
Risa dan Rian sampe ditempat bukle Maryati Rian memarkir kan mobil ,agak jauh dari yayasan karena didepan yayasan masih bnyk orang orang.
Rian membuka pintu mobil, begitu pula dengan Risa. Rian menatap orang orang itu, sambil membuka kacamata hitam. semua orang memandang kearah Rian dan Risa... melihat sebuah mobil mewah,dan sudah mengerti siapa yang datang, kepala mandor menghampiri Rian dengan tergopoh-gopoh.
"Tuan muda selamat datang?" ucap mandor itu sambil membungkuk kan badan.tentu orang orang disana pada heran , siapa pria yang datang bersama Risa.
Mandor itu memberi isyarat pada bodyguard dan orang orang nya,agar memberi hormat, karena bnyak pekerja disana, ada yang belum tau siapa Rian? karna Rian baru 3 bulan mulai bekerja dikntor ayah nya Tuan Ramon.
mereka hanya mengenal Presendir Rendy Prayoga.
Mereka semua mendekat dan memberi hormat pada Rian.rian hanya mengangguk. sementara Risa dibuat bingung ,karena dia belum tau siapa Rian itu.dan apa kedudukan nya sampe mereka harus memberi hormat.
"Kenapa tuan repot repot datang ke lokasi yang kotor ini tuan? dan tuan Marcell tidak memberi kabar klau Tuan akan datang ke lokasi?" ucap mandor itu dengan gugup
"Apa kalau aku mau berkunjung harus laporan dulu ke anda!" jawab Rian sinis
Rian terus melangkah maju ke depan,di ikuti Risa disampingnya.
Risa terus berjalan mendekati Maryati dan pak ustadz memet,pak Bambang dan yang laen nya sedang berkumpul dan menatap Risa takjub.
"Risaa.." Maryati memeluk Risa,
"sekarang sudah tidak apa apa kan bukle?"
"Iya Riss Makasih semua berkat kamu!"
"O iya bukle kenal kan ini orang kantor,dia sengaja dateng kesini. Risa memperkenalkan Rian kepada bukle dan yang laen nya.
tak lama ponsel Rian berdering, ada nama assisten Marcell di layar ponsel.rian agak menjauh untuk menerima panggilan marcel
" Iya..ada apa cell ?"
"Tuan muda, kenapa tuan datang ke lokasi lahan x,tanpa memberi kabar dulu.!"
"Apa aku harus laporan dulu kemana aku harus pergi !,ingat Marcell itu perusahaan ku juga,lebih baik jangan mengatur aku seperti anak bocah." ucap Rian emosi.
"Tuan Rendy menyuruh anda secepatnya kembali ke kantor Tuan!"
"Aaggrrhhh.. Kaka ini selalu saja banyak aturan!" Rian langsung mematikan ponsel nya.
Rian menatap Mandor itu dan orang orang nya.
"Tunggu apalagi kalian disini ! cepet kau suruh orang orang mu bubar?"
"Iii yaa... baik Tuan! ucap Mandor itu gugup.
"Oke.. sekarang sudah selesai, Aku pamit dulu harus balik ke kantor" ucap Rian pada Risa dan bukle Maryati.
__ADS_1
Risa mengantar Rian sampe mobil.
"Besok kamu ada acara kah?"
"Besok hari Minggu,aku tidak kemana mana"
"Besok Aku jemput kamu,kita pergi ke pantai"
belum sempat Risa, menjawab? Rian sudah pergi meninggalkan Risa.
Rendi pun melaju kan mobil nya menuju kantor, padahal tujuan dia kesana,bukan untuk mengurus lahan x,tapi ingin tau tempat tinggal Risa yang sudah lama ia cari.
Pagi begitu cerah..jam menunjukkan pukul 8 pagi, terdengar bunyi klakson mobil di depan rumah sekaligus yayasan Maryati.Risa langsung menghampiri Rian yang sudah berdiri di depan rumah, Risa dan Rian pun pamitan pada bukle maryati. mereka pun pergi meninggalkan kediaman Maryati.
"O iya tuan, nanti aku berhenti sebentar di toko buku ya"
"Kenapa siiee..kamu selalu panggil aku tuan!
panggil saja aku Rian".
"Heem..baik lah ! Risa tersenyum manis.
"Bisa tidak kamu tersenyum jangan begitu manis,bikin aku jantungan saja" gumam rian.
"Apa kata mu tadii?"
