Saranghae!

Saranghae!
Ep. 15


__ADS_3

Akhir pekan itu pun datang, Ye-Jun sudah bersiap untuk menjemput Nara. Dan para pangeran lainnya sudah menunggu di desa Mil.


"Selamat pagi puteri, apakah sudah siap untuk berangkat?" tanya pangeran Ye-Jun


"Pagi pangeran Ye-Jun, mari kita berangkat." ucap Nara


Kereta kuda yang ditumpangi Nara dan Ye-Jun pun berangkat dan beberapa pengawal dari kerajaan ikut serta untuk berjaga.


"Puteri, cobalah.. Ini buah dari kebun kerajaan kami." ucap Ye-Jun


"Wah.. Manis sekali." ucap Nara tersenyum


"Akhirnya.. Tersenyum juga. Dari tadi terlihat murung." ucap Ye-Jun dalam hatinya.


"Puteri, kita sudah sampai. Mari saya bantu turunnya." ucap Ye-Jun sambil mengulurkan tangannya.


Nara menerima bantuan Ye-Jun dan melihat para pangeran sedang mulai membagikan beberapa bantuan kepada warga. Beberapa pangeran yang melihat kehadiran Nara, melambaikan tangan dan tersenyum. Nara segera bergabung dengan para pangeran dan sangat bersemangat ketika sedang mengobrol atau mendengar keluhan para warga desa Mil.


"Wah.. Sudah cantik, perhatian dan sangat lembut hatinya." ucap pangeran Min-Ho


"Betul sekali! Aku iri padamu Ye-Jun, duduk berdua dalam kereta bersama puteri." ucap Eunji.


Ye-Jun yang mendengar ucapan teman-temannya hanya bisa tersenyum.


"Kemana pangeran Ryeon?" tanya Ye-Jun


"Pergi melihat area ladang dan mengambil sampel untuk diteliti." ucap Min-Ho


"Ohh.. Ternyata pangeran Ryeon pergi kesana." ucap Nara dalam hati


"Itu pangeran Ryeon." ucap Eunji dan melambaikan tangan ke arah mereka berkumpul.


"Selamat pagi puteri!!" sapa Ryeon datar


"Selamat pagi pangeran Ryeon." ucap Nara


Seketika suasana jadi canggung dan Ye-Jun melihat seperti Nara sedang tidak nyaman. Lalu Ye-Jun menggandeng tangan Nara dan mengajaknya bangun dan berjalan untuk keliling desa Mil. Para pangeran yang melihat Ye-Jun menggandeng tangan Nara hanya terdiam dan saling melirik, sedangkan Ryeon, hanya diam lalu pergi.


"Kenapa Ryeon diam saja? Dan kenapa aku mau tanganku digandeng pangeran Ye-Jun, aku gak mau pangeran Ye-Jun salah paham dan pangeran Ryeon.." ucap Nara dalam hati


"Maaf puteri, maaf kalo tindakanku tadi sangat tidak sopan. aku hanya ingin mengajakmu pergi. Karena wajahmu terlihat tertekan." ucap Ye-Jun


"Ahh.. Wajahku? Hahaha.. Aku baik-baik saja. Mungkin karena deg-degan harus bertemu dengan warga Mil." ucap Nara mencoba memperbaiki suasana.


Ye-Jun tersenyum lega..


"Syukurlah.. Aku jadi tenang." ucap Ye-Jun


Pekerjaan membagikan bantuan dan makan bersama dengan warga berjalan dengan lancar dan tidak disangka Nara cepat beradaptasi dan disukai banyak orang.


"Puteri Nara sangat ramah dan membantu para warga. Benar kan pangeran Ryeon?" tanya pangeran Ye-Jun


"Mwo? Ooh iya.." jawab Ryeon


"Karena itu, kalo kau memang tertarik dengan puteri, lakukanlah. karena aku juga tidak akan tinggal diam." ucap Ye-Jun tersenyum lalu pergi menghampiri Nara.


