Saranghae!

Saranghae!
Ep.20


__ADS_3

Pangeran Ryeon dan para pengawal kerajaan mencari keberadaan puteri Nara, bahkan para pengawal memperluas daerah pencari ke desa Mil.


"Pangeran Ye-Jun, dimana pangeran Ryeon?" tanya kepala Hae.


"Pangeran Ryeon sedang mencari puteri ke daerah selatan desa Mil. Sepertinya perbatasan daerah para penjahat." ucap pangeran Ye-Jun


"Terlalu berbahaya kalo pangeran Ryeon bergerak kesana sendiri." ucap Kepala Hae.


"Saya dan pangeran Min-Ho akan menyusul pangeran Ryeon dan pangeran Eunji akan membantu ke arah timur." ucap Ye-Jun


"Baik, saya akan membawa pasukan lain ke arah utara dan barat. Kirim seseorang bila sudah menemukan puteri Nara." ucap kepala Hae cemas


"Baik kepala Hae!" jawab Ye-Jun dan Min-Ho


Sedangkan di tempat lain..


"Puteri, apakah puteri baik-baik saja?" tanya dayang Bong


"Aku baik-baik saja, semua dayang aman kan?" tanya Nara sambil memeriksa satu persatu para dayang yang ikut rombongan Nara


"Puteri, kami baik-baik saja, tapi.. Tangan puteri..!!" ucap Salah satu dayang sambil menangis


"Ohh, pantas saja tanganku terasa perih. Sudah.. Kalian tidak perlu cemas, aku baik-baik saja." ucap Nara mencoba menenangkan para dayang


Dayang Bong segera merawat tangan puteri yang terluka akibat benda tajam.


"Dayang Bong, aku pinjam salah satu baju dayang, kita akan segera melakukan pelarian ke desa Mil karena itu desa yang paling dekat. Jadi.. Tolong kalian harus bertahan." ucap Nara mencoba menguatkan dirinya maupun para dayang.


"Baik tuan puteri, kami siap!" jawab para dayang


Setelah puteri Nara mengganti pakaiannya lalu mereka merencanakan untuk melarikan diri membawa para dayang. Para penjahat terlihat sedang mencari keberadaan puteri dan para dayang.


"Sepertinya mereka sudah tidak ada, perhatikan.. Dalam hitungan ketiga kalian harus segera lari ke arah hutan sana, dan pastikan kalian harus selamat!!" ucap Nara


"Lalu bagaimana dengan puteri??!" tanya dayang Bong cemas


"Jangan hiraukan aku, kalian larilah duluan.. Aku akan mengikuti dari belakang." ucap Nara


"Tapi puteri..." ucap dayang Bong


"Aku memerintahkan kalian untuk pergi duluan, aku harus melindungi kalian dari belakang." ucap Nara tegas


Para dayang mengikuti perintah Nara dan mulai melarikan diri tapi sayang saat sudah keluar dari wilayah para penjahat, Nara terjatuh dan tertinggal jauh dari para dayang.


"Dayang Bong, puteri.. Puteri Nara.. Puteri dimana???" tanya dayang Na


"Kita.. Kita harus mengikut perintah puteri. Puteri pasti akan selamat. Kita harus segera sampai di desa Mil, disana pasti banyak pengawal." ucap dayang Bong


"Aahh.. kakiku terkilir.." ucap Nara dengan menahan untuk tidak menangis.

__ADS_1


"Apakah ini hari terakhirku?? Ryeon.. tolong aku.. Tolong!!" ucap Nara dalam hatinya


Para penjahat mengejar para dayang dan puteri Nara, saat para penjahat mulai berpencar mencari keberadaannya, Nara berusaha bangun dan bersembunyi.


Tiba-Tiba seseorang memeluk Nara dari belakang dan Nara hampir teriak, karena berpikir kalo itu adalah salah satu penjahat itu, lalu dengan cepat mulut Nara ditutup.


"Ssstt.. Ini aku, tenang. Aku akan membawamu puteri." ucap Ryeon dengan lembut


Ryeon memberi kode kepada pasukan dan dengan sigap para pengawal menyerbu para penjahat itu dan akhirnya para penjahat segera dilumpuhkan dan ditangkap lalu dibawa ke pengadilan.


Tubuh Nara gemetar melihat perkelahian yang sangat sengit itu dan setelah semuanya berakhir dengan aman, Ryeon langsung berlari ke arah Nara lalu memeluknya dengan erat, tubuh Nara semakin gemetar dan lemas, Akhirnya Nara menangis dalam pelukan Ryeon dan jatuh pingsan.


"Puteri sudah ditemukan!!!" teriak pengawal


Semua terlihat lega dan senang mendengarkan kabar bahwa puteri sudah ditemukan.


"Kepala Hae, izinkan saya membawa puteri ke istanaku, kondisinya sangat tidak baik jika harus dibawa ke istana pusat." ucap Ryeon


"Baik pangeran, tolong rawat dan jaga puteri. Aku akan memberikan kabar kepada yang mulia raja." ucap kepala Hae


Dengan sigap Ryeon langsung membawa Nara ke istananya dan meminta tabib untuk mengobati luka-lukanya, dan meminta dayang-dayang yang selamat untuk diobati juga.


