
Hari pertemuan itu pun tiba..
Pangeran Ryeon dan rombongannya sudah tiba di istana, mereka sibuk menyiapkan diri untuk rapat. Nara hanya mengamati dari kejauhan kesibukan para pejabat lalu Nara kembali merangkai bunga.
"Selamat pagi tuan puteri." sapa seseorang
"Selamat pagi paman, oh iya, paman.. Aku akan menaruh vas bunga baru, vas lama akan diganti setelah aku selesai merangkainya, akan aku kirim ke ruang rapat. Belum mau mulai kan paman Hae?" tanya Nara sambil tetap sibuk merangkai bunga itu
"Tuan puteri sepertinya terlalu sibuk, sampai sudah tidak mengenaliku lagi." ucap seseorang itu
Nara segera menoleh ke arah suara itu dan terkejut karena yang menyapanya adalah pangeran Min-Ho
"Ooh.. Maaf pangeran.. Aku kira tadi kepala Hae." ucap Nara tersenyum
"Hahaha.. Gak apa-apa puteri. Kalo begitu nanti kita ngobrol ya, aku harus segera mengantar ini untuk pangeran Ryeon." ucap pangeran Min-Ho
"Ne, sampai nanti." ucap Nara
"Pangeran Ryeon, tolong sampaikan maafku ke tuan puteri, karena tidak bisa menemuinya kembali hari ini." ucap Min-Ho lalu segera berpamitan meninggalkan istana
Ryeon berjalan untuk menemui Nara dan sesampai disana Ryeon hanya memperhatikan Nara yang sedang sibuk dengan bunganya. Nara belum menyadari kehadiran Ryeon yang sedang memperhatikannya.
"Apakah rapatnya masih lama? atau lupa kalo hari ini ada janji denganku disini??!" tanya Nara pada dirinya
"Anniyo.. aku sudah selesai rapatnya." ucap Ryeon
Nara terlihat kaget ternyata Ryeon sudah ada taman.
"Ohh.. Pangeran Ryeon, sudah disini." ucap Nara terlihat salah tingkah
Ryeon tersenyum menatap tingkah Nara yang lucu.
"Apakah puteri menungguku??!" tanya Ryeon menggoda
"Anni..anniyo.." jawab Nara
"Baiklah kalo begitu." ucap Ryeon tersenyum
Mereka berdua terdiam dalam hening, Nara kembali menyibukan dirinya dengan melanjutkan memilih bunga untuk ditaruh di vasnya.
Tiba-tiba..
"Maaf puteri dan pangeran, kalo saya mengganggu. Puteri sedang ditunggu raja, dan puteri harus segera menemui raja." ucap dayang Bong
Nara melirik ke arah Ryeon barharap Ryeon bicara sesuatu.
"Silahkan.. Aku pun akan segera pulang." ucap Ryeon lalu berpamitan meninggalkan istana.
__ADS_1
Nara terlihat bingung dan kesal atas sikap Ryeon
Nara segera pergi menemui raja..
"Puteri, jika kau ingin bergabung dengan pamanmu untuk menangani masalah di desa Mil dan sekaligus menjalin pendekatan lebih lagi dengan para pangeran, ayah sangat mendukung." ucap raja Haneul
"Baik yang mulia." ucap Nara lalu segera berpamitan meninggalkan ruangan raja.
"Puteri.. Jika puteri memang ingin ikut, besok kita akan berangkat." ucap kepala Hae
"Aku akan ikut paman, aku akan meminta dayang Bong menyiapkan keperluanku. Jadi paman tidak perlu cemas." ucap Nara
"Baik puteri." ucap kepala Hae
Nara kembali ke kamarnya dan masih memikirkan kejadian hari ini.
"Wae, wae.. Pangeran Ryeon tidak menepati janjinya untuk membicarakan antara dia dan aku??! Wae geurae??!" tanya Nara kesal
Esok paginya kepala Hae, Nara dan beberapa pengawal serta dayang pergi ke desa Mil. Disana pangeran bergantian untuk bertugas dan kebetulan hari itu adalah tugas pangeran Ryeon dan pangeran Min-Ho.
"Selamat pagi puteri.." sapa Min-Ho
"Selamat pagi pangeran." jawab Nara
"Puteri, maafkan aku. Karena waktu itu aku tidak jadi mengunjungimu kembali. Aku ada urusan mendadak." ucap Min-Ho
Saat itu tiba-tiba hujan dan sangat deras sehingga pakaian yang dikenakan mereka basah termasuk pakaian Nara. Kepala Hae segera meminta Nara untuk berganti pakaian dan kembali ke istana. Tetapi Nara menolak dan tetap kembali membantu para warga dengan pakaian basah.
