Saranghae!

Saranghae!
Ep. 12


__ADS_3

"Dayang Bong, apakah puteri sudah tidur?" tanya Ryeon


"Sepertinya puteri sudah tertidur setelah minum obat, pangeran Ryeon." ucap dayang Bong


"Baiklah.. tolong jaga puteri dan saya pulang dulu." ucap Ryeon


"Baik pangeran." ucap dayang Bong


Paginya...


"Selamat pagi puteri, apakah puteri sudah membaik?" tanya dayang Bong


"Sudah, dayang Bong. Tolong antar aku ke toko bunga di pasar." ucap Nara


"Tapi puteri.. Puteri kan baru saja sehat. ucap dayang Bong cemas.


"Tenang dayang Bong." ucap Nara


Dayang Bong tidak melarang dan hanya mengikuti perintah, karena itu yang diinginkan puteri Nara. Lalu Nara segera bersiap dan pergi ke toko nenek Jung. Sesampai disana, Nara baru sadar untuk apa pergi kesana.


"Apa yang sedang aku lakukan? Kenapa? Apa karena aku memikirkannya dan apa karena hanya dia yang tidak menjengukku?? Ahh.. Terserahlah." keluh Nara


"Nona cantik, kenapa terlihat resah??" tanya nenek Jung


"Ooh.. gak apa-apa, Nek." ucap Nara


"Oh iya, aku beli bunga ini saja nek. Dan ini uangnya." ucap Nara


Ryeon tiba di toko nenek Jung dan Nara hanya memberi tatapan sinis lalu pergi tanpa menyapa Ryeon. Nara segera pergi dari toko nenek Jung dan mengajak dayang Bong dan pengawalnya untuk kembali ke istana.


"Puteri, ada apa? Sepertinya ada yang puteri cemaskan??" tanya dayang Bong


"Hmm.. Gak apa-apa dayang Bong." ucap Nara


"Oh iya puteri, sepertinya nanti harus minum obat herbal kembali ya, untuk memulihkan tubuh puteri." ucap dayang Bong.


"Puteri.. aku harap jangan pingsan lagi ya. Apa lagi kalo aku tidak ada di dekat puteri." ucap dayang Bong sedih


"Baik dayang Bong. Terima kasih sudah mencemaskanku." ucap Nara sambil memberi usapan ke pundak dayang Bong.


"Untung saja, malam itu ada pangeran Ryeon. Waktu puteri pingsan pangeran Ryeon dengan tenang memgendong dan membawa puteri ke kamar. pemandangan yang romantis." ucap dayang Bong tersenyum


"Ooh begitu ya." ucap Nara seperti masih memikirkan kenapa Ryeon tidak datang menjenguknya.


"Setelah puteri tertidur, pangeran Ryeon datang ingin menjenguk puteri. Tapi pangeran tidak ingin mengganggu. Pangeran justru berkata untuk jaga puteri. Sungguh pria idaman." ucap dayang Bong terpesona sendiri


Nara tidak merespon ucapan dayang Bong.


"Oo..ottoke??! Jebal!! Semoga pangeran Ryeon tidak salah paham dengan sikapku." ucap Nara pelan


"Gak bisa, aku gak mau pangeran Ryeon salah paham." ucap Nara dalam hatinya.


Nara berlari ke arah toko nenek Jung tetapi sesaat tiba disana, Nara dibuat kaget karena melihat seseorang wanita sedang berbicara dengan cukup dekat dengan Ryeon. Ryeon melihat ke arah Nara.


"Nona cantik, kenapa kembali lagi? Apakah ada yang ketinggalan?" tanya nenek Jung


"Ooh gak, sudah terlihat, nek. aku permisi dulu." ucap Nara lalu menutup pintu toko itu dan berlari pergi meninggalkan toko nenek Jung.


Istana..


"Puteri!!! Tolong jangan tiba-tiba pergi. Kami cemas puteri." ucap dayang Bong.


"Maaf, aku ingin ke kamarku." ucap Nara


Tok.. Tok..


"Puteri, kepala Hae berkunjung." ucap dayang Bong


"Silahkan masuk!" ucap Nara


"Puteri, bagaimana kabarnya? Apakah hari ini siap untuk ikut paman ke kerajaan Bom, pangeran Eunji. Raja sudah mengizinkan jika puteri ikut kesana untuk belajar dan sekalian mendekatkan diri ke para pangeran. Tapi.. jika puteri sudah pulih." ucap kepala Hae.


"Hmm..aku sudah sehat paman, dan aku akan ikut, paman." ucap Nara


Nara segera bersiap untuk mengikuti acara di kerajaan Bom. Sesampai disana raja dari kerajaan Bom dan tamu menyambut dengan hangat kedatangan kepala Hae dan puteri Nara.


