Satu Hati Dua Cinta CEO

Satu Hati Dua Cinta CEO
Awal yang Baru


__ADS_3

"Ssstttzzz...!" Rian menaroh telunjuk nya dibibir, mengisyaratkan agar Risa jangan berisik! "kecilkan suara mu Risa? mereka sedang makan sangat terganggu!" bentak rian pelan.


Risa langsung terdiam sambil matanya melirik kekanan kekiri.


Risa yang terduduk mencondongkan kedepan badan nya kearah rian sambil setengah berbisik,takut seakan ada yang mendengar.


"Aku jadi curiga ataw jangn jangan kamu yang


sudah memaksa kaka mu, meminta pekerjaan buat aku !"


"HAH !!"" kini giliran Rian yang teriak." heeiii.. kecilkan pita suara mu,tadi kau yang bilang tidak boleh berisik!" bentak Risa gak mau kalah.


"Kau pikir Kaka ku sebodoh itu, untuk masalah kerjaan dia sangat teliti orang nya. dan aku tidak bisa ikut campur keputusan dia dalam merekrut karyawan,dia yang lebih paham berkualitas atw tidak nya!" berbicara dengan suara datar.


"Tapi kenapa secepat itu ya,baru ajh 2 jam yang lalu aku di interview, skrang sudah dapat jawaban nya."ujar Risa bingung,tapi tersirat kebahagiaan dengan senyum mengembang dan mata yang berbinar-binar'


"Karena kau berkwalitas ! " selamat aku turut bahagia mendengar nya" dengan sudut bibir melengkung.


Tak lama makanan yang sudah di pesan pun datang, 2 orang pramusaji menaroh nya diatas meja.


"Ayo sekarang kita makan,itung itung kita merayakan keberhasilan kamu mendapatkan pekerjaan!"


"Terimakasih bnyak Rian!" mereka pun menyantap hidangan diatas meja.


Gedung "Prakasa Abadi'***


Sebuah Gedung perkantoran yang menjulang tinggi, berada di tengah tengah kota,Risa memandang perkantoran itu dengan kepala tengadah keatas,tak percaya bisa bekerja di perusahaan salah satu terbesar dikota ini.banyak orang yang memimpikan untuk bekerja di perusahaan tersebut, perusahaan yang bergerak di bidang jasa, sudah banyak proyek proyek besar, seperti Perkantoran, swalayan, Perhotelan, Apartemen Mewah,dll belum lagi perusahaan di Luar Negeri sudah tak terhitung bnyk nya perusahaan yang berada dibawah kendali Rendy Prayoga'.


Risa begitu bangga bisa bekerja disana,risa mulai berjalan sambil mendekap map coklat, memasuki gedung tersebut, senyum yang selalu mengembang disudut bibirnya, jantung yang berdetak kencang, karena ini hari pertama dia bekerja, jadi dia tidak mau kecewakan perusahaan tempat dia bekerja.


Risa sudah kluar dari lift dan kaki nya melangkah ke ruangan bu Vera dilantai 10.


Risa mengetuk pintu,dan karyawan diruangan itu mempersilakn nya masuk.


"Selamat Pagi bu vera" membungkuk hormat.


"Silakan duduk !" Risa duduk di depan meja bu vera.


"Hari ini kamu mulai bekerja,nanti kamu bisa bekerja sama dengan nona lexsi,dia senior seorang yang handal,kamu bisa kan buat sketsa untuk pembangunan proyek!'


"Bisa bu ! karena membuat sketsa pembangunan sudah kerjaan saya bu"


"Bagus saya percaya padamu, apalagi kamu pernah jadi wakil Manager di kota 'B.


"sekarang kamu bisa keruangan presendir


karena Tuan Rendy yang akan memberikan tugas sebagai pimpinan perusahaan."

__ADS_1


Glekk... tenggorokan Risa Langsung tercekik,


karena harus berhadapan dengan bos yang dingin dan Arogan itu.


"Baa..baik bu ! jawab Risa gugup.


Risa pun berjalan kluar, menuju ruangan Presdir dilantai 27.


sampai depan pintu Risa berhenti, menarik nafas dalam dan menghembuskan nya perlahan, untuk menormalkan detak jantung nya.


"Tok..tok..tok..


"Masuk..!"


Risa mulai membuka pintu perlahan, rasa gugup sudah menyelimuti wajahnya, Risa melangkah masuk dan berdiri tak jauh dari meja kerja rendy... Rendi duduk di kursi presendir sambil membulak balik kan berkas yang ada ditangn nya,tanpa menoleh.