"Sepertinya.. Aku akan mundur untuk mendapatkan hati puteri." ucap Min-Ho


"Aku juga." ucap Eunji


"Hah? Kenapa??" tanya Ryeon


"Karena puteri tertarik dengan seseorang selain kita dan satu lagi sedang berusaha menggoyahkan hati sang puteri. Paham kan?" ucap Min-Ho


Mendengar ucapan pangeran Min-Ho tadi membuat pangeran Ryeon tersadar kalo puteri sedang tertarik dengan seseorang, yaitu dirinya. Nara melihat ke arah Ryeon dan saat mereka saling menatap, Ye-Jun segera mengalihkan pandangan Nara dengan mengajaknya berbicara.


"Yaa.. Ryeon. Kau ini dari dulu terlalu cuek dan lambat. jujur aku iri dan tidak terima tapi karena hati puteri sudah terlihat jelas, makanya aku mundur." ucap pangeran Min-Ho


"Hmm.. Terima kasih pangeran Min-Ho, semoga aku bisa." ucap Ryeon


"Jangan semoga, tapi harus berjuang kalo memang kau menyukainya. tapi kalo tidak yakin, biar pangeran lain atau aku akan maju kembali. Hahaha.." ucap Min-Ho menggoda Ryeon.


Ryeon pun mulai memberanikan diri mendekati Nara.


"Puteri, apakah aku mengganggu?" tanya Ryeon


"Ohh.. Anniyo! Ada apa pangeran Ryeon??" tanya Nara


"Ohh, tidak.. Maksudku, Anak pejabat istana memberitahuku kalo taman bunga di rumahnya siap panen, apakah puteri mau melihat dan memetiknya?" tanya Ryeon


"Hmm.. Anak pejabat istana? Apakah sedekat itu dia dengan wanita itu? Apakah aku harus tanyakan?" tanya Nara dalam hati


"Ooh, Wah.. Pasti asik ya. Hmm, boleh. Kebetulan besok aku tidak ada kegiatan dan masih libur akhir pekan juga." ucap Nara


"Baiklah, aku akan memberi tahu mereka kalo puteri akan berkunjung kesana." ucap Ryeon semangat


"Iya pangeran. Tapi... Dari tadi pangeran sebut anak pejabat istana itu siapa.." Nara belum selesai menanyakan soal Ae Ri tiba-tiba Ryeon dipanggil oleh pangeran Eunji.

__ADS_1


"Tuan puteri, besok aku jemput jam 10 pagi ya. Maaf, aku selesaikan dahulu pekerjaan hari ini." ucap Ryeon lalu pergi


"Baik pangeran Ryeon." ucap Nara


Dan Akhirnya Nara sampai di istana.


"Dayang Bong, tolong siapkan pakaian untuk besok pagi ya, pangeran Ryeon akan mengajakku untuk memetik bunga." ucap Nara sambil merebahkan tubuhnya


Dayang Bong terlihat tersenyum mendengar ucapan Nara.


"Kenapa diam saja dayang Bong?" tanya Nara


"Maaf puteri, akhirnya.. Saya lihat puteri tersenyum dan terlihat senang. Apakah karena pangeran Ye-Jun atau pangeran Ryeon?" tanya dayang Bong menggoda.


"Dayang Bong, tolong siapkan air ya. Aku ingin mandi." ucap Nara mengalihkan pembicaraan


Dayang Bong segera menyiapkan apa yang diminta puteri Nara.


"Hmm.. Entah kenapa aku mengiyakan ajakan pangeran Ryeon dan lagi apa karena aku penasaran dengan wanita itu? Entahlah.. Aku lelah sekali hari ini." ucap Nara lalu tertidur dengan lelap.


Keesokan harinya..


"Puteri, pangeran Ryeon sudah datang." ucap dayang Bong


"Aku segera kesana!" ucap Nara lalu segera bergegas keluar tanpa menjempit rambutnya sehingga rambut panjang indahnya terurai dengan indah.


Ryeon yang melihat puteri Nara yang berjalan mendekat ke arahnya terlihat terpana dengan kecantikannya, rambutnya yang terurai dan senyumannya yang indah membuat dirinya tak berhenti untuk menatapnya.


"Annyeonghaseyo pangeran Ryeon." sapa Nara semangat


"An..selamat pagi puteri." ucap Ryeon terlihat salah tingkah.


