Saranghae!

Saranghae!
Ep. 14


__ADS_3

Setelah kejadian di kereta itu Nara semakin menghindari Ryeon dan lagi wanita yang sering menempel dengan Ryeon membuat Nara untuk semakin untuk menghindari Ryeon.


"Puteri Nara, apa yang sedang kamu lakukan?!" tanya pangeran Ye-Jun cemas


Nara tidak sadar kalo tangannya terluka karena tangkai bunga yang berduri digenggamnya dengan erat. Ye-Jun segera membawa Nara ke tempat istirahat dan mengobati tangannya yang terluka.


"Puteri, tanganmu.. Durinya masih tersangkut ditangan. Sebentar jangan bergerak dan tahanlah." ucap Ye-Jun


Nara hanya diam menahan sakit dan sesekali menatap Ye-Jun.


"Pangeran Ye-Jun.. Baik hati dan sangat perhatian. Seandainya.., Hmm.. Sudahlah." ucap Nara dalam hati


"Selesai.." ucap Ye-Jun tersenyum


Nara masih menatap Ye-Jun dan Ye-Jun menatap Nara lalu tersenyum.


"Kenapa puteri, apakah ada sesuatu yang aneh di wajahku?" tanya Ye-Jun ramah


"Anniyo..anniyo.." ucap Nara lalu menarik tangannya.


"Terima kasih pangeran Ye-Jun." ucap Nara tersenyum


"Pelajaran hari ini selesai dan puteri.. Apakah akhir pekan ada kegiatan lain?" tanya Ye-Jun


"Hmm.. Sepertinya tidak ada. Kenapa?" tanya Nara


"Kalo gitu.. Mau menemaniku ikut mengurus sesuatu di desa Mil (gandum)??" tanya Ye-Jun


"Hmm.. Boleh, kebetulan sekali aku ingin kesana." ucap Nara


"Baiklah, akhir pekan nanti aku akan menjemputmu, puteri." ucap Ye-Jun sambil menatap Nara tersenyum


Nara hanya menganggukan kepalanya dan menghindari tatapan Ye-Jun.


"Kenapa pangeran Ye-Jun menatapku seperti itu, membuatku jadi salah tingkah." ucap Nara dalam hati


"Kalo gitu, sampai bertemu kembali di akhir pekan, puteri Nara." ucap Ye-Jun lalu pamit dan kembali ke istananya.


Hari ini cukup menyenangkan untuk Nara karena pangeran Ye-Jun mengajak Nara untuk ikut ke desa Mil. Dan ternyata ke dua pangeran lain juga mengajak Nara untuk jalan-jalan saat akhir pekan tetapi Nara memilih untuk jalan bersama Ye-Jun pergi ke desa Mil.


"Besok adalah jadwal belajar bersama pangeran Ryeon, apakah aku bisa bertemu dengannya?? Apa lagi dengan kejadian di kereta itu, apakah aku bisa??" tanya Nara dalam hatinya


Besok paginya..


Tok..tok..


"Puteri Nara, pangeran Ryeon sudah menunggu." ucap dayang Bong

__ADS_1


"Ooh iya.. Tunggu sebentar lagi aku kesana." ucap Nara


Nara terlihat enggan untuk bertemu dengan Ryeon tetapi Nara ingin melihatnya karena sudah lama sejak kejadian itu tidak pernah bertemu dengannya. Nara menyiapkan hatinya dan berusaha untuk terlihat baik-baik saja. Dari kejauhan Ryeon sudah melihat ke arah Nara dan tersenyum lalu menyapanya.


"Selamat pagi tuan puteri!" sapa Ryeon ramah


"Selamat pagi pangeran Ryeon." sapa Nara kembali dan mencoba tersenyum


"Hari ini kita akan belajar disini, jadi biar hanya kita berdua saja tanpa ada pengawal dan dayang-dayang berada disekitar kita." ucap Ryeon


Nara terlihat bingung dengan ucapan Ryeon.


"Silahkan duduk puteri." ucap Ryeon


"Oh iya, akhir pekan ini para pangeran akan kunjungan ke desa Mil untuk mengirim bantuan dan melihat kondisi mereka, hmm.. Apakah puteri berminat untuk ikut kesana?" tanya Ryeon


"Hmm.. Pangeran Ye-Jun sudah memberi tahu dan mengajakku untuk kesana." ucap Nara


"Oh begitu.. Syukurlah kalo Ye-Jun sudah mengajak puteri." ucap Ryeon


"Apa?? Syukur?? Kenapa dia bersyukur pangeran Ye-Jun yang mengajakku??" tanya Nara dalam hati


"Baik, kalo gitu mari kita mulai sesi pelajaran kita." ucap Ryeon


Saat belajar Nara tidak seperti biasanya, tidak banyak bertanya, jarang tersenyum dan selalu menghindar tatapan Ryeon. Dan Ryeon merasakan bahwa Nara terlihat berbeda dari biasanya.


"Puteri.. Kita istirahat dahulu. sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikiran tuan puteri?" tanya Ryeon


Saat Nara ingin berjalan menghindar Ryeon kembali tiba-tiba Ryeon menarik tangan Nara lalu mereka berdekatan.


