
Chapter 13
Noval membuka pintu kamar nya perlahan. Nasya yang melihat suami nya telah kembali dengan cepat menghampiri Noval yang sedang berdiri di pintu.
"Noval dari mana aja, kenapa lama banget?" tanya Nasya sedikit memelas pada Noval.
"Aku hanya sedang menelfon karyawan kantor saja," Noval berjalan melewati Nasya dan dengan cepat merebahkan tubuhnya pada kasur.
Nasya menatap suami nya aneh wajah nya begitu gelisah seakan akan sedang memikirkan masalah yang besar, sepatu yang Noval kenakan juga belum dilepaskan ada apa dengan nya, Nasya kemudian mendekati Noval yang sedang berbaring dikasur dengan perlahan Nasya membukakan sepatu yang masih terpakai oleh noval kemudian diletakan nya dibawah nya.
Apa suami ku selelah itu hingga sepatupun tak sempat ia lepas kan, ah lucu sekali, apa dia tertidur.
Nasya menoleh ke arah Noval yang sudah dipejam kan matanya.
Ah sepertinya memang sudah tidur, aku juga ingin tidur, tapi tubuh ku sangat berkeringat sebaiknya aku mandi dan tidak membuat Noval terbangun.
Nasya masuk kedalam pemandian meninggalkan Noval yang sudah tertidur lelap diatas ranjang nya.
10 menit berlalu Nasya akhirnya keluar dari pemandian nya, tubuhnya yang masih basah dengan handuk yang melilit ditubuhnya begitu seksi dan mempesona.
Nasya melirik kearah ranjang
Seharusnya ini bulan madu pertama ku bersama nya tapi dia malah tertidur, apa aku bangun kan saja, tapi wajah nya terlihat sangat lelah, aku takut akan mengganggu nya saja lagian ini baru jam 9 tidak masalah jika dia ingin beristirahat.
Dengan langkah yang pelan Nasya berjalan menuju lemari pakaian, dia kemudian mengambil beberapa baju kemeja panjang yang terlihat menggantung.
5 menit berlalu.
Pakaian yang tadi diambil di lemari sudah dikenalkan rapi oleh Nasya, baju kemeja putih panjang dengan celana pendek sepaha tampak cantik dikenakan nya.
Nasya kembali menoleh kearah Noval kemudian dengan cepat berjalan menuju ranjang yang sudah terbaring oleh lelaki tampan berjas hitam.
Nasya merebahkan tubuh nya di ranjang kemudian menatap lembut suaminya yang tengah tertidur.
Ah ganteng banget suami gue ni, gila tuhan emang baik banget ngasih suami idaman dan setampan dia, gue lupa malam pertama gue ngapain aja ya sama suami gue, ko gue nggak ingat apa-apa ya, gue masih perawan apa enggak sih, ko jadi was was ya.
Astagfirullah ngapain sya lu mikirin itu, di depan ini suami lu yaelah kaya orang lain aja, tapi gue tetep ngerasa gugup gitu tiap natap wajah suami gue, beh kaya ada manis manis nya hahaha tawa Nasya pada batin nya.
"Nasya," Noval terbangun dengan mata yang masih dikedip - kedipkan.
"Ah apa aku membangun kan mu."
"Tidak," jawab Noval singkat denhan iringan tubuh yang mulai mengambil posisi duduk.
__ADS_1
"Tidur lah jika kau masih lelah."
"Tidak perlu aku akan mandi" Noval tak lagi menatap Nasya yang berada disisi nya, ia bangun dengan cepat kemudian pergi begitu saja kearah pemandian.
Apa ini cuman perasaan ku atau ini hanya kecemasan ku sesaat Nasya menatap seduh dari arah punggung Noval.
Sikap Noval yang terasa begitu dingin membuat nya sedikit cemas.
Entah itu perasaan sesaat atau kekawatiran yang berlebihan membuat Nasya sedikit bimbang, kata-kata yang dilontarkan oleh Noval sebelumnya membuat siapa pun akan berpikir sama dengan nya.
