Satu Hati Dua Cinta CEO

Satu Hati Dua Cinta CEO
Risa yang minder


__ADS_3

Rendy mulai menghubungi telpon Alfian..


"Tuut..tuut..tuut....,sekali lagi gak diangkat habis kau Alfian! mendengus kesal..


"Ya Hallo...ada apa Ren..?"


"Untung kau angkat,klau tidak habis kau!


"Sabar donk Bos..ini udah jam berapa?


ganggu tidur orang ajjh!


"Cepet kesini !! 15 menit gak ada batang hidung mu, jangan pernah temui aku!


"Dasar Singa..30 menit !"


"Kau masih tawar menawar 20 menit !"


"Sabar lah dikit 25 menit Ok!


Rendy dengan kesal langsung mematikan ponsel nya...20 menit berlalu, Rendy terus melirik jam di dinding.


"Tett...teett..suara bel berbunyi.., Rendy langsung membuka pintu,sudah berdiri Alfian di depan pintu, lalu msuk ke dalam.


"Ada apa ?" kau begitu panik ! terlihat seraut wajah rendy yang kusut.


Rendy langsung membawa Alfian msuk kamar. Alfian kaget karena ada wanita diatas ranjng Rendy.


"siapa wanita ini?.. Alfian mengamati wajah wanita itu. tunggu.. tunggu.., seperti nya aku kenal wanita ini?" Dia yang pernah kau bawa kerumh ku kan?" tanya Alfian bertubi-tubi.


Rendy menghela nafas dalam . dia karyawan aku.lalu Rendy menceritakan semua nya pada Alfian.


"Ooohh..jadi seperti itu!


"Cepet kau periksa...aku menyuruh mu kesini bukan buat dengar cerita ku!


"Hadeeuuu dasar Singa.. selalu gak sabaran!


Alfian langsung memeriksa detak nadi Risa,


selesai memeriksa semuanya,dia duduk di sofa, '


Detak jantung nya normal,tapi agak lemah, trauma pada kegelapan bisa membuat orang tidak sadarkan diri, kau harus rangsang tubuh nya dengan wewangian,misal kan minyak angin, telapak tangan,kaki dan hidung trs kau olesin minyak angin,biar alam bawah sadarnya kembli "


setelah Alfian memberikan penjelasan dia pun pamit,dan tak lupa memberikan obat dan vitamin untuk stamina biar gak mudah lelah.


Rendy pun mengangguk tanda mengerti.

__ADS_1


Rendy mulai mengambil minyak angin yang ada dikotak obat,dan mengoleskan nya pada telapak tangan, kaki dan hidung..selang berapa menit,Risa mulai membuka matanya. dia melirik ke arah Rendy, Risa kaget dan terperanjat.


"Tuan Rendy... Aku dimana?" Risa berusaha bangkit dari tidurnya, sambil memegang kepala, dengan kedua tangannya. Rendy memegang pundak nya, berusaha menenangkan Risa,lalu memberikan Air putih yang sudah tersedia di meja nakas.


"Sudah kamu istirahat saja dulu,aku akan tidur di ruang tamu". setelah itu Rendy beranjak dari kamar, tidur di sofa ruang tamu.


Pagi Hari begitu cerah, cahaya masuk kedalam sela sela jendela,Risa yang dari jam 3 subuh terbangun dari sadarnya, sudah gak bisa tidur lagi,ia berbaring hanya karena pusing.Risa bangkit dari ranjang Nya menuju kamar mandi,di samping tidurnya sudah tersedia handuk putih bersih, rupanya Rendy sengaja menaroh handuk disana.


Risa menyalakn air hangat ke dalm bathtub.


setelah sudah setengah air yang msuk,dia langsung merendam kan diri.


rasa segar pada tubuh nya, sudah berasa.


pusingnya pun sudah lumayan berkurang. setelah sekian menit berendam, Risa mulai mengeringkan tubuh nya,dia baru tersadar klau lagi dirumah Rendy,dan gak ada baju ganti, akhirnya Risa memakai baju itu kembali, 'Ahh baju ini sudah bau keringat, tapi mau bagaimana lagi?... Risa keluar dari kamar mandi, Risa kaget ternyata rendy sudah berdiri disisi jendela.


"Kau sudah selesai mandi?"


"Iya.."


"Kau sarapan dulu,baru minum obat mu."


Rendy melangkah pergi, masuk kamar mandi, Risa kluar kamar menuju meja makan,di meja sudah tersedia, sandwich,roti selai dan teh msnis hangat.risa tidak menyentuh nya tapi duduk di kursi dengan tangan menopang dagu ny dimeja makan.


