SAVANT

SAVANT
Chapture 51


__ADS_3

Masalah terbesar saat akhir pekan mendekat adalah seberapa banyak orang tua ku harus tahu tentang rencana itu. Sebagai seorang ibu dan aku menentang mengetahui mereka akan segera melarang ku pergi dan membatalkan pertemuan.


Tapi Victor selalu mendukung ku, pada akhirnya diputuskan bahwa dia harus berbicara dengan Sally dan Simon tentang kemungkinan orang-orang di balik penculikan itu masih ada di luar sana, tanpa benar-benar menyebut Maria Toscana Kelly.


Pada Jumat malam, hari terakhir ku sebelum perjalanan, aku berbaring meringkuk di sofa di rumah keluarga Benedict di sebelah Zed sementara dia menonton bisbol.


Dia memelukku, tangan nya berada dalam mangkuk besar popcorn. Semua orang dalam keluarga telah membuat diri mereka sibuk, mengetahui bahwa Zed ingin kali ini berdua saja dengan ku sebelum aku berangkat ke Vegas di pagi hari.


Kurang tertarik pada permainan bisbol dan mempelajarinya, aku menatap lekuk lehernya Zed, garis rahangnya, dan hidungnya yang mancung.


Bagaimana bisa ada manusia yang begitu keterlaluan ... yah, satu-satunya kata yang bisa ku pikirkan adalah 'sempurna'. Tampaknya tidak adil bagi kita semua, hanya manusia biasa.


Ku pikir dia terlalu terpikat oleh permainan untuk memperhatikan kalau aku sedang mengaguminya, tapi aku salah. Dia mulai tertawa.


"Sky, kamu menjadi pengintip ya?"


"Apakah pengintip sama dengan mengintip?"


"Sepertinya."


"Tapi aku suka melihatmu." Kata ku jujur.


"Aku mencoba menonton bisbol di sini-ini seperti, pengajaran suci."


Aku meringkuk lebih dekat dengannya. Berapa lama lagi aku bisa melakukan ini? "Aku tidak menghentikan mu."


"Tapi kamu membuat ku tidak fokus. Aku bisa merasakan mata mu di wajah ku seolah-olah kamu meraba seluruh wajah ku."


"Wajahmu sangat bagus."


"Wah, terima kasih, Nona Bright."


"Sama-sama, Tuan Benedict." Aku menunggu sebentar, lalu berbisik. "Sekarang kamu seharusnya mengatakan 'Dan milikmu juga tidak buruk.''


Dia mengalihkan perhatiannya dari layar untuk melihat ke bawah wajahku yang terbalik. "Ada naskah untuk ini? Apa, dalam Romance 101?"


"Uh huh. Satu pujian menuntut sebagai satu balasannya."


Dia mengernyitkan keningnya sambil berpikir. "Kalau begitu, Nona Bright, kamu memiliki telinga kiri yang sangat bagus ...."


Aku melemparinya dengan segenggam popcorn.


"Apa aku gagal?" tanyanya dengan polos.


"Ya, kamu melakukannya."


Dia melepaskan mangkuk popcorn dari jangkauan ku, menaikkan kakinya ke atas sofa dan menarik ku ke atasnya sehingga aku berbaring dengan kepala di dadanya, jari kaki kami bersentuhan.


Aku membuat lingkaran kecil di dadanya, menikmati getaran kehangatan tubuhnya. Dia sangat berbeda dariku-kuat di mana aku selalu kecil.


"Itu lebih baik. Kalau begitu izinkan aku berkata, Nona Bright, kamu memiliki telinga kiri yang paling indah, telinga kanan dan segala sesuatu yang kamu punya semuanya sangat indah dan hanya aku yang berhak untuk melihatnya. Aku sangat menyukai rambut mu, meskipun itu tersebar di mana-mana." Dia mengambil beberapa sehelai rambut ke mulutnya lalu menciumnya.


"Yah, jika kamu bersikeras untuk menciumnya."


"Ya, aku bersikeras. Aku harus memasukkannya ke dalam daftar sebagai hak pribadi ku yang tidak dapat di miliki orang lain. Aku akan mengirim surat kepada presiden malam ini."