Saat luka dan tubuh Nara dibersihkan, pangeran Ryeon tetap menunggu di luar kamarnya dengan kondisi pakaian yang belum diganti.


"Pangeran.. Maaf, apakah tidak lebih baik pangeran istirahat dan berganti pakaian dahulu." ucap kasim Go


"Tidak, aku akan tetap disini!" ucap Ryeon


"Bagaimana keadaan puteri??" tanya Ryeon


"Tenang pangeran, saat ini puteri sudah tidur dan baik-baik saja, hanya saja puteri mengalami luka sayatan benda tajam di tangannya dan kakinya terkilir, dan itu sudah diobati." ucap tabib istana


"Terima kasih kepala tabib." ucap Ryeon


Setelah itu Ryeon segera berganti pakaian dan langsung kembali ke kamarnya untuk melihat keadaan Nara yang masih tertidur.


"Maafkan aku, seharusnya aku tidak membiarkanmu pulang ke istana sendiri. Mianhaeyo..!!" ucap Ryeon menyesal


Ryeon menatap Nara yang tertidur lelap dengan tangan dan kaki yang diperban. Ryeon menggenggam tangan Nara dan tertidur di samping tempat tidur Nara terbaring. Tengah malam Nara terbangun, dan melihat Ryeon tertidur di samping tempat tidur dengan wajah yang terlihat sangat lelah. Nara mengusap wajah Ryeon dengan lembut, Ryeon terbangun dan menatap Nara dengan hangat.


"Puteri, kenapa bangun? Apakah ada yang sakit??" tanya Ryeon cemas


Nara tersenyum dan menggelengkan kepalanya


"Aku baik-baik saja berkat pangeran Ryeon. Dan.. Terima kasih karena telah menyelamatkanku, pangeran." ucap Nara


Ryeon mendekat dan mencium kening Nara lalu memeluknya dengan erat.


"Aku minta maaf karena membiarkanmu dan aku berjanji, kejadian hari ini adalah yang terakhir." ucap Ryeon

__ADS_1


Nara menganggukan kepalanya.


"Puteri, kembalilah tidur. Aku akan disini menjagamu." ucap Ryeon


Nara terdiam dan hanya melihatnya, lalu Ryeon mendekati Nara lalu kembali memeluknya dengan erat.


"Tenang puteri, ada aku disini. Aku akan menjagamu!" ucap Ryeon


Nara tetap memeluk Ryeon dan tidak melepas pelukannya dan Ryeon mengerti perasaan Nara saat ini.


"Tidurlah.. Aku akan memelukmu, puteri." ucap Ryeon


Dan akhirnya Nara tertidur dalam pelukan Ryeon. Lalu Ryeon segera menaruh Nara di atas tempat tidur dan memberikan selimut padanya.


"Selamat malam puteri, saranghae!" ucap Ryeon


Paginya...


Nara terbangun dan melihat sekitarnya tidak ada Ryeon, Nara mencoba bangun dan ingin keluar kamar mencari Ryeon, tiba-tiba saja Ryeon ada di belakang Nara.


"Hati-hati puteri, kakimu masih belum sembuh." ucap Ryeon


Nara terlihat kaget karena tiba-tiba saja Ryeon ada di belakangnya.


"Pangeran.. Kenapa pergi, dan kenapa tiba-tiba muncul dari belakang!!!?" tanya Nara kesal


Ryeon tersenyum..


"Jangan tersenyum!!" ucap Nara lalu mencoba berjalan kembali ke tempat tidur tetapi karena kakinya masih sakit membuatnya hampir terjatuh. Dengan cepat Ryeon menangkap Nara dan memeluknya.


"Aku bilang apa tadi, kakimu belum benar-benar pulih." ucap Ryeon lalu menggendong Nara kembali ke tempat tidur.


Ryeon menatap Nara dan mendekatkan wajahnya.


"Maaf, jangan marah.. Nanti wajahmu terlihat semakin cantik!" ucap Ryeon tersenyum


"Jangan menggodaku dan berhenti tersenyum seperti..." belum selesai Nara berbicara tiba-tiba Ryeon mencium Nara dan dengan lembut Ryeon mencium bibir Nara yang lembut dan mungil itu.


"Saranghae, puteri!!" ucap Ryeon


"Nado, Saranghae pangeran Ryeon!!" jawab Nara


Lalu mereka berpelukan


Akhirnya.. Puteri kembali ke istana diantar pangeran Ryeon dan bertemu dengan raja Haneul.


Nara memberitahu perasaannya dan meminta raja merestui hubungannya dengan pangeran Ryeon. Dan raja sangat senang mendengar berita bahagia itu. Raja memanggil pangeran Ryeon dan puteri Nara lalu membicarakan pertunangannya. Mereka sangat bahagia dengan hubungannya yang direstui raja.


"Puteri.. Saranghae...." ucap pangeran Ryeon sambil memeluk Nara dengan erat

__ADS_1


"Nado, saranghae, pangeran!!" jawab Nara


__ADS_2