Sebatas Status

Sebatas Status
Chapter 22


__ADS_3

Chapter 22


"Mas kenapa sikap kamu hari ke hari semakin dingin sama aku, aku salah apa mas sama kamu."


"Kamu nggak salah apa-apa," noval tertawa sinis


"Mas aku nggak bodoh, aku selalu merhatiin kamu, kamu nggak sadar kalo kamu akhirakhir ini cuekin aku, kamu nggak pernah ngasih waktu sedikit pun untuk aku, aku ini istri kamu mas."


"Istri, kamu masih mengatakan bahwa kau istri ku, cih menjijikan."


"Apa kamu bilang mas."


"Bersyukurlah karena aku masih memaafkan mu karena kau selingkuh dibelakang ku."


"Mas harus berapa kali aku bilang, dia itu teman ku mas, kamu juga tau akan hal itu, lagian dia cuman nolongin aku aja ko mas, nggak kurang nggak lebih gitu aja, berhenti berpikir yang enggak-enggak soal aku mas, aku sayang sama kamu," ucap nasya namun tak dihiraukan oleh noval.


"Mas tunggu aku belum selesai bicara, tunggu mas," nasya mencoba menahan noval yang ingin bergegas keluar dari rumahnya namun sudah ditepis kasar oleh noval, tanpa menatap lagi wajah istrinya.


BBUUMM ...


Bunyi hantaman pintu yang dibenturkan kasar.

__ADS_1


"Kenapa kamu gini sama aku, aku salah apa sama kamu val, aku udah berusaha ngejelasin, tapi kamu nggak pernah ngerti aku sama sekali hiks..."


"Nasya menangis hingga kaki nya tak sanggup menopang tubuhnya yang sudah terkujur lemas " hiks .. hikss .. "


Pandangan nasya semakin kabur, tubuhnya lemas hingga bergetar hebat dan berakhir terbaring dilantai yang dingin.


Tuk...


Tuk...


"Assalammualaikum, sya, gue datang ngunjungin loh."


Tuk...


Tuk...


"Assalamualaikum sya, nasya, ini gue maya, lo ada didalam kan," salam maya sekali lagi mencoba mencari suara dari dalam ruangan.


"Apa nggak ada orang ya didalam," Maya mencoba memutar kenop pintu pelan.


"Eh, nggak dikunci, kan bisa bahaya kalo rumah kosong tapi nggak dikunci pintu nya, apa nasya ada didalam ya," pintu perlahan ia buka, saat sebelum melangkah, maya terkejut melihat nasya sudah terbaring lemas di lantai tepat pintu utama berada.

__ADS_1


"Astagfirullah halazim, sya, bangun sya, rozeeerrr, zerr tolongin gue," teriak maya memanggil temanya dari arah mobil yang diparkir diluar.


Rozer yang masih berada dimobil terkejut saat mendengar nama nya dipanggil dengan nada yang tidak bisa, rozer bangun dan kelur dari mobil, dan bergegas berlari menuju maya yang berada didalam ruangan.


"Ada apa lu mangg ... astaga, nasya, kenapa bisa gini may," Keluh rozer terkejut melihat nasya yang sudah tak sadarkan diri dipangkuan maya.


"Enggak ada waktu buat nanya, cepat angkat nasya kedalam mobil, kita bawa kerumah sakit sekarang," jelas maya sembari berteriak.


"Oke, gue permisi sebentar ya sya, gue gendong lu bawa ke mobil bentar, lu pangku aja si nasya di bangku belakang, biar gue yang nyetir."


"Iya gue ngerti. "


Rozer bangun sembari menggendong nasya yang masih tak sadarkan diri, dengan cepat keduanya berlari menuju mobil yanag terparkir tak jauh dari halaman rumahnya.


Nasya dimasukan dikusi belakang bil bersama maya yang memangku nya dan menjaganya selama mobil berkendara mencari rumah sakit terdekat.


Mesin mobil dinyalakan, dengan kecepatan tinggi rozer mencari letak rumah sakait menggunakan JPSdi henfonya, saat mobil melaju kecang terlintas lah seboah bangunan rumah sakit 2 tingkat yang tak jauh dari rumah noval, reza mengendalikan mobil nya untuk merubah haluan jalur nya untuk berbelok memasuki parkiran rumah sakit Mobil diparkirkan dengan sembarangan, Rozer kemudian keluar dan kembali menggendong nasya memasuki gedung rumah sakit itu.


"Suster tolong teman saya tidak sadarkan diri, tolong diperiksa sus," keluh rozer dengan wajah paniknya.


"Baik mas, tolong baring kan pasiennya disisi, saya akan membawanya untuk diperiksa," pinta suster mengarahkan.

__ADS_1


"Baik sus."


__ADS_2