
Chapter 6
Saat ini Nasya dan Noval masih dalam keadaan yang sama, kedua nya diam, saling memikirkan hal hal lain yang mengganjal di benat mereka masing masing, saling bertatapan, itu lah keadaan mereka saat ini, seperti sinetron India yang tak habis habis ending nya.
"Noval, apa kau marah kepada ku, karena harus menunggu jawaban dari ku?" tanya Nasya.
"Tidak, bukan seperti itu, mungkin aku yang terlalu cepat mengajak mu untuk menikah, kau pasti terkejut dengan apa yang ku tanyakan, tak apa, tak masalah, aku mengerti," jawab Noval lembut.
"Bukan, bukan seperti itu," Nasya menunduk malu. " aku, aku mau ko nikah sama kamu, cuman aku tadi kaget aja, kamu tiba tiba ngajak nikah secepat ini, padahal kita baru bertemu beberapa jam yang lalu, aku cukup terkejut saat kamu datang dan berada di pintu kamar ku, ini membuat ku terkejut" jawab Nasya lagi.
"Maaf kan aku untuk itu."
"Tidak apa apa, tak perlu minta maaf , ini hanya masalah kegugupan ku saja," senyum muncul di wajah Nasya.
"Lalu apa jawaban mu sekarang?" tanya Noval lagi.
"Ya, aku mau nikah sama kamu," jawab Nasya malu malu.
"Sungguh," tanya Noval lagi sedikit menggoda Nasya dengan wajah yang sudah memerah
"Noval... jangan menggoda ku," Nasya menunduk, kali ini ia tak bisa menahan rasa malu nya, wajah nya sudah memerah karena ulah Noval yang terus terusan menanyakan hal yang sama.
"Baiklah, maaf kan aku" senyum muncul di tiap kata nya. " sekarang boleh aku menanyakan lagi satu hal kepada mu?"
"Apa itu?"
"Dua hari lagi."
"Dua hari? apa maksud mu dengan itu?" tanya Nasya yang tak mengerti dengan pembicaraan yang di maksud kan Noval
"Kita akan menikah dalam waktu dua hari," jawab Noval dengan santai nya, seakan-akan pernikahan ini sangat ia ingin kan.
__ADS_1
"APA!" teriak Nasya tak percaya.
Apa apaan ini, gue nggak ngerti banget sama jalan pikiran si Noval, tadi dia ngajak gue nikah, terus sekarang waktu pernikahan nya cuman dua hari lagi, dua hari loh, dua hari, yang benar aja, iman gue belum siap menahan semua ini, astagfirullah, dimanakah sifat kutub Utara mu yang kemarin.
Jangan jangan karena gue lagi , si noval jadi kaya gini, serius dah, gue nggak ngerti banget, Sekarang gue harus apa, kalo gue jawab iya, fix gue bakal nikah dalam waktu dekat, tapi kalo gue jawab enggak
Rejeki nomplok nya di tinggal sia sia dong, apa yang gue harus milih.
"Nasya..." panggil Noval lembut, "Apa kamu siap" Noval meraih tangan Nasya yang kini sudah berada di genggaman nya.
"Aku..."
Noval menatap Nasya dengan tatapan penuh harap, ia kemudian mengeratkan genggaman pada tangan Nasya berharap ia menerima permintaan dari Noval.
"Iya aku mau," jawab Nasya ragu namun terucap, Noval yang mendengar perkataan dari Nasya kini tersenyum lebar, ia kemudian menarik tangan Nasya di ikuti tubuh Nasya yang kini sudah berada di dekapan Noval , Nasya tersenyum lebar melihat lelaki yang dijodohkan kepada nya sayang menyayangi nya.
Dia tak berpikir bahwa lelaki yang sekarang ini bersama nya memiliki rencana yang bahkan tak ia bayangkan.
****************
"sya sini deh," panggil Maya dari kejauhan.
"Eh Maya , tumben lu udah di kampus aja, biasa nya telat kalo datang" tutur Nasya sambil menepuk punggung Maya pelan.