"kenapa kau tidak menyentuh makanan? ucap Rendy membuyarkan lamunan risa.


"Ahh maaf tuan.. sudah merepotkan,dan terima kasih sudah menolong aku semalam"


dengan wajah tertunduk,bola matanya yang bening tertutup oleh bulu mata yang panjang dan lentik.


"Makan lah cepat dan ini obat yang Dokter Alfian kasih semalam!" sambil menyodorkan


dua macam obat,di depan meja Risa.


"Apa??" ada Dokter Alfian semalam !"


hentak Risa kaget.


"Emang nya kau lupa? klau semalam kau pingsan di lift !!"


Risa mulai mengingat ingat kejadian di dalam lift. "Yang ku ingat malam itu,tiba tiba gelap dan aku gak ingat apa-apa.nafas ku sesak. karena aku Phobia pada kegelapan."


"Ya sudah sekarang makan lah, langsung minum obatnya" Risa tidak berani membantah,dia mengambil dua potong sandwich,dan satu roti ,meminum obat nya.


"kalau kau masih kurang enak badan, istirahat lah dirumh mu,kau tidak usah kerja dulu!"


Risa yang masih mengigit roti nya,membulat kan bola matanya.

__ADS_1


"Ahh.. tidak tuan, saya sudah tidak apa apa ko, bukan kah hari ini ada presentasi? Aku gak mau sia sia kan pekerjaan ku selama 2 mnggu,tugas yang tuan berikan sudah aku selesai kan semalm,dan laporan nya sudah aku taroh laci meja.


"Apa kau yakin bisa presentasi kan hari ini?


"Iya..! Risa mengguk cepat.


"Tuan...eeehh...tapi Risa berhenti sejenak,


ads rasa ragu untuk bertanya.?"


"Kenapa ? Rendy mengeryit kan kedua alisnya


"Apa sebelum nya kita pernah ketemu?'


"Ehemm..! Rendy berdehem.. lalu mengalih kan pandangan nya.


"Ayo kita berangkat, jangn sampe telat,kita mau metting!"


"Aku belum ganti baju, Apa aku pulang dulu, baru kembali ke kantor.


"Tidak ada waktu untuk presentasi lagi, metting jam 8 sudah mulai."


Risa benar benar merasa minder dengan penampilan nya yang polos tanpa make-up


dan baju yang kemaren,atasan putih motif polkadot dan rok lebar hitam.penampilan Risa tidak lah secantik dan seseksi Lusi sekertars Rendy,dan juga Lexsi yang selalu menjaga penampilan nya, Risa mengambil minyak wangi dalam tasnya, dan menyemprotkan nya keseluruhan tubuhnya,agar bau baju nya tidak menyengat.


Mobil sudah meninggal kan Apartemen,dan melaju ke kantor, tidak ada percakapan dari dalam mobil, Rendi masih fokus di depan setir nya, sedang Risa duduk manis di samping Rendy, dengan pandangan kluar jendela.


Rendy memasuki gedung di ikuti Risa dibelakang nya, Pintu otomatis terbuka karyawan yang bertatapn langsung membungkuk kan badan memberi hormat.


Rendy menuju lift khusus ,semntra Risa masuk lift karyawan,dan menunggu lift turun, segerombolan karyawan menatap Risa seakan mencibir,ada suara desas desus dari mereka.


"Cihh.. penampilan nya norak banget siee, padahal berjalan sama presendir,lihat ajh wajah nya pucat gak dandan,ini kantor tempat yang bonafid!"


"udah kaya pelayanan Lestoran!"ejek yang laen nya. sambil tertawa cekikikan.


"Hehh..tau gak, semalam katanya,ada yang pingsan di dalm lift,dan yang menolong pak Rendy! "Apa!!! pekik mereka seperti tak percaya.


begitu lah para jomlowati, klau ada gosip tentang presendir pasti cepet menyebar. bisik2 mereka tapi msih trdengar Risa.


TING..!! lift terbuka, mereka pada berebut masuk,hanya risa sendri yang masih diam terpaku di tempt ny berdiri.


Tiba tiba ada tangan Pria kekar memeluk pinggang Risa dari belakang.


🌷🌷🌷🌷🌷


Haiii...teman teman semua yang sudah membaca novel saya, Thor minta tolong bnget 🙏 bantu like,komen, vote,dan bintang 5 nya.membuat novel itu gak gampang harus banyak pemikiran dan ide ide.jadi sekali lagi bantu Thor ya,biar tambah semangat nulis nya.. Terimakasih bnyak 🙏😘😘

__ADS_1


__ADS_2