
Rendy mulai berjalan menghampiri Rissa, menatap wajah Risa dengan pandangan bingung, " Apa tujuan mu datang kesini?
"Aku gak menyangka kalau kau ternyata seorang CEO dari perusahaan " prakasa Abadi" yang ingin menghancurkan sebuah yayasa anak yatim-piatu! lihat karena perbuatan kalian,hampir orang orang mu meluluh lantakkan yayasan itu! dimana hati kalian!! Risa berbicara lantang dengan penuh emosi,dan nafas yang turun naik.
"Kecil kan suara mu nona! anda sedang berbicara dengan siapa? jangan hanya berteriak teriak, tidak punya sopan santun! tak kalah melengking nya suara Marcell.
Rendi mengangkat tangan nya, ke arah marcel menyuruh nya agar diam.
"Baik..apalagi keluhan mu" tanya rendi dingin.
"Aku Mohon!! henti kan, orang orang mu untuk mundur! aku hanya dikasih waktu 2 jam untuk bernegosiasi dengan mu?,, sekarang waktu ku tinggal 5 menit lagi" Bola mata Risa sudah berkaca-kaca.
"Marcell...! " Iya tuan ?"
"Coba kau cek yayasan apa yang dia maksd? apa ada anak buah mu kerja di lapangan!"
"Baik tuan!" Marcell langsung pergi keluar ruangan dengan mimik wajah yang dingin.
Rendii masih tetep berdiri, menatap wajah Risa dingin. yang ditatap wajah ny jadi salah tingkah,dan Risa membuang pandangannya kesamping, mereka tetep diam.tak lama Marcell masuk dengan membawa berkas surat,
"Ini tuan.." Marcell menyodorkan berkas surat itu ketangan Rendi.
"Dan tadi saya dapat kabar dari lapangan, kalau pemilik atas nama Bapak Subroto, menolak untuk kluar dari tempat itu tuan! dan Hari ini emang ada pembongkaran lahan"
Rendi terus membaca berkas berkas itu,ada kekecewaan diwajahnya nya.
"Marcell...kenapa berkas laporan ini sudah di setujui semua,dengan pembongkaran lahan x, tapi kenapa masih ada yang menolak? apa ada yang tak beres dilapangan?
"Tapi lahan x itu memang sudah dibeli atas nama Tuan semua? jadi tidak ada masalah untuk pembongkaran, sedang clien kita sudah menunggu pembangunan perkantoran lahan x tuan? kita cuma dikasih waktu 6 bulan sudah harus selesai.
"Tapi bukle ku pun punya sertifikat yang Asli,dia membeli tanah itu tahun 2015, dan dibangun untuk yayasan tahun 2016, jadi yayasan itu sudah berdiri 4 tahun lamanya,ini bukti kepemilikan nya dan berkas jual beli tanah,disitu lengkap semua."
Risa menyodorkan berkas berkas itu ketangan Rendi.,, Rendi mngambil dan membacanya,dia terus mengamati sertifikat kepemilikan itu.
terlihat tegang dari raut wajah nya,tapi dia tetep tenang.
tak lama terdengar ponsel Risa berbunyi..
drett drett drett....
" Ya Hallo bukle ?..
__ADS_1
"Risa kamu dimana?.. ini sudah jam 2 lewat, mereka sudah mulai bertindak ttep terus ingin menerobos masuk! terdengar suara bukle yang panik dan tertekan.
"Apaaa??.. Tolong terus di tahan bukle,aku sudah bertemu dengan CEO nya !" berbicara sambil memandang sinis rendi.
"Tuan..! kalau anda masih punya hati nurani, dan tidak menindas orang orang dibawah anda, tolong hentikan Semua ini? anak buah tuan sudah mulai menggunakan bulldozer untuk menghancurkan yayasan itu!! amarah Risa sudah tak terbendung lagi dia mulai meneteskan air mata nya.
Rendi menarik nafas dalam...helaan nafasnya terdengar sangat berat.
"Henti kan anak buah mu yang berada di lapangan Marcell !! teriak rendy dengan suara keras.
"Jangan ada yang mendekat atau menerobos tempat itu,ataw akan aku hancur kan mereka
semua !!
"Baik tuan..! wajah Marcell langsung pias, ada rasa takut saat rendy ber bicara, Marcell pun menelpon seseorang disana.
