Saranghae!

Saranghae!
Ep. 9


__ADS_3

"Dayang Bong, apakah aku tertidur lama disana? Dan apakah aku mengatakan hal yang aneh?" tanya Nara penasaran


Dayang Bong tersenyum lalu terdiam sejenak.


"Tuan puteri sangat lelah jadi langsung tertidur lelap." ucap dayang Bong.


Keesokan harinya..


"Selamat pagi puteri." sapa Ryeon


"Pagi pangeran Ryeon, hari ini kita belajar tentang apa?" tanya Nara


"Nampannya bisa diambil dayang Na?" ucap dayang Bong


"Tampan? Siapa yang bilang tampan?" tanya Nara tiba-tiba


Semua yang ada disana terdiam dan terlihat bingung dengan ucapan Nara.


Ryeon tersenyum..


"Maksud dayang Bong adalah nampan ini puteri." jelas Ryeon sambil menunjuk nampan yang ada di tangan dayang Na.


"Oh iya, maksudku nampannya." ucap Nara lalu tertawa menutupi kesalahannya.


"Aduhh.. Apa yang kamu lakukan Nara? Kok bisa-bisanya!!" ucap Nara dalam hati sambil menepuk keningnya


"Hari ini, kita akan belajar disini saja kalo puteri merasa lelah." ucap Ryeon.


"Ooh, gak apa-apa, aku baik-baik saja. Aku lebih senang kalo belajar di luar istana, karena beberapa hari kedepan akan belajar di istana kan." ucap Nara


"Baiklah puteri, kita akan bersiap-siap untuk berangkat." ucap Ryeon


Di sebuah desa Dasom..


Hamparan pemandangan taman bunga yang indah dan suara air mengalir membuat Nara sangat terpana dan senang dengan pemandangan desa Dasom. angin berhembus dengan lembut dan matahari bersinar cerah membuat wajah Nara terlihat begitu cantik dan angin yang berhembus dengan lembut membuat rambutnya yang terurai menari mengikuti hembusan angin.


Sejak tadi Ryeon hanya memandangi Nara yang sedang asik menikmati pemandangan desa serta sesekali menyapa warga yang lewat, wajahnya terlihat sangat senang sampai lupa kalo mereka kesana untuk belajar.


Nara berlari ke arah Ryeon dan kakinya tersandung, dengan cepat Ryeon menangkap Nara dan akhirnya Nara terjatuh tepat di atas Ryeon.


"Mianhae.." ucap Nara lalu segera bangkit berdiri dibantu dayang Bong.


"Puteri, apakah ada yang luka?" tanya Ryeon cemas

__ADS_1


Nara menggelengkan kepalanya lalu terkejut melihat tangan Ryeon yang terluka. Nara mengajak Ryeon untuk duduk dan meminta pengawal untuk mencarikan obat.


"Tidak usah puteri, nanti saja. Ini hanya luka kecil." ucap Ryeon


Nara menarik tangan Ryeon yang terluka dengan lembut dan meletakkannya diatas lututnya.


"Kalo bukan pangeran bergerak dengan cepat mungkin lain ceritanya, bisa saja kepalaku yang berdarah, dan..." ucap Nara terhenti lalu segera membersihkan lukanya.


Angin yang berhembus membuat rambut sang puteri yang sedang terurai mengenai wajah Ryeon. Nara mencoba meraihnya tapi karena sedang mengobati Ryeon membuatnya untuk mengabaikannya.


"Maaf pangeran, tolong pegangi rambutku." ucap Nara dengan santai


Ryeon hanya mengikuti permintaan Nara, memegangi rambutnya yang lembut dan harumnya yang khas, wajahnya terlihat sangat bersinar, lembut dan cantik membuat Ryeon terpesona dan jatungnya berdetak kencang. Ryeon tersadar lalu menarik tangannya dan melepas rambut Nara yang dipegangnya lalu berdiri dan membungkukkan badan dan pergi. Nara hanya diam dan menatap kepergian pangeran Ryeon dengan bingung.


"Hmm.. Setidaknya mengucapkan terima kasih, kok malah pergi tiba-tiba." keluh Nara


"Puteri, ini air untuk cuci tangannya." ucap dayang Bong.


Sesi belajar hari ini tidak terlalu banyak diskusi, Ryeon hanya memberi arahan dan memperkenalkan desa Dasom. Hari itu berjalan tanpa berbicara terlalu banyak, Nara terlihat sedikit kesal tetapi tetap menikmati belajar hari ini karena berada di desa yang sangat menarik.


"Woo wahh.. dayang Bong, ada sungai.. Aku mau kesana." ucap Nara sambil menunjuk ke arah sungai itu dengan semangat.


