
Ryeon segera bersiap dan begitupun para pangeran. Mereka menyiapkan semua data yang akan dibahas saat pertemuan nanti dengan raja.
Tok..tok..
"Pangeran Ryeon, para pangeran sudah tiba." ucap Kasim Go
"Iya, saya akan kesana." ucap Ryeon
Tiba-tiba para pangeran masuk ke kamar Ryeon.
"Woo wah.. Wangi banget kamarmu Ryeon?" tanya Eunji
Min-Ho mulai mengendus dan mencari tau wangi kamar Ryeon. lalu Ryeon segera menarik tangan Min-Ho dan mengajak mereka semua keluar dari kamarnya.
"Ayolah.. Nanti kita telat." ucap Ye-Jun
Merekapun segera bersiap untuk berangkat, diperjalanan para pangeran sesekali membicarakan pengalamannya mengajar dan mengungkapkan perasaan mereka saat mengajar puteri Nara.
"Hmm.. Setiap kali aku melihat puteri Nara, entah kenapa hatiku berdebar." ucap Min-Ho
"Benar, apa lagi kalo melihat senyumannya dan saat melihatnya serius melakukan sesuatu. Kyeopta!!" ucap Eunji
Bagaimana menurutmu Ye-Jun, jangan mencuri start untuk mendekati puteri Nara!!" ucap Min-Ho menggoda
"Asal bicara saja kau Min-Ho, Ye-Jun tidak akan melakukan hal itu." ucap Eunji
"Jadi, menurutmu gimana soal puteri selama bersamanya saat belajar?"tanya Min-Ho kembali
"Menyenangkan!!" ucap Ye-Jun
"Bagaimana denganmu pangeran Ryeon?" tanya Ye-Jun tiba-tiba dan membuat yang saling memandang
"Hmm.. Menarik!!!" ucap Ryeon
para pangeran mendengar ucapan Ryeon langsung tertawa.
"Baru kali ini Ryeon memberi komentar seperti itu." ucap Eunji
Dalam perjalanan Ryeon seperti biasa hanya diam dan asik sendiri.
Ye-Jun memperhatikan ada perubahan dari Ryeon. dan lagi aroma kamarnya sepertinya Ye-Jun pernah mencium aroma disekitar istana.
"Wae geure??" (ada apa??)" tanya Min-Ho
"Anniyo.. Kajja!!" ucap Ye-Jun
Merekapun tiba di istana. Dan kepala Hae menyambut lalu membawa para pangeran dan tamu lain untuk masuk ke ruang rapat. Setelah semua sudah hadir, rapat segera dimulai. Membahas satu desa yang mengalami gagal panen dan membuat para rakyat menjadi gelisah. Maka raja mengundang para pangeran dan pejabat lain untuk mencari solusi menyelesaikan masalah pada desa itu.
Raja juga mengundang puteri Nara untuk menghadiri rapat tersebut, tujuannya agar puteri Nara bisa belajar mengenai hal kerajaan dan rakyatnya. Sesekali para pangeran melirik dan memperhatikan puteri Nara yang sedang serius mendengar para pejabat memberi informasi soal desa yang gagal panen itu.
Rapat pun selesai dan raja menjamu para tamu untuk makan malam bersama. Dan para tamu menikmati jamuan raja serta mereka mengobrol ringan diacara jamuan malam itu.
"Selamat malam puteri Nara!!" sapa Min-Ho semangat.
"Ooh, selamat malam pangeran Min-Ho." sapa Nara kembali
"Hmm.. jika ada yang ingin ditanya mengenai pelajaran yang kita bahas bersama, jangan sungkan ya puteri." ucap Min-Ho
"Pasti, aku akan bertanya padamu, pangeran!" ucap Nara lalu tersenyum
__ADS_1
Ryeon hanya memperhatikan temannya yang sedang berusaha untuk mengobrol dengan puteri Nara.
