Saranghae!

Saranghae!
Ep. 10


__ADS_3

"Ayah.. Ups!! Selamat pagi yang mulia raja. Hari ini saya akan keluar istana untuk membeli sesuatu, izinkan yang mengawal cukup satu pengawal dan dayang Bong saja, raja." ucap Nara


"Hmm.., baiklah. Karena ini hari liburmu, pergilah dan ingat hati-hati!" ucap raja Haneul


"Terima kasih raja, terima kasih!" ucap Nara sambil tersenyum kegirangan.


Nara dan yang akan


mengawalnya sedang bersiap. Dan mereka pun berangkat. Nara menyapa setiap warga disana, bahkan tidak sungkan untuk membantu bila Nara melihat seseorang membutuhkan pertolongan. Nara sudah cukup terkenal sebagai wanita bangsawan yang baik hati dan lagi parasnya yang cantik membuat semua yang ada di pasar ingin terus menatapnya.


Seperti biasa Nara meminta pengawalnya untuk berjaga diposisi yang tidak terlalu dekat bersama dayang Bong.


"Pengawal Ok dan dayang Bong, tunggu disini, kalian silahkan pergi beli makanan ya. aku ke toko bunga disana." ucap Nara lalu pergi meninggalkan pengawal Ok dan dayang Bong.


"Annyeonghaseyo agasshi, Oraenmanieyo!" sapa nenek Jung


"Ohh, Annyeonghaseyo halmoni." ucap Nara


"Semakin hari agasshi terlihat semakin bersinar ya!" ucap nenek Jung tersenyum.


"Jadi nona mencari bunga apa? Silahkan pilih-pilih ya, disebelah sana ada bunga baru datang lho." ucap nenek Jung


"Baik, terima kasih nek." ucap Nara lalu segera mencari bunga sambil menunggu Ryeon.


Nara memilih beberapa bunga dan meminta nenek Jung menyiapkan beberapa peralatan untuk membuat mahkota dari bunga yang akan dirangkai Nara. nenek Jung membantu menyiapkan dan memperhatikan keterampilan dari Nara.


"Woo waah.. Luar biasa, nona bisa juga membuat ini. Sini saya pakaikan di kepala nona." ucap nenek Jung lalu mengambil makhota bunga itu dan meminta izin untuk meletakannya di atas kepala Nara.


"Yeppeuda.." ucap nenek Jung.


Nara kembali meneruskan merangkai bunga dan nenek Jung membiarkan Nara sibuk dengan bunga-bunga itu.


Hari ini, matahari sangat cerah dan hembusan angin yang sejuk membuat rambut Nara yang terurai berterbangan dan cahaya matahari membuatnya semakin bersinar.


Tiba-tiba..


"Nek.. Aku.." ucapan Ryeon terhenti saat melihat Nara ada di toko nenek Jung dan hari ini Nara terlihat sangat berbeda dan membuat Ryeon terdiam sesaat dan kembali teringat kejadian pelukan kemarin di desa Dasom.


"Sssttt.. Sini. Jangan mengganggunya. Nona cantik itu sedang membuat sesuatu dengan bunga yang dibelinya." ucap nenek Jung

__ADS_1


Ryeon mengikuti perintah nenek Jung


"Dengan melihatnya saja, sudah membuatmu senang dan berdebarkan, tuan muda?!" tanya nenek Jung menggoda.


"Hmm.. Nek, ini untukmu." ucap Ryeon mencoba mengalihkan pembicaraan tetapi tetap saja Ryeon diam-diam memperhatikan Nara.


"Nek, ini sudah selesai. Bagaimana hasilnya?" ucap Nara lalu melihat ke arah nenek Jung dan terlihat kaget karena sudah ada Ryeon disana. Karena Nara tidak hati-hati vas yang dirangkainya jatuh dan dengan cepat Ryeon menangkap vas bunga itu tetapi Ryeon terpeleset dan menabrak Nara lalu mereka kembali jatuh. Nara jatuh tepat diatas dadanya Ryeon dan wajah mereka sangat dekat terlihat hampir berciuman. Nenek Jung hanya tertawa lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Ryeon dengan posisi mereka masih berpelukan di lantai.


"Iy..iyaa, tidak apa-apa." ucap Nara


"Kalo gitu, bisakah.. Bisakah puteri bangun?" tanya Ryeon


Nara tersadar lalu bangkit berdiri dengan cepat dan mencoba mengulurkan tangannya untuk membantu Ryeon untuk bangun.


"Hari ini, ada perlu apa kesini, puteri?" tanya Ryeon dengan suara pelan.


"Ini.. aku membuat aroma terapi untukmu dan vas bunga ini juga untukmu!" ucap Nara dengan wajah memerah.


