SATU HARAPANKU PADAMU

SATU HARAPANKU PADAMU
Chapter 024


__ADS_3

Aku masih tidak habis pikir dengan keributan yang terjadi di pasar tiga hari yang lalu.


Batinku, mengapa ada orang yang setega itu untuk memfitnah orang lain hanya karena ingin menguasai para pelanggan.


Dalam tiga hari terakhir, yang sebelumnya informasi simpang siur begitu banyak berseliweran di pasar ini akhirnya satu-persatu terungkap mana yang benar dan mana yang salah.


Pak Anang yang sudah merasa difitnah oleh Pak Purnomo, menyetujui usulan masyarakat pasar untuk menggeledah toko miliknya dan juga toko milik Pak Purnomo.


Beliau sendiri merasa tidak takut dengan semua lontaran fitnah yang telah ia terima, karena Pak Anang memang sejatinya tidak melakukan apapun dan bersaing dalam hal bisnis secara sportif.


Penggeledahan pun dilakukan hari ini, beberapa masyarakat pasar yang dianggap sebagai tetua dan dihormati oleh seluruh masyarakat pasar pada umumnya diajak sebagai saksi.


Dimulai dari toko milik Pak Anang terlebih dahulu. Toko yang masih baru, tentu saja kondisinya lebih bersih daripada toko yang sudah lama dan terkesan lebih kotor.


Ada lima orang yang menyisir seluruh penjuru toko. Mulai dari tempat kasir, hingga gudang yang biasanya digunakan untuk menyimpan barang yang akan dipajang di bagian depan.

__ADS_1


Sedangkan Pak Muhajir, selaku “tetua” di pasar ini mengobrol dengan Pak Anang terkait masalah dan keributan yang menyeretnya.


Menurut pengakuan Pak Anang, kala itu Pak Purnomo tiba-tiba mendatangi toko miliknya dan langsung bertanya banyak kepada pegawai kasirnya.


Pak Purnomo tidak mengobrol banyak dengan pegawai kasirnya, jika dilihat dari CCTV pun juga tidak terlihat adanya sebuah gerak-gerik yang menunjukkan tidak nyaman dari pegawai kasir.


Tiba-tiba saja, Pak Purnomo meminta untuk bertemu dengan pemilik toko yang tidak lain adalah Pak Anang sendiri.


Keduanya pun bertemu tanpa ada perkenalan atau pembicaraan yang rileks sedikitpun. Pak Purnomo langsung mencaci dan mengolok-olok barang yang dijual oleh Pak Anang.


Sambil menunjuk setiap barang yang dioloknya, Pak Purnomo juga mengatakan dengan keras bahwa barang yang dijual oleh Pak Anang adalah barang palsu dan bermutu rendah.


Keributan tidak berhenti ketika Pak Anang juga menaikkan suaranya. Malahan Pak Purnomo mulai menyebutkan hal-hal aneh yang tidak masuk akal yang bahkan sama sekali Pak Anang tidak pernah menyentuhnya, seperti penglaris.


Penglaris adalah salah satu ilmu ghaib yang bertujuan untuk melariskan usaha atau dagangan.

__ADS_1


Kebanyakan, penglaris digunakan pada tempat yang menjual makanan, seperti resto, warung, atau rumah makan.


Namun, juga tidak menutup kemungkinan untuk digunakan pada hal yang lainnya seperti di pasar.


Dulu, Ibu pun pernah dituduh menggunakan penglarisan oleh seseorang yang tidak dikenal.


Orang itu mengatakan, makanan yang Ibu jual pasti akan langsung basi jika dibungkus dan dibawa pulang ke rumah.


Saking marahnya Ibu, sampai rela memberikan semua porsi nasi di hari itu secara gratis kepada semua orang.


Tindakan Ibu sontak kala itu membuat banyak sekali masyarakat pasar terkejut. Tetapi seperti itulah Ibu.


Ibu akan sangat amat berani jika apa yang ia lakukan benar, tetapi malah dihina dan dituduh yang tidak-tidak.


Sama halnya dengan Ibu, Pak Anang pun melakukan hal yang serupa.

__ADS_1


Beliau dengan berani mengambil langkah secara adil dengan mendatangkan "tetua" masyarakat pasar.


Bagi Pak Anang, jika memang dirinya benar. Maka yang bersalah harus dihukum, namun jika dirinya bersalah, maka ia akan meminta dihukum.


__ADS_2