Saranghae!

Saranghae!
Ep. 17


__ADS_3

"Pagi puteri.. Ini pakaiannya.." ucapan dayang Bong terhenti karena melihat puteri Nara menuang air hingga tumpah


"Puteri, airnya!!" ucap dayang Bong


Nara segera menyadari lalu dayang Bong segera mengambil teko yang ada di tangan puteri Nara.


"Puteri baik-baik saja?" tanya dayang Bong


"Ne? Ne.. gwaenchanayo dayang Bong." ucap Nara tersenyum ceria


"Kemarin aku dan pangeran Ryeon.. Apakah hanya mimpi? Atau sungguhan??! Tapi.. Tapi kenapa setelah kejadian di taman tidak ada kejelasan hubungan antara aku dan pangeran Ryeon? Seolma.. pangeran sedang mempermainkanku?!!" ucap Nara sedih


Nara keluar dari kamarnya dan meminta dayang Bong dan pengawal untuk tidak mengikutinya, tidak terasa ternyata Nara berjalan tanpa arah hingga tiba di desa Dasom.


Nara terlihat tenang dan menikmati pemandangan disana. Sedangkan di istana dayang Bong, para kasim dan pengawal cemas mencari puteri Nara yang tiba-tiba menghilang.


"Bagaimana ini dayang Bong, puteri belum ketemu, ini sudah tengah hari. Apakah kita tidak melapor kepada kepala Hae?" ucap dayang Na


"Hmm.. Baiklah.. Ayo dayang Na, ikut aku untuk melapor pada kepala Hae." ucap dayang Bong cemas


Dayang Bong dan dayang Na segera menemui dan menceritakan tentang puteri Nara yang sejak pagi tidak ada di istana. Kepala Hae terlihat cemas dan memerintahkan kepada para pengawal untuk menelusuri tempat biasa puteri Nara berkunjung, serta mengirim utusan untuk menanyakan para pangeran.


Saat ini Nara masih duduk terdiam, dan memikirkan kejadian semalam dengan Ryeon, perasaan kalut dan bingung dengan hubungannya dengan Ryeon membuat Nara lupa kalo saat ini Nara tidak ada di istana.


"Ya ampun.. Ada apa denganku??! Kenapa aku bisa sampai desa Dasom. Pasti di istana heboh." ucap Nara


saat Nara ingin bangkit berdiri dan kembali pulang tiba-tiba seseorang menarik tangan Nara dan memeluknya dengan erat. Dan ternyata pangeran Ye-Jun yang memeluk Nara


"Pangeran Ye-Jun??!" ucap Nara terlihat kaget Ye-Jun memeluk Nara


Ye-Jun melepas pelukannya dan terlihat cemas.


"Joesonghaeyo, Gongju." ucap Ye-Jun


"Gwaenchanayo, pangeran Ye-Jun." ucap Nara mencoba mengatur nafasnya agar tidak terlihat kaget dengan kejadian tadi


"Puteri, baik-baik saja?? Istana mengirim utusan menanyakan keberadaan puteri, karena dari pagi tidak terlihat di istana. Ada apa puteri??" tanya Ye-Jun terlihat cemas


"Aigo.., joesonghaeyo pangeran Ye-Jun karena membuatmu dan semua orang cemas, Nan gwaenchanayo." ucap Nara tersenyum.

__ADS_1


"Dahaengiya.. Ayo puteri, kita pulang." ucap Ye-Jun tersenyum


Saat Nara tiba di istana para pangeran berkumpul di istana dan terlihat kepala Hae cemas lalu berlari menyambut puteri Nara.


"Puteri.. Apakah puteri tidak apa-apa?" tanya kepala Hae


"Tidak apa-apa paman." ucap Nara tersenyum


"Puteri.. sepertinya puteri harus segera menghadap raja. Karena raja sangat cemas." ucap kepala Hae


"Baik, aku akan menemui raja." ucap Nara lalu pamit untuk menemui raja.


Para pangeran terlihat lega dan memberikan hormat kepada puteri Nara dari kejauhan.


Tok..tok..


"Yang mulia raja, ini puteri Nara." ucap Nara


"Masuklah!!" jawab raja Haneul


Puteri Nara masuk ke ruangan raja dan diikuti kepala Hae. raja Haneul hanya diam menatap puteri Nara dan sepertinya raja akan marah besar akan tindakan Nara hari ini.


