SAVANT

SAVANT
Chapture 39


__ADS_3

Hari Thanksgiving datang dengan cepat dan pergi, satu-satunya tanda kami merayakan Thanksgiving adalah makan malam dengan kalkun di rumah sakit.


Aku merasa seperti pantai setelah lewatnya gelombang pasang surut dan ujung-ujungnya terlempar ke pantai, semuanya tidak pada tempatnya, hancur berkeping-keping.


Aku menyadari aliran emosi yang besar melalui diri ku, tapi aku tidak dapat membedakannya, mana yang nyata mana yang salah. Aku membiarkan sesuatu lepas di dalam kepala ku dan tidak bisa mengendalikannya—hasilnya sangat menghancurkan.


Zed dan saudaranya dibebaskan dari semua kecurigaan oleh departemen kepolisian Las Vegas. Jadi mengapa aku menuduh mereka? Aku disiksa dengan rasa bersalah karena aku telah melibatkan mereka dalam hal ini, terlalu malu untuk melihat salah satu dari Benedict.


Aku membuat orang tua ku berjanji bahwa mereka tidak akan membiarkan mereka masuk—aku tidak bisa menghadapi mereka. Tapi aku tidak bisa mencegah Victor masuk, dia datang beberapa kali dengan Farstein untuk melihat apakah aku ingat sesuatu. Aku meminta maaf padanya, dan polisi itu, karena telah melakukan kesalahan, tapi aku tidak akan terkejut jika Victor membenciku sekarang.


''Mimpi buruk, Nona Bright—begitulah adanya,'' kata Farstein dengan nada suara yang praktis. "Kau telah melalui pengalaman yang menakutkan dan pikiran mu menjadi kacau.''


Dia bersikap baik tapi aku tahu dia menganggap ku tidak berguna dalam pertanyaannya. Semua orang setuju bahwa aku telah diculik, tapi tidak ada yang bisa membuktikan bahwa siapa pun di dari dua pria di gudang itu terlibat. Aku adalah kuncinya tapi aku tidak membuka pintu untuk mereka.


Farstein membawakanku sebungkus kartu dan seikat bunga pada kunjungan terakhirnya. "Ini dia, Nona Bright, aku harap ini membantu mu merasa lebih baik." Dia membuka bungkusan kartu itu dan mengocoknya. ''Aku membayangkan kau pasti bosan terjebak di sini. Kota ku adalah tempat yang baik untuk dikunjungi bagi kebanyakan orang, aku minta maaf kau memiliki waktu yang buruk dengan kami.'' setelah mengocok kartunya di membaginya pada ku.


Victor sedang menunggu, mengawasi kami dari ambang pintu. ''Kau tidak akan merusak nya kan, Farstein?''


''Tidak bisa meninggalkan Vegas tanpa bertaruh (berjudi) satu kali pun.''


"Aku tidak tahu banyak permainan kartu" aku mengakui.


''Kalau begitu mari kita mainkan permainan snap"


''Jika aku menang?''


"Kau dapat bunganya."


''Kalau aku kalah?''


''Kau masih mendapatkan bunganya, tapi kau harus memberiku satu untuk lubang kancingku.''


Farstein pergi dengan satu tingkai bunga yang disematkan ke kerahnya.


Victor tetap di belakang. Dia berdiri memandang ke luar jendela sejenak, kegelisahannya jelas.


''Sky, kenapa kau tidak ingin melihat Zed?''


Aku memejamkan mata.

__ADS_1


''Dia benar-benar putus asa. Aku belum pernah melihatnya seperti ini. Aku tahu dia menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi padamu, tapi itu membuatnya kehilangan langkah besar.'' lanjut nya.


Aku tidak bisa mengatakan apa-apa.


"Aku mengkhawatirkannya."


Victor bukan orang yang bisa curhat pada seseorang di luar keluarga nya. Dia benar-benar harus khawatir. Tapi apa yang bisa ku lakukan? Aku hampir tidak bisa menemukan keberanian untuk bangun di pagi hari.


"Dia berkelahi tadi malam."


Sebuah perkelahian? ''Apakah dia baik-baik saja?''


''Dari perkelahian? Ya, itu lebih banyak kata daripada tinju.''


''Siapa yang dia lawan?''


''Beberapa orang dari Aspen. Dia pergi mencarinya (penculiknya) , Sky. Dan sebagai jawaban atas pertanyaan mu yang lain, dia tidak baik-baik saja. Dia terluka. Seperti dia berdarah di dalam, di suatu tempat yang dia pikir tidak ada yang bisa melihat.''


''Maafkan aku.''


"Tapi kau tidak akan melakukan apa-apa untuk nya?"


Air mata menusuk bagian belakang mataku. ''Apa yang kau ingin aku lakukan?''


