
Chapter 8
Semua acara telah usai, para tamu undangan satu persatu mulai berpamitan pulang, mempelai lelaki sedang sibuk dengan tamu- tamu yang bersalaman untuk terakhir kali nya, sedang mempelai wanitanya tampak nya sudah berada di kamar nya.
Sebuah ruangan yang besar, dengan hiasan indah memenuhi tiap dinding nya, lantai yang di penuhi kelopak bunga berwarna merah, tidak lupa hiasan di kasur nya yang bertabur bunga bunga mawar yang berbentuk love
Gadis cantik bergaun putih sedang terbengong - bengong dengan menyenderkan tubuh nya pada pintu kamar nya.
"Gue nggak nyangka banget acara pernikahan nya udah habis aja, perasaan tadi gue baru keluar dari kamar rias, nyambut tamu terus tiba tiba udah mau malem aja, kamar gue jadi penuh bunga kaya gini siapa sih yang hias, jantung gue jadi nggak aman lihat nya," Nasya melirik jam yang berada didinding.
"Sudah jam 7 malem, cepat banget waktu berlalu, btw ini gue udah dikamar, ngapain sih gue duluan yang ada disini, gue lupa gue udah nikah sekarang, astagfirullah apa yang gue harus lakuin, kabur-kabur," tahan nya sesaat.
"Gue nggak punya pengalaman malam pertama, gue gugup banget, lebih baik gue keluar aja dari kamar. "Nasya pergi ke arah pintu sebelum ia memutar kenop pintu, terlihat seseorang membuka terlebih dahulu pintu tersebut.
"Noval," tutur Nasya yang terkejut dengan kedatangan Noval yang tiba-tiba.
"Sedang apa berdiri di sini, apa kau menunggu ku" tanya Noval yang sudah masuk kedalam kamar nya, ia kemudian meletakkan nampan nya yang sempat ia bawa pada meja yang berada tepat di sisi kasur nya.
"Mengapa kau membawa nampan itu, jika kau haus kau bisa meminta tolong pada para pelayan bukan?" tanya Nasya bingung.
"Tak apa, aku hanya ingin membawa minuman untuk istri ku saja," jelas Noval sembari membuka pakaian jas yang ada ditubuh nya mata Nasya membulat, ia mulai membayangkan hal-hal aneh di pikiran nya.
Astagfirullah, gue belum siap Noval, ngapain lu buka baju lu didepan gue, rasanya ni ruangan kaya gurun pasir panas banget , padahal suhu ase nya gue naikin lebih tinggi de, apa apaan ini, jantung gue rasanya mau meledak, lebih baik gue keluar aja dari tempat ini, perasaan gue nggak enak ni sama pemandangan Kasur nya.
Nasya melangkah menuju pintu, ia bergegas memutar kenop pintu nya dan keluar dari kamar nya, saat Nasya sudah berada di luar ruangan, Nasya pun bergegas mengambil langkah panjang, namun sebelum nasya benar benar pergi dari ruangan tersebut, Noval menahan tangan nya dari sisi pintu yang masih terbuka sedikit.
"Mau ke mana," tanya Noval dingin
__ADS_1
"Aku..aku haus ingin minum" jawab Nasya tergagap gagap.
Noval yang melihat tingkah Nasya yang mulai tak tenang menarik nya dengan segera hingga jatuh ke pelukan nya " apa kau Takut kepadaku," tanya Noval menaikan dagu nya.
"Seperti nya gue bakal mati hari ini juga," gumam Nasya pada pikiran nya.
"......"
"Mengapa kau diam, pergilah ke kasur mu dan minum lah minuman yang telah ku bawa," jelas Noval sambil melirik ke arah kasur.
"Baiklah," Nasya menjawab dengan singkat, walau begitu jantung nya masih terasa berdebar debat, Nasya berjalan menuju kasur nya, ia kemudiaan mengambil salah satu minuman yang berada di meja itu, tanpa pikir panjang Nasya meneguk minuman tersebut hingga kandas.
