Satu Hati Dua Cinta CEO

Satu Hati Dua Cinta CEO
Kedatangan Brian Wijaya


__ADS_3

Pagi itu diruang Presendir.Rendy duduk di singgasana ny, menelpon asisten Marcell.


tuttt..tuttt..tutt


"ya Hallo tuan..!


"jam berapa Rian lending"


" saya sudah cek penerbangan ny,sore ini tuan!


"hari ini apa ada meeting?


"hari ini tidak ada jadwal meeting tapi malam hari ada pertemuan antar pembisnis di Hotel Zamrud tuan!


" ok,,,suruh supir kantor pak Rudi untuk menjemput Rian,,dan bawa serta 4 orang bodyguard.


" baik tuan!


telpon terputus..


.tok tok tok


"Masuk!!


sekertaris lusi membuka pintu dan memberi hormat.


" Tuan ...ada Tuan Brian Wijaya Kusuma!


" baik persilakan masuk."

__ADS_1


tak lama tamu itu msuk, seorang pria setengah baya dan bersalaman dengan Rian,Rian pun menjabat tangan nya dan mempersilakn untuk duduk di kursi tamu.


Rian memencet tombol di meja kerja ny.


" Lusi bawakan dua cangkir kopi."


" Baik tuan!


" sudah cukup lama kita tidak bertemu. bagaimna kabar ayah mu ?


" Ayah baik baik saja om,ayah lebih banyak aktivitas dirumah, maklum sudah berumur dan menyerahkan kan tugas perusahaan sama aku om"


" Om mngenal ayah kamu dari muda,ayah kamu orang yang cerdas dan penuh ambisi, om bersahabat dengan Ramon dari SMA dulu, susah senang bersama, sampe akhirnya Ayah km jadi orang hebat sampe skrng ini.


" Ahh ..om jngn suka merendah, Om pun orang hebat juga, perusahaan om pun banyak"


" tapi tak sehebat perusahaan Ramon,,,hhaaa..


Ramon Sangat beruntung mempunyai dua orang putra buat penerus perusahaan, sedang om tidak memiliki putra.


tak lama Lusi masuk dan menaruh dua buah cangkir kopi.


" Maaf om,,Apa om datang kemari ada hubungannya dengn sella..! bertanya dengan penuh selidik.


"Tidak,,,om hanya mau menanyakan kerjasama mengenai proyek yg dulu pernah kita dirikan ! om paham kalau kamu dan sella pernah bersama, om dan Ramon memng dulu pernah brjanji, kalau ank kita salah satu ada yg laki atw perempuan akan kita jodoh kn, untuk mempererat persahabatan kita."


" Maaf Om..klau aku telah mengecewakan om,tapi aku dan sella tidak mungkin untuk bersama lagi!


" Tadinya Om berpikir sella bisa meneruskan perusahaan om bila hidup bersama mu.tapi sella lebih memilih jdi model, andaikan saja waktu itu Anak om tidak hilang, mungkin om bisa mewaris kan perusahaan om pada Kaka ny sella,"

__ADS_1


" oohh,,,jadi sella masih punya kaka?


" iya.. tapi kaka sella dari istri om yg pertama.


" kenapa bisa mnghilang om?,, apa om tidak pernah mencarinya?,, "ahh..maaf om klau aku bnyk bertanya?


" tidak apa apa Ren,,kamu sudh seperti ank om juga." sambil membenar kn kacamata ny, raut wajah Brian yg di penuhi kerutan dn kesedihan,mata ny sudah mulai memanas.


"Awalnya kami pacaran selma 4 thun, tapj kami tidak pernah direstui kedua orang tua om. Akhir nya kami nekad menikah tanpa restu orang tua, lalu om kabur dari rumah dan meninggalkan perusahaan.


kami hidup bahagia dirumh kontakn,dan om bkerja di perusahaan Ramon, tak lama istri om melahirkan ank perempuan yg kami beri nama Marissa Aryani kusuma.


Suatu hari ibu om menelpon, klau ayah om sakit dn sudah menerima istri om ,kami pun pulang kerumh, kala itu anak om brumur 3 buln.akhirny om meneruskan perusahaan ayah om lagi ! dengn berjln ny Waktu, trnyta klurga Om tetep membenci istri dan anak om, untuk menbahagia kan anak dan istri, om membeli sebuah rumah, waktu itu anak om Marisa baru umur setahun.


orang tua menugaskan om untuk mngurus perusahaan diluar kota , krna ada masalh disana.Dua bulan kemudian om pulang ! tapi anak dan istri om, sudah tidak ada lagi.


Brian menarik napas panjang menahan rasa sakit, tak terasa air mata ny sudah terjatuh.lalu menatap langit-langit.


" lalu om menikah lagi dengn ibu sella!


"om mencari keberadaan anak dn istri om tapi tidak ada yg tau, bertanya pd kluarga pun mereka tidak tau, sempat om prustasi dan stress, perusahaan hampir bangkrut, Ramon lah yg telah menguat kn hidup om.dan setahun kemudian om dijodohkan dengn serly ibu dari sella.


Rendi pun trlihat sedih dan menepuk nepuk pundak brian.


" yang sabar om.. semoga Tuhan mempertemukan om dan ank om.


' ahh,,mksih Rendi..maaf kn om, udah cerita masa lalu om."


"tidak apa-apa om, yang terpenting beban om

__ADS_1


sudah hilang setelah om bercerita...silakan diminum om kopi nya.


Akhirnya mereka menyeruput kopi yg sudah hampir dingin.


__ADS_2