
Chapter 14
Hari sudah gelap, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Hari ini keduanya akan makan malam disebuah restoran mewah yang terkenal keindahan tempatnya.
Noval sedang bersiap-siap begitu pun Nasya yang juga sedang merias wajahnya dimeja rias.
"Apa kau sudah selesai."
"Iya sudah, ayo berangkat," Nasya bangun dari kursi kemudian menggandeng lengan Noval cepat.
"Ada apa?" tanya Noval sedikit terkejut melihat Nasya yang memeluk lengannya erat.
"Tidak ada," Nasya tersenyum manis.
"Haa baiklah ayo kita pergi."
Nasya dan Noval keluar dari kamar nya dan kemudian memasuki lif yang tak jauh dari kamar hotel nya.
15 menit berlalu...
Nasya dan Noval sampai pada restoran yang dituju, kedua nya masuk dan mulai duduk pada kursi kosong yang sempat mereka pesan terlebih dahulu.
"Malam ini kau ingin makan apa?"
"Bagaimana dengan sifut?"
"Aku tidak menyukai makanan seperti itu."
"Mengapa? bukan kah makanan itu enak, jika kau tidak menyukai nya kalo begitu, bagaimana dengan lopster."
"Tidak."
"Lalu apa, gurita? Salomon?"
"Atau belut listrik?"
"Tidak ada yang akan memakan hewan berbahaya seperti itu."
"Lalu apa yang suami ku ingin kan, bagaimana dengan daging pangsit."
"Boleh."
"Pelayan," panggil Nasya pada pelayan yang berada di meja depan.
"Iya nona anda ingin pesan apa?"
"Saya pesan makanan sifut, daging pangsit , dan juga salmon, minuman nya, yang ini saja ya mba," sembari menunjuk kearah buku menunya yang ingin dipesan.
"Baik nona, silahkan menunggu sebentar."
"Ya terimakasih."
Dari arah sisi meja Noval, terdengar bunyi dering yang sangat keras.
Noval mengambil ponsel nya dengan cepat" aku akan kembali," pinta nya.
__ADS_1
"Baiklah."
Noval keluar dari restoran itu, kemudian mengangkat telepon dari nomor yang bahkan tak memiliki nama dikontak nya.
"Kenapa begitu lama kau mengangkat telfon ku," keluh seorang wanita dari ponsel Noval.
"Ada apa menelfon ku."
"Kenapa kau sekasar itu kepada ku, aku ini pacar mu val, Oia aku sudah sampai di bali, seperti nya hotel yang kamu tinggal sama dengan ku, apa nomor kamar mu 231."
Noval terkejut saat mendengar nomor kamar hotel yang Nasya dan ia tempati.
"Bagaimana kau bisa tau, apa yang ingin kau lakukan disini, sudah kubilang jangan mengikuti ku kemana pun aku pergi!" Noval membentak gadis itu.
"Ada apa dengan mu, setelah kau menikah dengan gadis itu kau lebih banyak menghindari ku, aku sudah mengalah pada gadis itu, jangan bilang kau ingin meninggalkan ku sepenuhnya karena gadis itu!"
"Jangan mengatakan hal konyol seperti itu, kau tau sendiri aku menikah dengan nya hanya karena perjodohan semata bukan karena cinta, aku tak mungin mencintainya, walau begitu bukan berarti aku akan melakukan nya seperti sampah, bagaimana pun juga, dia adalah istri ku."
Noval melirik nasya dari luar ruangan yang terdapat kaca bening.
"Sudah cukup, aku tak mau mendengar alasan apapun dari mu, aku ingin bertemu dengan mu malam ini, jika tidak aku akan mengatakan semuanya pada istrimu bahwa aku adalah pacar mu," geretak gadis itu dengan suara yang ditinggikan.
"Apa kau baru saja menggertak ku?" tanya Noval yang sudah mulai marah dengan hal ini.
"Kau tak pernah mendengar kan ku, jadi aku..."
Tut...
Tut...
"Apa yang dia lakukan, dia mematikan ponsel nya, dasar wanita itu, gara-gara dia Noval bersikap seperti ini kepada ku, aku tidak akan pernah memaafkan nya," geram gadis itu menggenggam ponsel nya kuat.
