Sebatas Status

Sebatas Status
Chapter 16


__ADS_3

Chapter 16


Nasya meringkuk ditubuh noval, ia tak ingin menunjukan wajah merah bak tomat rebus pada noval, noval sudah keterlaluan membuat nasya semalu ini, setauanya, noval lelaki pendiam yang bahkan tak berbicara jika dia tak memulainya terlebih dahulu, bahkan saat pertama kali bertemu, ia hanya memperhatikan makanannya tampa melirikku sedikitpun.


Sekarang lihatlah, hanya wajah penuh matahari di sekelilingnya, kupikir aku akan menikah dengan batu es yang dikelilingi awan mendung setiap hari, tapi senyumannya kali ini membuta ku bingung, apa ini suamiku yang sedingin es atau aku yang salah menilainya.


"Sekarang tidurlah, besok kita harus pergi ke suatu tempat, kau akan menghabiskan waktu seharian dengan ku besok, jadi mala mini tidurlah terlebih dahulu, aku akan membangun kan mu saat pagi nanti."


"Mas .., bukanya seharusnya istri yang bangunin suaminya, masa suami yang bangunin istri?" tanya nasya dengan polosnya mencoba menyimpulkan apa yang ia pelajari dari ibu dan ayahnya.


"Ya, kamu bener .. cuman besok mas yang bakal ajakin kamu untuk jalan-jalan. jadi mas yang akan bangunin kamu kalo kamu masih tidur," ucap noval lagi menjelaskan.


"Hmmm, gitu ya mas, yaudah aku tidur duluan ya mas."


"Eh ko nggak ngajak, " senyum genit muncul dibibir noval.


"Mas!"


"Hahaha."


****


Malam telah berlalu. Sang fajar pun telah menampakan wujudnya. Hari sudah pagi, seperti perkataan noval semalam, ia bangun lebih awal dari apa yang diperkirakan sang istri.


"Sayang .. bangun .. udah pagi, masih mau tidur ni."


Noval mengusap usap pucuk rambut istri nya, namun orang yang dibangunin belum juga membuka matanya.


"Sayang udah pagi, kamu mau tidur sampai kapan," ucap noval lagi sembari mencubit-cubit pipi sang istri.

__ADS_1


Nasya meliuk-liuk tubuhnya, dan sesekali menepis tangan noval dari wajahnya, tubuhnya memang bergerak namun matanya masih senantiasa terpejam, entah mimpi apa yang membuatnya tak ingin membuka mata hingga selama ini.


Noval tersenyum miring, ia memikirkan kejahila yang akan membuat istrinya bangun tampa perlu menggoyang kan tubuhnya hingga sekeras ini.


Noval mendekatkan bibirnya pada telinga istrinya "Kamu mau bangun dan mandi atau AKU YANG MANDIIN."


Mata nasya seketika terbelalak dengan lebarnya, entah ia benar-benar telah sadar dari tidurnya atau memang benar-benar bangun dengan setengah kesadaran yang tersisa.


BRUK!


Nasya berguling dan jatuh dari ranjangnya, tampa meringis sakit, ia berlari menuju kamar mandi dengan selimut Kasur yang masih melekat.


Noval menggeleng tak percaya.


"Apa dia selalu bersikap seperti ini?" gumam noval berdecak bingung Nasya yang saat itu sudah berada di pemandian bergegas menyelesaikan mandinya dengan cepat, sepertinya ia terlalu takut untuk berlama-lama dikamar mandi karena perkataan noval yang membuta nya gugup tak karuan.


Seusai nasya mandi noval masuk untuk membersihkan tubuhnya, karena pagi ini mereka memiliki rencana untuk pergi ke suatu tempat yang sempat noval janjikan semalam.


Cklek...


Noval keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang menutup separuh bagian tubuhnya, sedangkan nasya yang sedang duduk dimeja rias melongo melihat roti sobek noval yang terlihat sangat seksi dari pantulan cermin riasnya.


"Wah .. istri ku ko cantik banget ... " ucap noval dari sisi belakang Nasya tersentak dengan kesadarannya yang ikut kembali.


"Bisa aja kamu mas... "


"Kan emang bener."


"Iya deh iya, pakai baju dulu mas, itu sudah ku siapkan dikasur," ucap nasya sembari menunjuk baju kemeja yang ia letakan diatas kasur.

__ADS_1


"Celana pendek? Aku hampir nggak pernah pakai celana pendek, emang baju kemeja nya cocok sama celana pendek ya?" tanya noval dengan raut wajah bingungnya.


"Cocok kok mas, lagian kemejanya kan lengannya pendek, dan kulit kamu putih. cocok banget pakai celana pendeknya, kamu pasti suka, coba dipakai dulu pasti suka, oia sepatu nya pakai sepatu yang warna putih ajaya mas biar serasi," pinta nasya yang hanya.


Dibalas anggukan oleh noval


Seusai memakai pakaian, noval pergi menuju cermin.


Saat berdiri menghadap cermin, matanya sedikit membulat tak percaya, ia menatap takjup sosok nya yang terlihat berbeda, dari dulu ia tak pernah berpergian dengan celana pendek selutut seperti ini, bahkan kemeja pendek pun jarang ia kenakan saat ingin berpergian.


la selalu membiasakan diri untuk mengenakan kemeja panjang dan juga celana panjang, jarang baginya untuk mengenakan celana pendek selutut.


Namun terlihat dimatanya, bahwa apa yang dikatakan oleh nasya memang benar adanya, noval sangat pantas memakai pakaian yang disiapkan oleh nasya, bahkan saat ini ia sibuk mengagumi penampilan yang terlihat berbeda.


"Tuh kan cocok, udah dibilangin kan tadi, kamu pantes banget pakai celana pendek, lagian sekali-kali ubah penampilannya kan nggak apa-apa mas."


"Iya cocok banget, mas sampai heran ini beneran mas apa enggak, kaya beda banget."


"Nah berhubung diluar cuacanya lagi panas, jadi mas lebih baik pakai baju sama celana pendek aja biar nggak gerah," jelas nasya.


"Ya udah yu mas, katanya mau ngajak jalan-jalan," keluh nasya sembari menggandeng lengan sang suami.


"Ya udah ayo... "


***


Bangunan dengan bentuk yang terlihat kuno dengan ekstetur yang asri dengan alam yang luas disekelilingnya, dengan bentuk bundar ditimpa sudut.


Karena sejarah yang terlampau panjang membuat hal itu menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi masyarakat sekitar, tidak heran jika di Bali merupakan salah satu pusat tempat keluar masuk para turis asing yang selalu berkunjung untuk melihat keasrian di Indonesia.

__ADS_1


"Wah bagus ya mas, ayo foto mas, pemandangannya bagus banget ni," ucap nasya dengan wajah penuh kegembiraan.


__ADS_2