"Yaaa!!! Pangeran Min-Ho mencuri start duluan untuk mendekati puteri Nara. Aku gak akan tinggal diam!!!" ucap pangeran Eunji
Ryeon yang melihat Eunji begitu bersemangat hanya diam melihat temannya sedang berusaha mendekati Nara.
"Apakah kau tidak tertarik dengan puteri Nara, pangeran Ryeon?!" tanya pangeran Ye-Jun tiba-tiba
Ryeon kaget tiba-tiba Ye-Jun bertanya seperti itu dan sepertinya nada pertanyaan Ye-Jun serius.
"Kalau kau diam, ku anggap kau tidak tertarik. dan aku akan berusaha untuk mendekatinya!" ucap Ye-Jun tersenyum
Ryeon tidak menjawab dan hanya terdiam mendengar ucapan Ye-Jun.
Saat pangeran Min-Ho dan pangeran Eunji selesai berbincang dengan puteri Nara, pangeran Ye-Jun menghampiri puteri Nara yang sedang duduk di dekat taman.
"Apakah puteri tidak kedinginan dengan angin malam ini?" tanya Ye-Jun tiba-tiba lalu memakaikan selimut hangat itu pada Nara.
"Hmm.. Terima kasih, pangeran Ye-Jun." ucap Nara terlihat sedikit kaget karena beberapa pangeran bertingkah tidak seperti biasanya. Kalo Ye-Jun memang dari awal menunjukan sikap perhatiannya.
"Apa yang sedang puteri lakukan disini?" tanya Ye-Jun kembali
Nara menarik nafas panjang
"Aku.. Aku suka tempat ini, apa lagi kalo aku sedang lelah. Disini aku merasa nyaman." ucap Nara lalu tersenyum
"Ooh, begitu ya. Aku juga menyukainya." ucap Ye-Jun sambil menatap ke arah Nara yang sedang melihat ke arah langit.
"Pangeran Ye-Jun, apakah rakyat desa itu baik-baik saja?? Aku ingin sekali kesana." ucap Nara
"Jangan bilang.. Jadi puteri disini karena sedang memikirkan soal desa itu??" ucap Ye-Jun
Nara menganggukan kepalanya.
"Tenang puteri, semua orang bekerja untuk mengirim bantuan agar rakyat merasa aman dan tenang." ucap Ye-Jun
"Hmm.. Aku harap mereka baik-baik saja. Dan kerajaan pusat bisa segera mengatur untuk lebih banyak mengirim bantuan." ucap Nara
Ye-Jun tersenyum melihat Nara yang terlihat manis.
"Tenang puteri, para pangeran akan bekerja keras untuk memulihkan desa itu." ucap Ye-Jun kembali
Ye-Jun berpamitan untuk kembali bergabung dengan yang lain.
"Hmm.. semua pangeran sudah mengajakku bicara, tapi yang satu ini sangat cuek dan bersikap seolah-olah saling tidak berteman." ucap Nara
"Aku disini sejak tadi memperhatikanmu!" ucap Ryeon tiba-tiba dan membuat Nara kaget
"Ooh.. annyeong!! Sejak kapan??" tanya Nara
"Apakah puteri sedang menunggu.." Ryeon belum menyelesaikan ucapannya Nara mencoba mengalihkan
"Wahh.. Langitnya indah.. Banyak bintang ya!!" ucap Nara sambil menunjuk ke arah langit
"Masuklah ke kamar dan beristirahat, puteri. Disini dingin dan sebentar lagi para tamu akan segera pulang dan berpamitan kepada raja." ucap Ryeon terlihat mencemaskan Nara
"Hmm.. Iya, sepertinya aku sedikit lelah." ucap Nara
"Aku tau, pengalaman pertama akan menguras tenaga tapi untuk kedua kalinya, puteri akan terbiasa." ucap Ryeon
__ADS_1
"Iya ya.. Benar juga ucapanmu." ucap Nara tersenyum ceria
Melihat Nara sudah kembali tersenyum seperti biasa, Ryeon segera berpamitan untuk kembali ke ruang jamuan.
