Saranghae!

Saranghae!
Ep. 8


__ADS_3

"Puteri, bunga ini dari mana?" tanya dayang Bong


"Hmm.. Tadi ada yang memberi, oh iya tolong taruh di kamarku ya dayang Bong." ucap Nara


Nara masih memikirkan kejadian saat bertemu Ryeon, bukan hanya diajak melihat pemandangan yang indah tapi memberikan bunga juga.


"Hmm.. Sepertinya ada yang aneh, tapi apa ya??" tanya Nara dalam hatinya


Keesokkan harinya...


"Selamat pagi puteri!" sapa pangeran Eunji


"Selamat pagi pangeran Eunji." sapa Nara kembali


Selamat mengajar Eunji sangat lugas dan santai, Nara menikmati sesi bersama Eunji. Sesekali mereka tertawa dan Nara cukup baik mengikuti.


"Akhirnya... puteri, kalo ada yang ingin ditanyakan atau apapun, silahkan tanya puteri." ucap Eunji


"Terima kasih pangeran Eunji, hari ini saya jadi bisa mengikuti sesi pangeran Eunji." ucap Nara


"Terima kasih puteri, semoga apa yang saya beritahu bisa bermanfaat." ucap Eunji.


"Oohh itu pasti dong." ucap Nara tersenyum manis.


Pangeran Eunji pun menyelesaikan sesinya lalu segera berpamitan.


Hari kedua..


"Selamat pagi puteri!" sapa pangeran Ye-Jun


"Selamat pagi.., silahkan duduk." ucap Nara


"Hari ini kita mulai belajar soal sejarah kerajaan. Apakah puteri sudah siap?" tanya Ye-Jun


"Tentu!" jawab Nara semangat


Ye-Jun tersenyum melihat tingkah Nara yang selalu menanyakan hal-hal yang unik dan lagi Nara terlihat sangat ceria dan anggun. Sesekali Ye-Jun mencuri pandangan ke arah Nara.


"Wahh.. Seru ya belajar soal sejarah, selama ini aku pikir belajar soal sejarah itu membosankan, tapi sepertinya tidak. ohh.. Aku tau mungkin karena pangeran Ye-Jun yang mengajar." ucap Nara tersenyum


Ye-Jun terlihat sedikit salah tingkah setelah mendengar ucapan Nara.


"Kalo begitu, saya pamit puteri. Sampai bertemu minggu depan." ucap Ye-Jun


"Pasti, sampai minggu depan." ucap Nara


Hari ketiga...


"Selamat pagi pangeran Min-Ho." sapa Nara


"Selamat pagi puteri!" sapa Min-Ho kembali


"Hari ini kita akan belajar soal kebudayaan dan bela diri kan?" tanya Nara bersemangat


"Ohh itu.. iya. ada apa puteri, apakah ada kendala?" tanya Min- Ho


"Anniyo, justru aku sangat suka kalo harus belajar soal kebudayaan, apa lagi bela diri.." jelas Nara


"Baik, bisa dimulai puteri?" tanya pangeran Min-Ho


"Silahkan!" ucap Nara


"Wah.. lain waktu ajari untuk lakukan ini ya?" ucap Nara


"Baik tuan puteri. Kalo gitu saya pamit." ucap Min-Ho

__ADS_1


"Terima kasih untuk hari ini." ucap Nara


Di kediaman Eunji..


"Hai, gimana hari ini?" tanya Eunji


"Wah.. Luar biasa, puteri cepat sekali mengikuti pelajaran dan lagi sangat ceria." ucap Min-Ho


"Bagaimana pengalamanmu Ye-Jun?" tanya Min-Ho


"Hmm.. Berjalan lancar." ucap Ye-Jun


"Yaa.. Kami pun berjalan lancar." jawab Eunji


"Tapi.. setelah kita berkenalan dan cukup dekat dengan puteri Nara, kita bisa lihat bahwa karakternya sangat lembut dan hangat. dan lagi kecantikannya semakin bertambah saat tersenyum, membuatku tidak bisa kalo tidak menatapnya." jelas Min-Ho


"Benar sekali, itu hal yang tidak bisa dipungkiri kalo puteri sangat menarik." tambah Eunji.


