Saranghae!

Saranghae!
Ep. 19


__ADS_3

"Selamat pagi puteri, bagaimana istirahatnya semalam?" tanya dayang Bong


"Tidurku lelap. Oh iya dayang Bong.. Apakah semua belum keluar untuk sarapan?" tanya Nara sambil melirik ke kanan ke kiri


"Maksud puteri itu pangeran Ryeon? Pangeran sudah menunggu puteri." ucap dayang Bong tersenyum


"Dayang Bong, kenapa tidak langsung memberitahuku. Ayo antar aku kesana." ucap Nara


Dayang Bong tersenyum melihat tingkah puteri Nara yang salah tingkah.


Pangeran Ryeon sudah menunggu di ruang makan, dari kejauhan terlihat wajah yang bersinar dan cantiknya puteri Nara membuat mata pangeran tidak bisa berpaling dari pandangannya.


"Selamat pagi puteri, apakah tidurmu nyenyak?" tanya Ryeon sambil mempersilahkan puteri Nara duduk


"Iyaa, tidurku nyenyak." ucap Nara


"Syukurlah, hari ini kita akan mampir ke desa Mil lalu aku akan mengantar puteri kembali ke istana." ucap Ryeon


"Ne? maksudnya aku langsung pulang??!" tanya Nara kembali


Ryeon menganggukan kepalanya


"Secepat itu.. Baru saja, kenapa harus buru-buru kembali ke istana." ucap Nara dalam hati


"Apa ada masalah puteri?" tanya Ryeon kembali


"Anniyo.." jawab Nara


Setelah sarapan Nara berpamitan dan segera berangkat dengan Ryeon ke desa Mil. Dalam perjalanan Nara hanya diam saja, karena Ryeon terlihat sibuk memeriksa berkas jadi Nara tidak ingin mengganggunya.


"Tampannya.. Tapi menyebalkan!!" ucap Nara pelan


Ryeon melirik ke arah Nara


"Puteri sedang bicara sesuatu?" tanya Ryeon tersenyum


"Anni..anniyo, dan silahkan lanjutkan pangeran." ucap Nara tersenyum


Sepanjang jalan Nara hanya diam dan mengeluh dalam hatinya.


"Baru 1 hari, tapi seperti tidak terjadi apa-apa. Padahal semalam pangeran berbeda sekali. Ahh.. Molaaa!!!" keluh Nara dalam hati


Sesampai di desa Mil mereka tetap terlihat biasa-biasa saja, Ryeon langsung sibuk dengan tugasnya begitupun Nara.


"Selamat pagi puteri!" sapa seseorang


Nara mencari sumber suara itu ternyata itu Ye-Jun


"Selamat pagi pangeran Ye-Jun, lama tidak bertemu. Apa kabarnya?" tanya Nara ceria


"Iyaa.. Sudah lama tidak bertemu, kabarku baik puteri. Bagaimana dengan kabar puteri?" tanya Ye-Jun


"Aku juga baik." jawab Nara


"Syukurlah.. Aku harap puteri dalam keadaan yang baik dan bahagia." ucap Ye-Jun


"Oh iya puteri, kalo tidak keberatan.. Setelah kegiatan ini maukah puteri ikut denganku?" tanya Ye-Jun


"Hmm.. Kita mau kemana??" tanya Nara bersemangat


"Nanti saja, Biar menjadi kejutan." ucap Ye-Jun


"Hmm.. Ya sudahlah, aku ikut saja, toh Ryeon juga lagi sibuk dan lupa kalo aku ada disini." ucap Nara dalam hatinya

__ADS_1


"Baiklah kalo begitu. Aku ikut!" ucap Nara bersemangat


Ye-Jun tersenyum melihat tingkah manisnya Nara


"Baiklah puteri, sampai nanti ya." ucap Ye-Jun lalu pamit melanjutkan pekerjaannya.


Ternyata Ryeon tidak seperti yang dipikirkan Nara, walaupun terlihat bekerja, Ryeon tetap memperhatikan Nara dari kejauhan.


