
...🏵️🏵️🏵️...
Yoga mengeluarkan dompetnya, dari dalam saku celana belakanganya. Mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu, dan di berikannya pada si penjaga tiket.
"Itu sebagai gantinya. Oke pak!" Ucap Yoga dengan menyeringai.
"Wah kalo ini sih, saya gak bakal mikir lagi. Beres lah kalo gitu, pak!" Si bapak penjaga biang lala menyeringai, lalu sepersekian detik kemudian ia tampak senang.
Dengan lembaran uang ratusan ribu di tangannya. Tanpa ragu lagi, si bapak penjaga biang lala, menyimpan uang yang kini menjadi miliknya ke dalam saku celananya, dengan wajahnya yang celingukan ke kanan dan kiri.
Yoga kembali ke tempat di mana ia meninggalkan Tissa dengan menyeringai, kali ini gw bakal seneng seneng lagi dengan tubuh Tissa.
"Dari mana saja kamu, sayang?" Tanya Tissa dengan tatapan mata yang menyelidik.
"Yang pastinya, kita akan bersenang senang sayang!" Yoga merekatkan tangannya di pinggang Tissa, dengan langkah kaki yang pasti, Yoga bersama dengan Tissa berjalan ke arah toilet umum.
"Apa kau yakin akan melakukannya di sini, sayang?" Tanya Tissa yang tampak ragu dengan tempat yang di pilih Yoga.
"Ayo lah, kau sudah membangunkan sesuatu yang ada di bawah sana, sayang!" Yoga menatap ke arah bawah celananya, yang sudah meneganggg menanti tempat pelepasannn.
Dengan tidak tahu malunya, Tissa dan Yoga memasuki salah satu bilik toilet wanita yang berada di ujung lokasi wahana permainan.
Yoga melakukannya dengan tenang, tanpa takut terusik oleh pengunjung lain yang ingin memasuki toilet. Dengan uang yang di milikinya, Yoga melancarkan tindakan yang di luar batas kesetiaannya pada Pricil. Yoga menutup mulut penjaga toilet dengan sejumlah uang yang tidak sedikit, hanya demi melepaskan hasratttnya pada Tissa.
Setelah beberapa menit, ke duanya ke luar dengan wajah yang semakin sumringah, ada rasa ke puasan dari Yoga dan Tissa.
"Kau memang hebat, sayang!" Seru Tissa dengan suaranya yang manja, menggandeng lengan Yoga dengan mesra.
"Kau juga hebat sayang, kau begitu memanjakan diri ku dalam setiap permainan. Kau selalu tahu apa yang harus kau lakukan." Yoga memuji permainan Tissa.
Tissa menyeringai, "Lalu, bagai mana dengan permainan istri sah mu itu, sayang? Apa masih kalah hottt dengan permainan ku?" Ledek Tissa yang sebenarnya sudah tahu jawabannya.
Bella yang berada tidak jauh di depan Yoga, langsung berseru senang karena yang ia pikir Yoga bersama dengan Pricil.
"Yogaaa!"
Yoga yang merasa namanya di panggil, langsung mencari asal suara.
Yoga mengerutkan keningnya, "Sialll, kenapa harus dia yang melihat ku!" Yoga langsung mendorong Tissa menjauh dari dirinya.
__ADS_1
Sreeek.
"Akkhhh, apa yang kau lakukan Yoga!" Omel Tissa yang belum menyadari ke beradaan Bella.
Yoga memberikan kode dengan lirikan matanya, memberikan perintah pada Tissa, untuk menjauh darinya dengan gerakan kepalanya.
Tissa yang mengerti dengan kode yang di berikan Yoga, langsung mengangguk kan kepalanya, "Oke!"
Sayangnya Yoga tidak menyadari jika Alex bersama dengan Bella, mengamati tingkah Yoga, gerakan Yoga dengan mudah di mengerti oleh Alex.
Bella berjalan lebih dulu, mendekat ke arah Yoga. Sedangkan Alex menatap tajam Yoga dalam diamnya.
Alex mengepalkan tangannya, aku tidak menyangka, kau begitu tega pada Pricil. Pricil? Di mana Pricil?
Alex menoleh kiri dan kanan, mencari ke beradaan Pricil. Namun tidak ia temukan, Pricil tidak bersama dengan Yoga, bukannya tadi mereka pergi bersama!
"Bella, Se- sedang apa kau di sini?" Tanya Yoga dengan gugup serta dengan wajah yang pias.
"Aku... tentu saja ingin mengikuti mu, eh di mana Pricil?" Tanya Bella dengan menggenggammm jemari Yoga.