"Hmm." Aku menoleh ke layar. "Berapa skornya?"


"Siapa yang peduli?"

__ADS_1


Sekarang ada jawaban yang benar.


Beberapa menit hanya berbaring bersama dan saling berpelukan. Aku merasa damai, terlepas dari apa yang menunggu besok. Tapi kemudian, bodohnya aku, aku harus memahat harmoni dan membiarkan retakan pertama berkembang di antara kami. "Zed?"


"Hmm?"


"Tidakkah menurutmu upaya untuk membawa ku kembali ke Vegas ini, yah, agak jelas?"


Aku merasa dia tegang. "Maksud kamu apa?"


"Keluarga Kelly-setidaknya Daniel Kelly dan Maria-mereka menurutku sangat kuat. Tentunya mereka tahu kamu masih akan mengawasi ku? Mereka mengira kamu akan curiga dengan undangan tiba-tiba seperti ini."


Jari-jarinya membelai sepanjang tulang belakang ku, membuat ku seperti tersengat listrik kecil ke seluruh tubuhku. "Ya, kamu ada benarnya. Jadi apa artinya itu?"


Aku mengangkat bahu, berharap bisa berkonsentrasi pada sensasi indah yang dibuat nya daripada terpaku pada pikiran cemas ku. "Aku mungkin tidak bisa menyelesaikannya. Dapatkah kamu melihat apa yang akan terjadi?"


Dia terdiam sejenak. "Tidak, aku tidak bisa. Aku melihat mu di Vegas-kilasan kasino-tetapi tidak berlanjut lebih jauh. Seperti yang pernah ku katakan, aku belum bisa mengontrol apa yang ku lihat dan dengan mu dan keluarga ku, pada jarak ini dari peristiwa, ada terlalu banyak variabel untuk mendapatkan gambaran yang jelas."


"Bagaimana jika mereka menggunakan ku untuk menarik keluargamu lagi? Mereka mungkin mengira Victor akan siap melindungi ku. Aku mungkin membawa orang tuaku dan saudaramu ke dalam bahaya yang lebih besar."


"Kamu lupa mengkhawatir dirimu sendiri. Kamu tahu aku sangat menentang mu melakukan ini. Jika kamu ragu, belum terlambat untuk mundur."


"Tapi itu tetap membuat kamu dan keluargamu terancam."


"Ya, itu akan terjadi."


"Tidak adil."


"Tidak, tapi aku percaya kita melakukan pekerjaan yang baik ketika kami menggunakan kekuatan kami bersama. Kamu sangat berharga bagi ku Sky. Tidak ada orang lain di Savant Net yang bisa melakukan apa yang kami lakukan."


Aku mendorong sikuku. "Aku tidak bisa hidup seperti itu." Aku turun darinya, duduk di tepi sofa. Dia sudah sangat menderita dengan ketegangan pekerjaannya.


Apa yang akan dia lakukan ketika dia menyadari aku tidak akan bertahan-bahwa aku berlari ketakutan karena aku lebih takut tentang pasangan jiwa daripada aku takut pada Daniel Kelly? Aku takut kami berdua akan berakhir seperti kedua orang tua kandung ku yang saling membunuh hanya karena pasangan jiwa.


Dia pasti mendengar gema ketakutan ku karena dia menangkap pinggangku untuk menghentikan ku membuat jarak lebih jauh di antara kami. "Aku ingin kamu bahagia. Kami akan menyelesaikannya."


Tidak, kamu tidak akan melakukannya. "Kamu mengatakan itu sekarang, tapi orang-orang mengincar mu dan keluarga mu tahu." Aku mencoba untuk memperingatkan dia untuk tidak keras pada dirinya sendiri. "Hal-hal berubah. Maksudku, aku ragu banyak orang tinggal dengan kekasih SMA mereka."


Ekspresinya mendung. "Kamu tidak adil, Sky. Aku sudah merasakan ada yang aneh dari mu selama beberapa hari, sekarang kalau kamu terguncang oleh hal pasangan jiwa, tapi pasangan jiwa tidak memiliki kesamaan dengan kekasih sekolah menengah - hubungan kita jauh lebih dalam."