"Aku sudah siap, ayo berangkat!" ucap Nara


"Baik tuan puteri, ayo kita berangkat." ucap Ryeon


Di dalam kereta..


Nara tidak memikirkan kejadian dalam kereta itu karena terlalu semangat untuk memetik bunga. Udara pagi ini sangat sejuk dan pemandangan desa serta warga yang bekerja menjadi hiburan saat kereta yang Nara tumpangi melewatinya.


"Puteri, kita sudah sampai.." ucap Ryeon


Ryeon membantu Nara menuruni anak tangga kereta dengan tangan kuatnya Ryeon segera menggenggam erat tangan Nara yang lembut itu.


"Selamat datang di kediaman menteri keamanan Kim." ucap Ryeon


Di kejauhan tuan Kim dan istri serta yang lain menyambut Nara dan ada seorang wanita sedang menunggu Nara di depan pintu.


"Selamat datang tuan puteri." sapa tuan Kim sambil memberikan penghormatan diikuti dengan yang lain.


"Terima kasih atas sambutannya menteri keamanan Kim." ucap Nara


"Terima kasih tuan puteri berkenan datang ke kediaman kami. Silahkan nikmati pemandangan disini tuan puteri." ucap tuan Kim.


Nara diajak Ryeon keliling rumah menteri keamanan Kim serta diajak melihat taman bunga milik tuan Kim.


Woohwahh.. Indahnya!!!" ucap Nara


"Apakah itu boleh dipetik?" tanya Nara senang.


"Hmm.. Sepertinya apa yang puteri mau bisa dipetik." ucap Ryeon


"Anniyo..kau harus tanya dan izin, aku gak mau bunga yang belum siap petik, terpaksa harus dipetik." ucap Nara sambil tetap memandang taman bunga itu


"Baik puteri. Akan aku tanya mengenai bunga ini." ucap Ryeon


"Selamat pagi tuan puteri Nara." sapa Ae Ri


"Selamat pagi." jawab Nara


"Tuan puteri, perkenalkan saya adalah Ae Ri anak tuan Kim dan adik sepupu dari pangeran Ryeon." ucap Ae Ri tersenyum ramah


"Hah? adik sepupu??" tanya Nara kaget


Mereka terlihat kaget mendengar ucapan Nara seperti kaget kalo Ae Ri adalah sepupu Ryeon.


"Jadi dia bukan nona Mina tetapi Ae Ri adik sepupu??" tanya Nara dalam hati


"Ada apa puteri?" tanya Ryeon


"Ne, anniyo.. Hmm, salam kenal adik sepupu pangeran Ryeon, Ae Ri." ucap Nara mencoba terlihat tenang.


Ae Ri melirik ke arah Ryeon dan tersenyum karena tingkah puteri yang lucu.


"Puteri Nara, apakah ada bunga yang ingin dipetik selain bunga ini?" tanya Ae Ri.


"Hmm.. Sepertinya cukup yang siap panen saja Ae Ri." ucap Nara tersenyum ramah

__ADS_1


"Baik, saya akan siapkan yang terbaik untuk puteri. Mohon tunggu." ucap Ae Ri


"Ae Ri, hmm, bolehkah aku ikut untuk memetik bunga itu?" tanya Nara


Ae Ri melirik ke arah Ryeon dan Ryeon hanya tersenyum.


"Maaf tuan puteri, apakah puteri tidak apa-apa untuk memetik bunga-bunga ini?" tanya Ae Ri kembali


Nara mengangguk semangat..


"Tenang saja Ae Ri, di istana aku biasa melakukan ini. Jadi biarkan aku ikut untuk membantumu." ucap Nara


"Baik puteri, saya akan ambil peralatannya." ucap Ae Ri lalu bergegas menyiapkan alat-alat untuk memetik bunga mawar putih itu.


Puteri Nara, Ae Ri, pangeran Ryeon serta pekerjaan yang lain mulai memetik bunga-bunga mawar itu. Nara terlihat menikmati saat memetik bunga itu.


