
Chapter 10
"Noval kenapa ngomong gitu sama papa, kita kan belum merencanakan liburan apa pun, kamu mau bohong sama papa?" tanya Nasya yang sudah berada dikamar nya.
"Bohong? aku mengatakan sesuatu yang sebenarnya Nasya, bukan kah kamu yang menginginkan berbulan madu bersama ku hari ini?" tanya Noval lagi.
Aku memang ngomong gitu sih sama Noval tapikan untuk berpergian hari ini belum direncanakan sama sekali.
"Aku... aku cuman pingin bilang gitu biar kamu nggak kemana-mana dulu, kita kan baru nikah apa yang dikatakan orang-orang jika ngelihat kamu udah berangkat kerja pagi ini setelah acara pernikahan selesai," jelas Nasya sembari menunduk.
"Baik lah aku ngerti," tahan nya sesaat. "Lalu hari ini apakah Isti ku ingin berlibur ke Bali?" tanya Noval mengelus pipi Nasya.
Wajah Nasya memerah melihat Noval yang tiba-tiba menyentuh pipinya lembut Nasya hanya mengangguk patuh memberi isyarat karena sudah tersipu malu oleh perlakuan hangat Noval melihat Nasya yang masih menunduk Noval pun menaikan dagu nya perlahan.
"Ada apa, apa istri ku ini sedang demam" Noval menempelkan tangan nya pada dahi Nasya, melihat wajah Nasya yang semakin memerah Noval sedikit cemas akan hal itu, walau Noval tidak memiliki perasaan untuk Nasya. bukan berarti ia tak peduli oleh nasya yang saat ini adalah istrinya.
"Aku..aku baik-baik saja aku tidak demam Noval."
"Mengapa istriku terus memanggil ku dengan menyebut nama ku, jangan memanggil ku seperti itu sekarang aku suamimu."
"Lalu panggilan apa yang harus kukatakan?" tanya Nasya dengan tatapan polos nya.
"Sayang."
APA teriak Nasya dalam batinnya.
"Kenapa mendadak."
__ADS_1
"Ayo katakan."
"Tapi."
"Katakan," melihat sikap Nasya yang tak tenang Noval kembali menaiki dagu Nasya keatas berusaha mengalihkan pandangannya pada nya.
"Sa..sayang," Nasya menunduk saat mengatakan sayang yang sudah terdengar jelas oleh Noval walau pun masih terdengar gugup, Noval menutup mulut nya dengan kepalan tangan berusaha menahan tawa.
"Noval.. berhenti menggoda ku," Nasya merengek kepada Noval sembari menarik narik jas baju nya pelan.
"Baiklah maaf kan aku," Noval memeluk Nasya lembut walau begitu itu tidak berlangsung lama. "Ah aku lupa seharusnya nya aku tidak begini, ini akan membuat nya semakin mencintai ku, aku harus berhenti" gumam noval.
Noval melepaskan pelukannya dengan cepat kemudian memalingkan wajah nya pada dinding.
"Bersiaplah aku akan menunggumu dibawah," tutur Noval yang sudah keluar dari kamar nya.
"Aku tak mengerti dengan sikap nya yang tiba-tiba berubah, entah itu disengaja atau pun tidak, aku tak tau lagi apa mungkin karena tadi ia memeluk ku secara tiba- tiba itu sebab nya sifat nya jadi berubah dingin, hoho aku tau apa dia juga merasa gugup kepada ku, ah tidak mungkin jika hal itu memang benar mengapa Noval menawarkan kepada untuk di panggil sayang." Nasya terdiam saat wajah nya kembali memerah mengingat Noval yang sempat memintanya untuk memanggil dengan sebutan sayang.
****************
Di ruangan yang romansa serba putih Noval terduduk disebuah sofa dengan kopi cangkir yang menggantung di ajarin nya, sembari memandangi kolam air yang di penuhi ikan hias didalam nya.