Saat jam istirahat semua berkumpul dan menikmati makanan yang disediakan warga desa Mil. Nara sangat menikmati dan banyak anak-anak yang senang saat bersama Nara. Pangeran Ryeon dan pangeran Ye-Jun tersenyum senang melihat Nara begitu menikmati kegiatan ini. Ryeon menghampiri Nara


"Puteri Nara.." sapa Ryeon


"Ne, ada apa pangeran?" tanya Nara


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menyapa dan memastikan dirimu tidak bosan." ucap Ryeon


"Tidak apa-apa pangeran, aku tidak bosan karena sebentar lagi aku diajak pangeran Ye-Jun melihat sesuatu." ucap Nara lalu bangun dari duduknya dan melihat Ye-Jun berjalan ke arah mereka berdua


"Sudah siapkah puteri?" tanya pangeran Ye-Jun


"Iyaa, aku sudah siap." jawab Nara


"Baiklah, kami pergi sebentar pangeran Ryeon, jangan cemas.. Aku akan menjaga puteri Nara dengan baik." ucap Ye-Jun tersenyum


Ryeon tersenyum dan menganggukan kepalanya dan membiarkan Nara pergi bersama Ye-Jun.


"Kenapa pangeran Ryeon diam saja? Apakah dia cemburu atau biasa saja?? Apakah pangeran Ryeon tidak tau kalo para pangeran sedang mendekatiku??" tanya Nara dalam hatinya


"Puteri..puteri ada apa?" tanya Ye-Jun terlihat cemas


"Ne?? Tidak apa-apa, apakah kita sudah sampai?" tanya Nara sambil melihat sekitar


"Sebentar lagi akan sampai puteri." ucap Ye-Jun


"Wahhh.. Indahnyaa.., kenapa baru kasih tau aku kalo ada tempat seperti ini?" tanya Nara


"Hahaha.. Maafkan aku puteri, aku kira puteri tidak suka. Ini adalah tempat rahasiaku. tempat aku untuk memikirkan banyak hal." ucap Ye-Jun tersenyum


"Aku suka sekali tempat ini, aku suka dengan alam. Jadi jangan sungkan untuk mengajakku melihat pemandangan alam, karena aku tidak akan menolaknya." ucap Nara tersenyum dan terlihat sangat cantik


Ye-Jun terlihat senang dan terpesona dengan keindahan dan cantiknya Nara.


Tiba-tiba..


Aaa.. Awas pangeran.." Nara memngingatkan pangeran Ye-Jun yang hampir terjatuh dan akhirnya mereka jatuh ke air dan wajah mereka hampir bersentuhan, mereka sadar lalu cepat-cepat berdiri dalam air.


"Maaf puteri, bajumu jadi basah. Apakah ada yang terluka?" tanya Ye-Jun cemas


"Aku baik-baik saja, bajuku hanya basah sedikit sedangkan tanganmu terlihat sangat tidak baik-baik saja." ucap Nara sambil menarik tangan Ye-Jun dan membawanya duduk istirahat di batu.


Nara melepas ikatan di rambutnya dan membalut luka di tangan Ye-Jun, sikap Nara yang peduli dan hangat membuat Ye-Jun benar-benar jatuh hati pada puteri Nara. Setelah selesai membalut lukanya tiba-tiba Ye-Jun menarik tangan Nara dan memeluknya. Nara terlihat sangat kaget dengan sikap Ye-Jun


"Maaf kalo aku lancang, tapi biarkan seperti ini sebentar saja puteri. Jebal!! (Aku mohon!!)." ucap Ye-Jun


Nara tidak menolak dan hanya diam saat dipeluk Ye-Jun dan akhirnya Ye-Jun segera melepas dan wajahnya memerah dan segera memalingkan wajahnya dari hadapan Nara


"Kali ini aku mengizinkanmu pangeran Ye-Jun, lain kali aku akan membiarkanmu jatuh ke dalam air." ucap Nara tertawa mencoba menghibur Ye-Jun


Ye-Jun yang mendengarkan ucapan Nara tertawa lepas dan Nara ikut tertawa.


"Mari kita kembali ke desa." ucap pangeran Ye-Jun


Mereka pun kembali ke desa Mil dan semua sibuk dengan tugas masing-masing. Nara melihat sekeliling mencari Ryeon tapi tidak terlihat. Nara menanyakan keberadaan pangeran Ryeon kepada kasim Go tapi tidak mengetahui juga keberadaan pangeran Ryeon.

__ADS_1


Hari sudah sore dan seluruh pekerjaan di desa Mil berjalan lancar. Pangeran Ye-Jun pamit pulang duluan dikarenakan ada pekerjaan lain yang harus diurus dan ternyata selama beberapa jam menghilang Ryeon sedang mengurus pekerjaan dibagian pangan.


