
Rian memasuki kamar dan duduk disamping Marisa, ditatap nya Marisa dengn perasaan bersalah, Marisa yang masih terbaring lemah,juga menatap rian dengn pandangan nanar,,,
" kamu siapa? dan kenapa aku ada disini?
" hmm,,,apa kamu tidak ingat apa yang sudah terjadi semalam?"
tanya Rian dengn tatapan sedih, Risa diam dan mencoba mengingat semua kejadian semalam.
" Ak..aku..ditabrak sebuah mobil !,, si..siapa yang rnenabrak aku? tanya risa dengn gugup.
" hhh..." Rian menarik nafas panjang dan mnghempas kn nya,dia ragu untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya,tapi bagaimana pun juga dia harus berterus terang dan bertanggung jawab.
"Akuu! jawab Rian datar, dengan perasaan bersalah,akhirnya rian menceritakan kejadian mlam itu
" Maaf kan aku,, semalam hujan sangat deras,dan aku gak tau klau lampu send depan mobil ku tiba tiba mati,jadi jalanan tertutup air hujan dan gelap,dan tiba-tiba kamu sudah ada di depan ku,aku sempat mnghindar dan mengerem mendadak,tapi tetep saja kecelakaan itu tidak bisa dihindari." sekali lagi aku minta maaf dan aku akan bertanggung jawab dengan semua yang terjadi.
Marisa hanya diam dan trs menatap nanar,dia ingat semuanya saat pergi dari apartemen Anna karna suami nya Erick yang mau perkosa Marisa,tanpa terasa air mata nya menetes disudut mata.Rian yang melihat Risa meneteskan air mata dalam diam,merasa terharu dan bersalah.
" sekali lagi tolong maaf kan aku?,, memohon sambil meraih jemari tangn Risa, risa tetep diam dia hnya menarik napas dalam.
" drreet,,,dreet,,,dreett..
suara ponsel Rian langsung berdering,yg dia taruh di saku celana panjangnya.di lihat nya nama si penelpon dan Rian langsung kluar dan melepas tangan Risa.
" sebntar aku terima telepon dulu"
" Hallo mah...?
" Rian kamu ada dimana? dari semlm gak pulang dan gak beri mmah kabar?" tanya sonya panik.
" aku baik baik ajh ko mah,aku ada ditempat alex mah.."
" kamu gak mabuk kan?,, ya sudah cepat kamu pulang!!"
" nggak dong mah?... ya udah bentar lagi aku pulang ko mah!
__ADS_1
Rian menutup ponselnya,dan tak lama dari jauh dia melihat alex datang dan menghampiri rian.
"Bagaimana keadan cewek itu broo!
" Sudah sadar ko.dan agak baikan, oiya lex gw harus pulang dulu! tadi mmh tlp takut mmah curiga,"
" ok..." tapi siapa yang jaga wanita itu? sedangkan kita blm tau klurga nya"
" kebetulan ada salah satu suster yang bekerja di sini,dan mngenal wanita itu, gue akn mnta tolong jagain dulu sama suster itu."
Rian pun menelpon suster Rena, dia sempat meminta no suster rena,tak lama suster Rena pun datang.
" Maaf udah mengganggu suster, sya minta tolong titip marisa dulu ya sus,,saya mau pulang dulu,nanti saya balik lagi kesini, untuk biaya pengobatan dan perawatan sudah saya bayar ,klau seandainya ada obat obatan yg msih dibutuhkan, tolong hubungi saya ke no ini ya sus.."
" baik pak..! jawab Rena
"Marisa.. aku minta maaf ..kamu gak usah khawatir aku akan bertanggung jawab, aku harus pulang dulu,pasti aku balik lagi dan mngangtar kamu pulang kerumah"
Risa hanya mengangguk tanpa berbicara sama sekali,dengn tatapan yang dingin. setelah Rian dan alex pergi, Rena menghampiri Risa dan duduk di samping ranjang.
bnyak pertanyaan yang rena lontar kan ke Marisa...marisa bngkit dari tidur ny, dengan dibantu rena duduk,,, sebelum bercerita rena memberi bubur kepada risa dan meminum kan obatnya.