"Selamat malam puteri!!" sapa pangeran Eunji dan pangeran Min-Ho


"Selamat malam." Nara membalas menyapa mereka

__ADS_1


"Wahh.. Tidak sangka puteri mau ikut acara seperti ini, tapi syukurlah.. Karena puteri hadir, kami jadi bersemangat." ucap pangeran Eunji


Nara tersenyum mendengar ucapan Eunji


"Aku harus banyak belajar, tentunya selain dari ikut rapat, aku harus lebih sering untuk bertemu dan dekat dengan para pangeran." ucap Nara


Eunji dan Min-Ho saling menatap dan tersenyum.


"Syukurlah.. Kalo puteri berpikir demikian. Ini puteri minuman hangat dari kerajaan Bom." ucap pangeran Ye-Jun sambil memberikan minuman yang dibawanya


"Ohh iya puteri, minumlah. Itu akan menghangatkan." ucap Eunji


"Terima kasih." ucap Nara lalu mencoba meminum minuman yang diberikan pangeran Ye-Jun


Para pangeran menemani Nara dan memperkenalkan beberapa tamu disana.


"Kenapa cuma tiga pangeran? Kemana pangeran Ryeon??" tanya Nara dalam hati


"Pangeran Ye-Jun.. kemana pangeran Ryeon? Apakah dia sedang bersama dengan nona Mina??" tanya Min-Ho


"Tunggu saja, nanti juga dia akan hadir." ucap Ye-Jun


"Siapa? Nona Mina? Siapa wanita itu? Apakah yang aku lihat tadi di toko nenek Jung?? Apakah wanita itu teman dekatnya???" tanya Nara dalam hati


Dan ternyata Ryeon datang dan disaat Ryeon ingin menghampiri para pangeran yang sedang bersama Nara, tiba-tiba seorang wanita menarik tangannya Ryeon dan mengajaknya berbicara dengan beberapa pejabat. Nara yang melihat hal itu terlihat tidak fokus dan tiba-tiba Nara tidak sengaja menjatuhkan gelas yang dipegangnya sehingga membuat para tamu dan para pangeran tentunya Ryeon melihat ke arah Nara. Para pangeran segera mengamani Nara dan Ye-Jun membawa Nara ke ruangan yang tenang.


"Kamu gak apa-apa? Maaf.. Maksudku, puteri tidak apa-apa??" tanya Ye-Jun terlihat cemas.


"Iya.. Aku baik-baik saja. Maaf.. jadi buat kegaduhan." ucap Nara


"Tidak apa-apa puteri, justru kami semua cemas dengan kondisi puteri." ucap pangeran Ye-Jun


"Puteri, apakah baik-baik saja? Apakah puteri bisa mengikuti acaranya atau kita pulang saja?" tanya kepala Hea cemas


"Aku baik-baik saja, dan mari kita bergabung dengan yang lain kepala Hae." ucap Nara


"Puteri, pakailah ini. Sepertinya di dalam ruangan akan terasa dingin." ucap pangeran Ye-Jun sambil memakaikan jas hangatnya ke pundak Nara


Nara hanya menerima tanpa menolak, pikirannya masih kepada Ryeon dan wanita itu.


Nara masuk ruangan dan semua menyambut dengan hangat, Ryeon terlihat menatap ke arah Nara dengan wajah bingung. Dan lagi, wanita itu duduk di samping Ryeon.


Nara tidak melihat ke arah Ryeon dari mulai rapat sampai selesai dan selalu menghindari tatapan Ryeon. Nara terlihat menghindar dan menjauhkan diri saat Ryeon ingin menghampirinya. Untungnya pangeran Ye-Jun selalu berada didekat Nara sehingga Nara tidak terlihat seperti berada dikerumunan orang asing.


"Puteri, apakah kau baik-baik saja??" tanya Ye-Jun kembali


"Iya.., kenapa memang?" tanya Nara


"Tidak apa-apa, hanya saja hari ini puteri lebih banyak diam dan melamun. Hmm.. kalo puteri lelah, biar pihak kerajaan Bom akan menyiapkan ruangan untuk puteri istirahat sejenak." ucap pangeran Ye-Jun


"Hmm.. Apakah boleh? Sebenarnya kepalaku agak sedikit pusing, aku tidak ingin membuat kepala Hae terburu-buru untuk bekerja, jadi kalo memang ada ruangan untuk aku beristirahat sebentar, tolong siapkan." ucap Nara


Ye-Jun segera pergi menghampiri Eunji. Dan akhirnya Eunji menyiapkan ruang istirahat khusus untuk dipakai puteri Nara.


"Silahkan puteri, istirahatlah. Bila ada sesuatu yang dibutuhkan, tolong beritahu kami." ucap Eunji lalu segera pamit meninggalkan ruangan itu


"Puteri, tidak apa-apa kalo sendiri disini?" tanya Ye-Jun


" Iya.. Tidak apa-apa. Dayang Bong kan ada disini walaupun menunggu di luar." ucap Nara


"Baiklah, kalo ada apa-apa, tolong beritahu ya." ucap pangeran Ye-Jun


"Terima kasih pangeran Ye-Jun, dan tolong jangan kasih tau kepala Hae soal ini." ucap Nara


"Baik tuan puteri!" ucap Ye-Jun lalu pergi meninggalkan Nara untuk beristirhat.


Di ruang rapat..


