SATU HARAPANKU PADAMU

SATU HARAPANKU PADAMU
Chapter 023


__ADS_3

Beredar kabar bahwa keributan yang terjadi adalah antara dua orang pedagang di pasar ini.


Pedagang yang berseteru tak lain adalah Pak Purnomo dan Pak Anang. Asal tahu saja, Pak Purnomo adalah salah satu orang yang memiliki toko di pasar ini sejak pasar ini berdiri.


Kakek buyutnya sudah memiliki lapak ketika pasar ini baru saja diresmikan. Memang keluarga Pak Purnomo adalah keluarga yang berada dan semua anggota keluarganya memiliki jiwa bisnis yang sangat tinggi.


Bahkan, pada awal mula pasar ini diresmikan toko milik kakek Pak Purnomo adalah satu-satunya toko yang paling besar dan memiliki paling banyak pelanggan.


Toko Purnomo menjadi di pasar ini ibaratnya sudah menjadi rujukan bagi semua orang jika bahan yang mereka cari tidak ada di toko langganan mereka.


Ciri khas Toko Purnomo sendiri sangat mudah untuk diketahui. Toko yang terletak di tengah-tengah pasar dan memiliki cat berwarna kuning.


Aku teringat ketika dulu masih kecil diajak berbelanja oleh Ibu ke pasar. Di akhir sesi kami berbelanja, Ibu selalu mengajakku untuk mampir ke Toko Purnomo.

__ADS_1


Bagi Ibu sendiri, Toko Purnomo adalah toko yang sangat lengkap. Ibu bisa membeli apapun yang ibu cari dengan mudah dan juga dengan harga yang lebih murah daripada minimarket.


Keributan yang melibatkan Pak Purnomo, tentu saja membuat banyak orang terkejut.


Sifat Pak Purnomo yang dikenal oleh banyak orang adalah seseorang dengan rasa humoris yang tinggi, selalu menyapa semua pelanggannya, dan juga seringkali berbagi kepada orang yang ada di dalam pasar yang membutuhkan.


Aku saja, yang terbilang cukup jarang untuk pergi ke toko milik Pak Purnomo juga sudah bisa menilai bahwa beliau adalah sosok yang sama dengan apa yang diceritakan oleh banyak orang.


Kesuksesannya untuk tetap mempertahankan dan menjaga nama besar Toko Purnomo juga tidak serta merta karena jasa kakek buyutnya.


Aku pun pernah melihat ketika istrinya mengajari anak bungsunya untuk menggunakan kalkulator dan memberikan uang kembalian kepada konsumen saat itu.


Sedangkan satu orang lagi yang terlibat keributan adalah Pak Anang. Aku tidak mengetahui banyak tentang Pak Anang. Hanya beberapa kali saja mendengar namanya disebutkan.

__ADS_1


Tetapi, jika berdasarkan apa yang dikatakan oleh Bu Suryo kepadaku. Pak Anang termasuk pedagang baru di pasar ini. Beliau membeli tiga lapak kosong sekaligus untuk mendirikan tokonya.


Letak lapak itu tidak jauh dari toko milik Pak Purnomo, hanya berjarak sekitar empat ruko saja.


Pada mulanya, semua orang mengira bahwa keributan itu terjadi karena Pak Anang sebagai pedagang baru menjual dagangan yang sama dengan toko Pak Purnomo.


Toko Purnomo sendiri menjual berbagai macam kebutuhan rumah tangga mulai dari yang tradisional seperti cobek, panci, dan lain-lain.


Hingga ada satu khas yang dimiliki oleh Toko Purnomo di pasar ini yaitu menjual alat-alat kelistrikan rumah tangga, seperti blender, setrika, dan masih banyak lagi.


Dugaan setiap orang yang mendengar kabar keributan ini pun sama, yaitu sebuah ciri khas direbut begitu saja dengan adanya pedagang baru.


Banyak yang menganggap Pak Purnomo tidak terima sebagian besar konsumennya beralih ke toko milik Pak Anang yang menjual barang dengan harga sedikit yang lebih murah.

__ADS_1


Pun juga ada beberapa dari pekerja Pak Purnomo yang dengan samar-samar ingin menjatuhkan toko milik Pak Anang dengan memfitnahnya.


Dan fitnahan itu pun akhirnya keluar ketika keributan terjadi. Pak Purnomo mengatakan dengan keras jika Pak Anang menggunakan ilmu-ilmu terlarang agar bisa mendapatkan banyak sekali pelanggan yang sebelumnya menjadi pembeli tetap Toko Purnomo.


__ADS_2