"Hallo...Kalian semua mundur..., mundur kata ku ? Kalian dengar tidak!!! kalau ada yang bertindak aku habisi kalian semua!!"
Suara Marcell begitu tegas dan mengancam dengan aura membunuh,siapapun orang yang mendengar nya,udah pasti langsung ciut.
"ada apa dengan tuan singa ini? kenapa dia jadi lemah,biasa tidak ada satu orang pun yang berani berhadapan dengan nya,tapi wanita didepan ini punya nyali juga! " tuan apa anda tidak takut kehilangan uang milyaran, karna menghentikan proyek ini?" batin Marcell kesal.
Rendi mngembalikan sertifikat itu ke tangan Risa, dia berbalik badan meninggalkan Risa yang msih berdiri, rendy duduk di kursi presendir membuka berkas yang diatas meja tanpa melihat Risa.
"Baik lah..Makasih tuan?" Risa pun langsung keluar dari ruangan itu.
Saat risa sudah kluar rendy menatap pintu itu, menarik nafas dalam dan mnghempas kannya.
"Marcell.siapa yang bertanggung jawab dengan lahan x !"
"Bapak Jerry..tuan !
"Panggil dia mengahadap aku! dan kau urus lahan itu,ada yang tidak beres dengan sertifikat itu? kau selidik !!
"Baik tuan.." lalu bagaimana dengan proyek nya tuan? di lanjut atau....
"Henti kan!!"
"Tapi bagaimana dengan clien yang sudah memberi dana 30% tuan? apa mereka tidak akan kecewa? klau proyek ini dihentikan."
"Biar ku urus nanti, bsok ada kan rapat para dewan."
__ADS_1
"Baik tuan..! Marcell membungkuk badan lalu pergi meninggalkan ruangan.
-------------------------------------
Risa berjalan menuju lift..dan dia teringat perjumpaan diri nya dengan Rendy, yang telah menolong dirinya.
"dia itu yoga kan? ternyata dia seorang CEO, yang aku kenal kedua kalinya dia seorang pria lembut,bhkan dia yang mngobati wajah ku karna memar, tapi tadi yang kulihat sungguh berbeda, angkuh, dingin dan pura pura tidak mngenal diri ku! apa emang dia sudah lupa ya? ahh sudah lah emang aku ini siapa nya dia siih!! batin Risa.
"Haaiiii...!! kenapa kamu berjalan sambil bengong,awas ntar kesambet loh!"
risa dikagetkan dari arah depan,dan ternyata Rian sudah berdiri di depan nya.
"heee..ku kira siapa?"
"Bagaimana tadi sudah ketemu presendir?"
"Sudah ko...! tersenyum manis trlihat lesung pipi nya, bikin Rian deg degan jantung nya.
"O iya aku pulang dulu, karena aku masih ada urusan." Risa berjalan meninggalkan Rian.
" Haaiii tunggu..! Rian berjalan mengejar Risa,dan menarik tangan nya. 'Biar aku antar kau pulang okee!"
"nggak usah tuan,aku bisa pulang sendri."
"Sudah lah..Ayo! Rian menggandeng tangan Risa.Risa kaget tapi dia tidak berani menolak.
mereka sudah sampai depan lift khusus, dan msuk, sampe di bawah parkiran Rian menyalakan remote mobil Mewahnya,dan membuka kan pintu untuk Risa,,,Rian pun melajukan mobilnya kearah rumah Risa.
Didalam mobil mereka saling diam,bergelut dengan pikiran masing-masing.
"Eeheemm..! Rian berdehem, mencair kan suasana
"O iya tadi kamu ada perlu apa dengan presendir?" kenapa tadi bgitu terburu buru."
Risa pun menceritakan kejadian dari awal sampai akhirnya dia ketemu dengan Rian.
"Jadi mereka orang orang suruhan presendir Rendy Prayoga ? tanya Rian dengn wajah bingung,karna dia gak tau masalah lahan x yang harus digusur.
"Sebenarnya kamu bekerja disana sebagai apa? dilihat dari penampilan mu,kamu berbeda dengan karyawan disana?" tanya Risa menyelidik.
"Hmm.. Nanti kamu juga akan tau!" ucap Rian dengan senyum seringai.
__ADS_1