"Pangeran Eunji, puteri Nara kemana?" tanya pangeran Min-Ho


"Puteri sedang beristirahat di ruang kita." ucap Eunji


"Memang kenapa? Apakah puteri masih sakit?" tanya Min-Ho kembali


"Ssst.. Pelankan suaramu. Iya, sepertinya puteri masih kurang sehat." ucap Eunji


Setelah mendengar ucapan Eunji, Ryeon segera pergi meninggalkan ruangan rapat.


"Pangeran Ryeon, mau kemana?" tanya Ye-Jun

__ADS_1


Ryeon tidak menjawab dan berlari seperti mencari sesuatu.


"Ryeon kemana?" tanya Eunji


"Tadi, aku tanya di luar ketika bertemu, tapi dia diam saja." ucap Ye-Jun


"Paling juga kebelet." ucap Min-Ho asal


"Oh iya, puteri gimana, ahh.. Gak seru, tanpa hadirnya puteri Nara, aku gak bersemangat." ucap Min-Ho kembali


"Sudahlah.. Kalo sampai puteri sakit lagi, kau yang ku salahkan." ucap Eunji


"Yaaa.. Eunji..kejam sekali kau!!" ucap Min-Ho


Di ruang istirahat..


"Ahh.. Kepalaku kenapa tiba-tiba pusing!!?" ucap Nara dan tiba-tiba saja ada suara ketukan pintu


Tok..tok..


"Apakah aku boleh masuk?!" tanya seseorang dan sepertinya suaranya tidak asing, tapi Nara tidak begitu memperhatikan karena kepalanya yang sakit, dan Nara hanya mengira kalo itu salah satu pangeran dan yang pasti bukan Ryeon.


"Iya, masuklah!" ucap Nara


Nara duduk dan meletakan kepalanya di meja belajar, sehingga tidak mengetahui siapa yang masuk.


"Hmm.. Apakah kamu baik-baik saja, puteri?" tanya pangeran


"Hmm.. Agak sakit, tapi tidak apa-apa, pangeran." ucap Nara sambil mencoba mencari tau siapa yang datang ke ruangan ini.


"Pangeran Ryeon?!" ucap Nara dalam hati


"Ini minumlah herbal ini." ucap Ryeon


Nara hanya diam dan menatap Ryeon


"Terimalah, setidaknya herbal ini membuatmu lebih tenang." ucap Ryeon


Nara masih terdiam, wajahnya terlihat seperti menahan kesal dan ingin menangis.


Ryeon terlihat cemas. Lalu Nara keluar dari ruang istirahat dan meninggalkan Ryeon tanpa bicara sesuatu. Ryeon mengejar Nara dan mencoba menarik tangannya, tetapi Ye-Jun sedang berjalan ke arah Nara.


"Puteri, kenapa? Apakah ada yang ingin dibutuhkan??" tanya Ye-Jun cemas.


"Tidak ada, aku hanya ingin pulang!" ucap Nara dengan nada kesal.


"Dayang Bong, tolong sampaikan kepada paman, aku ingin pulang. Segera!" ucap Nara


"Baik, tuan puteri." ucap dayang Bong lalu melakukan perintah Nara


"Oh iya, ini jasnya. Terima kasih pangeran Ye-Jun." ucap Nara lalu memberikan jasnya dan pergi meninggalkan Ye-Jun dan Ryeon


Nara tidak berpamitan, karena yang lain memahami kondisi Nara yang sedang kurang sehat. Nara terlihat sedih dan kesakitan. Ryeon tidak bisa melakukan apapun dengan kondisi Nara saat ini.


Para pangeran mengantar puteri Nara sampai naik ke kereta kerajaan. Dan Nara tidak melihat ke arah para pangeran, Nara hanya terdiam dan menahan rasa sakitnya.


"Puteri, maaf kami harus segera menyelesaikan rapat.." belum selesai Eunji menjelaskan Nara sudah berbicara.


"Silahkan.. Para pangeran masuk kembali ke ruangan. Tidak apa-apa, sebentar lagi kepala Hae datang." ucap Nara


"Kalian masuk saja, biar aku yang akan menunggu sampai kepala Hae datang." ucap Ryeon


Akhirnya para pangeran kembali ke ruangan dan Ryeon menemani Nara dan para rombongannya.


"Puteri.. Apakah ada yang salah?" tanya Ryeon


"Tidak ada!" jawab Nara ketus


"Kalo tidak, mengapa dari tadi siang sikapmu berbeda??" tanya Ryeon


Nara menarik nafas panjang, lalu mencoba tidur. Ryeon menunggu jawabannya tetapi Nara hanya diam sampai kepala Hae datang.


"Terima kasih pangeran Ryeon, sudah menemani puteri." ucap kepala Hae


"Sama-sama kepala Hae, sepertinya puteri sudah tertidur. Hati-hatilah dijalan." ucap Ryeon


"Baik pangeran, kami pamit." ucap kepala Hae


"Hmm.. Ada apa dengannya?? Dan mengapa dia dekat sekali dengan Ye-Jun???" tanya Ryeon dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2