"Mianhamnida, puteri Nara. sepertinya puteri menghindariku, apakah karena kejadian waktu di kereta itu??" tanya Ryeon


"Hahaha.. Apa maksud pertanyaanmu pangeran Ryeon, dan bisakah kau melepas tanganku?" ucap Nara


"Ohh maaf puteri. Maaf saya lancang." ucap Ryeon


"Sepertinya.. Maaf puteri, Kita sudahi pertemuan sesi belajar dengan saya untuk hari ini. dan sampai bertemu minggu depan, puteri Nara." ucap Ryeon lalu pergi meninggalkan Nara


"Sampai bertemu?? Hahaha.. Membingungkan!!" ucap Nara


"Kenapa Ryeon yang bersikap seperti itu?? Dia menganggap kejadian di kereta seperti biasa saja dan kalo memang dia ingin mendekatiku, kenapa justru ada wanita lain yang mendekatinya??" tanya Nara kesal


"Maaf.., karena sudah membuat puteri kesal." ucap Ryeon tiba-tiba


Nara terlihat kaget dan hanya diam menatap Ryeon. Dan tiba-tiba Ryeon memeluk Nara dan menyatakan perasaannya. Dan...


Tok..tok..

__ADS_1


"Puteri.., maaf mengganggu. raja memanggil puteri." ucap dayang Bong.


Nara terbangun dengan kaget dan ternyata itu hanya mimpi. Nara terlihat sedih, ternyata Nara menaruh perasaan terhadap Ryeon. Tetapi Nara tidak tau apakah Ryeon memiliki perasaan yang sama seperti yang dirasakan Nara.


Nara segera bergegas ke ruang kerja raja Haneul.


"Puteriku.. Kemarilah!" panggil raja Haneul dengan semangat.


Nara segera menghampiri raja dan duduk di samping raja Haneul. Lalu raja Haneul menaruh beberapa foto para pangeran itu dan memperlihatkan ke Nara.


"Puteri, ayah ingin tau.. diantara para pangeran itu siapa yang menarik hatimu? Apakah pangeran Ye-Jun? Atau pangeran Min-Ho atau pangeran Eunji. Wahh.. jangan bilang pangeran yang paling berani dan tampan itu, pangeran Ryeon kah??!" tanya raja penasaran


"Maaf ayah.. nanti saja ya, aku masih menikmati pertemanan dan belajar banyak hal dari mereka dan..." Nara belum selesai menjelaskan raja memotong pembicaraan


"Ayah tau.. Tapi kalo ayah lihat-lihat, kamu cukup dekat dengan dua pangeran. Dan ayah lihat kamu sangat senang dan terlihat menikmati bersama mereka." ucap raja Haneul


Nara tersenyum mendengar tebakan ayahnya yang tepat sekali.


"Mereka semua baik dan menyenangkan ayah!!" ucap Nara.


"Arasseo, yang penting anak ayah bahagia!" ucap raja Haneul


"Terima kasih, atas perhatian ayah." ucap Nara


Di kediaman Ryeon..


"Ka Ryeon.. Dari tadi kok terlihat sedang memikirkan sesuatu?! Ada apa??" tanya Ae Ri


"Anniyo, ngapain kesini??" tanya Ryeon


" Ini lho, ayah menyuruhku memberikan ini untuk kak Ryeon." ucap Ae Ri sambil menyerahkan beberapa berkas.


"Ka, lagi bingung sama wanita ya??" tanya Ae Ri tiba-tiba dan seketika membuat Ryeon tersedak saat minum.


"Uhuk..uhuk..uhukk.., ngomong apa sih Ae Ri???!" tanya Ryeon


"Hmm.. Kan aku cuma nanya, ka Ryeon aja, reaksinya berlebihan." ucap Ae Ri lalu pergi pamit meninggalkan Ryeon yang masih terbatuk-batuk.


Ryeon menarik nafas dan teringat kejadian saat di kereta dan kejadian sesi belajar diakhir dengan cepat.


"Apakah sikapku berlebihan?? Aku bingung dengan sikapnya yang berubah dan lagi.. Kenapa puteri menghindariku??" tanya Ryeon dalam hatinya


"Mungkin.., ka Ryeon diminta untuk menjelaskan perasaan ka Ryeon ke wanita itu!" ucap Ae Ri tiba-tiba


"Yaaa.. Ae ri!! Bisa gak ketuk pintu dulu!" ucap Ryeon terlihat kaget dengan kehadiran Ae Ri


"Sudah kaa.. Tapi ka Ryeon tiba mendengar jadi aku masuk deh." ucap Ae Ri

__ADS_1


"Hmm.. minggu depan bunga di rumahku siap panen, datanglah dan bawakan untuk wanita yang membuat kakakku gelisah seperti ini!" ucap Ae Ri tersenyum lalu pergi.


"Yaa.. Ae Ri!! Hmm, gumawo Ae Ri!" ucap Ryeon tersenyum


__ADS_2