"Pagii Pak..!" membungkuk kan badan.


"Silahkan duduk..!"


Risa memberanikan diri duduk di depan rendy


"Aku sudah membaca profil kamu.. trnyta kamu seorang Arsitek pembangunan.pernah menjadi wakit manager."


blaa..blaa...blaa.......terus berbicara


"Apakah aku tak salah kan? pria yang di depan ku ini benar-benar yoga kan? mengapa dia tak mengenal ku? apa dia amnesia?


begitu banyak pertanyaan yang ada didalam hati Risa.


"Tek Tek.. Rendy petikan jari nya di depan wajah Risa yang sedang melamun. Risa terkaget dari lamunannya.


"Ahh maaf tuan..iya tadi apa?


"Kamu tidak menyimak apa yang aku bicara!


Risa terdiam, menunduk kan wajah nya.


"Apa kau punya masalah?" Risa menggeleng.


"Baik lah, kalau ada masalah,jangan kau bawa kekantor,nanti kamu tidak konsentrasi bekerja!


"Baik Tuan..!" Risa mengangguk


"Sekarang aku ada tugas buat mu,aku ada proyek pembuatan pertokoan Ruko 5 lantai yang terletak di daerah C' dengan luas tanah tiga hektar, posisi dekat pasar tradisional dan terminal. kau harus buat sketsa nya dalam waktu seminggu dan ini proposal nya bisa kau pelajari. Risa mengambil proposal diatas meja yang sudah rendi sodor kan.


Tok tok tok..!...."Masuk..!"

__ADS_1


Masuk seorang wanita cantik tinggi langsing, menghampiri Rendy.


"Pagi Presendir..? membungkuk hormat.


"Oiya Lexsi.. perkenalan ini Risa, karyawan baru yang akan bekerjasama dengan mu!"ucap rendy kepada lexsi


Risa bangun dari duduknya dan mengulurkan tangannya, mereka pun berjabat tangan.ada tatapan dingin dan kurang ramah dari Lexsi, Risa hanya tersenyum.


"Oke.. sekarang silahkan kalian bekerja,aku tunggu hasilnya jangan mengecewakan!" berbicara sambil melirik Risa, seakan memberi kode kamu harus bikin aku puas dengan pekerjaan mu,bgitu arti lirikan Rendy.


Mereka pun kluar ruangan Presendir dan menuju lantai 3 ruangan kerja lexsi.Risa memasuki ruangan itu,, Ruang kerja yang cukup luas, terdapat 8 meja,7 meja kerja sudah terisi karyawan, hanya ada satu meja yang kosong, disudut ruangan yang memang sengaja khusus buat Risa.


Lexsi sebagai senior dan orang kepercayaan Rendy, memang angkuh dan sombong,bnyak karyawan yang segan pada nya, apalagi Ayah nya salah satu pemegang saham di perusahaan Rendy.


"Perhatian untuk kalian semua nya.. kita kedatangan karyawan baru, tolong kerjasama nya,bila ada kesalahan saya tidak segan segan akan memberi SP pada kalian!" berbicara dengan dilipat kedua tangan di dada, sambil melirik sinis ke Risa.


"perkenalan diri mu!" dengan nada cetus.


"Hallo semuanya... perkenalkan namaku


Marisa,tapi biasa di panggil Risa. berbicara dengan trsenyum, mereka pun mngampiri Risa untuk berjabat tangan. Risa duduk diposisi nya dan mulai menyalakan laptop.


Jam sudah menunjukkan 12 siang, sudah waktunya makan siang.semua karyawan diruangan itu mulai beristirahat, tinggal Risa yang masih bekerja." Ting !" masuk suara washpp.


Rian


"sudah waktunya makan siang?


Marisa


"Belum lapar !"


Rian


"kamu harus makan, nanti sakit!"


Marisa


"kamu makan duluan ajjh!"


Tak lama..tak tok tak tok..suara orang berjalan memecah keheningan ruangan itu.risa terus bergelut dengan pekerjaan nya, tanpa menghiraukan siapa yang datang.suara sepatu itu berarti tepat depan meja kerja Risa.


"Apa kau masih menolak untuk makan?


"kan sudah ku bilang, makan lah duluan."tetep tidak menoleh masih di depan laptop. Rian mengdengus kasar,lalu menutup laptop nya.


"Haiii...apa yang kau lakukan? aku masih harus berkerja?" tanpa mau berdebat, Rian menarik tangan Risa kluar ruangan.

__ADS_1


__ADS_2