10 menit berlalu.
Noval telah kembali dari pemandian nya, baju yang sebelumnya berjas kini sudah berganti dengan pakaian rumahan yang lebih nyaman
"Nasya boleh aku menanyakan sesuatu kepada mu" tanya Noval yang sudah duduk bersama nya diatas ranjang.
"Tentu."
"Apa kau menyukai ku," tanya Noval dengan elusan lembut pada pucuk rambut Nasya.
"Mengapa kau menanyakan itu, tentu saja aku menyukai mu, bahkan sangat sangat sangat menyukai mu" pelukan hangat sudah mendarat pada tubuh Noval yang dilontarkan oleh Nasya secara mendadak.
"Sesuka itu kau pada ku," tanya Noval lagi ikut memeluk Nasya.
"Jika aku menghkianati mu apa yang akan kau lakukan," Noval melepaskan pelukan Nasya pelan
Dari tatapan nya seakan-akan ia sudah siap meninggalkan Nasya dengan cepat, entah apa yang Noval rencanakan.
"Tidak akan kubiarkan kau menghkianati ku"
"Cara nya."
"Aku akan membuat kau jatuh cinta kepada ku disetiap harinya, agar kau tak bisa berpaling pada yang lain."
"Sungguh."
"Ya! sungguh! aku akan melakukan nya! dan akan terus melakukan nya."
"Kalo begitu lakukan, lakukan sampai aku mencintaimu sepenuh nya."
Ya jika kau mampu, aku ingin melihat, apa kau bisa melewati ujian ini ataukah tidak, tunjukan jika kau adalah wanita yang kuat, mungkin saat ini aku akan bersikap selayaknya suami mu, tapi akan ada saat nya kau merasa terasingkan didalam hidup mu, jika kau mampu melewati ujian yang kuberikan
Aku akan bersama mu tapi jika tidak, aku harus meninggalkan mu, aku sudah mengenal mu sejak kecil Nasya, sikap mu yang sekarang sangat berbeda dengan Nasya yang pernah ku kenal dulu.
__ADS_1
Aku memang hanya mengawasi mu dari kejauhan, tapi bukan berarti aku tidak mengenal karakter asli mu yang dulu.
"Noval hari ini mau makan malam di luar ?"
"Baiklah jika kau menginginkan nya."
"Apa kau tidak menyukai nya?"
"Tidak juga, aku yang mengajak mu untuk berbulan madu, jadi aku akan mengikuti keinginan mu."
Noval mengambil sebuah buku novel dari mejanya kemudian menyederhanakan tubuh nya pada dinding ranjang
"Aku senang jika kau selalu menuruti keinginan ku, aku menyayangimu."
Noval melirik wajah Nasya yang sedang tersenyum lebar.
Noval tau bahwa senyuman itu penuh dengan ketulusan, tapi bagi nya senyuman itu hanya kebahagiaan bagi hati kecil nasya bukan perasaan Noval sendiri.
"Seperti nya hari ini kau lebih banyak bicara dari biasanya ya."
"Benar ka?"
"Ya, seperti nya begitu."
"Apa kau tidak suka?"
"Apa seorang istri harus menanyakan banyak hal pada suaminya?"
"Hahaha maaf kan aku," Nasya tersenyum manis.
Lagi-lagi Noval hanya menatap buku yang ia pegang.
"Berhenti membaca buku," Nasya merebut buku Noval. "Aku cemburu pada buku mu," Nasya merebahkan tubuhnya pada perut Noval pelan.
"Seperti nya hari ini kau juga begitu manja, apa karena perbedaan suasana tempat nya kau jadi seperti ini."
"Hehehe."
Nasya lagi-lagi tersenyum manis, hari ini ia sangat bertingkah aneh pada suaminya
Sikap nya yang malu-malu sudah tidak berwujud lagi dihadapan sang suami, manja dan banyak bicara, itu lah yang hari ini dia lakukan.
"Ah apa yang harus aku lakukan," batin Noval
__ADS_1