Aku menelan air ludah ku. Ada rentetan kekejaman pada Victor yang tidak membiarkan ku bersembunyi di balik alasan kebingungan ku—itu menakutkan sekaligus menantang. ''Aku akan ... aku akan mencoba.''


Tangannya mengepal sebelum dia melepaskannya. "Kuharap begitu, karena jika sesuatu yang buruk terjadi pada adik ku, aku tidak akan senang."


''Apakah itu ... sebuah ancaman?''


''Tidak, hanya kebenaran.'' Dia menggelengkan kepalanya, kekesalannya jelas. ''Kau bisa melewati ini, Sky. Mulailah keluar dari zona nyaman mu—itu akan membantu mu cepat sembuh.''


Pada akhir November, aku keluar dari rumah sakit tetapi orang tua ku memutuskan tidak kembali ke rumah atas saran dokter untuk tidak langsung membawa ku pulang.


''Terlalu banyak tekanan yang menyusahkan di Wrickenridge sekarang'' kata Dr Peters, psikiater konsultan. 


''Sky membutuhkan istirahat mutlak agar tidak stres.'' Dia memberi mereka rekomendasi untuk rumah pemulihan di Aspen dan aku telah terdaftar dan diberi kamar ku sendiri, sesuatu yang hanya bisa kami beli berkat kemurahan hati seorang dermawan tidak di kenal dari Vegas yang telah mendengar tentang kasus ku di berita.


''Ini tempat orang gila, kan?'' Aku bertanya kepada Simon dengan blak-blakan ketika Sally membongkar beberapa barangku dan memasukkan nya ke dalam laci.

__ADS_1


 Kamar ku memiliki pemandangan taman bersalju. Aku bisa melihat seorang wanita berjalan berputar-putar di kolam, tersesat di dunianya sendiri, sampai seorang perawat keluar untuk menjemputnya.


"Ini panti jompo," Simon mengoreksiku. ''Kau belum fit untuk kembali bersekolah dan kami tidak bisa tinggal di Vegas lebih lama lagi, jadi ini yang terbaik yang bisa kami pikirkan.''


Sally berdiri dan mendorong laci hingga tertutup. ''Kita bisa kembali ke Inggris, Simon. Sky mungkin merasa lebih baik di antara teman-teman lamanya.''


Teman-teman lama? Aku mengikuti beberapa dari mereka di Facebook tetapi entah bagaimana kedekatan lama telah menguap semakin lama aku pergi. Ini tidak akan seperti kembali seperti dulu.


Simon memeluk ku dengan satu tangan. ''Jika itu yang diperlukan, kita akan melakukannya, tapi selangkah demi selangkah, kan?''


''Kami punya kelas yang harus kami ajarkan di Pusat Seni,'' Sally menjelaskan. ''Tapi salah satu dari kita akan melihat mu setiap hari. Apakah kau ingin melihat teman-teman mu dari Wrickenridge?''


Aku bermain dengan kabel tirai. ''Apa yang harus aku katakan kepada mereka nanti?"


''Bilang saja kau memiliki reaksi buruk terhadap trauma penculikan mu. Tidak ada yang terlalu serius tetapi kau perlu waktu untuk pulih.''


"Mereka akan mengira aku gila."


"Mereka tidak akan berpikir seperti itu—dan karena memang kau tidak gila—kami bisa melihatnya."


"Aku ingin melihat Tina dan Zoe. Nelson juga jika dia ingin datang.''


''Bagaimana dengan Zed?'' tanya Simon.


Aku menyandarkan kepalaku ke kaca yang dingin. Gerakan itu memberi ku kilas balik yang tiba-tiba—menara tinggi, lampu neon. Aku bergidik.


''Mungkin juga dia"


Aku sudah berjanji pada Victor bahwa aku akan mencoba bertemu dengan Zed. Mungkin jika aku melihat Zed, itu akan membantu meluruskan semuanya. ''Aku ingin bertemu Zed juga—hanya sebentar.''


Simon tersenyum. ''Bagus. Anak laki-laki itu sangat mengkhawatirkan mu, menelepon kami setiap jam sepanjang hari dan hampir sepanjang malam.''


"Kau telah mengubah nada bicaramu tentang dia," bisikku, tiba-tiba teringat dengan jelas pertengkaran kami tentang dia sebulan yang lalu. Bukankah Zed bilang dia mencintaiku? Jadi mengapa aku merasa seolah-olah dia adalah musuh ku?


''Yah, mau tak mau saat kau di culik seseorang lalu mengikat mu di gudang sendirian dia datang menyelamatkan gadisnya.''


''Dia melakukannya?''


''Apakah kau tidak ingat? Dia ada di sana ketika kau terluka.''

__ADS_1


''Ya, benar, kan"


Simon meremas bahuku. ''Lihat, sedikit demi sedikit pikiran mu kembali.''


__ADS_2