"Untuk apa kamu membeli semua itu? aku kira ke toko buku mau beli majalah"
"Ini adalah alat alat melukis Tuan Rian?"
"Apa kau bisa melukis?"
"Kita lihat saja nanti ya" tersenyum manis lagi membuat Rian menatap tanpa berkedip.
"Ayo cepat jalan" Rian langsung tertegun dan mengalihkan tatapan Risa ke depan lalu menjalankan mobil nya
Setelah 3 jam perjalanan mereka pun sampe ditempat tujuan, Rian kluar dari mobil di ikuti Risa dengan membawa alat-alat melukis.
Pemandangan pantai sangat indah, ombak yang gulung gulung kecil kesana-kemari, terpaan angin membuat rambut Risa yang panjang menutupi sebagian wajahnya. mereka sudah mendapat posisi yang bagus untuk melukis, Risa mengkuncir satu rambut panjang nya.risa yang memakai baju tangn panjang motif bunga dan celana jens hitam, trlihat cantik tanpa riasan,Rian selalu mencuri pandang.
Risa mulai melukis pemandangan laut dipantai di atas kanvas, tangan Risa begitu mahir,ombak yang terus bermain main dan angin yang begitu sejuk, Rian duduk disebuah batu besar,sambil terus memandangi wajah Risa.
"Selesai...!" terlihat risa begitu senang telah menyelesaikan lukisan nya. Rian mendekat ke arah Risa dan melihat lukisan nya,rian berdecak kagum..
"Woww.. Amazing... ceck.. ceck.. lukisan yang sangat indah!" kau belajar dari mana bisa melukis sebagus ini?"
"Aku belajar sama pak Tinosidin' ucap Risa asal.sambil tersenyum malu.
__ADS_1
"Haaa..haaa...bukan nya pak Tinosidin' jaman ibu kita dulu" sahut Rian berkelekar.
Rian dan risa pun berjalan menyusuri pantai tanpa alas kali,pasir putih masuk kesela sela jari kaki mereka. hari semakin senja, trlihat langit bgitu sendu,menampakan keindahan Alam.
"O iya.. kamu bekerja dimana? tanya rian penasaran.
"Aku tidak bekerja, begitu sulit mendapatkan pekerjaan, sudah 5 Bulan aku di Jakarta tapi belum ada kabar dari lamaran yang kumasukkan"
"Apa lulusan mu?"
"Aku seorang Arsitek,,dulu waktu kuliah aku ambil jurusan Manajemen kontruksi.
"woww.. hebat' kenapa kamu gak coba melamar di perusahaan"Prakasa Abadi" disana masih membutuhkan Arsitek" kau mau mencoba nya ?"'
"Prakasa Abadi' pemilik nya presendir Rendy Prayoga? orang yang Arogan, sombong dan. dingin.
"Apa kau mengenal nya?
"Kenal !..Ahh tidak..!
"sebenarnya aku mengenal nya, tapi..kalau aku bilang kenal, nanti dia bertanya trus..ahh akan panjnng urusan nya." risa membatin.
"Kalau begitu kau besok melamar ke sana"
"Itu perusahaan besar, Aku nggk berani melamar disana,aku gak pede!"
"Kenapa gak dicoba? Aku akan membantu
mu bila kau berkualitas pasti kau diterima"
Risa langsung terdiam,dia seakan memikir kan sesuatu.
"Kenapa diam ?" tanya Rian membuyarkan lamunan risa.
"Apa hubungan mu dengan perusahaan " Prakasa Abadi" yang ku tahu perusahaan itu sangat besar,dan proyek Nya banyak dimana mana, pekerja nya juga orang orang yang handal dan berkualitas, kemaren ku lihat seorang Mandor dan pekerja nya, membungkuk hormat pada mu!' tanya Risa panjang lebar, bikin penasaran.
Rian hanya tersenyum dan menatap Risa dengan sorot mata sendu.
"Apa kau sepenasaran itu?" tanya Rian ambigu. risa mengangguk.
"Apa aku harus menjawab pertanyaan mu?"
"Harus !"
"Eeemm... Aku adik dari Rendy Prayoga.
"Apa..? Risa terkejut, seakan tak percaya, kalau yang berdiri di depan nya,adik dari presendir Rendy Prayoga dan pewaris terbesar Prakasa' Abadi'.
__ADS_1
"ya tuhan,dia adik nya presendir.barusan aku menjelekkan kaka nya . mati ku! umpat Risa dalam hati.