"Ternyata disana dari tadi." ucap Nara dalam hati


Nara mencoba menghampiri Ryeon dan ingin berpamitan kepadanya.


"Pangeran Ryeon, apakah masih belum selesai?" tanya Nara


"Ohh, puteri disini, sudah selesai.. Aku hanya memeriksa sekali lagi untuk memastikan untuk beberapa bulan ke depan pangan disini.." ucap Ryeon terhenti melihat pakaian Nara terlihat basah


Ryeon segera berdiri mengambil selimut hangat dan mengenakannya untuk Nara.


"Kenapa orang yang aku sayang malah sampai basah seperti?!" ucap Ryeon dan menatap Nara lalu mendekatkan wajahnya


Wajah Nara memerah dan jantungnya berdetak dengan cepat.


"Kamu adalah milikku, jadi tidak boleh ada seorang pun yang merebut dan mencuri hatimu dariku." ucap Ryeon lembut dan Ryeon mengambilkan teh hangat untuk Nara


Nara mengerutkan keningnya, dan terlihat bingung kenapa Ryeon bicara seperti itu.


"Hmm.., sepertinya kalo sikap dingin dan cuek ini akan membuat orang lain lebih semangat untuk mencuri hatiku." ucap Nara asal


Ryeon menarik tangan Nara dan memeluknya dengan lembut.


"Maaf ya, aku terlalu cuek dan terlihat membosankan. Yang harus puteri tau, kalo hatiku dan seluruh perasaanku hanya untukmu, jadi jangan salah paham atas sikapku yang kaku ini." ucap Ryeon lalu mengusap kepala Nara dengan lembut


Nara tersenyum mendengar pernyataan Ryeon


"Jadi.., aku tidak akan segan untuk bertarung dengan pria manamu yang mengusik hatimu. Seperti kejadian di air terjun tadi." ucap Ryeon terlihat sedikit kesal


Nara melirik wajah Ryeon dan terlihat kesal. Lalu Nara memegang tangan Ryeon dengan lembut.


"Mianhaeyo.., jangan salah paham. Hatiku hanya untukmu." ucap Nara lalu memeluk Ryeon


"Aku tau.., makanya aku tidak marah." ucap Ryeon kembali


Hari sudah hampir malam, dan mereka masih mengobrol di ruang pangan.


"Puteri, aku akan mengantarmu pulang. Jadi tunggulah di kereta, aku akan menyusul." ucap Ryeon


"Hmm.. Sepertinya pangeran langsung pulang saja, hari ini pasti lelah dan aku bisa pulang sendiri, ada pengawal yang akan menjaga." ucap Nara


"Tapi puteri, hari sudah hampir gelap.." ucap Ryeon kembali


"Gak apa-apa, aku akan pulang duluan ya. Sampai bertemu lagi di istana." ucap Nara lalu memeluk Ryeon dengan erat sekali lagi dan pamit pulang


Dalam perjalanan pulang tiba-tiba ada segerombolan orang menghalangi jalan kereta yang ditumpangi Nara dan mereka adalah perampok. para pengawal berkelahi dan Nara serta para dayang disekap lalu diculik. Pengawal Choi berhasil melarikan diri dan kembali ke desa Mil, mengingat pangeran Ryeon dan para pengawal masih ada disana.


"Pangeran.. Pangeran.., tolong.. Tolong kami.." ucap pengawal Choi


Ryeon mendengar suara pengawal Choi langsung keluar dari ruang pangan.


"Pengawal Choi, ada apa? Dimana puteri Nara??" tanya Ryeon cemas


"Puteri diculik oleh segerombolan orang. Tolong pangeran, tolong puteri Nara." ucap pengawal Choi yang terlihat lemah karena luka di perutnya.


Ryeon segera memerintah para pengawalnya dan meminta tabib kerajaan mengobati pengawal Choi. di tengah kegelapan, Ryeon dan para pengawal kerajaan mencari keberadaan puteri Nara.


"Kasim Go, tolong sampaikan pesan ini ke istana pusat dan perintahkan pasukan untuk mencari puteri, aku akan memimpin pecarian malam ini." ucap Ryeon


"Baik pangeran." ucap kasim Go


"Puteri, dimana kamu?? Tolong bertahanlah!!" ucap Ryeon dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2