"Tapi puteri, hari sudah sore, kita harus segera kembali ke istana." ucap dayang Bong.


"Aniyo.." ucap Nara lalu berjalan menghampiri Ryeon.


Ryeon terdiam sejenak..


"Hmm.. apakah puteri Nara kesal gara-gara aku langsung pergi tadi?" ucap Ryeon dalam hatinya.


"Hmm.. Apakah kaupun menolak permintaanku dan menyuruhku untuk...." ucapan Nara terhenti karena Ryeon menarik tangan Nara dengan lembut lalu mengantarnya ke sungai itu.


"Hmm.. Tanganku.." ucap Nara


"Oh, mianhaeyo.." ucap Ryeon lalu melepas tangannya Nara. Seketika suasana sedikit canggung. Nara segera mencairkan suasana itu.


"Woo wahhh... yeppeuda!!! Aku mau turun kesana ya." ucap Nara sambil melepas alas kakinya.


"Tapi puteri.." dayang-dayang cemas


"Tenang saja dayang Bong, saya akan menemani puteri Nara." ucap Ryeon.


Dengan cepat Ryeon menyusul Nara lalu mengulurkan tangannya dan membantu Nara untuk turun ke sungai. Nara sangat senang dan menikmati suasana disana.

__ADS_1


"Hmm.. Apakah puteri masih kesal??" tanya Ryeon


Nara tidak mendengar ucapan Ryeon karena terlalu fokus bermain air.


"Puteri!!?" panggil Ryeon kembali


"Ohh, iya kenapa??" tanya Nara dengan tetap mengarahkan pandangannya pada aliran sungai.


"Aniyo.. Silahkan lanjutkan." ucap Ryeon


Setelah Nara puas bermain di sungai, Ryeon kembali membantu Nara kali ini mereka tidak sengaja berpelukan karena Nara hampir saja terpeleset.


"Bisa tidak, sekali saja untuk tidak ceroboh." ucap Ryeon sambil melepas pelukannya dan membantu Nara berdiri.


"Mianhaeyo.." ucap Nara terlihat malu karena mereka berpelukan dengan sangat mesra dilihat oleh para dayang dan pengawal.


"Puteri, puteri.. Tidak apa-apa?!" tanya dayang Bong cemas.


Nara hanya menganggukan kepalanya dan menatap Ryeon yang pergi dengan pengawalnya.


"Fiiiuhh.. Harus berapa kali dia membuatku berdebar. akibat kecerobohannya, membuat orang lain jadi kesulitan." ucap Ryeon dalam hatinya.


Merekapun bersiap untuk pulang, Ryeon serta pengawalnya ikut serta mengantar Nara dan rombongannya kembali ke istana. Saat semua sudah kembali ke istana dan Ryeon ingin berpamitan, Nara menghampiri Ryeon.


"Hmm.. Pangeran Ryeon, terima kasih ya buat hari ini, aku sangat senang dan menikmati hari ini bersamamu dan aku sudah tidak kesal kok." ucap Nara tersenyum.


"Dan lagi, dia membuatku berdebar..!! dia sangat mudah untuk berbicara apa yang ada dalam pikirannya." ucap Ryeon dalam hatinya.


"Sama-sama puteri, sampai bertemu minggu depan." ucap Ryeon lalu pergi meninggalkan istana.


Dalam istirahatnya mereka terlihat gelisah..


"Hmm.. Hari ini udah beberapa kali aku membuat kesalahan dan lagi berpelukan dengan tidak sengaja karena kecerobohanku!! Tapi.. Kok.. Lho kok aku malah berdebar kalo inget hal itu?! Gak, gak.. Itu hanya kebetulan saja Nara, tenanglah!!!" ucap Nara sambil mencoba menertawakan apa yang dipikirkannya tentang kejadian di desa Dasom.


"Oh iya, besok aku mau ke toko nenek Jung, siapa tau bisa bertemu dengan pangeran Ryeon. Aku mau memberikan aroma terapi ini, agar tidurnya lebih nyenyak." ucap Nara


Di tempat lain..


"Fiuuhh.. Akhirnya bisa berbaring juga." ucap Ryeon


Ryeon terlihat tersenyum saat teringat saat di desa Dasom hari ini bersama Nara.


"Kenapa aku jadi ingin bertemu dengannya lagi ya?! Seolma...??? Aniyo, aniyo...!!" ucap Ryeon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Hahaha.. Mungkin hari ini aku terlalu lelah, jadi berpikir yang aneh-aneh, jadi lebih baik aku tidur. Besok aku harus ke toko nenek Jung." ucap Ryeon.


"Bogosipeo..., bogosipeo, Nara..!!" ucap Ryeon sambil memeluk jas yang dicuci Nara lalu terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2