Para dayang dan pengawal terlihat cemas karena mengingat puteri tidak biasanya seperti ini. Ryeon yang melihat kondisi Nara yang basah terkena hujan segera menghampiri Nara, lalu memayungi Nara dan menggandeng tangannya di tengah hujan dan semua mata melihat hal itu.
Ryeon menduduki Nara dan memberikan minuman hangat, lalu menghampiri kepala Hae untuk membawa Nara beristirahat di kediaman Ryeon. Dan kepala Hae mengizinkannya, mengingat puteri Nara hampir tidak pernah terkena hujan dan takut puteri Nara akan jatuh sakit.
Ryeon menggandeng tangan Nara kembali dan membawanya masuk ke kereta. Ryeon tidak ikut di kereta itu.
"Dayang Bong, kita mau dibawa kemana??" tanya Nara
"Puteri akan dibawa ke kediaman pangeran Ryeon." ucap dayang Bong
"Kenapa, kenapa tidak ada yang meminta persetujuanku dulu??" tanya Nara terlihat kesal
"Hmm.. Kami yang disana juga bingung puteri, karena pangeran langsung membawa puteri dan puteri hanya diam mengikuti pangeran.. Jadi kami pikir puteri.." dayang Bong belum selesai menjelaskan tiba-tiba Nara teriak kaget
"Anni..anniyoooo.. " ucap Nara terlihat pasrah
"Puteri.. Puteri kenapa??" tanya dayang Bong cemas
Nara hanya terlihat bingung dan menggelengkan kepalanya
__ADS_1
Di kediaman Ryeon..
"Selamat datang di kediaman kami puteri, maaf jika penyambutan kami kurang berkenan." ucap raja Lee
"Tidak, aku yang harus meminta maaf karena sudah merepotkan raja dan istana." ucap Nara
"Beristirahatlah puteri, pangeran Ryeon akan mengantar puteri." ucap raja Lee
"Mari puteri.." ucap Ryeon
"Pangeran.. Kamar untuk puteri disini.." ucap kasim Go
Tetapi Ryeon tidak berhenti dan melewati kamar yang disiapkan istana, Ryeon membawa Nara untuk beristirahat di kamarnya. Para dayang hanya berhenti sampai pintu kamar pangeran dan hanya puteri Nara dan pangeran yang masuk.
"Ini kamar??" tanya Nara
"Ini kamarku, istirahatlah.. Aku akan meminta dayang Bong untuk masuk dan membantu puteri berganti." ucap Ryeon lalu segera memanggil dayang Bong masuk ke kamarnya
"Bergantilah puteri, aku akan meminta kasim Go menyiapkan minuman hangat dan aku akan kembali lagi." ucap Ryeon
Nara hanya terdiam dan mengikuti perintah Ryeon. sepertinya Nara sangat terkejut karena beristirahat di istana dan kamar pribadinya pangeran Ryeon.
Setelah Nara berganti pakaian dan membersihkan diri, dayang Bong izin keluar dari kamar itu.
Tiba-tiba..
Tok..tok..
"Masuk.." ucap Nara
"Ini minuman hangat untuk puteri. Minumlah." ucap Ryeon
Nara tidak menjawab dan hanya terlihat kesal.
"Kenapa aku dibawa kesini dan tidak ada yang meminta persetujuanku?? Dan lagi kemana harus di kamarmu? Apakah aku tega membuatmu tidur bukan di kamarmu??" tanya Nara dengan kesal
"Pertama, maafkan aku karena tidak meminta persetujuan puteri, aku hanya terlalu kuatir dengan kondisi puteri. Kedua, aku membawa puteri beristirahat di kamarku, karena aku berpikir ini tempat terbaik dan hangat disini. Dan yang ketiga, aku minta maaf untuk kejadian kemarin karena tidak menepati janjiku." ucap Ryeon
Nara hanya terdiam mendengar penjelasan Ryeon
"Baiklah.. Jadi apa sebenarnya yang ingin dibicarakan??" tanya Nara kembali
"Puteri.., maaf jika aku terlihat tidak menepati janji, hanya saja aku butuh keberanian untuk menyatakan kepada puteri, kalo sebenarnya...Neo-ege ppajyeosseo (aku jatuh cinta padamu), Nan neoreul joahae!! (aku menyukaimu!!)" ucap Ryeon dengan menatap Nara dengan tatapan yang lembut
Nara terlihat sangat kaget mendengar pernyataan Ryeon. Lalu Ryeon mendekatkan dirinya dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Nara dan menatapnya kembali lalu mencium Nara dengan lembut lalu memeluknya dengan erat.
"Jadi.. Apakah puteri menerima pernyataanku ini??" tanya Ryeon
__ADS_1
"Iyaa.." ucap Nara dengan wajah bahagianya..