Yoga menepis tangan Bella, "Mengikuti kami? Tidak bisa! Jauh jauh kau dari ku! Jangan rusak acara ku bersama dengan Pricil, dengan ke hadiran mu di tengah tengah kami!" Yoga hendak melangkah meninggalkan Bella.
"Bukan urusan mu!" Sungut Yoga dengan berjalan melewati Alex dan dengan sengaja pula. Yoga membenturkan lengannya, dengan kasar pada lengan Alex.
Yoga membatin dengan wajah penuh ke cemasan, apa tadi Bella sempat melihat ku bersama dengan Tissa? Atau jangan jangan Alex menaruh curiga pada ku? Ah sialll, mulai sekarang aku harus lebih berhati hati pada ke dua orang itu!
"Apa yang Yoga katakan pada mu?" Tanya Alex dengan datar.
"Aku tidak boleh ada di antara Yoga dan Pricil." Ucap Bella.
"Dasar bodoh! Kau mau diam di sini? Aku akan menyusul Yoga!" Alex langsung berbalik, mencari ke beradaan Yoga, aku semakin yakin, pasti ada yang di sembunyikan Yoga dari Pricil. Siapa wanita yang tadi bersama dengan Yoga? Apa dia wanita yang sama dengan yang semalam ku lihat?
Dengan berjalan cepat, Yoga membelah keramaian lautan pengunjung, menghampiri penjaga wahana biang lala, dengan dada yang naik turun, seakan dirinya baru saja di kejar setan.
"Pak! Cepat turunkan wanita itu!" Seru Yoga dengan membungkuk, ke dua tangannya bertumpu pada ke dua pahanya.
"Siap pak. Ngomong ngomong, wanita yang tadi bersama dengan bapak, kemana? Ko gak ke lihatan lagi!" Ucap penjaga wahana permainan biang lala yang langsung menurunkan Pricil.
"Tidak usah banyak bertanya, pak!" Sungut Yoga dengan menyeka peluh, yang membasahi keningnya.
__ADS_1
Yoga tampak celingukan, aku harap orang itu tidak mengikuti ku!Bisa kacau jika Alex sampai bertemu dengan Pricil. Bodohhh kau Yoga, kau harus bisa bersikap tenang, itu anak gak mungkin tahu.
Pricil menapakkan ke dua kakinya, berjalan menghampiri Yoga.
"Aduh, kepala ku agak pusing nih!" Keluh Pricil dengan tangannya menyentuh kepalanya.
Yoga menatap tajam Pricil, kali ini ada apa lagi dengannya.
Yoga merekatkan tangannya di pinggang Pricil, "Are you oke, honey?" Tanya Yoga dengan wajahnya yang pura pura khawatir di depan Pricil.
"Tidak apa, aku hanya terlalu bersemangat." Ucap Pricil yang merasa perutnya kini bergejolak.
Pricil dan Yoga berjalan bersama, dengan tangan Yoga yang merekat di pinggang Pricil. Pricil yang merasa mual pun, melangkah lebih dulu ke tepian yang ada pohonnya, dan memuntahkan isi perutnya, satu tangannya bertumpu di satu pahanya, sedangkan tangan yang satunya ia gunakan, untuk menahan rambutnya agar tidak terkena cairan muntahannya.
Yoga yang melihatnya, langsung melangkah mendekati Pricil, meski di langkah kakinya ada keraguan.
"Kau tidak sedang baik baik saja sayang!" Gumam Yoga dengan mengurut tengkuk leher Pricil.
Pricil menatap Yoga dengan tatapan sayu, dirinya di buat seakan mabuk kendaraan. Setelah menaiki biang lala yang baginya itu aneh. Terang saja aneh, di saat penumpang yang lain turun satu persatu, di gantikan dengan penumpang lainnya, hanya Pricil seorang yang berada di dalam sana.
Pada hal waktu yang sebenarnya di miliki Pricil, untuk menaiki biang lala, sudah berakhir lama. Namun karena atas dasar perintah dari Yoga, maka dirinya tidak bisa turun dan setelah Yoga kembali, baru lah si penjaga membukakan pintu wahana permainannya.
"Kau tunggu di sini ya!" Seru Yoga dengan mengecup kening Pricil.
"Kau mau ke mana, honey?" Tanya Pricil.
"Akan aku belikan minum untuk mu!" Yoga melangkah meninggalkan Pricil.
Alex berdiri di samping Pricil, "Minum lah ini!" Alex menyodorkan air mineral, dengan tutup yang sudah di buka olehnya.
Bersambung...
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Bermula dari ke gabutan, menjadi tulisan.
Kalo suka, lanjut baca 😊. Kalo gak suka, tinggalkan 😊
Jangan lupa 👍 bergerak
__ADS_1