"Puteri Nara, apakah ku tau, mengapa kau dipanggil kesini?" tanya raja Haneul dingin


Raja bangun dari kursinya lalu memeluk anak satu-satunya dengan erat.


"Anakku, ayah tidak sanggup untuk marah denganmu. Kau tau, ayah sangat mencemaskanmu. Sesungguhnya ada apa denganmu? Tidak biasanya kau seperti ini?!" tanya raja Haneul cemas


"Maafkan aku ayah.. Karena membuat ayah cemas. Aku.. Aku cuma ingin jalan-jalan menghirup udara segara tanpa ada yang mengikutiku." ucap Nara


Raja Haneul melepas pelukannya lalu menatap puterinya.


"Tuan puteri.., kau tidak bisa bersikap seperti itu. Kau harus tau, kau ini siapa? kau ini adalah seorang puteri raja dan bagian dari istana. ingat itu!" ucap raja Haneul


"Dan.. Dan kalo pun puteri sedang jenuh, bicaralah.. Agar kami atau ayah menyiapkan sesuatu untuk tetap menjagamu. Paham maksud ayah, puteri??!" tanya raja Haneul tegas


"Ye.., Joesonghamnida jeonha!" (Baik yang mulia, maafkan saya, yang mulia!)". ucap Nara


"Istirahatlah.. tapi sebelum itu, temui dan minta maaflah kepada para pangeran atas kejadian hari ini, karena kejadian hari ini membuat para pangeran berkumpul disini!" ucap raja Haneul lalu pergi meninggalkan ruangannya.

__ADS_1


"Ye jeonha!!" ucap Nara lalu memberi penghormatan kepada raja.


Nara menarik nafas panjang...


"Katanya ayah tidak marah, Tetapi kata-katanya tadi sungguh terlihat sangat marah padaku." ucap Nara


Kepala Hae tersenyum mendengar ucapan puteri Nara.


"Puteri, ayo kita menemui para pangeran dan segeralah beristirahat, puteri!" ucap kepala Hae


Nara segera menghampiri para pangeran lalu meminta maaf dan berterima kasih karena sudah mencemaskannya. Ryeon terlihat berbeda hari ini, terlihat dingin dan cuek kepada Nara, tidak seperti pangeran lainnya. Para pangeran pamit dan kembali ke istana masing-masing.


"Ada apa dengan pangeran Ryeon??! Bukankah harusnya aku yang harusnya bersikap seperti itu? Apakah dia tidak sadar, ini semua karena ulahnya??!" keluh Nara dalam hatinya


"Puteri.. Istirahatlah. Dan ini ada titipan dari pangeran Ryeon untuk puteri." ucap dayang Bong


Nara segera kembali ke kamarnya dan segera membuka titipan surat dari pangeran Ryeon


"Yang mulia puteri..


"Jika diizinkan, apakah lusa kita bisa bicara? Lusa akan ada pertemuan dari istanaku dengan kepala Hae membahas desa Mil. Jika puteri berkenan setelah pertemuan itu, aku akan menunggu tuan puteri di taman."


"Tolong.. Jaga diri tuan puteri, jangan membuatku cemas."


Pangeran Ryeon"


"Kenapa aku yang membuatnya cemas??? Bukannya dia yang membuatku seperti ini, menyebalkan!!." keluh Nara


Setelah membaca surat dari pangeran Ryeon, Nara teringat kejadian di desa Dasom saat pangeran Ye-Jun tiba-tiba menemuinya dan memeluk Nara dengan erat.


"Ada apa dengan pangeran Ye-Jun?? Tidak seperti bisanya pangeran Ye-Jun bersikap seperti tadi kepadaku. dan lagi wajahnya terlihat cemas dan kalo dilihat lebih dekat, wajahnya pangeran Ye-Jun sangat menawan." ucap Nara


"Tapi.. Tapi kenapa yang sangat mencemaskanku malah pangeran Ye-Jun, bukan pangeran Ryeon. Padahal.. Aahh.. Menyebalkan sekali pangeran itu!!!" ucap Nara dengan kesal


Nara merasa hari ini sangat melelahkan, apa lagi kalo mengingat pangeran Ryeon, Nara semakin kesal.


"Aku harap.. Saat kita bertemu nanti, akan ada kabar baik yang akan kau sampaikan dan hubunganku dan dirimu segera dijelaskan." ucap Nara


Nara merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya

__ADS_1


"Nyamannya.. Aku lelah dan ingin tidur." ucap Nara


Dan Nara pun terlelap dalam tidurnya


__ADS_2