Sebatas Status

Sebatas Status
Chapter 9


__ADS_3

Chapter 9


Cahaya mentari menerangi tiap celah jendela yang berbuka , gadis cantik bergaun putih masih tertidur lelap di ranjang nya


Noval yang saat itu sudah terbangun menatap Nasya dengan senyuman kecil nya, ia kemudian menghampiri Nasya yang masih terbaring di ranjang nya, perlahan Noval menaiki kasur yang berada tepat disebelah Nasya, Noval kemudian merebahkan tubuhnya dan memiringkan badan nya sembari menatap Nasya.


"Maaf jika aku tidak bersikap adil kepadamu, aku hanya tidak ingin bermain-main dalam hal perasaan, suatu hari aku akan mengatakan hal yang sebenarnya kepada mu dan aku akan mengakhiri hubungan ini dengan cepat, Nasya aku tak tau mengapa sikap mu sudah berubah dengan dirimu yang sebelumnya, walau begitu hal ini tidak menutup kemungkinan jika aku akan pergi dari hidup mu," gumam noval dalam benaknya


Noval yang masih berada diposisi yang sama sedikit kaget dengan terbangun nya Nasya yang secara tiba-tiba, Nasya yang sudah membuka mata nya juga ikut kaget dengan keberadaan Noval yang berada disisinya.


"Noval sejak kapan beranda disini?" tanya Nasya kemudian bangun dari ranjang nya.


"Entah lah, bersiap dan mandi," tutur Noval datar kemudian mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju pintu.


"Ada apa dengan nya, aku kaget saat melihat dia sudah berada di sisiku pagi ini, seingat ku semalam" Nasya memejamkan mata nya sesaat kemudian membuka matanya kembali dengan cepat.


"Astaga aku tidak mengingat apapun, apa yang terjadi semalam," Nasya menyilang tangan nya pada tubuhnya.


"Mau tetap berdiri disitu atau mandi?" tanya Noval kembali ke kamar nya.


"Iya aku akan mandi," Nasya berlari menuju kamar mandi, melihat tatapan Noval yang dingin membuat dia begitu gugup.


Nasya memiliki karakter yang aneh, ia lebih menyukai lelaki yang acuh tak acuh kepada nya, sifat Noval yang dingin seperti itu membuat Nasya selalu gugup padahal kalau dipikir-pikir bukan kah lelaki dingin itu sangat menyulitkan tak banyak bicara dan selalu menyendiri bagiku itu cukup mengganggu, berbeda dengan apa yang dirasakan Nasya, hal itu membuat Nasya berdebar - debar, aneh dan menarik.


****************

__ADS_1


"Noval kamu mau kemana?" tanya Nasya yang sudah selesai berpakaian melihat sang suami yang sudah rapi dengan pakaian berjas.


"Aku mau berangkat kerja," tutur Noval sembari berkaca di cermin.


Apa..! berangkat kerja, tapikan kemarin baru nikah hari ini langsung kerja, dia nggak mau ngajak aku bulan madu gitu, masa Iyah nggak ada cuti libur setelah pernikahan, aku nggak mau seharian sendirian nungguin Noval pulang.


"Tapi kan kemarin kita baru aja nikah, kamu mau langsung kerja aja, kamu nggak ada niatan bulan madu bareng aku gitu?" tanya Nasya dengan suara yang lantang.


Noval membulat kan mata nya sesaat karena kaget dengan apa yang ia dengar ia kemudian menghela nafas pelan, kemudian melirik Nasya yang sedari tadi memperhatikan nya, Noval mengusap pucuk rambut Nasya lembut namun tatapan nya masih saja biasa saja.


"Jadi dimana tempat yang ingin kau tuju, aku akan menuruti keinginan mu," jelas Noval lagi


Eh apa yang baru aja gue ngomong sih, ke sambet apa gue bisa ngomong kaya gitu, dih sama aja gue yang kepengen ni jadi nya, astagfirullah Halazim tarik lagi deh omongan nya.