"Bukan itu yang sekarang gue pingin denger dari mulut lu," tahan nya sesaat "Sya lu serius mau nikah 2 hari lagi, eh bukan, udah mau besok ya nikah nya, lu kenapa tiba tiba ngasih kabar ke kita tentang pernikahan lu yang mendadak kaya gini," ucap Maya lagi.
"Oh jadi itu ya sebab nya, dari tadi gue di lihatin terus sama anak anak kampus yang lain, siapa si yang nyebarin," tutur Nasya sambil berdecak pinggang.
"Noh si syela, belum apa apa udah bikin ribut aja pagi pagi karena ulah lu yang tiba tiba mau nikah."
"Dih salah gue, ya udah lah biarin kalo gue mau NIKAH, gue udah nemu cowok idaman gue juga."
__ADS_1
"Lu ngomong nya santai banget dah, mentang mentang punya perusahaan sendiri, lu jadi tenang gitu aja nggak mikir masa depan lagi," omel maya pada Nasya.
"Sudah lah biarin aja si Nasya mau nikah, lu kaya nggak ngerestuin aja hubungan nya," goda syela pada maya, sambil menyenggol bahu pelan
"Lah ini baru besty gue, selalu ngedukung gue di saat saat gue kaya gini, seharusnya lu seneng dong sahabat lu mau nikah, ia nggak syel?" tutur Nasya sambil merangkul sahabat nya syela.
"Syela emang calon suami lu bakal Nerima lu yang model nya kaya jangkrik, nggak diem gini," goda maya
"Apaan maksud lu, ngajak berantem ha, gue itu cantik, santun tau, lu aja yang ngiri sama gue kan , ia kan, ngaku aja, gue ngerti ko perasaan lu," jawab Nasya mulai ngelantur ke mana mana.
"Idih idih, jijik gue liat lu sya , Sono ke rumah sakit jiwa, otak lu udah mulai rada rada kaya nya."
"Hahaha apaan sih Kelian berdua, malah berantem nggak jelas, kaya anak teka tau nggak," ucap syela menghentikan kegaduhan dari kedua sahabat nya itu.
"Udah yu, ke kelas aja, dari pada di sini , banyak yang lihatin Kelian berdua tau nggak, nanti di kira beneran berantem sama dekan," ucap syela lagi mengajak kedua sahabat nya untuk pergi ke lain tempat.
"Sori deh syel, gue kaya nya nggak bisa lama lama di kampus, gue ke sini cuman mau nyapa Kelian berdua aja, gue mau balik lagi, besok kan gue mau nikah, nggak mungkin hari ini gue bisa keluyuran ke mana mana, gue sibuk soal nya."
"Yee Nasya, kirain datang ke sini mau main Ama kita kita, ya udah sih kalo Lo sibuk gitu, gue juga ngerti ko," jawab syela lagi.
"Lu nggak ada niatan buat ngundang kita kira gitu?" tanya Maya.
"Ya ngundang lah, masa enggak sih, udah gue kirimin undangan nya di rumah kelian semua, palingan kalo lu udah pulang, tuh lembaran undangan tinggal di baca aja " jawab Nasya yang sudah perlahan memundurkan langkah nya.
"Sudah ya gue balik dulu, Salamun buat si rozer, kaya nya nggak ada tuh anak hari ini, gue balik dulu ya, bay," tutur Nasya sambil melambaikan tangan nya ke atas.
Dia kemudian memalingkan badan nya, kini ia berlari meninggalkan kan kedua teman nya yang masih berada di belakang nya.
"Gue nggak ngerti sama jalan pikiran si Nasya, bisa bisa nya dia nikah secepat ini," gumam Maya yang terdengar oleh stelah yang berada di sisi nya.
"Ya gue juga bingung si sebenernya, setau gue, Nasya dari dulu paling anti deh sama cowok, tapi tiba tiba, dia ngasih kabar Ama kita kalo mau nikah dua hari lagi, gue jadi kaget, apa jangan jangan karena cowok yang di jodohin sama si Nasya ganteng banget, maka nya kaya gitu," syela yang sedang berbicara dengan Maya sesekali meletakan jarinya pada dagu nya.
__ADS_1
"Gue nggak tau syel.. yang jelas ini udah pilihan Nasya, gue cuman berharap semoga Nasya bahagia sama pilihan dia aja."
"Amin, gue juga."