Kami masih berdampingan, aku hanya menyalahkan diriku sendiri karena akulah yang mengambil langkah mundur.


Aku hanya mencoba terdengar dewasa dan masuk akal. "Aku pikir aku sudah bersikap adil dan sudah bersikap realistis."


"Begitukah caramu melihatku?" Wajah Zed mengeras, mengingatkanku bahwa dia tidak memiliki reputasi dalam masalah tanpa sebab. "Apakah kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan? Apakah kamu masih menutup kekuatan mu?"


Tentu saja, aku merasakannya-terlalu banyak dan itu membuat ku takut. "Aku tidak tahu mana yang normal dan apa yang tidak. Aku tahu aku mencintaimu tapi aku tidak bisa melakukan ini." Aku memberi jarak di antara kami.


"Jadi begitu." Dia duduk dan pindah ke ujung sofa. "Nah, sementara kamu memikirkan permasalahan mu, aku akan menonton sisa pertandingan bisbol nya."


"Zed, tolong. Aku perlu membicarakan ini."


Dia melayangkan mangkuk popcorn ke pangkuannya. "Kita sudah membicarakannya. Sejauh ini kamu telah menetapkan bahwa aku hanyalah seorang lelaki yang kamu kencani di masa SMA. Kamu lari dari keajaiban bahwa kita telah menemukan satu sama lain dan kita sudah terikat oleh takdir."


Aku meremas tanganku. Aku tidak ingin membuatnya marah, tapi bagaimana tidak ketika aku berjuang untuk kelangsungan hidup emosional ku? Dia tidak mengerti apa yang dipertaruhkan untukku.


"Dengar, Zed, orang tuaku saling membunuh karena pasangan jiwa ibuku. Aku tidak ingin sejarah terulang kembali. Aku tidak memiliki kekuatan seperti itu di sini." Aku menepuk kepalaku.


Dia memberi anggukan singkat. "Aku mengerti. Ibu dan ayahmu tidak bisa mengendalikan kekuatan nya, jadi kamu juga berpikir juga tidak bisa mengendalikan nya. Itu tidak masuk akal, tapi kamu mungkin tahu itu. Saat aku melihatnya, orang tua mu mendapat masalah karena Takdir yang melakukan nya pada mereka dan ibumu lari dari ayahmu ketika dia bertemu pasangan jiwanya, seandainya ibu mu menunggu pasangan jiwanya lebih lama pasti tidak akan terjadi. Mereka yang membuat kesalahan dan kamu yang bertanggung jawab?"

__ADS_1


Aku tidak suka kritikannya terhadap ibuku. "Aku mencoba menjelaskan perasaan ku, Zed."


"Dan bagaimana dengan perasaanku, Sky?" Dia ******* segenggam popcorn, berjuang untuk menahan amarahnya. "Aku akan berjalan melintasi bara api untukmu atau Neraka, aku juga berjalan di depan pistol untukmu. Tapi apakah itu cukup untuk membuktikan bahwa aku mencintaimu? Bahwa kamu itu untukku? Aku tidak tahu apa lagi yang bisa ku lakukan untuk meyakinkan mu."


"Tolong jangan marah."


"Aku tidak marah. Aku hanya kecewa, kamu egois Sky."


Tuhan, itu lebih buruk. "Maafkan aku."


"Ya, baiklah." Dia berpura-pura menonton pertandingan tapi aku bisa melihat bahwa emosinya bercampur menjadi antara kecewa dan terluka.


Aku merasa benar-benar patah hati dengan apa yang baru saja ku lakukan. Dia menawariku cinta-itu sesuatu yang unik tapi aku menghancurkannya.


Membuat pasangan jiwa mu menolak mu seperti merobek diri mu menjadi dua, tapi entah bagaimana aku tidak bisa menahan diri.