"Tunggu.. Hmm.. Apakah, aroma terapi yang kuberikan sudah digunakan??! Aku harap itu membantu agar kau bisa tidur dengan lelap." ucap Nara
Ryeon menatap Nara dan Nara terlihat salah tingkah karena Ryeon hanya menatapnya dengan mata indahnya tanpa merespon ucapan Nara.
"Terima kasih, sudah ku pakai, dan...." ucapan Ryeon terhenti lalu menatap Nara kembali
"Dan??" tanya Nara dengan wajahnya sedikit mendekat ke arah wajah Ryeon
"Dan.. Dan berikan kepadaku lagi saat habis ya!!" ucap Ryeon terlihat salah tingkah
Nara tertawa kecil dan Ryeon pun terlihat menahan untuk tidak ikut tertawa.
"Tenang saja, aku akan buatkan khusus untukmu, pangeran Ryeon." ucap Nara
Belum jauh melangkahkan kaki untuk pergi beristirahat tiba-tiba Nara merasa pandangannya berputar dan kepalanya sakit sekali.
Dan tiba-tiba Nara jatuh pingsan dan dengan sigapnya Ryeon langsung memeluk Nara dan langsung mengendong dan membawa Nara ke kamarnya.
Di dalam kamar Nara sudah ada raja Haneul dan kepala Hae. Nara terlihat bingung kenapa mereka berkumpul disini.
"Puteri, apakah keadaanmu sudah membaik?" tanya raja Haneul cemas
"Ayah.. Hmm, maaf. Yang mulia.. Kenapa repot-repot kesini, aku baik-baik saja." ucap Nara terlihat lemas
"Nak, ayah cemas karena tiba-tiba dengar kau pingsan dan untungnya pangeran Ryeon sedang berada di dekatmu." jelas raja Haneul
Nara hanya terdiam dan setelah tabib kerajaan memeriksa, ternyata puteri Nara mengalami kelelahan dan lagi Nara melewati jam makannya.
"Baiklah.. Ayah rasa kamu harus lebih bijak dengan kondisi badanmu, nak! Dan lagi.. Ya sudah, istirahatlah.. Dan jika kau mengizinkan para pangeran menjenguk, kepala Hae akan mempersilakan." ucap raja lalu pergi meninggalkan kamar Nara.
Nara mengizinkan para pangeran untuk menjenguknya
Para pangeran masuk, tetapi pangeran Ryeon sedang pergi ke sesuatu tempat.
"Puteri, maaf kami mengganggu." ucap Eunji
"Tidak apa-apa." ucap Nara
"Apakah keadaanmu sudah membaik puteri?" tanya Ye-Jun
"Hmm.. Sepertinya sudah lebih baik. Terima kasih sudah bertanya." ucap Nara
"Aku harap puteri kembali pulih, agar kita bisa bertemu lagi." ucap Min-Ho
"Ya..yaaa pangeran Min-Ho!!" Pangeran Eunji menyenggol tangan pangeran Min-Ho
Nara tersenyum melihat tingkah para pangeran dan sesekali Nara melihat ke arah pintu kamarnya dan berpikir apakah pangeran yang satu itu pulang duluan atau pergi ke tempat lain. Ye-Jun yang memperhatikan Nara sejak tadi, tau apa yang sedang Nara cari.
"Puteri, pangeran Ryeon sedang bertemu dengan pejabat Mun, dan mungkin akan kesini setelah kami." ucap Ye-Jun
Nara terlihat terkejut mendengar penjelasan Ye-Jun padahal Nara mencoba menahan untuk tidak menanyakan tetapi Ye-Jun sangat peka.
"Baiklah, kami pamit dahulu, dan semoga puteri segera pulih dan kita akan atur kembali jadwal belajar bersamanya." ucap Ye-Jun
"Puteri, cepat pulih ya." ucap Eunji
__ADS_1
"Kami pamit puteri." ucap Min-Ho
"Terima kasih atas perhatiannya pangeran." ucap Nara tersenyum.