Aku tak tau mengapa sikap ku jadi seperti ini, mengapa aku harus mengatakan hal itu kepadanya apa karena aku sudah bagian dari hidup nya itu sebab nya aku tak bisa mengontrol diriku sendiri untuk bersikap egois kepada nya, tapi jika aku memperlakukan gadis ini dengan kasar om Arga pasti akan menyadari nya dan bisa saja akan mengatakan pada ayah, dan ayah akan menghilangkan aset yang sudah ku terima sejak awal, ini menyebalkan!
Jika Nasya sudah tinggal bersama ku nanti, akan ku pastikan rencana yang ku buat akan ku laksanakan dengan cepat dan ku harap hubungan pernikahan palsu ini akan segera berakhir.
"Noval apa yang kau pikirkan?" tanya Nasya bingung.
__ADS_1
"Bukan apa-apa, apa kau sudah selesai berkemas?" tanya Noval lagi.
"Ya sudah, aku juga sudah mengisi pakaian mu di koper dan sudah dibawakan oleh para pelayan juga," jelas Nasya dengan senyuman lebar nya.
"Baiklah kalo begitu," Noval meletakkan gelas cangkirnya dimeja kemudian perlahan ia bangun dari duduk nya.
"Ayo kita pergi," Noval berjalan terlebih dahulu kemudian disusul Nasya dari belakang nya, raut wajah Nasya sangat bahagia ia terus tersenyum tanpa henti nya.
Saat ini keduanya sudah berada didalam mobil dengan tujuan menuju bendara sebelum itu mereka berdua sudah menyempatkan diri untuk berpamitan kepada Arga dan Ronal yang merupakan orang tua dari kedua sepasang mempelai baru itu, Noval dan Nasya duduk di kursi belakang dengan sopir yang mengemudi di depannya.
Didalam mobil suasananya tak begitu menenangkan kedua nya terus diam tanpa ada satu orang pun yang memulai pembicaraan, Noval yang sibuk dengan ponselnya dan Nasya yang sibuk dengan lamunan tanpa hentinya, Nasya yang sedari tadi hanya memainkan bonekanya tersenyum dengan raut wajah girang nya, tampak nya walau ia sedang memegang boneka beruang nya pikirannya saat ini tidak berada pada tempat nya.
Nasya terus melamun hal-hal yang akan terjadi saat berpergian bersama Noval dari hal romantis bahkan hal panas sekali pun, tingkah nya yang semakin aneh itu membuat Noval sempat melirik nya sesaat.
"Nasya ?" panggil Noval yang kemudian menyadarkan Nasya dari lamunannya.
"Ya? ada apa Noval?" jawab Nasya lagi dengan cepat.
"Apa kau sangat menyukai boneka?" tanya Noval lagi namun tatapan nya tak menatap Nasya melainkan ponsel nya.
"Tentu," jawab Nasya singkat namun terdapat senyuman di bibirnya.
"Baiklah," jawab noval lagi dengan singkat
Nasya tersenyum manis pandangan nya ia alih kan pada kaca mobil yang berada disebelah kanan nya, ia menatap kaca mobil itu lembut bayangan Noval yang terlihat di kaca mobil membuat Nasya sangat senang melihat nya, padahal Noval sangat lah dekat dengan nya namun ia lebih memilih menatap bayangan Noval dari pada Noval yang sesungguhnya.
Mobil berhenti tampaknya mereka sudah sampai ketempat tujuan, tiket penerbangan sudah Noval pesan beberapa jam yang lalu mereka hanya perlu menuju pesawat yang akan lepas landas satu jam lagi tak butuh waktu lama mereka pun masuk kedalam pesawat tersebut waktu berlalu begitu cepat hanya tinggal menunggu tiba nya ketempat tujuan.
__ADS_1
Pesawat lepas landas dan kedua nya sudah duduk didalam pesawat, tak banyak hal yang mereka bincang kan didalam pesawat diam dan tenang itu yang selalu mereka lakukan entah mereka tak ada keinginan untuk berbicara atau tak ada topik yang akan mereka bincang kan sungguh suasana yang kaku dan tak mengenakan.