"Yaa, Ryeon. Besok giliranmu.. Tolong jangan terlalu dingin dengan puteri ya." ucap Eunji


Hari keempat..


"Hari ini yang akan mengajar puteri Nara adalah pangeran Ryeon. Wahh.. aku beruntung bisa memandangi ciptaan Tuhan luar biasa." ucap para dayang


"Betul, pangeran Ryeon tetapi paling membuat kita penasaran." ucap dayang lain


Nara yang mendengar ucapan para dayang hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Puteri, hari ini sesinya mau dimana?" tanya dayang Bong


"Hmm.. Bisa tolong siapkan di taman dayang Bong." ucap Nara.


"Baik, tuan puteri." ucap dayang Bong lalu segera menyiapkan tempat sesi pelajaran bersama pangeran Ryeon


"Selamat pagi dayang Bong." sapa Ryeon


"See..selamat pagi pangeran. Maaf mengganggu." ucap dayang Bong terlihat kaget


Ryeon tersenyum, lalu mempersilahkan dayang Bong mengerjakan tugasnya.


"Pangeran, mohon tunggu.. Saya akan sampaikan bahwa pangeran sudah tiba." ucap dayang Bong


"Silahkan dayang Bong." jawab Ryeon


Dayang Bong segera memberitahukan kepada Nara kalo pangeran Ryeon sudah menunggu di taman. Nara langsung segera bersiap dan pergi menemui Ryeon. tiba-tiba langkah Nara terhenti..


"Tunggu, kenapa aku pakai baju ini, ah sudahlah.." ucap Nara dalam hati lalu segera melanjutkan perjalanannya.


"Ohh.. Pangeran Ryeon sudah disana." ucap Nara dalam hati.


"Selamat pagi pangeran Ryeon!" sapa Nara


"Selamat pagi puteri!" sapa Ryeon kembali


Seketika suasana hening...


"Hmm.. Duduklah!" ucap Ryeon


Nara segera mengikuti permintaan Ryeon, tapi belum sampai Nara duduk, Nara berdiri kembali lalu memikirkan ucapan Ryeon.


"Tunggu.. Kenapa aku yang disuruh duduk? Aku kan tuan rumahnya??!" ucap Nara dalam hatinya sambil melihat ke arah pangeran Ryeon


"Silahkan duduk pangeran Ryeon!" ucap Nara sambil duduk


"Terima kasih puteri. Jadi kita akan mulai sesi pelajaran ini dan saya harap puteri bersiap karena saya akan membawa puteri keluar dari istana. Silahkan mengganti pakaian menyamar dan saya akan menunggu di gerbang istana." ucap Ryeon lalu pamit untuk berganti pakaian.

__ADS_1


"Hmm.. Sebenarnya apa yang mau dilakukan sampai harus menggunakan baju penyamaranku untuk ke pasar bersama dayang Bong???" tanya Nara dalam hati


Nara menghampiri Ryeon yang sudah menunggunya, lalu Ryeon menatap ke arah Nara dan beberapa saat Ryeon menatapnya lalu segera mengajaknya untuk keluar dari istana.


"Wanita ini, tiap kali melihatnya selalu membuatku untuk menatapnya." ucap Ryeon dalam hatinya.


"Jadi... Apa yang akan kita lakukan di luar istana pangeran Ryeon?" tanya Nara tiba-tiba


"Karena aku ditugaskan untuk sesi sosial dan lingkungan masyarakat, makanya kita akan belajar langsung di lingkungan masyarakat." ucap Ryeon.


"Ooh baiklah, aku suka!" jawab Nara bersemangat


Ryeon mengajar banyak hal mengenai sosial dan lingkungan masyarakat. Apa yang harus dilakukan para pemimpin saat melihat masalah ditengah-tengah masyarakat dan bagaimana solusinya agar masyarakat tetap menerima, Ryeon menjelaskan dengan jelas dan rinci. Dan Nara sangat bersemangat selain mendapat ilmu, Nara dapat kesempatan untuk berbicara dan mengamati secara langsung masalah ditengah-tengah masyarakat.