"Hemm nggak jadi deh Noval kaya nya kamu hari ini sibuk banget ya, apa ada meeting dadakan makannya kamu nggak bisa luangkan waktu gitu, lain kali aja deh kita bulan madu nya ya," Nasya berbalik dan ingin meninggalkan Noval namun sesaat sebelum melangkah tangannya digenggam erat oleh Noval.


Wajah Nasya memerah, keringat dingin muncul di pelipis wajah nya seperti nya Nasya sangat malu saat ini hingga tak mampu berbicara apapun lagi, Noval kemudian memeluk Nasya dari punggung nya , kemudian membisikan hal kecil namun berhasil membuat Nasya lari dan keluar dari kamar nya.


"Ih apaan sih Noval ngomong kaya gitu, dasar Noval nyebelin."


"Kamu udah bangun nak?" tanya Arga kepada anak nya yang sedang menuruni tangga


"Pagi pa," Nasya tersenyum manis sembari menuruni tangga dengan cepat dan akhirnya menghambur pelukan hangat kepada papah nya.


"Hati-hati nak, kau bisa saja terjatuh," Arga mengelus pucuk rambut Nasya lembut.

__ADS_1


"Dimana suami mu, apa dia masih tertidur?" tanya Arga lagi melihat putrinya sendiri menuruni tangga.


"Sudah bangun ko pa cuman Noval masih siap-siap aja dikamar, mungkin bentar lagi bakal turun," jelas Nasya sembari melepaskan pelukannya.


"Seperti nya putri papa pagi ini sangat bahagia apa hari ini Kelian ingin pergi ke suatu tempat."


"Iya pa pagi ini saya ingin mengajak nasya untuk berlibur ke bali seperti nya kami akan memakan beberapa hari untuk berbulan madu di sana," jelas Noval yang sudah keluar dari kamar nya.


Noval apa apaan sih ngomong nya kaya gitu, kamu nggak ngerasa malu gitu sama papah ngomong nya terang-terangan banget, noh lihat wajah papah udah sumringah gitu bisa- bisa nya nggak ngomong dulu sama aku, ini gimana ni jadi nya kalo gini.


Nasya memainkan alis memberi tanda kepada Noval agar ia menghentikan pembicaraan nya namun disisi lain Noval yang menyadari ketidak inginnya Nasya dengan sengaja nya melanjutkan pembicaraan dengan santai.


"Dan satu hal lagi yang saya ingin sampaikan kepada papa, setelah hari liburan kami berakhir saya ingin membawa Nasya untuk tinggal bersama saya di rumah pribadi saya."


"Itu sangat bagus, papah bangga pada mu Noval, Nasya sekarang adalah istrimu kau berhak membawanya tinggal bersama mu, papa harap hubungkan pernikahan Kelian selalu bahagia, papa percaya kepada mu Noval, kamu pasti bisa membuat Nasya bahagia," Arga menepuk pundak Noval pelan.


"Baik pa saya akan menjaga Nasya dengan baik."


Wah nggak benar ni, gue kaya nya salah dengar de, ehem bangun Nasya kaya nya lu masih tidur ni, ini Noval loh Noval si kutub Utara yang lagi ngomong ni, masa gini sih ending nya.


"Ada apa nak, mengapa bengong seperti itu bersiap lah bukan kah hari ini kau akan pergi bersama suami mu."


"Ah Iyah pa, aku permisi ke kamar dulu."


Nasya berlari kembali menaiki tangga namun sebelum sampai di atas nya Nasya berhenti sesaat kemudian kembali menuruni tangga dengan cepat Nasya menatap Noval dengan tatapan yang tajam tangan Noval ia genggam dan kemudian menarik nya mengikuti Nasya menaiki tangga menuju ke kamar nya, namun sebelum itu Nasya melirik papah nya sesaat.

__ADS_1


"Pa aku pinjam Novak nya bentar ya," kemudian kembali melanjutkan langkahnya.


"Astaga apa pengantin baru selalu seperti ini," Arga tertawa kecil sembari menggeleng geleng kan kepala nya.


__ADS_2