Marisa bercerita dari mulai awal sampe dia Dateng kejakrta untuk mncari ayah nya,tinggal di yayasan bukle mar dan akhirnya sampai kecelakaan, karna barlari dan panik hampir di perkosa Erick majikan nya.
Rena yang merupakan sahabat masa kecil risa, di kmpung juga satu sekolah dan seangkatan,tak percaya dengan jalan hidup Marisa yang begitu menyakitkan, karna Marisa gadis yg baik dan periang,dan suka menolong bnyk orang. Rena beberapa kali menyeka Air mata nya.
"jadi Ayah mu masih hidup?
tanya rena sambil mengusap air mata Marisa,karna marisa pun meneteskan air mata saat menceritakan perjalanan hidup ny selama dijkarta.
" kenapa kamu tidak menelepon aku,klau mau datang ke sini?
" no ponsel kamu sudah gak aktif lagi,saat aku menelepon mu ren"
" oiya maaf,aku sempat mngganti no ku,dan lupa memberitahu kamu ris..."
__ADS_1
" Ren..kau bisa bantu aku telpon bukle mar? beritahu bukle aku dirumh sakit,aku takut dia mencari ku dan aku belum memberi kbar"
"Baik Riis aku telpon skrng'.. Risa pun memberi no bukle mar..tak lama telpon diangkat bukle,,dan Rena menceritakan kejadian yang dialami Marisa,,bukle mar sempet syok..dan dia pun pergi kerumh sakit.
Dua jam berlalu,tak lama ada suara ketukan dari luar kamar..Rena membuka pintu..
" Apa ini ruangan Marisa? ucap bukle dengn nafas terengah-engah
" Apa ini bukle nya marisa? tanya Rena
" iya saya bukle nya Marisa" Rena pun mempersilahkan bukle mar masuk, Alang kah kaget ny bukle mar dan melihat keadaan marisa, menghampiri nya dan memeluk marisa.
" Marisaaa...!! ya tuhan...apa yang terjadi sebenarnya sama kamu ris.."
Bukle menangis dan memeluk marisa.bukle mar orang yang perasaan, walau marisa bukan anak nya tapi dia tetep menyayangi marisa seperti anak nya sendri, sebagaimana kaka nya bukle mar, yaitu bude sum yg juga telah mengangkat marisa jdi ank nya setelah ditinggal ibu ny berumur 14 thun.
Marisa menceritakan semua kejadian yang dia alami di apartemen bu Anna sampe akhirnya marisa ditabrak Rian.
" ternyata bu Anna telah membalikan fakta!"
" jadi bu Ana sudah memberitahu kn bukle?
" iya,,,tapi bukle tidak percaya sama cerita bu Ana!
" Apa kita laporkan polisi perbuatan suami bu Anna? ucap bukle dengan geram.
"Gak usah bukle biar kan ajh.. percuma kita melaporkan tidak ada bukti nya? aku sudah mengikhlaskan nya, yang penting aku selamat, semoga Tuhan memaafkan bu Ana dan tuan Erik" ucap risa dengan senyum tipis.
Mata bukle terus menetes tak percaya dengan apa yang dia dengar dari marisa,
" Sungguh kau berhati mulia ris.." ucap bukle dengan sedih.
Esok nya..Marisa meminta Rena untuk mengurus kepulangan nya,karna Marisa udah gak betah selama tiga hari dirumh sakit, Dokter pun sudah mengijinkan Risa pulang. Risa meminta tolong kepada Rena untuk tidak memberitahu kan alamat bukle mar pada Rian.
Jam 4 sore Rian sampe Rumah sakit dia memarkir kn mobil nya di depan lobby,Rian pun masuk kedalam rumah sakit berjalan dengan trgesa2, setelah sampe ruangan Mawar VIP lantai satu,dia langsung membuka pintu tanpa mengetuk ,alang kah kaget ny Rian, pas dia masuk bukan marisa lagi yg di ruangan itu tapi sudah berganti Pasien.
__ADS_1