Noval yang masih berada tidak jauh dari Nasya hanya menatap nya Tampa ekspresi, ia terus memperhatikan gerak gerik Nasya dari meminum minuman tersebut hingga meletakkan gelas nya kembali.
Nasya yang sudah mengikuti keinginan noval dengan cepat menutupi wajah nya dengan selimut, entah apa yang sedang ia pikirkan, Nasya tak bergerak lagi dari selimut tersebut, Noval yang melihat hal itu bergegas menghampiri Nasya, ia kemudian menarik selimut yang menutupi wajah nya, saat wajah Nasya terlihat mata nya tertutup seakan akan sedang tertidur.
Aku tak pernah menginginkan gadis ini menjadi bagian dari hidup ku, aku hanya ingin menepati janji ku kepada ibu dulu, dan sekarang aku sudah menepati nya, aku hanya perlu menghitung waktu untuk membuat gadis ini pergi dari hidup ku.
Maaf kan aku Nasya, aku membuat mu tertidur untuk sementara waktu, jadi tidur lah dengan nyenyak, ku harap kau bangun dengan kehidupan palsu mu.
Noval berjalan menuju arah pintu, kemudian ia keluar dari ruangan itu dengan tenang nya, Noval yang saat itu sedang menuruni tangga sempat tersentak kaget dengan suara ponsel yang berdering dimalam hari, Noval melirik ke arah ponsel nya yang berdering, tampak nya ada seseorang yang sedang menelepon nya, Noval kemudian mengangkat ponsel tersebut.
"Halo."
" ......."
Dari ponsel Noval tak ada jawaban dari orang yang menelfon nya.
__ADS_1
"Siapa ini, halo apa kau mendengar ku?" tanya Noval lagi mencoba memulai pembicaraan walau begitu tak ada jawaban yang terdengar dari ponsel nya, Noval kemudian mematikan ponsel nya tersebut dengan cepat.
"Cuman orang iseng."
"Noval sedang apa berada disini?" tanya papa Nasya dari sisi punggung nya.
"Ah om Arga, saya cuman mencari udara segar saja," tutur Noval dengan senyum.
"Apa kau gugup karena ini hari bahagia pernikahan mu dengan putri ku."
"Seperti nya begitu, baiklah saya permisi untuk beristirahat, seperti nya istri saya sudah menunggu dikamar, om Arga terlihat sangat lelah, sebaik nya om juga beristirahat," tutur Noval sopan.
"Jangan memanggil ku seperti itu, kau sudah menjadi menantu ku, panggil aku seperti ayah mu."
"Baiklah ayah."
"Nah sebaik nya aku harus pergi, aku hanya menganggu mu disini, baiklah beristirahat lah nak."
Ayah Nasya pergi melewati Noval, Noval yang masih berada diposisi yang sama kembali berbelok menuju arah kamar pengantin yang sebelumnya sempat ia masuki, Noval membuka pintu kamar nya perlahan
Nasya yang saat itu sudah tertidur lelap di kasur nya tampak tenang dan nyenyak, Noval melirik kearah sofa panjang disebelah ranjang, ia kemudian merebahkan tubuh nya pada sofa tersebut.
Seperti nya untuk malam ini aku tidur dikamar ini, akan terlihat aneh jika aku tidur dikamar yang berbeda dengan Nasya dimalam pertama ku dan dia, setelah esok hari, aku akan membawa nya pergi dari rumah ini, aku akan lebih bebas jika berada di rumah ku dari pada berada disini, om Arga akan terus memperhatikan ku jika aku berada disini
Impian mu terwujud Nasya, kau sudah tidur bersama ku dikamar yang sama, walau dengan tempat yang berbeda, ku harap kau akan mengerti jika sikap ku akan semakin berbeda dihadapan mu, karena yang kuinginkan adalah meninggalkan mu bukan hidup bersama mu.
Gumam Noval dalam pikiran nya
__ADS_1
Noval memejamkan matanya, ruangan itu sudah cukup terlihat hening dengan kedua sepasang mempelai baru yang sedang tertidur pulas, malam yang gelap hanya menunggu datang nya pagi untuk membangunkan kedua remaja tersebut.