Disisi lain Noval yang tadi berada diluar ruangan kembali memasuki restoran tersebut dan kembali duduk dikursi yang sebelumnya
"Siapa yang menelfon mu?" tanya Nasya yang menunggu cukup lama dimeja nya
"Bukan apa-apa,"' Noval kembali meletakkan ponsel pada sisi mejanya.
"Permisi tuan, ini pesanan nya," pelayan meletakkan beberapa piring didepan kedua pasangan itu dengan menu makanan yang sebenarnya sudah dipesan.
"Terimakasih," tutur Nasya lembut.
Makanan yang telah tersaji sudah siap untuk disantap, aroma harum makanan menggoda hidung Nasya yang sudah menatap makanannya dengan girak.
HAPP..
Satu sendok berhasil masuk pada mulut Nasya.
"Apa kau begitu lapar?" tanya Noval heran melihat pasangan nya.
"Hehehe."
Noval menatap Nasya lucu, entah mengapa gadis ini terlihat seperti anak-anak dimatanya, sifat Nasya yang semakin terlihat jelas kepolosan nya, membuat Noval sedikit tertawa
Ah aku seperti sedang menikmati makanan dengan anak usia 10 tahun.
"Ada apa Noval, apa kau tidak menyukai makanan mu, aku akan memanggilkan pelayan untuk memesan makanan yang baru," jelas Nasya melihat sang suami tidak memakan sedikit pun makanan yang ia pesan.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku akan memakan nya"
"Apa ada yang kau pikirkan kan?"
"Tidak."
"Lalu?"
Dengan pisau ditangannya Noval memotong daging pangsit itu, dan kemudian memasukan pada mulut Nasya yang terlihat terbuka.
HAPP..
"Berhenti bertanya dan makanlah, aku hanya ingin melihat mu sebentar," jelas Noval kemudian ikut memakan makanan nya
Nasya tersenyum dengan wajah yang memerah.
Ting..🔔
Bunyi pesan dari arah ponsel , walau terdengar berisik Noval tetap mengacuhkan nya, ia tau bahwa bunyi pesan itu berasal dari pacar nya, ia lantas melanjutkan makannya dengan santai.
Ting...
Ting...
Ting...
Bunyi pesan semakin banyak terdengar, hingga mengusik penghuni meja yang berada di sekeliling nya
"Noval seperti nya ada pesan yang harus kau balas, bunyi ponsel mu mengganggu orang sekitar, sebaiknya dibalas dulu," tutur Nasya membisik.
"Haaaa," dengusnya.
"Baiklah, aku hanya sebentar , lanjutkan makanan mu."
Nasya mengangguk patuh
Pesan apa yang dia kirim hingga sebanyak ini, apa dia mencoba mengancam ku lagi dengan tindakan bodoh nya itu umpat Noval dalam pikiran.
Mata Noval membulat seakan akan terkejut dengan apa yang dilihat, wajah nya berubah cemas saat membuka pesan dari ponselnya
Nasya menatap suami nya aneh. "Ada apa?" tanya Nasya yang tak tenang melihat raut wajah Noval.
"Aku akan pergi sebentar, kau makanlah," jelas Noval yang sudah beranjak dari tempat nya.
"Noval kamu mau kemana malam-malam gini," tanya Nasya tergesa gesa.
"Ada urusan yang harus ku selesai kan."
"Tapikan kita mau makan malam berdua, urusan apa yang membuat kamu harus terburu buru seperti ini?" tanya Nasya mencoba menatap mata suami nya.
"Nasya maaf kan aku tapi sepertinya kita tidak bisa makan malam untuk saat ini, ada pekerjaan mendesak yang harus ku lakukan, jadi maaf kan aku," Noval berlari menuju pintu dan akhir nya benar-benar meninggalkan Nasya seorang diri.
Mengapa Noval begitu terburu-buru, aku dengan nya sedang berada di Bali pekerjaan apa yang membuat nya harus meninggalkan ku sendiri disini.
Apa dia tidak memikirkan perasaan ku, ini seharusnya makan malam pertama setelah pernikahan lu bersama nya, tapi tanpa penjelasan yang jelas dia meninggal kan ku.
"Kau merusak makan malam ku val."
__ADS_1