"Terima kasih pangeran Ryeon sudah memberi pengalaman yang menyenangkan. Aku suka saat beradaptasi dengan lingkungan baru dan bisa berbicara dengan mereka." ucap Nara tersenyum


"Hmm.. Syukurlah kalo puteri merasa seperti itu." ucap Ryeon


Terlintas dipikiran Nara untuk membelikan Ryeon minuman, tapi belum Nara membeli minumannya tiba-tiba saja ada beberapa anak-anak berlari lalu dengan cepat Ryeon menarik tangan Nara dan mereka sangat berdekatan. Para pengawal dan dayang saling menatap dan tersenyum melihat moment itu. Segera Ryeon melepas tangan Nara dan membantu Nara untuk berdiri dengan baik.


"Gwaenchanayo??" tanya Ryeon memastikan Nara kembali


"Ne, Gwaenchanayo." ucap Nara dengan wajah memerah.


"Dahaengieyo!" ucap Ryeon lalu meminta pengawal untuk mengambil minuman.


Lalu Ryeon mengajak Nara ke tempat yang tenang, taman nenek Jung.


"Ini, minumlah puteri." ucap Ryeon


"Ohh.. Terima kasih." ucap Nara


Nara menerima minuman yang diberikan Ryeon lalu meminumnya. Sesaat Nara merasa tenang dan menikmati minuman yang diberikan padanya. Angin bertiup, suara dedauan yang tertiup angin serta kicauan burung membuat Nara sangat menikmati suasana itu.


Ryeon yang duduk di samping Nara hanya diam dan ikut menikmati pemandangan indah itu. Tiba-tiba kepala Nara bersandar di pundak Ryeon. Ternyata Nara tertidur, dan jantung Ryeon berdetak dengan kencang. Dan segera melihat Nara, ternyata Nara tertidur lelap.


Para dayang dan pengawal hanya tersenyum melihat moment langka itu dan tetap berjaga-jaga. Saat Nara tertidur lelap, Ryeon tidak sedikit pun bergerak, Ryeon menjaga tubuhnya agar tidak mengganggu Nara yang tertidur.


Beberapa waktu berlalu..


Nara terbangun dan menyadari kalo kepalanya bersandar ditubuh seseorang lalu Nara melihat wajah Ryeon yang terlihat sangat bersinar dan menarik.


"Tampan.." ucap Nara


Lalu segera sadar kalo itu bukan mimpi, lalu segera merapikan duduknya dan sangat malu.


"Maaf.. Maksudku taman. Ya taman. Dan apakah aku tertidur lama?" tanya Nara dengan wajah memerah


"Hanya tertidur 30 menit." ucap Ryeon


Nara meminta maaf karena tertidur disaat sesi pelajaran pangeran Ryeon, lalu segera bangkit berdiri dan menjaga jarak karena malu. Akhirnya Ryeon mengakhiri sesinya dan mengantar Nara kembali ke istana.


"Hmm.. Sekali lagi maaf atas kejadian tadi pangeran Ryeon dan terima kasih untuk hari ini." ucap Nara


"Sama-sama puteri, semoga untuk sesi lainnya akan menyenangkan juga." ucap Ryeon


Ryeon segera berpamitan dan pergi meninggalkan istana setelah mengantar Nara.


"Jamsimanyo.. Hmm, untuk yang ditaman tadi aku benar-benar tidak melantur kan??" tanya Nara penasaran


"Hmm.. Sepertinya puteri mengucapkan kata Tampan atau taman ya? Saya lupa." ucap Ryeon


"Hmm.. Baiklah, hati-hati pangeran." ucap Nara lalu segera pergi


"Tampan?? bahkan dalam tidurpun wanita ini selalu mengucapkan hal-hal yang tak terduga dan spontan." ucap Ryeon

__ADS_1


__ADS_2