Sandaran Penuh Dusta

Sandaran Penuh Dusta
Melewati masa kritis


__ADS_3

...🔥🔥🔥...


"Ada apa Pricil? Ada apa dengan Yoga?" tanya Alex dengan menatap Pricil dengan penuh tanya.


"Alex!"


Grap.


Pricil memeluk tubuh Alex, saking bahagianya hingga tidak ada lagi kata yang mampu mewakili perasaannya kini.


Sedangkan Alex meresponnya dengan pemikirannya sendiri, menduga jika terjadi hal buruk pada Yoga, hingga membuat Pricil tidak mampu berkata.


Alex mendekap erat tubuh Pricil, mengelusss punggung Pricil dengan satu tangannya, "Tenang kan diri mu, Pricil. Setiap nyawa pasti akan kembali kepada sang pencipta. Aku yakin, kau wanita yang kuat hingga di berikan ujian seberat ini. Kau tidak sendiri Pricil, ada aku di samping mu, aku akan selalu menjaga mu. Aku akan selalu ada untuk mu!"


Pricil mengerutkan keningnya, wajahnya mendongak ke atas, melihat wajah Alex, "Apa maksud perkataan mu, Alex?" tanya Pricil dengan sisa bulir bening yang membasahi pipinya.


"Apa lagi? Ya tentu saja Yoga, kau harus tabah untuk menghadapi ke pergian Yoga untuk selama lama nya kan?" Alex menyeka air mata di wajah Pricil.

__ADS_1


Pricil mengerucut kan bibirnya, lalu mencubit pinggang Alex.


Alex mengaduh ke sakitan, lalu bertanya pada Pricil, "Akhh, apa ada yang salah dengan perkataan ku? Aku salah di mana Pricil?"


Pricil mendudukan dirinya di kursi, menatap Alex dengan kesal, "Harus nya aku bahagia, tapi kau telah merusak bahagia ku dengan perkataan mu itu Alex!"


Alex mendudukan dirinya di sebelah Pricil, tangan Alex terulur menyelipkan helaian rambut panjang Pricil ke belakang daun telinganya.


Alex berkata dengan serius, "Apa yang membuat mu bahagia, Pricil?" Aku berharap kau akan mengata kan jika Yoga sudah meninggal, maaf jika aku terkesan kejammm dan tidak berperasaan, tapi itu lah kenyataan yang aku harapkan saat ini Pricil.


Pricil menatap Alex, ia mencerita kan apa yang baru saja terjadi di dalam ruang rawat Yoga. Hingga Pricil menekan tombol darurat, untuk memanggil dokter dan suster.


Ceklek.


Dokter ke luar dari ruang rawat ICU Yoga.


Pricil langsung beranjak, menghampiri dokter wanita yang menangai Yoga, "Bagai mana dengan keadaan suami saya, dok? Apa Yoga sudah sadar? Sa- saya sudah bisa untuk mengunjungi Yoga kan dok?" tanya Pricil dengan tidak sabaran.

__ADS_1


Dokter yang bernama Embun tersenyum melihat bagai mana eksaititnya Pricil, "Nona bisa menemui Tuan Yoga, tapi nanti ya, setelah saya memindahkan pasian ke ruang rawat biasa."


"Apa maksud dokter, teman saya sudah sadar, dok?" tanya Alex yang kini berdiri di belakang Pricil.


"Iya pak, Tuan Yoga sudah melewati masa kritisnya, tapi tolong ya, jangan memaksakan pasien untuk berfikir dengan keras, karena itu tidak akan baik untuk ke sehatan, apa lagi untuk orang yang baru saja melewati masa kritis." terang dokter Embun.


"Iya dok, saya mengerti dok." jawab Pricil dengan wajah yang berbinar.


"Kalo begitu saya permisi dulu ya!" dokter Embun mengayunkan ke dua kakinya, meninggalkan ruang ICU.


Pricil membalikkan tubuhnya, menatap Alex dengan tangan yang menggenggammm jemari Alex, "Kau tahu Alex, aku sangat bahagia. Akhirnya Yoga sadar dari tidur panjangnya!"


Bersambung...


...🔥🔥🔥🔥🔥...


Bermula dari ke gabutan, menjadi tulisan.

__ADS_1


Kalo suka, lanjut baca 😊. Kalo gak suka, tinggalkan 😊


Jangan lupa 👍 bergerak


__ADS_2