Ryeon menerima pemberian dari Nara, dalam diam mereka terlihat ingin mengatakan sesuatu tetapi mereka terdiam.


"Wajahnya dan bibirnya, sangat dekat dan hampir saja..!!" ucap Ryeon dalam hati


"Terima kasih untuk aroma terapinya dan terima kasih buat.." Ryeon belum menyelesaikan ucapannya Nara menyela.


"Sama-sama, aku pamit!!" ucap Nara lalu pergi meninggalkan Ryeon di toko nenek Jung


"Tuan muda, mukamu dan nona muda itu terlihat sangat memerah. Kalian kenapa tidak ciuman saja tadi, pasti kalian akan menjadi sepasang kekasih!!" ucap nenek Jung terlihat menggoda Ryeon.


"Sudahlah nek, aku pulang dulu." ucap Ryeon lalu pamit meninggalkan toko


Di istana..


"Dayang Bong, tolong siapkan air untukku mandi." ucap Nara


"Baik puteri." ucap dayang Bong lalu segera menyiapkan air mandi untuk Nara.


"Hari ini benar-benar sangat... Kenapa dia harus berlari ke arahku dan membuatku jatuh lalu.. Apakah bibirku menyentuh bibirnya???" ahhh.. Molla!!!" ucap Nara

__ADS_1


Dikediaman Pangeran Ryeon..


"Kasim Go, tolong siapkan air mandi untukku, air dingin ya." ucap Ryeon lalu pergi ke kamarnya dan meletakan lilin aroma terapi pemberian Nara tepat di samping meja tempat tidurnya.


"Pangeran Ryeon, airnya sudah siap. Maaf apakah pangeran Ryeon kurang sehat??" tanya kasim Go.


"Tidak, aku hanya ingin berendam." ucap Ryeon lalu pergi untuk mandi.


"Kasim Go, kalo pangeran Ryeon gak sakit, kenapa wajahnya memerah??!" tanya dayang Sue penasaran.


"Ssstt.. Bukan urusan kita. Sudahlah, siapkan pakaian pangeran. sore ini kan ada pertemuan dengan para pangeran." ucap kasim Go


"Air ini dingin tapi aku masih merasa gerah dan wajahku memerah. Benar-benar.. Apa yang sebenarnya terjadi tadi?? Apakah aku menciumnya??? Aniyo.. Aniyo.. Sepertinya bibirku tidak menyentuhnya, tapi.., tapi kenapa aku merasakan ada yang lembab dan wangi saat bibirku..!! Ahh, entahlah!!" ucap Ryeon terlihat ragu


Ryeon segera menyelesaikan mandinya lalu segera ke kamarnya. Lalu Ryeon menyalakan lilin aroma terapi yang diberikan Nara dan wanginya persis sekali dengan wangi Nara. Sesaat Ryeon menikmatinya tapi ketika mengingat kejadian tadi di toko bunga Ryeon panik lalu mematikan aroma terapi itu dan pergi keluar kamar.


"Pangeran Ryeon.. selamat siang!" sapa Ae Ri sepupu Ryeon.


"Siang Ae Ri." ucap Ryeon.


"Kaa, aku tadi melintas kamarmu, wahh.. aku suka sekali wanginya, kau baru beli minyak wangi ya??" tanya Ae Ri penasaran.


"Aniyo!" ucap Ryeon singkat


"Hmm.." Ae Ri menantap tajam Ryeon.


"Aku dengar dari para dayang kak Ryeon sakit, wajah memerah tapi terlihat baik-baik saja, dan lagi kamarmu wanginya seperti wangi wanita dari istana. Deabakkk!!!" ucap Ae Ri membuat Ryeon kaget


"Kak, apakah ada anak pejabat menitipkan minyak wangi untuk pangeran Ye-Jun??" ucap Ae Ri


"Yaaa, Ae Ri. Memang kau pikir tidak ada wanita yang tertarik padaku??" tanya Ryeon


"Ahh.. Molla!! Hmm, kau sedang apa?" tanya Ryeon


"Aku ingin memberikan surat ini, ada kabar kalo hari ini akan ada pertemuan di istana. Semua para pangeran dan pejabat diminta untuk menghadiri." ucap Ae Ri


"Mwo?? Istana??? Kapan, sore ini??!" tanya Ryeon


"Iyaa.. Kenapa kaget?!" tanya Ae Ri penasaran

__ADS_1


"Aniyo.., terima kasih Ae Ri." ucap Ryeon lalu pergi meninggalkan Ae Ri


"Hmm.. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi antara ka Ryeon dan wanita di istana. Tapi siapa wanita yang membuat ka Ryeon menjadi gelisah dan tidak sepertu biasanya. Baiklah, aku kan menyelidikinya." ucap Ae Ri semangat


__ADS_2