Aku menyakitinya hanya karena aku sangat takut hal yang sama terjadi pada orang tua ku juga terjadi kepada kami. Seperti pendaki gunung yang memotong tangannya sendiri untuk menyelamatkan dirinya sendiri, rasa sakit sekarang lebih baik daripada lebih menderita nantinya, kan? Ya Tuhan, apakah aku benar atau hanya berlari?


Bingung dan takut, aku mematikan televisi.


"Hei!" Zed mencoba meraih remotnya.


"Beri aku waktu sebentar lalu kamu bisa menyimpulkan kembali." Aku menyelipkan pengontrol di belakang punggungku. "Aku benar-benar minta maaf. Aku...aku bukan orang yang paling percaya diri. Kamu pernah bilang kalau aku selalu terkejut saat seseorang menyukaiku tapi itu bukan akting. Aku tidak berharap orang-orang menyukai ku apalagi mencintai ku. Aku hanya tidak merasa begitu menyenangkan dan sekarang kamu bisa mengerti mengapa. Aku kira itu adalah nasib buruk mu untuk berakhir dengan aku sebagai pasangan jiwa.''


Zed mengusap wajah dan rambutnya, mencoba mengumpulkan pikirannya. "Aku tidak menyalahkan mu."


"Aku tahu kamu tidak menyalahkan ku tapi kamu sudah melihat apa yang ada di dalam diri ku, kutil dan semuanya." Aku tertawa kecil histeris.


Jantungku berdebar-debar, aku telah membuat kesalahan besar, tetapi aku tidak bisa meninggalkannya dengan berpikir bahwa aku tidak memiliki perasaan yang kuat untuknya.


Mungkin aku tidak bisa menjadi apa yang dia inginkan, tapi aku bisa membuktikan bahwa aku tulus mencintainya. "Kamu bilang kamu berjalan di depan pistol untuk menunjukkan bahwa kamu mencintaiku. Yah, kurasa aku hanya bisa melakukan hal yang sama untukmu. Aku akan pergi ke Vegas besok-dan aku akan melakukannya untukmu."


Dia langsung berdiri. "Tidak... Astaga"


Aku melemparkan dia remotnya yang dia tangkap secara refleks. "Aku tidak sebaik kamu tentang hal-hal tentang Savant dan kita berdua harus hidup dengan itu.


"Aku hanya tidak bisa mengambil risiko menjadi seperti orang tua ku dengan mu-aku tidak berpikir aku akan bertahan hidup." Aku menarik napas. "Tapi rencana Victor adalah satu-satunya cara yang bisa kupikirkan untuk memberimu bukti kalau...meskipun kepalaku kacau, aku mencintaimu."


Di sana-aku sudah mengatakan bagianku. Aku tidak bisa membaca tanggapan Zed-emosinya kacau dan dia terdiam.


"Jadi, kamu bisa ... um ... kembali menonton tv. Aku akan masuk- tidur lebih awal."


Dia meraih tangan ku dan menghentikan ku. "Sky?"


"Ya?"


"Aku masih mencintaimu-lebih dari sebelumnya. Aku akan menunggu sampai kamu siap."


Aku merasakan gelombang rasa bersalah yang besar. Aku tidak akan pernah siap.


"Aku hanya tidak ingin kamu mempertaruhkan dirimu untukku." Lanjut nya.


Aku melipat tangan. "Ya, aku bisa menebaknya."


Dia menarik ku lebih dekat dan memeluk ku, tangannya yang besar naik untuk menopang bagian belakang kepalaku, kehangatan merembes ke kulit. "Aku akan berbicara dengan Victor tentang kekhawatiran mu. Aku akan bersikeras ikut pergi. Penglihatan masa depan ku bekerja dengan baik sebelum suatu peristiwa terjadi bahkan dengan gangguan. Aku dapat membantu mengantisipasi masalah."


"Dari jarak yang aman?"


"Dari jarak yang wajar. Cukup dekat berada di sana untuk membantu, tapi tidak begitu dekat untuk memberikan keuntungan bagi Kelly."

__ADS_1


"OKE." Aku mengusap telapak tanganku di atas dadanya, diam-diam meminta maaf atas sakit hati yang aku sebabkan. "Aku bisa mengatasinya dan aku minta maaf."


__ADS_2