"Ahh.." keluh Nara sambil menahan sakit


"Puteri tidak apa-apa?" tanya Ae Ri cemas


Ryeon langsung bergegas menghampiri Nara dan melihat tangannya tertusuk duri dan masih menancap di jarinya. Ryeon membawa Nara ke tempat teduk lalu mempersilahkan Nara untuk duduk.


"Puteri, apakah tidak bisa hati-hati? Jarimu sampai berdarah dan terluka." ucap Ryeon terlihat kesal dan cemas


Dengan hati-hati Ryeon mengambil duri yang masih tertacap di jari Nara dan membersihkan luka itu lalu memberikan obat dan memberikan perban kecil untuk menutup lukanya.


"Terima kasih pangeran Ryeon.." ucap Nara terlihat tidak nyaman karena membuat orang cemas


"Iya puteri." jawab Ryeon singkat lalu pergi untuk mengambilkan minuman untuk Nara


"Puteri, maaf.. tuan puteri jadi terluka." ucap Ae Ri


"Ooh tidak, jangan minta maaf, aku yang tidak hati-hati karena terlalu senang. Tapi lumayan jadi dapat perawatan istimewa dari pangeran Ryeon." ucap Nara tersenyum


"Hahaha.. Iya ya puteri." ucap Ae Ri


"Puteri ini, bunga untuk tuan puteri. Semoga dengan bunga ini, rasa tertusuknya sedikit berkurang." ucap Ae Ri


"Terima kasih Ae Ri, ini sangat menyenangkan." ucap Nara


Nara dan Ryeon segera berpamitan untuk kembali ke istana.


"Istirahatlah puteri." ucap Ryeon


"Hmm.. maaf atas kejadian tadi pangeran Ryeon dan terima kasih sudah mengobati ini." ucap Nara sambil memperlihatkan jari yang terperban itu.


"Bisakah puteri untuk tidak terluka? Atau setidaknya.." ucapan Ryeon terhenti dan teringat ucapan Ae Ri untuk meminta maaf.


"Maaf puteri." ucap Ryeon kembali


"Maaf untuk apa? Aku yang minta maaf karena sudah membuatmu cemas, maksudku sudah membuat semua orang cemas." ucap Nara


"Memang puteri berhasil membuatku cemas." ucap Ryeon


Nara terdiam dan kaget mendengar ucapan Ryeon. Mereka tiba di istana, dan Ryeon mengantarkan puteri ke dalam istana.


"Puteri, ini bunga untuk tuan puteri." ucap Ryeon sambil memberikan bunga tulip itu


"Wahh.. Terima kasih, apakah bunga ini sudah siap petik pangeran?" tanya Nara


"Sudah puteri." jawab Ryeon


"Terima kasih untuk bunga dan hari ini pangeran Ryeon." ucap Nara


"Puteri.. ada yang ingin aku sampaikan." ucap Ryeon


"Iya, silahakan." jawab Nara


"Hmm.. Maaf untuk kejadian di dalam kereta tempo lalu dan mohon puteri tidak menghindariku dan aku harap hari ini awal untuk kita kembali dekat." ucap Ryeon


"Apa? Awal kembali dekat?" tanya Nara dalam hati


"Pangeran, apakah kejadian di kereta itu adalah sebuah kesalahan dan kita lupakan?" tanya Nara


"Maksud puteri?" tanya Ryeon kembali


"Tidak, buatku.. Kejadian di kereta itu sangat berbeda dengan yang aku rasakan dan lagi kalo aku menghindar bukan karena kejadian itu maksudku itu juga tapi adahal lain yang membuatku.." ucapan Nara terhenti


"Sepertinya.. Aku harus istirahat, terima kasih untuk hari ini dan mari lupakan soal kereta dan lainnya." ucap Nara lalu pergi begitu saja meninggalkan Ryeon


Di kediaman Ryeon..


"Apa maksud dengan ucapan puteri Nara? apakah puteri menyukaiku dan punya makna yang berbeda soal kejadian kereta waktu itu??" tanya Ryeon


"Ryeooonn.. jangan lambat dan polos, mari perbaiki semuanya!!" ucap Ryeon kembali


"Maafkan aku puteri, saat kita ketemu aku akan lebih jujur padamu!" ucap Ryeon dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2