kembali meyakinkan Pricil dengan menyudutkan Alex, yang hanya teman di masa lalunya. Mengatas namakan hubungan Pricil dan dirinya, yang kini sudah terikat sebagai suami istri.
"Apa kau percaya pada ku, sayang? Mustahil kan jika kau masih percaya pada teman lama mu itu? Biar bagai mana pun aku ini suami mu, sayang. Harusnya kau lebih percaya pada ku!" Yoga menarik sudut bibirnya.
"Tapi untuk apa Alex mempertanyakan itu pada mu, Yoga? Apa mungkin Alex melihat mu di kamar lain?" tanya Pricil dengan sedikit ke raguan di matanya.
Ke raguan Pricil pada apa yang di katakan Yoga padanya. Dan ke raguan pada Alex yang tidak mungkin berbohong padanya.
Yoga menggeleng gelengkan kepalanya, dengan pancaran matanya, Yoga menunjukkan ke marahannya, "Aku tidak habis fikir dengan mu, Pricil! Kita ini sudah lama menjalin hubungan, sampai orang tua ku meminta kita untuk menikah. Tidak sekali pun kau ragu pada ku. Tapi di saat muncul teman mu, kau mulai meragukan ke jujuran ku?" tanya Yoga dengan suaranya yang meninggi, tangan Yoga tampak mencengkrammm erat setir mobil.
Mobil yang di kemudikan Yoga memasuki kawasan hotel, Yoga mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya, dalam diam Yoga berfikir. Mencari jalan untuk masalah yang sudah di munculkan oleh Alex.
__ADS_1
Gw harus ngerubah strategi, biar Pricil yang ngejer gw, dan mengakui ke salahannya. Maka gw harus menunjukkan ke marahan gw, atas tuduhannya yang tidak mendasar itu.
Setelah Yoga berhasil memarkirkan mobilnya, ia memulai rencananya, ke luar dari dalam mobil bersama dengan Pricil. Namun di saat menutup pintu mobil, Yoga membantingnya dengan keras hingga, alarm mobil berbunyi dan pricil terperanjat kaget.
Nit nit nit nit.
"Yoga, apa yang kamu lakukan?" tanya Pricil dengan mengejar Yoga yang berjalan lebih dulu, dengan langkah kaki Yoga yang lebar. Membuat Pricil tertinggal di belakang Yoga.
Setelah berhasil mengejar Yoga, Pricil menyadari kekeliruannya telah percaya pada perkataan Alex.
Bugh.
Pricil memeluk Yoga dari belakang.
"Maaf kan aku, Yoga! Aku tahu, aku salah telah meragukan ke jujuran mu! Maaf!" ucap Pricil dengan penuh penyesalan, karena untuk sesaat dirinya meragukan Yoga.
Yoga menyeringai, lo emang paling gampang buat gw bego begoin Pricil.
Sedangkan di dalam mobil lain, dua pasang mata tengah mengawasi ke duanya. Melihat pasangan baru, yang terlihat sedang tidak baik baik saja.
"Apa yang akan lo lakuin, Alex?" tanya Bella.
"Bukan urusan lo! Turun lo dari mobil gw!" sungut Alex menatap kesal Bella, yang tidak bisa membantunya.
Sementara di salah satu kamar hotel, tampak seorang wanita tengah bersenandung senang, di bawah guyuran air shower. Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, dari Yoga meski hanya sesaat.
"Lo emang paling bisa muasinnn gw, Yoga!" gumam Tissa.
Bersambung...
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Bermula dari ke gabutan, menjadi tulisan.
Kalo suka, lanjut baca 😊. Kalo gak suka, tinggalkan 😊
Jangan lupa 👍 bergerak
__ADS_1